ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
ANAK MOMMY


__ADS_3

Ari berdiri di depan sang istri yang tengah membersihkan kursi depan mobil tempat ia ketika memakan cemilan,dan mie beberapa hari yang lalu.


Nana tetap saja membersihkan kursi dan area bawah mobil,walupun matanya melihat tidak ada kotoran sisa makannan atau cipratan kaldu mie di sana.


Ari:"Sudah lah hon,mobilnya tidak kotor.kamu tidak mengotori mobil ini sudah lah."berusaha menarik tubuh sang istri.


Nana tidak bergeming,tangannya terus membersihkan kursi dan bagian mobil bawah dengan pelan.


Ini tidak kotor,dia pasti sudah membersihkannya.tapi tetap saja aku harus menepati janjiku,setidaknya dia sudah melihat aku.dengan begini dia tidak akan membicarakan aku lagi.gumam hati Nana yang terus membungkuk di depan kursi mobil.


Ari mengusap wajahnya kasar,karna sang istri benar-benar membersihkan mobil miliknya.


Jaka sendiri hanya bisa melihat dari kejauhan, Bagaiman Nana membersihkan area dalam mobil dengan tuan Ari yang terus berjuang membujuk sang istri.


Tadi Jaka tidak bisa berbuat bayak ketika Nana meminta untuk membukakan pintu mobil,tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi.


Dan ketika Tuan Ari meminta dirinya untuk tidak membuka pintu mobil,Jaka tidak sengaja menekan tombol kecil yang ada di tangannya.


Jaka berdiri di dekat kedua security,Bagus dan Yuni sudah kembali menggunakan taksi, keduanya merasa ketakutan ketika masuk ke dalam rumah mewah tuan muda Ari.


Tapi Ari sendiri sampai lupa dengan kedua bawahannya,karna ada hal yang lebih penting dari Bagus dan Yuni.


Sebenarnya apa yang terjadi dengan Tuan Ari dan Nona,kenapa Nona bersikeras membersihkan mobil.apa tadi tuan membicarakan sesuatu dengan tuan Aldy dan tuan Kevin.pikir hati Jaka.


Ari hanya bisa diam di belakang tubuh Nana, raut wajahnya begitu memerah menahan rasa marah kepada dirinya sendiri.


Ari:"Hon sudah cukup,ayo masuk ini sudah sore."pintanya pelan.


Nana:"Aku belum selesai."sahutnya ketus.


Ari:"Mobilnya tidak kotor honey,apa yang kamu bersihkan."ucapan itu benar adanya, karna yang Ari lihat sang istri hanya membersihkan area dalam mobil yang sudah bersih tidak ada kotoran di sana.


Nana:"Biar aku menyelesaikan ini,agar kamu tidak membicarakan aku lagi."ucapan itu membuat Ari memejamkan matanya.


Ari tidak bisa berkata apa-apa lagi ketika sang istri membahas hal yang ia bicarakan di kantor,dan Ari hanya bisa diam di belakang tubuh Nana tanpa bisa mencegah.


Cukup lama Ari berdiri di belakang tubuh sang Istri,hingga ia merasa lega ketika istrinya melangkah masuk ke dalam rumah dengan membawa kain lap.


Ari Menatap dalam mobil yang memang sudah bersih itu"Aku tidak akan membeli mobil,yang ini saja cukup."bergumam dengan raut wajah kesal.


Ari:"Jaka."kembali mengeluarkan suara nyaringnya.


Jaka berjalan dengan tergesa-gesa ketika tuan muda Ari memanggil Namanya.


"Saya,tuan."ucap Jaka.


Ari:"Pulanglah,da-


Kalimatnya menggantung,karna Ari dan Jaka menatap Nana yang datang dengan menenteng satu buah ember.


Nana:"Awas."pintanya ketus.


Jaka mengangguk dan memundurkan kakinya.


Sedangkan Ari terus diam di posisinya, matanya terus menatap istrinya yang tengah meringsek di depan ban mobil mewahnya.


Ari:"Hon,kamu mau ngapain.?"tanyanya penasaran.


Nana tidak memberi jawaban akan pertanyaan itu,ia hanya diam di depan ban mobil.


