
Ari terus menarik tangan Sepupunya,dengan kuat untuk masuk ke dalam mansion.
Ya tuhan tolong aku,apa yang harus aku lakukan.takut batin lusi.
Ari:"Duduk."menghempaskan tubuh sepupunya di atas sofa ruang keluarga.
Seketika lusi meringsek duduk dengan menundukan kepalanya dan rasa takut yang luar biasa.
Dengan posisi berdiri,Ari menatap Sepupunya yang tengah duduk ketakutan.
Ari:"Jelaskan,lusi.?"ucapnya pelan,dia berusaha menahan amarah.
Lusi belum bisa membuka mulutnya,dia sibuk dengan rasa takutnya dan terus mere**as ujung bajunya.
Ya tuhan,kakak ipar sepertinya sudah memberitahukan semunya.batin lusi.
Melihat lusi yang hanya diam,membuat Ari murka.
Ari:"Lusi.!!"suara bariton itu kembali membuat lusi tersadar dan mengangkat kepalanya.
Lusi:"Kak."menatap sendu sepupunya.
"Kakak benar-benar kecewa padamu lusi, pertama kamu sudah ikut terlibat menjebak istriku,dan yang kedua." Ari tidak bisa melanjutkan kalimatnya,ketika mengingat perkataan istrinya yang mengatakan"Lusi sudah tidak suci lagi."
Memang di negara lusi sesuatu hal yang seperti itu sudah tidak aneh,tapi untuk keluarga Atmaja itu sangat di larang dan bisa mencemarkan nama baik keluarga konglomerat atmaja.
Lusi:"Maafkan aku kak,aku sadar kalau aku salah."kembali menunduk.
Ari menaraik nafasnya pelan,dan menatap tajam sepupunya yang saat ini tengah menangis.
Perlahan Ari duduk berhadapan dengan lusi."kamu sudah buat kakak kecewa lusi,dan kalau sampai mereka(keluarga)tahu.mereka pasti marah besar."ucapan itu membuat lusi menatap Ari penuh rasa takut.
Lusi:"Maaf kak,hiks... hiks.... aku tau aku salah.Hiks.... hiks.."
Ari:"Jelaskan semunya.!"dia mulai melunak ketika sepupunya terus menagis.
Lusi:"Baik."sahutnya cepat,dan menatap Ari dengan linangan Air mata.
Sebelum bercerita,lusi menarik nafasnya yang terasa berat.dan mulai menyatukan ingatannya yang tak beraturan seperti tumpukan pazzel
Lusi:"Tiga tahun yang lalu,aku di ajak jenia ke sebuah club malam.dan di sana dia meminta aku untuk mendekatkan dirinya dan kakak Ari. tapi aku menolaknya,karena aku tahu kakak pasti tidak mau.dan tanpa aku sadari,dia memasukan obat tidur di minuman ku hiks... hiks... dan besoknya aku baru sadar ada di sebuah kamar hotel,hiks... hiks....jenia memperlihatkan sebuah video kak,video aku yang se- hiks... hiks...."
Wanita cantik itu sudah tidak sanggup melanjutkan ucapannya,dia hanya menagis tersedu-sedu.
Mendengar penuturan lusi,membuat Ari mengepalkan tanganya."Wanita itu sudah keletawan,dia harus di beri pelajaran."ucapnya penuh amarah.
Lusi dengan cepat mendekat dan duduk meringsuk,di depan sepupunya yang tengah duduk tenang dengan tatapan membunuh.
Lusi:"Hiks... hiks... kakak aku mohon,maafin aku kak.aku sudah mencoreng nama baik keluarga hiks... hiks...."menyandarkan kepalanya di atas pangkuan sepupunya.
Pandangan tajam Ari kini berganti dengan tatapan sendu,melihat lusi yang tengah menangis.
__ADS_1
Selama ini Dia menyembunyikan semuanya, dan itu semua karena aku.awas kau wanita ular,aku tidak akan memberimu ampun.batin Ari.
Ari:"Sudahlah lusi,kakak memaafkanmu."menarik pundak sepupunya pelan.
Dengan linangan air mata,lusi tersenyum menatap Ari yang ternyata tidak memperlakukannya buruk.ketika tahu dirinya sudah tidak suci lagi.
Lusi:"Terimakasih,kak."senyumnya seketika menghilang"Ta-tapi."
Ari mengerti dengan arah ucapan lusi"kamu tenang saja,kakak akan membantumu Berbicara dengan keluarga.serta mommy dan daddy mu"pengusap pelan pundak lusi memberi ketenangan.
Lusi:"Hiks... hiks.... terimakasih kak,lusi sayang kakak."dengan cepat memeluk tubuh Ari yang hanya diam menerima.
.
.
Di tempat lain,seorang wanita tengah duduk dengan perasaan yang tidak karuan.pasalnya dia merasa tubuhnya panas,dan pikirannya penuh dengan gairah yang luar biasa.
Jenia:"Kenapa disini terasa panas,padahal tadi udaranya biasa-biasa saja.?"bertanya kepada dirinya sendiri.
