
Di dalam kamar bercat pink,terlihat kalau kamar itu di huni oleh seorang wanita.
Dan wanita itu tengah menangis di atas ranjang dengan posisi tengkurap.
Lusi:"hiks.... hiks.... kenapa jadi begini,kenapa mereka tega.ya tuhan aku sangat mencintainya,tapi Daddy.hiks... hiks.... apa yang harus aku lakukan."lirihnya dengan tangisan yang menyakitkan.
Flashback....
Lusi menarik Nafasnya"Mom Dad,sebenarnya Lusi sudah tidak suci lagi."ungkapnya tanpa ragu.
Kedua orangtua Lusi saling tatap dalam diam.
Mommy:"Apa yang kamu katakan.?"tanyanya bingung.
Daddy:"Ini tidak lucu Lusi."ucapnya.
Perlahan Lusi merubah posisinya,dan sekarang gadis cantik itu duduk di samping kedua orangtuanya gugup.
Lusi kembali menatap mommy dan juga Daddynya.
Lusi:"Maafkan Lusi mom dad,hiks... hiks... itu benar.Lusi sudah tidak Su-suci lagi hiks.. hiks..."tangisnya pecah seketika,yang mana membuat sang mommy memeluk tubuh putrinya.
Daddy:"Apa yang sebenarnya terjadi,dan siapa pria itu.?"tanyanya pelan,raut wajahnya berusaha menahan rasa amarah.
Mommy:"Sayang tenang lah."mengusap pelan rambut sang putri.
Setelah Lusi tenang,perlahan mommynya mengangkat tubuh putrinya.
Mommy:"Katakan sayang,kamu jangan takut."pintanya dengan usapan di kedua pipi Lusi yang terlihat basah.
Daddynya hanya diam,otaknya seperti tengah berfikir dengan keras.
Lusi:"Li-lima tahun yang lalu,aku dan Jenia pergi ke sebuah Club malam.dan di sana Jenia meminta Lusi mendekatakan dirinya dan kakak Ari,tapi Lusi menolak karena Lusi tahu kakak Ari tidak akan mau,mungkin Jenia marah dan tanpa sepengetahuan Lusi. ternyata dia memasukan sesuatu di minuman Lusi,dari situ hiks... hiks... Lusi sudah tidak ingin lagi hiks.. hiks..."terangnya terbata-bata.
Daddy:"Bagimana kamu bisa menyimpulkan kalau-."tak sanggup mengucapkan kalimat yang terdengar menyakitkan.
Lusi:"karena dia memperlihatkan video Aku, dan-dan hiks... hiks..... maafkan Lusi mommy Daddy,maaf."
Mendengar Penuturan sang putri,Keduanya menarik nafas kesedihan.dan sang mommy yang tengah memeluk Lusi perlahan menatap suaminya.
Tuan Arthur daddynya Lusi dengan cepat beranjak bangun dari duduknya,yang mana membuat Lusi berhenti menangis dan menatap daddynya penuh tanya.
Mommy:"Sayang,kenapa Jenia begitu jahat. dulu mommy sangat menyukai sahabatmu itu,tapi sekarang mommy benar-benar kecewa."ucapnya sedih.
Lusi seolah tidak mendengar ucapan mommynya,matanya terus pokus menatap daddynya yang tengah berbicara dengan seseorang lewat sambungan telepon.
Lusi kembali duduk dengan suara sisa tangisnya"Mom,Daddy tidak mengubungi Daddynya Jenia bukan.?"Menatap mommynya penasaran.
Wanita paruh baya itu hanya menggelengkan kepalanya yang mana membuat Lusi bingung.
Siapa yang Daddy telepon.?"tanya hati Lusi.
Tak lama Tuan Arthur menghampiri istri dan putrinya.
Lusi:"Dad,siapa yang daddy telepon.?"tanyanya gugup.
Tuan Arthur menatap Putrinya dan sang istri secara bergantian.
__ADS_1
Arthur:"Lusi,kamu tahu Tuan Damian Abraham.?"
Seketika Lusi mengangguk.
Arthur:"Daddy dan Tuan Damian sudah sepakat,kalau kamu dan Marco Abraham akan menikah."ujarnya.
Bagaikan di sambar petir di siang bolong, Tubuh Lusi bergetar,detak jantungnya seakan berhenti berpacu,dan otaknya seketika merekam senyuman manis sang kekasih yang jauh di sebrang sana.
Gadis cantik itu hanya diam.wajahnya pucat, otaknya tidak mati malah sekarang dirinya mengingat masa-masa indah bersama Jaka.
Nyonya Tamara menatap suaminya penuh tanya.
Daddy:"Sayang,Daddy dan Tuan Damian sudah merencanakan ini dua minggu yang lalu.dan Daddy lihat Marco anak yang baik,dia juga seorang pengusaha sukses di usianya yang masih muda.bukannya kamu pernah bilang,ingin mempunyai seorang suami seperti kakak sepupumu itu(Ari)."
Mommy:"Ya sayang,Marco anak yang baik."seketika menatap tuan Arthur bingung"Dad,memangnya Keluarga Abraham mau menerima putri kita.?"
Tuan Arthur mengerti arah pembicaraan sang istri."Mommy tenang saja,Daddy sudah memberitahukan keadaan putri kita dan mereka menerima."jawabnya senang.
Mommynya tersenyum lega,dan kembali menatap Lusi yang hanya diam dengan ekspresi wajah penuh kebingunan.
