ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
PULANG KEDESA,SUAMI KEMBALI


__ADS_3

Saat ini Nana tengah berdiri di depan lemari baju yang ada di kamar suaminya.


Perlahan tangannya memasukan kalung yang selalu ia pakai kedalam kotak perhiasan"Kamu jangan ikut diam di sini,aku tidak akan lama."Nana berbicara dengan kalung cantik pemberian Ari yang ada alat pelacaknya.


Setelah selesai menatap kalungnya,Nana menutup pintu lemari dengan lemas karna untuk pertama kalinya ia harus jauh dari kalung cantik itu.


Aku tidak bisa membawa kalung cantik ini, karna aku takut dia tahu kalau aku ada di desa.gumam hati Nana di depan lemari baju.


Nana terus berdiri tanpa tahu apa yang ada dia pikirkan,tapi itu tidak lama karena pintu kamar yang terbuka di ketuk.


Tok... tok..."Sayang,ayo waktunya kita pergi."Suara mommy Kei membuat Nana berbalik.


"Ya,mom."sahut Nana seraya berjalan menghampiri sang mommy mertua.


Mommy Kei tersenyum getir melihat wajah sang menantu"Sayang,kamu tidak harus per-


"Mom,Nana tetap akan pergi."Sergah Nana cepat karna ia tahu kemana arah pembicaraan mommy Kei.


Wanita paruh baya itu mengangguk pasrah, dia tahu putranya dan juga menantunya sama-sama keras kepala dan sulit untuk di bantah.


"Ayo sayang,daddy sudah menunggu."Mommy Kei menarik tangan Nana pelan.


Nana tersenyum dan keduanya berjalan dengan bergandengan tangan.


Ya tuhan semoga engkau memberi kelancaran kepergian ku kedesa,jangan hukum aku karna tidak memberitahui dia.aku mohon.pinta hati Nana jika mengingat ia pergi kedesa tanpa di ketahui sang suami yang saat ini berada di kota R.


.


.


Nana terus menggenggam tangan mommy Kei erat,pasalnya ia merasa takut dan gugup.


Mommy Kei tersenyum melihat ketakutan yang terlihat jelas di wajah Nana"Jangan takut sayang,bukannya kamu pernah naik jet ini."Mommy Kei dengan cepat mendekap tubuh Nana guna memberi ketenangan.


Nana hanya mengangguk tanpa membuka mulutnya,entah kenapa ia merasa takut. padahal dulu ia meninggalkan desa dan menju kota sang suami menggunakan jet pribadi,mungkin karna Nana tengah hamil jadi ia merasa gugup.


Ya tuhan lindungi kami.lirih hati Nana.


Tuan Surya tidak dapat melihat ketakutan menantunya,karna calon kakek itu tengah tertidur pulas.


Saat ini Nana dan kedua mertuanya tengah mengudara menuju kota X.


Mommy Kei dan tuan Surya mengantarkan menantunya hanya sampai kota saja tidak sampai desa,karna tuan Surya ada acara mendadak dan tidak bisa menginap.


Tak membutuhkan waktu lama,akhirnya jet mewah milik tuan Surya sudah mendarat dengan lancar di pacuan yang ada di kota X.


Jet pribadi yang membawa Nana dan kedua mertuanya hanya mengudara kurang dari dua jam,memang itulah keuntungan orang yang berduit.mereka mempunyai kendaraan terbang itu bukan hanya menaikan identitas sebagai orang kaya,tapi juga memudahkan mereka untuk pergi keberbagi tempat tanpa harus memakan waktu.


.


.


Nana terlihat lebih tenang,karna saat ini ketiganya sudah tidak lagi berada di dalam jet pribadi milik tuan Surya.


Mommy Kei memeluk tubuh mungil menantunaya sebelum pergi."Sayang mommy pergi ya,ingat kalau ada apa-apa hubungi mommy dan daddy."ucap mommy Kei sedih.


Nana mengangguk pelan"Mommy hati-hati ya, nanti hubungi Nana kalau sudah sampai di sana."sahut Nana seraya mengusap pipinya yang basah.


"Jaga cucu mommy,sayang"suara Mommy Kei bergetar menahan tangisnya.


Nana mengangguk sebagai jawaban.


Setelah berpamitan kepada mommy Kei, sekarang Nana memeluk daddy Surya."Daddy hati-hati."Ucap Nana sedih.


