
Surya:"Kenapa kau diam Samuel,katakan.apa ucapanku ada yang salah."menatap tajam temannya yang diam seperti patung.
Ari hanya tersenyum kecut melihat ke tidak berdaya laki-laki tua yang tengah duduk di hadapannya.
Tak lama tuan Samuel menatap kedua pria di hadapannya,tapi dari tatapan itu tidak
menyiratkan rasa marah yang terlihat malah tatapan memelas.
Samuel:"Aku minta maaf Surya,atas kehilafakan ku dan juga putriku."lirihnya.
Mendengar ucapan itu,membuat Ari menatap Daddynya seolah ngeisyaratkan jangan percaya dengan semua bualan yang barusan keluar dari mulut Tuan Samuel.
Tuan surya hanya diam,dia belum membuka mulutnya yang mana membuat tuan Samuel tersenyum samar.dia berfikir kalau apa yang barusan dia ucapakan sudah merubah rasa marah koleganya itu.
Surya:"Aku memaafkan dirimu,dan juga perlakuan Putrimu."jawaban itu membuat Ari kembali menatap Daddynya penuh tanda tanya.
Tuan Samuel tersenyum ke arah keoleganya"Terimakasih Surya."ucapnya penuh rasa bahagia.
Kau bo**oh surya,segampang itu kamu mau memaafkan aku dan juga putriku.mengejek dalam hati.
Ari tidak habis pikir dengan jalan pikiran Daddynya,dan apa yang Ari dapat ketika menatap daddynya hanya senyuman dan anggukan dari tatapan mata sang Presedir.
Surya:"Aku memang memaafkan dirimu dan juga putrimu,tapi itu tidak merubah keputusan ku Samuel.!"ucapnya lantang.
Mendengar ucapan dari daddynya,membuat Ari sedikit lega karena daddynya masih teguh dengan pendiriannya.
Samuel:"Tapi kenapa Surya? bukan kah kau sudah memaafkan aku dan juga putriku.?"merubah posisinya duduknya Prustasi.
Surya:Aku memaafkan dirimu dan juga putrimu karena aku masih mengaggap dirimu teman,tapi sebagai rekan bisnis aku tidak bisa.karena aku tidak mau berbisnis dengan orang seperti dirimu,sekarang keluarlah."seketika berdiri dengan mengarahkan telujuknya kearah pintu keluar.
Tuan samuel mengepalkan tangannya,dia merasa terhina di hadapan koleganya atau tempatnya mantan kolega.
Tak ingin di permalukan lagi,Tuan Samuel dengan cepat berdiri dan berjalan meninggalkan Tuan Surya dan putranya.
Di setiap langkahnya hanya ada rasa malu, dan amarah yang di rasakan tuan Samuel.
Jenia.Daddy kecewa sekali,sekarang daddy sudah di permalukan atas ide mu dan juga kelakuan mu.geram batin Tuan Samuel di tengah langkah cepatnya keluar ruang kerja Sang Presedir.
.
.
Ari menatap daddynya yang baru saja kembali mendudukan tubuhnya"Daddy hebat."mengacungkan kedua jempolnya.
Tuan Surya hanya mengangakat bahunya bangga"Itu belum seberapa Son,lihat saja kalau dia berani bertingkah lagi daddynya tidak akan segan-segan untuk menarik semua infestor yang bekerja sama dengan perusahannya,sekarang kita beri dia pelajaran dengan memutus kerja sama dengan perusahaan kita."ucapnya tegas.
Ari mengangguk dan tersenyum melihat Daddynya takjub.
Awas saja Samuel,kalau kamu atau putrimu menganggu keluargaku terutama rumah tangga anakku.aku akan melakukan hal yang kamu sendiri tidak bisa membayangannya. batin Tuan Surya.
Keduanya terus mengobrol santai layaknya ayah dan anak,mereka menjadi lebih akrab dari sebelumnya yang selalu bersitegang di setiap kesempatan.tapi sekarang mereka bisa berbicara dengan santai dan nyaman.
.
.
Di dalam kamar,Jenia tengah menatap layar hpnya yang terdapat Nomor telepon dari dalam kartu nama yang sudah terlihat lusuh karena jenia selalu mer**sya,ketika mengingat ucapan terakhir dari laki-laki bernama Marco.
Jenia:"Awas kau marco."ucapnya penuh rasa amarah.