Sampai saat ini,jenia belum sadar dengan anggur yang tadi dia teguk.
Merasa udara di dalam ruangan itu panas,dia beranjak dari duduknya.bahkan tanpa sadar, wanita cantik itu menggigit bibir seksinya untuk menahan rasa gairah yang terus bertamah dalam benaknya.
Ada apa dengan diriku,kenapa aku tidak bisa mengontrol tubuhku?bingung hatinya di setiap langkah pelannya.
Jenia terus berjalan keluar cafe Black swit dengan tubuh yang bergetar menahan gejolak dalam dirinya.
Dan ketika sudah samapai di depan mobilnya, jenia yang sudah tidak sadar dengan pikiranya,terus mendesah.
Samapi datanglah seorang pria yang tidak sengaja menatap jenia,yang tengah bertingkah aneh.
"Nona,apa anda baik-baik saja.?"tegurnya pelan dengan tepukan di bahunya.
Merasa tubuhnya di sentuh,membuat jenia menegang dan memutar tibuhnya.
Jenia:"Ari,kamu kembali.!"dengan cepat mengalungkan kedua tangannya,di atas leher laki-laki yang saat ini di dalam mata dan pikiran jenia adalah Ari Atmaja.
Laki-laki itu mengerutkan keningnya heran, melihat tingkah wanita cantik yang menganggap dirinya sebagai Ari.
Jenia:"Ari,aku merelakan diriku malam ini kepadamu."ucapnya manja,dan tanpa sadar jenia memeluk tubuh laki-laki yang dia sendiri tidak di kenal.
Mendengar ucapan itu membuat pria asing yang tengah jenia peluk tersenyum penuh arti.
Tidak perduli dia memanggil aku Ari,dan menyangka aku orang itu(Ari) yang pasti malam ini dia merelakan tubuhnya padaku.dia lumayan juga.senang batin pria itu.
Tak ingin membuang waktunya,pria yang di peluk jenia membawa jenia masuk ke dalam mobilnya yang berada di samping mobil jenia.
Malam ini kamu milikku wanita cantik.gumam hatinya yang saat ini membawa mobilnya keluar dari cafe Black swit,dengan jenia di dalamnya.
Sekitar tiga puluh menit waktu yang di tempuh pria misterius dengan jenia di dalamnya.
__ADS_1
"Kita sudah sampai,cantik."ucapnya pelan dengan pandangan mata menatap bangunan yang di yakini sebuah hotel.
Tak lama pria itu keluar dan membutari mobilnya.
"Ayo sayang."menarik tubuh jenia yang sudah tidak sadarkan diri dan berjalan masuk ke dalam hotel berbintang.
.
.
Lusi mulai tenang,terlihat dari pipinya yang mulai kering dan hanya sisa tangisnya yang sesekali keluar.
Ari:"Kenapa kamu tidak cerita,lusi.?"
Lusi:"Aku takut kak,karena itu sebuah aib."jawabnya pelan.
Ari yang saat ini tengah duduk,perlahan berdiri tegak"Kakak sudah bilang dari dulu, kamu jangan berteman dengan wanita bar-bar itu.tapi kamu tidak mau mendengar ucapan kakak."ucapnya penuh penekanan.
Lusi:"Aku menyesal kak."menjawab dengan perasaan penuh amarah.
Ari:"Sekarang berhati-hatilah lah ketika memilih teman lusi,jangan sampai ini terjadi kembali.kamu mengerti.!"menatap sepupunya penuh harap.
Lusi:"Baik kak,lusi akan ingat pesan kakak."sahutnya berbarengan dengan anggukan di kepalanya.
Memang sifat arrogan,dingin,dan sombong yang ari punya hanya berlaku untuk orang lain. tapi di depan keluarganya dia begitu hangat dan penyayang,dan mungkin untuk kedepanya.ari dan daddynya akan lebih hangat tidak Seperti sebelumnya yang selalu bersitegang.
Ari:"Aku berumpah,akan memberi wanita itu pelajar-
Nana:"Yank."teriaknya di atas tangga mansion,yang mana membuat Ari menghentikan kalimat ancaman untuk jenia.
Ari dengan cepat menatap istrinya intes"Jangan sekarang hon,aku sedang marah."sahutnya kesal.
Nana:"Rambutku yank tambutku."merengek dengan sisir yang terjebak di antara rambut kusutnya.
Ari menarik nafasnya pelan:"Aku datang."dengan cepat menaiki tangga mansion meninggal kan lusi yang tengah duduk.
Lusi:"Kakak ipar,ada-ada saja."gumamnya dengan mata menatap langkah cepat sepupunya.
*Ya tuhan,terimakasih.sekarang aku bisa tenang,dan aku berharap semua keluarga bisa menerima keadaanku saat ini.terutama kamu jaka.harap batin lusi.
.
.
*Note:"satu eps lagi paling nanti upnya malam banget,sabar ya.di dunia nyata tidak seperti di dunia maya 😂 aku slowup karena kalian juga sepertinya sibuk jadi aku juga santai. 😃
.
.
Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya**.
__ADS_1