Tuan Surya mengusap punggung menantunya"Ingat jaga cucu daddy Nan, bersenang-senanglah.daddy harap nanti kamu sudah mau memaafkan putra daddy."Tutur Daddy Surya seolah memohon.


Nana mengangguk"Iya daddy,Nana mengerti."Sahunya pelan.


"Kamu jangan khawatir,karna daddy sudah meminta pak Jaya untuk menjaga selama kamu di sana.dan semua keperluan kamu sudah di siapkan pak Jaya."Ungkap daddy Surya seraya menudahi pelukan perpisahan dengan Nana.


Nana hanya mengangaguk pelan,tangannya sibuk mengusap pipinya yang basah di bantu mommy Kei.


"Pak Jaya sebentar lagi datang,kamu mau mommy temani sampai pak Jaya datang.?"Usul mommy Kei.


"Tidak mom,pergilah Nana akan baik-baik saja."Jawab Nana mengingat daddy Surya ada urusan penting.


.


.


"Hati-hati mom,dad."Nana melambaikan tangannya kearah jet yang tengah mengudara.


Tidak di pungkiri Nana sangat sedih,ketika harus jauh dari keluarga barunya yang amat sangat menyayangi dirinya.


Lindungi kedua orangtuaku ya tuhan.pinta hati Nana seraya menatap kepergian jet pribadi yang membawa kedua orang yang dia sayangi.


Di tengah diamnya,Nana melihat mobil mewah datang.


Itu seperti pak Jaya?.pikir hati Nana kerna matanya melihat siapa yang membawa mobil itu


Apa yang Nana pikirankan itu benar,orang yang membawa mobil adalah pak Jaya mantan mandornya.


"Pak Jaya."Tegur Nana melihat pria yang di yakini pak Jaya turun dari dalam mobil.


Dengan tergesa-gesa pak Jaya menghampiri Nana"Selamat datang,Nona."Ucap Pak Jaya seraya membungkuk hormat kepada Nana.

__ADS_1


Dalam diam pak Jaya memperhatikan penampilan Nana yang sudah berubah,pria tua itu masih ingat betul dulu Nana hanya memakai pakayan murah dan sedikit kusam. tapi sekarang bak orang kota.


Hati pak Jaya terus bergulat dan menebak apa Nana sudah berubah dalam berpikir, mengingat ia di nikahi bosnya sendiri.


Nana membulatkan matanya melihat apa yang baru saja mantan mandornya lakukan.


"Bapak apa yang bapak lakukan tolong,jangan lakukan itu."pinta Nana tidak enak.


Pak jaya perlahan mengangkat tubuhnya"Apa yang Nona katakan,sekarang Nona adalah majikan saya.jadi apa yang baru saja saya lakukan itu hal yang wajar."Tutur pak Jaya sopan.


Ya tuhan ternyata Nana masih saja baik,aku pikir dia akan sombong setelah di nikahi orang kaya.tapi ternyata aku salah.pikir hati pak Jaya.


Nana hanya tersenyum canggung"Jangan panggil saya Nona Pak,panggil saya Nana saja seperti dulu."Ucap Nana lembut.


"Itu tidak mungkin,Nona."sahut Pak Jaya.


Nana hanya diam,dia merasa malu karena orang yang dulu memberinya pekerjaan sekarang membungkuk hormat dan memanggil dirinya dengan sebutan Nona.


Sebelumnya Nana tidak pernah bermimpi bisa menikah dengan orang kaya,ia hanya meminta hidup tenang dengan Neneknya.tapi apa yang harus ia lakukan jika takdirnya membawa ia bak Cinderella,wanita cantik yang di pinang pangeran tampan.mengingat itu membuat Nana tersenyum kecut.


Seandainya Nenek masih ada.sedih hati Nana karna ketika ia hidup enak sang nenek sudah pergi untuk selamanya.


Mata pak Jaya menatap satu buah koper yang ada di samping Nana"Mari saya bawakan kopernya,Nona."Ucapnya seraya mendekati Nana.


Nana:"tidak usah pak,saya bisa sendiri."Tolaknya.


"Tolong jangan larang saya Nona,ini sudah menjadi tugas saya dari tuan besar."penuturan pak Jaya membuat Nana mengangguk,dan membiarkan mantan mandornya membawa koper miliknya.


Nana berjalan di samping pak Jaya menuju mobil."Wah mobil bapak bagus sekali."kagum Nana yang saat ini berdiri di dekat mobil berwarna putih.