Tak lama jenia menyentuh layar hpnya yang bergamar telepon,dan meletakan hpnya di sisi lain telinganya.
Detak jantung wanita cantik itu tidak berirama,ketika menunggu seseorang mengangkat telepon darinya yang e'ntah di mana keberadaannya.
Lamanya Jenia menunggu,sampai akhirnya."Hallo.!"suara laki-laki di sebarang sana.
Jenia dengan cepat melemparkan hpnya ke atas kasur,dia merasa gugup dan ketakutan ketika mendengar suara Marco.begitu berbeda dengan semua umpatan dan kutukan yang selalu dia arahkan untuk laki-laki,yang sudah merenggut kesuciannya.
Jenia:"Dia mengangatnya,apa yang harus aku katakan.dan kenapa aku bisa menelponnya.?"gumamnya penuh rasa heran akan tindakannya.
Tapi Jenia tidak bisa diam saja,dia harus berbicara dengan laki-laki itu tentang kebenaran kemarin malam.
Perlahan tangannya kembali memungut hpnya yang tergeletak di atas kasur empuknya.
Dengan menarik nafasnya pelan,jenia kembali meletakan hpnya di sisi lain telinganya.
Jenia:"Ha-hallo."sapanya gugup.
Marco:"Hallo cantik,kamu merindukanku.?"godanya.
Jenia:"Kau tahu siapa aku.?"
Marco :"Jelas aku tahu,karena suara desahanmu masih menggema di telingaku."
Jenia:"Tutup mulut mu laki-laki kurang ajar."Geramnya.
Marco:"Aku suka kalau kamu seagresif ini."sahutnya dengan terawa renyah.
Jenia:"Dengar,aku menelepon mu bukan untuk berbicara tidak penting.aku hanya minta lupakan kejadian kemarin malam."
Marco:"Hahaha itu tidak mungkin cantik,aku malah ingin kembali melakukannya."
Jenia:"Bermimpi lah,lupakan semunya.aku bahkan tidak tau siapa kamu dan ingat,aku adalah anak dari pengusaha Money Grup."ucapnya penuh penekanan.
Marco:"Aku tahu kalau kamu adalah anak dari pemilik Money Grup."
Jenia diam sejenak,mendengar jawaban dari marco yang seolah tenang mendengar identitasnya.
Jenia:"Kenapa kau tidak takut.?"
Marco:"Untuk apa aku harus takut,dan ya.aku mengirim paket untukmu,seharusnya sudah sampai di mansionmu itu.!"tuturnya.
Jenia:"Paket.?"seketika berjalan keluar dari dalam kamar mewahnya.
Marco:"Ya,kalau sudah sampai kabari aku. takutnya kamu tidak suka dengan gayanya.!"
Jenia berhenti ketika mendengar kata"gaya"
Jenia:"Apa?gaya apa yang kamu maksud."ucapnya setengah berbisik karena dia Tengah berdiri di dekat tangga mansion.
Marco:"Gaya dirimu ketika bersama ku diatas ranjang hotel."Sahutnya seolah menggoda.
Mendengar ucapan itu membuat tubuh Jenia bergetar hebat,dan dadanya terasa sesak.
Tanpa membuang waktunya,Jenia mematikan sambungan telepon dengan Marco.dan berjalan cepat menuruni anak tangga.
Jenia:"Laki-laki bere**sek,dia mau aku mati rupanya."geramnya di setiap langkah cepatnya menuruni anak tangga.
.
.
Mobil yang lagi-lagi mewah berhenti dengan cepat di depan teras sebuah mansion.
Sang supir begitu ketakutan ketika membukkan pintu mobil untuk tuan besarnya,sebenarnya ini bukan tugasnya melainkan ini tugas sekertaris tuan besarnya. tapi tidak tahu kenapa tuan Samuel pulang tanpa di temani Sekertarisnya.
"Silahkan tuan."sambutnya gugup di samping pintu mobil.
Tuan Samuel dengan cepat turun dan melangkah berniat masuk ke dalam mansionnya,tapi di tengah langkah lebarnya dari arah samping seorang penjaga berlari mendekatinya.
"Tuan besar."tegurnya sang penjaga.
Seketika Tuan Samuel berhenti dan membalikan tubuhnya.
Samuel:"Ada apa.?"sahutnya dengan wajah yang begitu menyeramkan.
"Ada paket untuk Nona Jenia,tuan."menjawab dengan memberikan amplop coklat berukuran sedang.