Aku ingin ketika Lusi hamil Nanti ngidamnya seperi Nona,mau membersihkan ban mobil.ucap hati Jaka yang terus menatap Nana.

__ADS_1


Ari membulatkan matanya tidak percaya, ketika tangan Nana membersihkan ban mobilnya.dengan cepat Ari merampas kain yang ada di tangan sang istri.


Ari:"Jangan di bersihkan,bannya kotor honey."menatap tidak percaya.


Nana:"Karna di dalam mobil sudah bersih, maka aku akan membersihkan ban mobil.lihat ada kotoran di sana."menunjuk kearah ban yang terdapat bekas permen karet yang berwarna pink pucat.


Ari dengan cepat menatap sekertaris Jaka"Kenapa ada permen karek di sana.?"


Jaka kebingunan harus memberi jawaban apa.Aku tidak tahu siapa yang memakan permen karet itu,sampai menempel di ban mobil.menjawab lewat hatinya.


.


.


Ari tak henti menatap istrinya yang tengah makan,tapi Ari merasa aneh karna Nana makan tidak seperti biasanya.


"Makan yang banyak honey."ucap Ari merasa khwatir karna sang istri makan dengan porsi yang sedikit.


Nana:"Kita sedang makan."sahutnya cepat.


Ari menarik nafasnya pasrah,ketika sang istri memberi jawaban yang tidak enak untuk di sengar.


Akhirnya Ari diam dan kembali menyantap makan malam yang terasa hambar itu.


.


.


Ari:"Hon sini."menepuk sofa di ruang keluarga.


Nana yang baru saja menapaki anak tangga, seketika berhenti dan membalikan tubuhnya."Aku tidak ingin menonton tv,kamu saja."jawaban itu membuat Ari beranjak bangun dan mendekati istrinya.


Nana kembali memberi penolakan ketika suaminya menarik tangannya."Aku tidak ingin mendengar semua penjelasan dari kamu, karna menurutku apa yang kamu katakan itu benar.dan sekarang kamu tidak usah khawatir lagi,aku sudah menepati janjiku dengan membersihkan mobilmu,dan aku juga sudah tidak memakai baju kamu lagi.begitu juga cara makanku,aku sudah melakukan semuanya."setelah mengatakan itu Nana kembali berjalan menaiki anak tangga meninggalkan sang suami.


Ari:"Aku hanya bercanda honey,kenapa kamu tidak mengerti.tolong maafkan aku hon jangan abaikan aku,honey berhenti.!"suara bernada tinggi itu membuat Nana berhenti tapi tidak merubah posisi tubuhnya.


Ari dengan cepat menaiki anak tangga menyusul istrinya.


Di depan sang istri Ari kembali menarik tangan Nana,dan kali ini Nana membiarkan tanganya di genggam sang suami tanpa memberi perlawanan.


Ari:"Honey,aku tahu aku salah plis maafkan aku hon.apa kamu tahu aku sangat tersiksa dengan sikap mu,hari ini kamu membiarkan aku mandi Sendiri.aku tidak suka itu,plis hon maafkan aku."pintanya dengan memberi ciuman di punggung tangan Nana.


Memang kenyataannya sore tadi Nana tidak memandikan suaminya,karena setelah membersihkan ban mobil Nana langsung masuk ke dalam kamar mandi tanpa menunggu suaminya seperti biasa.


Nana:"Aku lelah,biarkan aku tidur."lirihnya dengan mengusap pipinya yang basah.


Ari:"Maafakan aku,honey."tanganya mencoba mengusap pipi istrinya tapi Nana menolak.


Nana:"tidak ada yang perlu di maafkan,karna semua ucapan kamu di depan mereka benar adanya.jadi untuk apa kamu meminta maaf."ucapnya.


Ari:"Kamu masih salah paham,hon."


Nana:"Sudah cukup,aku lelah biarkan aku tidur."pintanya.


Ari:"Baiklah."menarik tangan sang istri menuju kamar.


Nana:"Aku bisa jalan sendiri."berusaha melepaskan tangannya yang di tarik sang suami.


Ari:"Baik."melepaskan tangan istrinya pasrah.


