
"Sayang,apa maksudnya.kenapa Jenia mengatakan kamu ingin menikahi dia.?"Lusi masih terlihat kebingungan.tangannya menggem pergelangan tangan Jaka erat.
Jaka mengelus pipi Lusi."Maafkan,aku ini semua tidak di sengaja."Akhirnya Jaka menceritakan permasalahan yang sebenarnya.Lusi nempak berlinangan air mata mendengar setiap kata yang keluar dari bibir itu.
Semua diam tidak ada yang berani menyela,Jaka menjelaskan dengan luwes.Jenia sendiri hanya menuduk air mata tak bisa lagi ia bendung.tapi yang membuat ia menitikan air mata bukan karena Jaka berbicara lembut kepada Lusi,melainkan dirinya merasa malu image tentang wanita perusak hubungan orang seolah sulit untuk di hilangkan.
Daddy,kenapa Daddy melakukan ini kepada Jenia.apa Daddy senang melihat Jenia jadi bahan omongan orang.sedih hati Jenia tanpa sadar tanganya mengepal.
Jaka menelan salvirnya setelah ia selesai bercerita,dan tangan bergetar itu mengusap pipi Lusi yang basah."Sekarang,terserah kamu Lusi.aku benar-benar bingung,tuan Samuel membawa ucapanku sampai beliau pergi.aku sangat mencintaimu,aku tidak tahu kenapa ini bisa terjadi."ucap Jaka dengan suara palau,ingin rasanya ia menangis mengingat tuhan seolah tidak mengizinkan dirinya dan Lusi bersatu.
"Lusi,putuskan hari ini juga.mana yang menurutmu benar.di sini Kakak tidak bisa memihak kalian berdua,itu terserah kalian."Seru Ari dengan rangkulan di tubuh Nana.yang tengah tertunduk sedih melihat tangisan Lusi,sedangkan Mommy Kei dan Tuan surya tidak bisa berbuat banyak.ini bukan urusan mereka,keduanya hanya menyaksikan saja.
Jenia diam-diam menatap sendu Lusi yang saat ini menangis di dalam dekapan Jaka.
"Lusi,maafkan Daddy ku.aku juga tidak tahu hal ini akan terjadi."Kata-katanya terdengar tulus dan Lusi seolah tidak mau mendengar ucapan Jenai,dirinya terus menangis pilu.
Jaka mengepalkan tangannya merasa marah,dirinya sudah melukai sang kekasih ini benar-benar di luar dari dugaan.di saat hubungan sudah di restu keluarga besar Atmaja,kini Jenia hadir di tengah-tengah hubungan hangat itu."Aku,menerima semua keputusanmu Lusi.aku akan terima."lirih Jaka dengan elusan di punggung Lusi penuh kelembutan.
Nana yang ada di antara keduanya seketika menoleh kearah sang suami."Ayang,aku tidak mau di sini."Nana berbisik di telinga Ari.
Ari mengangguk"Ayo."ajakan sang suami di jawab anggukan oleh Nana,keduanya berjalan meninggalkan ruang keluarga.
Di dalam dekapan suaminya Nana terisak."Apa.Sekertaris Jaka,akan memilih Jenia?kasian Lusi ayang."
"Jangan di pikiran,itu bukan hal yang penting.kamu jangan memikirkan mereka,aku percaya Jaka dan Lusi bisa menemukan solusinya.mereka sudah dewasa hon."sahut Ari santai.dirinya sendiri terlihat sedih tapi itu tidak merubah apa-apa.
__ADS_1
.
.
Jaka menghela nafas pelan,ketika Lusi mengakat tubuhnya.ia tidak lagi bisa berkata-kata apalagi wajah cantik itu terlihat memerah,linangan air mata seolah mewakili rasa sakit di hatinya.
"Lusi..huuhhh."Lusi berhenti berkata.dirinya terlihat tengah menarik nafas,suara sisa tangisnya masih dapat terdengar jelas.
"Maafkan,aku."Lirih Jaka dengan elusan di punggung tangan sang kekasih.
Lusi menggelengkan kepalanya kearah Jaka."Tidak..kamu tidak salah,aku akan menerima kenyataan ini Jaka.!"
Jaka dan Jenia,tidak ketinggalan Mommy Kei beserta tuan Surya membulatkan mata tidak percaya,Lusi mau menerima rencana pernikahan Jaka dan Jenia.
Sontak Jaka tersenyum dia memeluk Lusi erat.di dalam pelukkan itu,Lusi menatap Jenia cukup intes.dan tatapan itu seolah menyiratkan sebuah pesan Jenia,aku tidak akan membiarkan Jaka menjadi milikmu.dia hanya milikku sampai kapan pun Jaka adalah milikku..begitulah Kira-kira arti tatapan Lusi.