Tanpa bertanya,Tangan Tuan Samuel mengambil amplop itu dan mengibaskan Tangan lainnya ke arah penjaga.
"Saya permisi tuan."membungkuk dan berlalu pergi meninggalkan tuan Samuel yang tengah berdiri menatap amplop di tangannya.
Samuel:"Amplop apa ini.?"bertanya pada dirinya sendiri.
Tak ingin membuat dirinya penasaran,Tuan Samuel membuka paket yang sebenarnya untuk Putrinya.
Dan ketika amplop itu terbuka,mata tuan Samuel membulat sempurna ketika melihat enam buah poto berukuran sedang.di dalamnya terdapat potret putri bungsunya yang tidak memakai sehelai benang pun.
Seketika tubuhnya bergetar,dan matanya menatap Jenia yang tengah berjalan dengan tergesa-gesa.
Samule:"Jenia.!"Suara bariton itu berhasil membuat Jenia berhenti dari langkahnya.
Jenia:"Daddy.!"lirihnya dengan pandangan mata menatap Daddynya yang tengah berjalan menghampiri dirinya.
Tubuh jenia seolah mematung melihat langkah lebar daddynya di tambah tatapan membunuh.
Jenia:"Dadd-
Plakkkk..... Jenia merasakan hawa panas di pipi kanannya.
Samule:"Apa ini Jenia.?"memberikan enam buah poto.
Jenia yang Tengah mengusap pipinya bekas tamparan dari daddy,perlahan mengambil kertas yang di yakini lembaran poto.
Dan alangkah terkejutnya ketika melihat poto dirinya yang tidak menggunakan busana, saking kagetnya dia sampai melupakan rasa perih di pipinya.
Samuel:"Jelaskan apa itu.?"bertanya dengan nada tinggi.
Semua pelayan begitu ketakutan melihat tuan besarnya tengah murka,mereka memilih mengilang dan tenggelam di dalam perkerjaan.
Pipinya yang tadi kering kini basah karena ulah air mata ketakuatan,Jenia bahkan tidak bisa mengangkat kepalanya.
Samuel:"Ikut Daddy."menarik tangan putrinya untuk masuk ke dalam mansion.
Dan ketika sudah di dalam mansion atau tempatnya ruang keluarga,dengan kasar Tuan samuel mengempaskan tubuh putrinya di atas sofa.
Samuel:"Mommy.!"berteriak memanggil-manggil Istrinya.
Tak lama datanglah sang istrinya yang keluar dari Area dapur.
"Ada apa ini Dad,kenapa harus teriak-terik."Sahutnya heran.
Nyonya Samuel menghampiri putrinya yang tengah duduk dengan menundukan kepalanya.
"Kamu kenapa sayang.?"bertanya dengan mengangkat kepala putrinya.
Tanpa melawan,Jenia membiarkan sang mommy melihat wajah cantiknya yang begitu menyedihkan.
"Ya tuhan sayang ada apa dengan pipimu.!"raut wajah nyonya samuel begitu khwatir dan perlahan mengusap pipi mulus putrinya.
Bukannya menjawab,Jenia malah memeluk mommynya dan menangis sejadi-jadinya.
Nyonya samuel menatap suaminya yang tengah berdiri tegak dengan tatapan menyeramkan.
"Ada apa,Dad.?"
Samuel:"Lihat ini mom."menarik poto yang sedari tadi di pengang jenia dan memberikan kepada istrinya.
Reaksi Nyonya Samuel sama persisi dengan sang suami,ketika melihat poto yang di yakini adalah putrinya.dan dengan cepat dia melonggarkan pelukannya.
"Katakan sayang,apa itu kamu.?"menatap manik jenia.
Tanpa membuka mulutnya,Jenia mengangguk membenarkan pertanyaan sang mommy.
"Hiks....hiks.... sayang apa yang kamu lakukan.!"jerit tangis nyonya samuel .
Jenia:"Mommy hiks... hiks... maafkan jenia ini tidak di sengaja."seketika bersimpuh di kaki mommynya.
__ADS_1
Sang mommy terus menangis ketika mengingat poto putrinya.
Tuan Samuel begitu murka dengan kelakuan putrinya yang selalu dia bela,dan dia dukung. bahkan dirinya rela mengikuti rencana jenia untuk menjebak Nana,tapi hasilnya sekarang adalah perusahaan nya sudah tidak bekerja sama lagi dengan Atmaja grup.di tambah lagi Tuan Samuel harus menerima kenyataan bahwa putri bungsunya sudah tidak suci lagi, mengingat itu membuat dirinya naik pitam.