Pak jaya yang tengah memasukan koper milik Nana kedalam bagasi,hanya tertawa renyah"Ini bukan mobil saya,Nona.!!"sahutnya.


"Bapak minjem.?"pikir Nana,matanya menatap pak Jaya penasaran.


"Ini mobil Nona.!! Silahkan Nona."Pak jaya membukakan pintu belakang mobil,setelah mengatakan kalau mobil berwarna putih itu milik Nana dengan entengnya.


Nana menatap pak Jaya tidak percaya"Mo-mobil saya.?"Wajahnya terlihat tidak percaya.


Pak jaya mengangguk membenarkan"Betul Nona,mari Nona."Ajaknya lagi.


Nana berjalan masuk kedalam mobil dengan tatapan kosong.


Apa aku tidak salah dengar,apa aku sedang bermimpi.gumam hati Nana.


.


.


Di tempat lain,Ari dan Sekertaris Jaka baru saja sampai di kota R.


Jaka mengangguk dan mulai membuka pintu mobil"Silahkan,tuan."


Ari masuk di ikuti Jaka"Cepat jalan."pinta Jaka kepada supir.


"Baik,tuan."jawab sang supir sopan.


Di perjalanan Ari mulai menghungi sang istri"Kenapa tidak di angkat.?"Gumam Ari wajahnya terlihat khwatir.


Jaka yang ada di samping Ari hanya diam tak memberi reaksi,tapi melihat khawatiran yang terlihat jelas di wajah tampan tuannya.Jaka memberanikan diri membuka suaranya.


"Tuan,sepertinya Nona tidur.ini jam tiga sore."ucap Jaka seraya menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


Ari mematikan panggila untuk istrinya setelah mendengar ucapan Jaka"Kamu benar juga, Jaka."sahutnya sedih.


Jaka hanya tersenyum dan kembali diam.


"Aku kirim pesan saja,nanti pasti dia baca"Ari berbicara sendiri dengan tangan yang sibuk memainkan hpnya.


.


.


Nana duduk di belakang mobil,sedangkan pak Jaya duduk di depan kemudi."Nona,semua keperluan anda sudah di siapkan.dan rumah nenek anda belum rapih sepenuhnya,apa anda tidak apa-apa.?"Tanya pak Jaya tidak enak.


mendengar pak Jaya berbicara membuat Nana sedih,karna mantan mandornya terus memanggil ia Nona dan cara bicaranya terlalu formal.


"Pak sebenarnya Nana merasa tidak nyaman ketika bapak berbicara seperti ini."ungkap Nana.


"Tapi sekarang Nona majikan sa-


"Nana mohon,jangan berbicara seperti itu pak biasa saja."pinta Nana cepat.


Pak jaya tidak memberi jawaban akan permintaan Nana,karna hal itu sangat tidak mungkin ia lakukan.bagaimanapun sekarang Nana adalah majikannya terlepas dulu Nana hanya buruh.


Aku tidak bisa melakukan itu,sekarang Nana adalah istri tuan Ari.aku harus tahu batasan.batin Pak Jaya.


Nana diam sejenak,ia tahu mantan mandornya itu pasti tidak mau melakukan apa yang ia inginkan.


"Pak."tegur Nana.


"Ya Nona."sahut pak jaya.


"Selama saya pergi,apa yang berubah di desa.?"Tanya Nana untuk mengalihkan suasa.


"Semua masih sama Nona,tidak ada yang berubah."sahut pak Jaya singat,sebenarnya ia ingin menanyakan banyak hal kepada Nana. tapi semua itu di urungkan.

__ADS_1


Pak Jaya berpikir itu sangat lancang,jadi diam adalah pilihan yang terbaik.


Nana mengangguk-anggukan kepalanya setelah mendengar jawaban singkat dari pak Jaya.


Mereka diam sejenak,sampai Nana kembali bertanya"Pak,bagaimana kabar bu Aan dan pak Rudi.?"Tanya Nana,mengingat dirinya sudah tidak lagi tahu kabar tetangganya itu selama ia pergi.


"Pak Rudi dan bu Aan sudah tidak lagi tinggal di desa Nona,mereka tinggal di kota B(Bandung)"jawab pak Jaya tenang.


Nana seketika sedih mendengar kabar kepergian Bu Aan dan keluarganya dari desa.


Bu Aan pegi di saat aku kembali,ya tuhan.sedih hati Nana.


.


.


Ari keluar dan berjalan dengan cepat,setelah mobil berhenti di depan parkiran gedung yang menjulang tinggi.