Tapi semenjak Lusi menerima pesan dari seseorang,membuat Lusi enggan menerima kenyataan pahit itu.dirinya akan berjuang membuktikan kalau pesan yang tempo hari ia terima itu benar adanya,walupun dirinya tidak tau siapa gerangan yang sudah memberi tahu rahasia Jenia,tapi perjuangan Lusi bukan hanya itu saja.ia dan Jaka juga harus saling menguatkan di tengah perubahan sikap Jenia,wanita cantik itu menjadi berubah seiring berjalannya waktu.di awal Jenia pernah berkata kepada Lusi,kalau dirinya tidak akan pernah mencintai Jaka,tapi entah apa yang terjadi Jenia mengatakan secara gamlang kalau dirinya menaruh hati kepada pria tampan itu.
Lusi benar-benar marah dan kembali menganggap Jenia adalah musuh,dari sanalah keduanya selalu bersitegang di setiap kesempatan.
.
.
Beberapa bulan kemudian,hari di mana Nana mengadakan pesta acara empat bulanan.di sana hari di mana mereka bertemu kembali setelah sekian lama,dan di hari itu juga.keduanya menunjukan sikap saling tidak suka,Lusi dan Jenia dengan tidak malu bersitegang di tengah acara sederhana itu.sampai-sampai Jaka harus turun tangan,bahkan acara keluarga itu harus terhenti untuk beberapa saat,hingga akhirnya Jaka membawa Jenia keluar dengan Lusi pastinya,wanita berparas cantik itu seolah enggan membiarkan Jaka berdua bersama Jenia.
__ADS_1
"Di mana mobilmu.?"tanya Jaka kepada Jenia.gadis yang saat ini berada di sampingnya,sedangkan Lusi terus menggelayut seperti anak monyet dan ekspresi wajahnya menunjukan kalau ia tengah meledek.
"Sudah pergi,di bawa supir."Jawab Jenia.
"Ya sudah,naik Taksi sana.merepotkan saja."Seru Lusi dengan wajah jutek.
Jenia melirik Lusi kesal."Tidak mau,antarkan aku pulang,"Jenia merengek.
Lusi menoleh kearah Jenia."Tidak bisa,kamu pulang sendiri sana.ayo sayang kita masuk.."Lusi menarik Jaka untuk masuk.tapi Jenia mencegah niat itu,karena dirinya juga menarik salah satu tangan Jaka."Antarkan aku pulang dulu,Jaka."
"Lepaskan,Jenia.jangan tarik-tarik,pergi sama."Lusi berusaha melepakan tangan Jenia.
Jaka menghela nafasnya kasar setelah kembali menjadi bahan rebutan dua wanita yang saat ini masih menarik-narik kedua tangannya."Berhenti."Ucap Jaka,tapi kedunya seolah tidak mendengar.mereka masih menarik tangan Jaka dan melontarkan kata-kata kasar.
"Berhenti..!!"
Suara bariton itu membuat Lusi dan Jenia seketika melepaskan genggaman tangan Jaka.
Jaka menatap Jenia."Aku akan mengantarmu."setelahnya ia menoleh kearah Lusi."kamu juga masuk,kita antar Jenia pulang."Titah Jaka dengan suara lembutnya,dan itu membuat Jenia iri karena sikap Jaka benar-benar berbeda,ketika berbicara dengannya ia pasti dingin dan datar.lain ketika berbicara dengan Lusi.Jenia sampai melupakan siapa dirinya saat ini.
Keduanya mengangguk dan berjalan beriringan kearah Mobil,tapi Jaka kembali di buat jengkel,ketika mereka sudah sampai mobil kedua wanita cantik itu tengah bersitegang berebut tempat duduk di bagian depan.yakni di samping Jaka.
Jaka benar-benar kehilangan akal.melihat Lusi dan Jenia kembali ribut,Jaka mengusap wajahnya kasar.dan setelahnya ia mendangah melihat awan yang masih terlihat terang"Kenapa,rasanya sangat sulit.astaga,kenapa ini terjadi padaku."lirihnya penuh keputus asaan,melihat keduanya bersitegang di dekat pintu mobil.
Mau sampai kapan ini berlangsung.tuhan,aku tidak sanggup.Lusi,apa sebegitu cintanya kamu padaku?dan Jenia,kenapa kamu bisa hadir di dalam kisah cinta kami.gumam hati Jaka yang saat ini menatap keduanya penuh tanya.
__ADS_1
"Aku hanya ingin Lusi,tidak dengan yang lain."