Samuel:"Keluar kamu dari rumahku."titahnya dengan kembali menarik tangan jenia.
Jenia:"Maafkan Jenia,Daddy hiks... hiks..."jawabnya yang tengah di seret keluar mansion.
Nyonya Samuel begitu terkejut melihat putrinya yang tengah di seret sang suami.
"Daddy jangan,dad hiks... hiks...."bela nyonya samuel.
Tuan samuel tidak memperdulikan istrinya dia terus menyeret Jenia keluar mansion.
Samuel:"Penjaga,bawa dia keluar dan jangan biarkan dia masuk."
para penjaga begitu ketakutan dan kebingungan,tapi mereka tidak bisa membantah akan titah tuanya.
Jenia:"Mommy hiks... hiks... tolong jenia, mom."menatap sang mommy penuh harap.
"Daddy mommy mohon,jangan usir putri kita dad."Menarik tangan Tuan samuel.
Bukannya menjawab Tuan Samuel malah masuk dengan menarik tangan istrinya, meninggalkan Jenia yang terus memanggil-manggil nama mereka.
Kedua penjaga tidak tega melihat nona muda mereka di perlakukan seperti itu,tapi mereka hanya bawahan yang harus patuh dengan tuan besarnya.
Tanpa berkata kedunya menarik tubuh Jenia keluar Mansion.
Jenia:"Lepaskan,jangan sentuh saya."memberontak dengan sekuat tenaga. tapi sayang kekuatannya jauh lebih besar dari kedua anak buah daddynya.
"Maaf nona,silahkan pergi."membungkuk dan menutup gerbang yang menjulang tinggi.
Jenia masih diam di depan gerbang,dia terus menangis tersedu-sedu meratapi nasibnya yang sekejab menjadi gelandangan.
Aku menyesal ya tuhan,aku menyesal.lirih batin Jenia.
Begitulah akhir dari keburukan yang jenia dapatkan,doakan saja dia benar-benar menyesal.
.
.
Di dalam rungan yang selalu Nana lewati ketika menjalankan masa terapi tapi kali ini dia melakuan Usg bukan untuk mengecek Rahimnya,melainkan melihat Calon buah hatinya.
Dokter:"Janinnya sehat,dan semuanya dalam kondisi baik."keterangan dokter wulan membuat Semuanya tersenyum bahagia tak terkecuali Ari yang tengah berdiri di damping istrinya.
Mommy kei menggenggam tangan Tuan Surya yang saat ini ikut memeriksa calon cucu pertamanya.
Ari:"Anak daddy,sehat-sehat ya."ucapnya pelan dengan menatap layar di depannya.
Nana hanya diam menatap calon Anaknya,tak terasa buliran kebahagian keluar dengan sendirinya.
Terimakasih ya tuhan,akhirnya kau memberikan kepercayaan kepada kami seorang anak.aku bahagia..senang batin Nana.
Ari tersenyum melihat istrinya yang tengah menatap layar,dia terus mencium punggung mulus tangan Nana.
Ketika semuanya luput dalam kebahagiaan di dalam ruangan itu,terkecuali Azllan yang memilih pergi bersama teman masa kecilnya e'ntah kemana.
Azllan tidak ikut karena dia tidak mau membuat kakak iparnya mual.
Sedangkan lusi tengah duduk dengan Sekertaris jaka di kantin rumah sakit.
Jaka:"Ada apa,cepat katakan aku tidak bisa berlama-lama."celingukan kesegala arah.
Lusi:"Aku mau jujur kepada mu,Jaka.?"
Mendengar suara lusi yang mulai bergetar menahan rangis,jaka menjadi lebih pokus menatap wanita cantik di hadapanya.
Jaka:"Katakan,ada apa.?"pintanya tidak sabar.
Pertama lusi menarik nafasnya dan menatap lekat pria tampan di depannya.
Lusi:"Kamu ingin tahu kenapa dulu aku pergi.?"
Jaka:"Aku tahu,kamu ingin menyelesaikan pendidikan mu bukan.?"pikirnya.
Lusi tersenyum kecut"itu benar,tapi bukan itu alasan yang sebenarnya.?"