Nana berjalan dengan suaminya yang mengikuti dari belakang.

__ADS_1


Kenapa aku merasa malu tinggal di rumah ini, kenapa semua ucapanya membuat aku tidak mempunyai harga diri.lirih hati Nana.


Nana membuka pintu kamar di ikuti suaminya,Ari mengerutkan keningnya ketika matanya menatap satu benda asing yang ada di dalam kamar.


Ari:"Kenapa ada kasur lain di sini.?"ucapnya tidak percaya.


Nana:"Kamu tidur di atas ranjang,biar aku tidur di kasur itu."menunjuk satu buah kasur yang ada di dekat sofa.


Tanpa sepengetahuan Ari,Nana meminta ketiga pelayannya untuk memindahakan satu buah kasur yang ada di kamar tamu,Yuni dan kawan-kawan memindahan kasur ke dalam kamar majikannya ketika mereka menyantap makan malam.


Ari:"Aku tidak mau jauh dari kamu, honey."mendekap Nana dari belakang.


Nana:"Aku tidak mau menganggu tidurmu."ucapnya dengan melepakan kedua tangan Ari yang melingkar di depan dadanya.


Ari kembali diam,seketika tangannya mengepal penuh rasa amarah.


Ini akibat yang harus aku terima.batin Ari sedih.


Nana melangkah masuk ke dalam kamar mandi,dan kembali menginggalkan sang suami seorang diri.


Ari membanting pintu kamar,dan matanya menatap tajam ke arah kasur baru yang jauh dari ranjang"Ya tuhan aku tidak sanggup kalau harus tidur jauh dari dia,luluhkan hatinya tuhan."mendudukan tubuhnya di atas sofa penuh keputus asaan.


Nana mengusap pipinya yang basah,dan menatap pantulan dirinya di depan cermin kamar mandi."Aku harus melawan semua keinginan hatiku,bantu mommy ya sayang. ingat ya malam ini jangan biarkan mommy bangun karna lapar,mommy mohon."ucapnya dengan elusan di perut.


Ari melirik istrinya yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi."Hon,kamu tidur di ranjang biar aku tidur di kasur itu."melirik lewat ekor matanya.


Ari memutuskan untuk menuruti keinginan istrinya,dan berharap dengan begitu sang istri mau memaafkan dirinya.


Nana hanya mengangguk tanpa membuka mulutnya.


Ari tersenyum walaupun sang istri masih terlihat dingin kepadanya.


.


.


Ari yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti baju,menatap ke atas ranjang.


Dia benar-benar membuat aku seperti hantu, Ari ingat ini terakhir kalinya kamu membuat kesalahan jangan lagi membuat istrimu marah.sesal hati Ari.


Cukup lama Ari berdiri di depan ranjang yang terdapat sang istri di sana"Good nighat honey, love you."ucapnya pelan.


Perlahan Ari berjalan ke arah kasur yang tertutup seprai berwarna abu-abu.


Pria tampan itu merebahkan tubuhnya malas"Rasanya tidak nyaman."gumamnya dengan perasaan sedih.


Malam semakin larut tapi Ari tetap terjaga, matanya seolah sulit untuk di pejamkan. perlahan Ari mengangkat kepalanya dan matanya menatap ke arah ranjang."Dia tidur nyenyak sekali,aku ingin tidur di sampingnya dan mengelus perutnya.tapi sekarang aku tidak bisa melakukan itu."lirihnya dengan mata tak berpaling dari tubuh mungil sang istri.


Jam menunjukan pukul 02:38 dini hari waktu setempat,dan di waktu itu mata Nana mengerjab.


Ya tuhan aku lapar sekali,sayang mommy mohon tahannya mungkin sebentar lagi pagi. sabar ya sayang kamu tidak mau kan mommy membangunkan daddymu,mommy mohon sabar ya sayang."mengusap perutnya seolah memberi ketenangan.


Nana seketika tersenyum ketika perutnya tidak berbunyi lagi.


Terimakasih sayang,anak mommy memang hebat.Nanti pagi kita makan ya,sekarang kita tidur."ucap hati Nana.


.


.


Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.

__ADS_1


__ADS_2