Jaka menatap kepergian tuannya yang sudah masuk kedalam hotel tanpa menunggu dirinya"Tuan muda."Gumam Jaka yang baru saja keluar dari dalam mobil.


"Jangan lupa,Nanti bawa koper."pinta Jaka kepada dua pelayan hotel yang ada di sampingnya.


"Baik,Tuan."Jawab sopan keduanya.


.


.


Semua pelayan dan para staf hotel berbaris ketika tuan muda Ari datang."Selamat datang, tuan Ari."Ucap serentak semua orang berbaju seragam hotel.


Ari berdiri di depan semua pegawai hotel."Mana,para staf.?"Tanya Ari dengan suara tenang tapi terdengar tegas.


Sekitar sepuluh orang mulai maju setelah Ari membuka mulutnya.


"Ikuti saya."pinta Ari yang langsung di jawab anggukan kepala kesepuluh staf,yang di yakini orang bertanggung jawab di bidangnya masing-masing.


Tak lama Jaka datang dan langsung mengikuti para staf.


.


.


Nana menatap kagum ketika mobil melewati jalan yang dulu terjal,kini sudah rata dengan polesan aspal"Pak,sekarang jalannya sudah di perbaiki.?"Tanya Nana takjub.


"Bentul Nona,ini karna tuan muda Ari sudah memberi dana untuk memperbaiki jalan."penuturan pak Jaya kembali membuat Nana membulatkan matanya tidak percaya.


Jadi jalan ini bisa bagus karna dia.pikir hati Nana,dan tanpa sadar bibirnya mengukir bulan sabit.


Dalam diam Nana terus mengingat sang suami yang ada di kota R,tapi prasaan itu hilang ketika otaknya kembali merekam. kebohongan yang sudah di lakukan Ari.


Jangan di pikiran Nana.gumam hati Nana seraya menggoyang-goyangkan kepalanya.


"Nona,sebentar lagi sampai."Suara pak Jaya membuat Nana menghentikan kepalanya yang tadi terus bergoyang tak terarah.


"Ah,iya pak.?Sahut Nana cepat.


.


.


Di dalam ruang berukuran besar,Ari menatap kesepuluh staf hotel yang tengah duduk rapih dengan tatapan intes."Hanya masalah sepele, kalian semua tidak bisa menanganinya.!"ucap Ari geram.


Semua staf hanya diam,memang apa yang di katakan tuan Ari benar adanya.tapi mereka tidak bisa berbuat banyak Kerna ini semua perintah sang persedir Atmaja.siapa lagi kalau bukan tuan Surya.


Meraka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang di maksud persedir Atmaja,ketika beliau meminta agar hotel tempat mereka bekerja seolah mendapatkan masalah.padahal hotel dalam keadaan baik-baik saja.


Tidak bisa membantah,semua sepakat untuk mematuhi apa yang di inginkan sang persedir tanpa tahu maksud dan tujuannya.


Ari mendesah kesal,melihat semua staf diam"Hanya masalah kenaikan gajih saja kalian semua tidak bisa menangani itu."ucap Ari tidak percaya,setelah tahu itu yang di katakan masalah besarnya.


Para staf diam seribu bahasa,mereka benar-benar kebingungan karna itu bukan masalah yang besar.


Ini semua rencana ayah anda tuan Ari.Kira-kira itu yang ada di dalam hati semua para staf.


Jaka sendiri hanya diam,sesungguhnya ia ingin tertawa sekencang-kencangnya. mendengar alasan yang di maksud para Staf hotel.


Jauh-jauh datang kesini hanya untuk menangani masalah sepele,benar-benar luar biasa.gumam hati Jaka yang tengah duduk di di dekat para Staf.


Ari seketika berdiri dan menatap Jaka"Sekertaris Jaka."suara Ari membuat semua orang menatap Jaka.


Jaka berdiri"Saya,tuan."Sahut Jaka cepat.


"Kita pulang sekarang."Ajak Ari seraya berjalan meninggalkan ruang Meating.


Jaka menarik nafasnya kasar.


Baru saja sampai sudah mau pulang lagi,oh tuhan aku benar-benar lelah.batin Jaka kesal.


Ari terus berjalan cepat,terlihat jelas wajahnya sangat kesal.tapi mengingat wajah cantik Nana membuat Ari tersenyum ceria"Honey aku akan pulang."Gumam Ari senang.


.


.


Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.

__ADS_1


__ADS_2