Jaka:"Lantas.?"menatap lekat wajah cantik lusi.
Lusi:"Berjanjilah kalau aku mengakatakan alasan yang sebenarnya,kamu tidak akan kecewa dan marah.?"Pintanya penuh harap.
Jaka:"Aku tidak akan marah,karena di antara kita sudah tidak ada hubungan yang berarti lagi.sebenarnya kamu tidak perlu memberi tahukan alasan kamu dulu pergi.itu sudah tidak penting lagi."jawab itu membuat hati lusi sakit dan hancur,tapi hatinya mengatakan kalau jaka harus tahu kondisi dirinya saat ini.
Lusi kembali tersenyum tapi percayalah di lubuk hatinya dia menangis.
Lusi:"Aku sudah tidak suci lagi.!!!"ungkapnya tanpa ragu.
Jaka diam,tubuhnya membeku hanya matanya yang bergerak asal.
Lusi:"Hiks... hiks.... itu alasan kenapa aku pergi,maafkan aku jaka.dulu aku tidak bisa jujur aku takut kamu kecewa dan meninggalkan aku,tapi setelah di pikir-pikir. kamu harus tahu ini semua,aku ga mau kamu tahu dari orang lain.karena A-aku masih mencintaimu jaka hiks... hiks...."
Jaka masih diam tidak bergerak,dia kecewa bukan atas pengakuan yang Lusi katakan.tapi jaka kecewa karena Lusi tidak mau jujur dan malah pergi begitu saja.
Jadi itu alasan dia dulu pergi.gumam hati jaka.
Lusi terus menangsi dengan tersedu-sedu, untung saja siang ini kantin sepi jadi tidak membuat kegaduhan.
Jaka tersenyum dan perlahan tangannya mengenggam tangan Lusi erat.
Jaka:"Terimakasih,kamu sudah mau jujur."
Lusi dengan cepat menghentikan tangisnya, dia malah menatap tangan laki-laki yang sudah empat tahun ini tidak menyentuh tanganya
Lusi:"Kamu."
Jaka mengangguk dan kembali tersenyum
Ingin rasanya Jaka mendekap tubuh lusi,tapi itu tidak mungkin dia lakukan.dan perlahan jaka menarik tangannya yang mana membuat lusi menatap jaka penuh tanya.
Jaka:"Berbahagialah Lusi.!"ucapan itu menyiratkan makna yang mendalam di hati Lusi.
Lusi:"Jaka,bisa kita bersama lagi.?"menatap jaka penuh harap.
Jaka:"Itu tidak mungkin,karena sekarang aku bekerja dengan sepupu mu.aku tidak mau di anggap penghiatan dan derajat kita jauh berbeda."tuturnya.
Lusi:"Kamu tenang saja,aku akan bicara tetang kita kepada kakak Ari dan semua keluarga."menggenggam tangan Jaka memberi keyakinan.
Jaka kembali diam,di lain sisi dia memang masih mencintai Lusi.walau pun kenyataan yang dia dengar kalau wanita di hadapannya sudah tidak suci lagi,tapi perasaannya tetap sama seperti dulu.yang sekarang mengganjal di hatinya adalah perbedaan di antara dirinya dan lusi.
Dulu Jaka tahu kalau lusi memang orang berada,terlihat dari parasnya yang notabennya bukan orang pribumi.tapi setelah mengetahui kalau wanita yang dia cintainya adalah anggota keluarga Atmaja,membuat jaka down di tambah lagi sekarang dirinya menjadi Sekertaris Tuan muda Ari.
Lusi:"Jaka."menarik tangan jaka yang tengah menatap asal.
Jaka:"maaf,aku harus pergi."seketika berdiri dan meninggalkan lusi yang masih duduk kebingungan.
Jaka terus berjalan keluar kantin dan tanpa di duga,dari arah belakang seseorang memeluknya.
"Aku mohon,jangan pergi jaka hiks.... hiks... aku sangat mencintaimu,aku tidak perduli dengan semua perbedaan di antara kita jaka."lirih Lusi penuh haru.
Jaka:"Lepaskan lusi."menarik kedua tangan lusi yang melingkar di perutnya dan berbalik.
Jaka:"Berhentilah menangis,di sini banyak orang."menatap orang-orang yang menatap mereka heran.
Lusi bukannya berhenti menangis,dia malah mengencangkan tangisnya yang mana membuat jaka menarik nafasnya kasar.dan dia menarik tubuh lusi kelain tempat.