Mommy:"Sayang,mommy senang kamu sudah mau jujur.dan mommy harap kamu mau menerima Marco sebagai suamimu, jangan kecewa Daddy."ucapan itu membuat Lusi menitikan Air mata.
Lusi:"Apa Lusi bisa menolak.?"tanyanya.
Arthur:"Tidak,Daddy sudah membuat keputusan.dan kamu tidak bisa menolak,ingat Lusi dengan keadaan kamu saat ini.tidak akan ada keluarga kaya yang mau menerima status kamu,sudahlah terima saja."jawabnya lantang,dan dengan cepat pergi meninggalkan istri dan Sang putri yang tengah menangis.
Nyonya Tamara tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa mengelus pundak Lusi seolah memberi ketenangan.
Mommy:"Kenapa kamu berbicara seperti itu sayang,marco itu pria baik.apa masalahnya.?"
Mommy:"Siapa dia.?tapi itu penting,putuskan pria itu Lusi.dan ikuti keinginan daddymu,apa kamu mau membuat daddymu malu terutama dengan Tuan Damian.?"menatap tajam.
Lusi:"Mommy ga akan ngerti."ucapnya dengan gerakan cepat meninggalkan Nyonya Tamara yang terus memanggil-manggil dirinya.
Flashbackof....
Lusi:"Apa yang harus aku lakukan,Jaka aku mencintaimu.tapi bagaimana dengan orangtua ku,daddy dan mommy benar-benar egois.kalau aku tidak bisa hidup bersama pria yang aku cintai,lebih baik aku ma*i"Ucapnya dengan isak tangis.
Wanita cantik itu terus menangis,sampai dia merasakan getaran dari hpnya yang tergeletak di sisi ranjang.
Perlahan Lusi mengangkat kepalanya,dan dia kembali menangis ketika di depan layar hpnya tertera Nama My love.(Jaka)
Lusi:"Apa yang harus aku lakukan.?"
.
.
Ari merasakan kasur empuknya bergoyang, seperti ada sesuatu yang terus bergerak.
Ari:"Kenapa hon.?"tanyanya dengan mata tertutup.
Nana:"Aku memikirkan Lusi.?"sahutnya sedih.
Perlahan Ari mendekap tubuh sang istri.
Ari:"Jangan di pikiran,itu sudah menjadi keputusan om dan Tante."Ucapnya pelan, dirinya udah sangat mengantuk.
__ADS_1
Nana:"Aku tahu,tapi apa Lusi akan mencintai pria itu.?"bertanya dengan kepala mendangah,menatap wajah tampan suaminya yang tersinari lampu luar.
Ari tersenyum penuh arti."Kamu juga dulu membenciku,tapi sekarang kamu sangat mencintaiku.benarkan.?"jawaban itu membuat Nana menyingkirkan tangan sang suami yang tadi melingkar di lehernya.
Seketika Ari membuka matanya dan melihat istrinya."Kenapa hon.?"tanya Ari bingung.
Nana tidak menjawab,dia hanya diam dengan posisi tubuh membelakangi suaminya.
Ari menarik nafasnya dalam."Aku yang sangat mencintai Nona muda Nana Atmaja."ucapnya lantang.
Mendengar itu membuat Nana membalikan tubuhnya,dan dengan cepat meringsuk masuk kedalam dekapan suaminya.
Ari:"Aku sangat mencintaimu."ujarnya dengan kecupan di bibir sang istri.
Nana:"Aku tahu."sahutnya cepat bahkan bibirnya terus terukir bulan sabit.
Ari mengusap perut Nana yang tertutup baju"Sehat-sehat anak Daddy."
Nana:"Siap Dad."sahutnya dengan suara di buat seperti anak kecil.
Lamanya mereka beradegan mesra,hingga pada akhirnya keduanya menutup mata dan kembali terbuai alam mimpi.
.
.
Seperti biasa Sekertaris tampan itu akan menunggu kedatangan sang tuan muda di depan mobil,seperti saat ini.Jaka baru saja menutup pintu mobil setelah Tuan Ari masuk kedalam mobil.
Mobil kembali melaju meninggalkan rumah mewah tuan Ari,dan seperti biasa tidak ada pembicaraan di antara keduanya.Jaka akan membuka mulutnya jikalau sang tuan muda bertanya.
Sebenarnya Jaka merasa gelisah,karna dari semalam sang kekasih tidak mengangkat telepon dan Video coll darinya.dia hanya mendapatkan satu pesan kalau Lusi tengah sibuk dengan tugas-tugas kuliahnya,dan Jaka percaya seperti biasanya.
Di tengah konsentrasinya menatap jalan kota A,Jaka menatap pantulan sang tuan muda yang ada di belakang kursi.
Ari:"Jaka.!"tegurnya.
Jaka:"Saya tuan."sahutnya gugup.
Apa Lusi sudah mengatakan yang sebenarnya tentang hubungan ini.?tanya hati jaka,dirinya merasa gugup karena pagi ini raut wajah tuan Ari terlihat lebih dingin.
Ari:"Kau tahu Marco Abraham.?"
Jaka menghela nafasnya lega.
Shukurlah,Lusi sepertinya belum memberitahukan hubungan ini.senang hati Jaka.
Jaka:"Saya tahu tuan."
Ari:"Dia calon suami Lusi.!"
.
.
Note:"Otw buat Naskah Kasih Dan Tuan Noah, paling Nanti malam upnya.yang sudah menunggu sabarnya,soalnya Raihan di plafon lain lagi kejar tayang😂
Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.
__ADS_1