Di lain tempat atau tepatnya di dekat tiang rumah sakit yang begitu besar,dan dapat menutup tubuh dirinya dan lusi.
Membuat jaka sedikit tenang,dia masih belum siap jika semua keluarga Atmaja mengetahui hubungan antara dirinya dan Lusi. terutama tuan mudanya.
Jaka:"Berhentilah menangis."pintanya pelan.
Lusi:"Aku akan berhenti menangis,kalau kamu mau kembali bersamaku jaka. hiks.... hiks..."
Jaka:"Ya,aku mau.sekarang diamlah."jawaban itu membuat Lusi berhenti menangis dan dengan cepat mencium bibir tipis Jaka.
Jaka membulatkan kedua matanya tidak percaya,ketika lusi kembali menciumnya.
Aku berjanji akan memberi tahukan hubungan kita ke semua keluarga,terutama Daddy dan mommy ku.terimakasih kamu mau menerima ke adaanku saat ini.senang batin Lusi yang tengah berciuma mesra.
Jaka terbawa suasana dengan kondisi lorong rumah sakit yang sepi di siang ini,di tambah mereka berada di belakang tiang membuat jaka membalas ciuman dari Lusi.dia bahkan menarik tengkuk Lusi yang mana membuat lusi tersenyum bahagia.
Semoga keluarga Atmaja mau menerima hubungan ini,terutama tuan muda.batin jaka.
Dan kedunya saling melepas rasa rindu yang terpendam selama lima tahun ini,lewat ciuman mesra di balik tiang rumah sakit.
.
.
Dua hari kemudian.....
Di mansion Tuan Surya begitu sibuk dengan persiapan acara untuk nanti malam.
Mommy:"Lusi,di mana Azllan.?"
Lusi yang tengah menata bunga di atas meja di area samping masion dengan cepat menggelangkan kepalnya.
Mommy:"Kemana anak itu,sebentar lagi acaranya di mulai."keluhnya.
Lusi:"Tante sebentar lagi dia pasti datang, tante bersiap lah.malam ini tante harus terlihat cantik di depan om surya."usulnya.
Mommy kei tersenyum"kamu benar Lusi,hari ini perayaan ulang tahun pernikahan kami."
Tak lama mommy kei berjalan dengan tergesa-gesa meninggalkan Lusi.
Lusi menarik nafasnya,dan menatap langit sore yang begitu indah.
Lusi:"Sangat indah."kagumnya.
"Apanya yang indah.?"
Suara lembut itu membuat lusi mengalihkan pandangannya,dia menatap laki-laki tampan yang sudah terlihat gagah.
Lusi:"Sekertaris Jaka."tegurnya sopan.
Jaka tersenyum dan mendekati Lusi."bersiaplah Nona Lusi."titahnya penuh semangat.
Lusi tersenyum,ingin rasanya mereka tertawa melihat tingkah konyol yang sekarang sedang mereka lakukan.
Lusi:"Baik Tuan Jaka."sahutnya yang tengah berjalan pelan melewati Jaka.
Jaka hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya tanda dia tidak percaya akan sikap jahil Lusi.
.
.
Di dalam kamar,Nana Ari tengah berdiri didepan cermin.
Nana:"Yank,kamu tampan."kagumnya melihat penampilan Suaminya yang menggunakan jas berwarna biru Tua(Navy) senada dengan gaun malamnya.
Ari:"Aku terlihat tampan,karena ada kamu di sampingku."menatap istrinya intes.
Nana tersenyum malu mendengar pujian dari suaminya.
Benar kata Ari,Malam ini Nana terlihat cantik dengan gaun malam yang senada dengan jas miliknya.bibir merah muda,rambut yang di kepang dan di gulung membuat penampilannya begitu menakjubkan.
__ADS_1
Awalnya Ari merasa kesal melihat penampilan istrinya,tapi dia mengalah karena malam ini mereka harus terlihat menakjubkan di hari ulang tahun Pernikahan Nyonya Kei, dan Tuan Surya orang tua mereka.
Ari mengelus perut Nana yang masih rata.
Ari:"kamu tahu,malam ini mommy mu terlihat cantik.dan itu membuat daddy tidak bisa berpaling."bisikan itu terdengar jelas di telinga Nana yang mana membuatnya tersenyum bahagia.
Nana:"Malam ini,Daddymu juga terlihat lebih tampan."ucapnya pelan.
Ari:"Aku tahu."mencium perut istrinya.
Nana:"Yank aku bahagia."lirihnya.
Ari:"Kita bahagia."perlahan mendekatkan bibirnya berniat mengecup bibir istrinya.
Nana:"Jangan,nanti lipstiknya belpotan."telujuknya berada tepat di depan bibir ari yang sudah siap.
Ari:"Baiklah,aku mengalah."sahutnya pasrah.
Nana tersenyum dan mencium pipi suaminya"Ini cukup."ucapnya malu.
Ari membalas senyum manis Istrinya."Ini tidak cukup,tapi baiklah."
Tak lama Ari merentangkan tangannya ke arah istrinya,dan tanpa ragu Nana menerima tangan suaminya.
Ari:"Mari kita temui mereka."
Nana mengangguk dan keduanya berjalan keluar kamar.
.
.
Mommy Kei dan Sang suami terlihat menakjubkan dengan busana yang malam ini mereka kenakan.
Lusi:"Tante dan Om,terlihat luar biasa."mengangakat kedua jempolnya.
Keduanya tersenyum mendengar pujian dari Lusi.
Mommy:"Terimakasih Lusi,kamu juga terlihat cantik sekali."memuji penampilan Lusi yang terlihat anggun dengan gaun malam berwarna hitam,yang mana membuat kulitnya bersinar.
Malam ini begitu sepesial karena sang tuan rumah tengah mengadakan acara sederhana, untuk merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang sudah empat puluh tahun lamanya.dan perayaan itu hanya berupa makan malam yang di hadiri beberapa kerabat dari tuan surya saja,dan mungkin tamu lainnya.sedangkan untung keluarga dari pihak mommy kei tidak ada yang datang, hanya lusi saja yang mewakilkan.mungkin nanti di Negara B mommy kei dan tuan Surya akan kembali mengadakan acara di sana.
Satu persatu tamu datang dan di waktu bersama,Nana dan Ari juga datang menghampiri kedua orangtuanya.
Lusi:"Wow kalian luar biasa."kagumnya melihat kedatangan kedua kakak iparnya.
Mommy kei dan Tuan Surya tersenyum melihat kedatangan putra dan juga menatunya.
Ari:"Selamat mom,daddy."bergantian memeluk kedua orangtuanya.
Mommy:"Terimakasih Son."sahutnya.
Daddy:"Kamu terlihat tampan Son."menatap putranya.
Ari:"Daddy tidak kalah tampannya."pujian itu membuat sang daddy menepuk pundak Putranya.
Mommy:"Sayang kemarilah."memeluk Nana yang ada di belakang Suaminya.
Nana:"Selamat ya mom."
Mommy:"Terimakasih sayang."
Tak lama Nana memeluk Daddy mertuanya dan memberikan ucapan.
Ari:"kalian ingin hadiah apa dari kami.?"pertanyaan itu membuat mommy kei dan tuan surya menggelang secara bersamaan.
Daddy:"Daddy hanya minta,jadilah suami dan ayah yang baik Son.jaga mereka."
Semunya hayut dalam suasana haru dan bahagia.
Ari Mendekap tubuh istrinya"Akan aku lakukannya Dad,terimakasih karena daddy dan mommy selalu mendukung Ari."
Mommy kei,Nana dan Lusi meneteskan Air mata bahagia.melihat kedamayan dalam keluarga Atmaja.
Terimakasih tuhan atas segalanya,semoga kebahagian ini terus berlanjut sampai aku menutup mata.batin mommy kei.
Semunya begitu bahagia dan mulai terbawa suasa pesta yang lumayan meriah.
Tak lama Mata Ari dan semuanya menatap kedatangan dua orang pria,dengan pasangan mereka.
Ari:"Kalian sudah datang."menegur kedua temanya yang sudah lama tidak berjumpa.
Aldy dan kevin terus berjalan mendekati sahabatnya dan sang punya hajat.
Adly:"Om,tante selamat ya."menyalami sang punya hajat.
Kevin:"Selamat ya om tante."sambungnya.
Mommy:"Terimakasih Aldy,kevin."
Daddy:"Kalian datang tidak sendiri.?"
Ari:"Mereka siapa.?"tambahnya.
Aldy dan kevin melirik kedua wanita cantik yang menjadi pasangan mereka.
Kevin:"Mereka calon istriku,dan juga Aldy."jawaban itu membuat semunya diam, hanya tamu lain saja yang sibuk dengan urusan mereka.
Lusi:"Calon istri kalian kembar.!"
Aldy:"Itu benar."
Ari masih diam tidak percaya.dan Nana sadar akan hal itu.
Nana:"Yank.?"
Ari:"Ah kenapa honey.?"tersadar dari lamunannya.
Nana hanya tersenyum geli melihat raut wajah suaminya.
Ari:"Selamat ya,akhirnya kalian akan menikah juga."bergantian memeluk kedua sahabatnya.
Aldy:"Kamu juga selamat sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah."menepuk pundak Ari.
Kevin:"Jadilah Daddy yang baik."ledeknya.
Ari:"Siap."sahutnya dengan tertawa di ikuti kedua temannya.
Para laki-laki sibuk dengan obrolan yang begitu membosankan,Sedangkan para wanita mereka terus tertawa membahas tentang para laki-laki mereka.
Lusi yang tengah asik mengobrol tak sengaja menatap sekeratis Jaka.
Tunggulah,sebentar lagi kamu akan menjadi anggota keluarga Atmaja.ucap batin lusi.
Setelah di rasa semua keluarga dan tamu datang,acara di lanjutkan dengan makan malam.
Semunya begitu riuh menikmati makan malam yang begitu berlimpah dan lezat.
Mommy:"Son,di mana adikmu.kenapa dia belum datang.?"
Ari yang tidak jauh dari posisi sang mommy, hanya menggelengkan kepalanya.
daddy:"Mommy tenang saja,anak itu sebentar lagi datang.dia sudah menggubungi daddy."jawaban itu membuat mommy kei sedikit lega dan kembali menikmati makan malamnya.
Tak lama acara di lanjutkan peniupan lilin,dan pembagain kue.
Setelah acara pemotongan kue dan pidato dari sang punya hajat,Acara di akhiri dengan dansa romantis.
Semunya tengah berdansa dengan pasangan mereka masing-masing,hanya lusi saja yang duduk memperhatikan semuanya.
Jaka perlahan mendekat"kenapa tidak berdansa.?"Lusi tersenyum melihat jaka yang berdiri di sampingnya.
Lusi:"Tidak,aku ingin duduk saja."sahutnya.
Jaka mengangguk dan dengan cepat menarik tangan lusi."Mau berdansa denganku..!"ajakan itu tidak di sia-siakan oleh lusi.
Dan kedunya berdansa jauh dari kerumunan orang.
Sedangkan di area dansa,Ari terus menatap istrinya yang ada di depan matanya.
Nana:"Ada apa.?"
Ari:"Istriku begitu cantik."menatap Nana penuh rasa kagum.
Nana:"Berhenti memujiku."jawabnya malu.
Ari tersenyum dan kedunya ikut terhanyut dalam alunan musik clasik yang menemani dansa romantis itu.
Sampai Terdengar suara tawa membuyarkan suasana romantis itu.
Nana:"Siapa dia,dan kenapa dia memakai topeng.?"pertanyaan itu membuat Ari tertawa geli.
Semunya menghentikan dansa mereka dan malah memperhatikan penampilan seorang pria yang tengah berdiri dengan menggunakan topeng kelinci.
"Hai semuanya."sapanya dengan melambaikan tangan.
Semua tamu malah tertawa melihat tingkah lucu pria itu termasuk Nana.
Mommy:"Azllan.!"tegurnya.
Sang pria yang memakai topeng itu mengangguk"Ini Azllan,mommy."
Semua kembali tertawa.
Nana:"Azllan benar itu kamu.?"mendekati Azllan tanpa ragu di ikuti sang suami.
Azllan:"Ya kak,Ini Azllan."
Nana:"Kenapa pakai topeng.?"
Azllan:"Aku ga mau buat kakak mual lagi."Jawaban itu membuat semunya kembali tertawa.
Nana:"Maaf ya."lirihnya penuh rasa bersalah.
Ari:"Jangan bersedih Hon,dia lebih tampan memakai topeng itu."tertawa puas
Azllan:"Kakak."merajuk kesal.
Dan semunya kembali tertawa melihat tingkah kedua sodara tampan itu.
Semoga selalu seperti ini.Do'a batin Nana
............SAMPAI.............
.
.
.............JUMPA..............
.
.
..............LAGI..................
.
__ADS_1
.
Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.