ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
(A.M.M)SEMUANYA TERUNGKAP


__ADS_3

"Mommy,kenapa Mommy ada di sini.?"Tanya Jenia seraya menatap sang Mommy beserta kedua orang-tua Jaka.


Lusi sendiri hanya diam di antar orang-orang di depan matanya tanpa tau harus berbuat apa.


Kenapa Mommy nya Jenia ada di sini?apa yang mereka bicarakan?.batin Lusi di tengah diamnya.


Jenia berjalan menghampiri sang Mommy di ikuti Lusi.sedangkan Nyonya Laras dan kedua orang-tua Jaka hanya diam memperhatikan,tapi orang-tua Jaka terlihat kebingungan keduanya saling tatap penuh arti.mungkin pasangan paruh baya itu takut Lusi akan salah paham.


"Duduk.Jenia,Lusi."Ajak ibu dari Jaka berhias senyuman hangatnya.


Lusi dan Jenia secara bersamaan mengangguk dan duduk di antara Nyonya Laras dan kedua orang-tua Jaka.


"Kalian.ada apa datang ke sini..?"Tanya Nyonya Laras tapi matanya menatap Lusi datar.


"Mommy,belum menjawab pertanyaan Jenia."Katanya cepat.


Nyonya Laras tersenyum kecut mendengar pertanyaan dari sang putri."Kami sedang membahas tanggal pernikahan kamu,dan Jaka."Seru Nyonya Laras yang kembali menatap Lusi.


Sontak Lusi dan Jenia membulatkan kedua mata mereka,apa lagi Lusi.dirinya yang paling terkejut."Apa ini benar.?"Lusi memutar kelapanya pelan kearah orang-tua Jaka.


kedua orang-tua Jaka saling tatap mendengar pertanyaan dari Lusi."Dengar dulu,Lusi."Seru ibu Jaka dengan wajah khwatir.


"Lusi,kami baru ingin membicarakan hal itu.tapi kalian datang."Tambah Ayah Jaka seraya menatap Lusi dan Jenia.


Nyonya Laras mengela nafasnya pelan dan meneguk Teh yang ada di atas meja.


Daddy,Mommy tidak tahu harus melakukan apa lagi.lirih hati Nyonya Laras.


Jenia bergantian menatap semua orang yang ada di sekitar.sedangkan Lusi diam membisu dirinya terlihat kebingungan mendengar ucapan Nyonya Laras,ia sampai melupakan misinya yaitu memberi tahu rahasia Jenia.


Kenapa semua terasa sulit.ya tuhan,apa aku harus terus berjuang atau menyerah,Tante Laras benar-benar ingin memisahakan aku dan Jaka.bantu aku Tuhan.Gumam Lusi dalam hatinya di saat dirinya merasakan ketakutan,bagaimana kalau pernikahan Jaka dan Jenia benar-benar terjadi.


"Lusi,Tante mau kamu mengalah dan membiarkan Jaka menikahi Jenia.setelah itu,Jaka akan men-

__ADS_1


"Apa yang Nyonya katakan.!"Suara yang berasal dari arah depan itu membuat Nyonya Laras diam dan semuanya memutar kepala.


"Jaka."Lusi dan Jenia berucap secara bersamaan,ketika mata keduanya melihat sosok pria tampan yang tengah berjalan menghampiri ruang keluarga.


Samar Kedua orang-tua Jaka tersenyum ceria.keduanya merasa senang bisa selamat dari situsi yang sedang terjadi.


Nyonya Laras sendiri terlihat gugup dirinya kembali meneguk gelas berisi Teh itu cepat.


Jaka terus berjalan tapi matanya tak lepas menatap sang pujaan hati yang terlihat kebingungan."Akhiri ini Jaka."Gumamnya yakin.


Semua orang menatap Jaka yang duduk di samping Lusi tak terkecuali Jenia.wanita cantik itu langsung menghela nafas dan menuduk karena tidak tahan melihat Jaka yang tersenyum ceria kearah Lusi.


Nyonya Lasar bergantian menatap Jaka dan Jenia putrinya,dirinya terlihat gelisah raut wajahnya nampak ketakutan.pasalnya Jaka sama sekali tidak memperdulikan sang putri hanya Lusi yang di tatap Jaka tidak dengan Jenia.


Ini seperti aku memaksa kehendak,bagaimana kalau putriku terluka.Jaka sama sekali tidak memperdulikan Jenia,Daddy.kenapa Daddy melakulan hal ini lihat sekarang putri kita seperti orang bodoh.lirih hati Nyonya Lasar.


Lusi tersenyum melihat sang pangeran datang dan menggenggam tangannya erat."kamu cepat sekali.?"Kata Lusi.


Semua orang kembali menatap Jaka dan Lusi terutama Jenia,kepalanya sampai terangkat wajahnya menunjukan ketakutan.


Tidak Lusi jangan katakan.tatapan Jenia Seperti mengatakan demikian.


Sedangkan Lusi masih menatap Jaka"Misi.?"katanya dengan wajah bingung.


Jaka mengangguk cepat"Kamu lupa apa yang tadi pagi kamu katakan,kamu bilang-


"Ahhh.iya,aku ingat."Seru Lusi cepat dan kini ia melirik Jenia intes.


"Tante."Lusi menatap Nyonya Laras."Lusi,ingin memberi tahu kal-


"Lusi,jangan katakan.!"Jenia mengambil alih.dirinya bahkan sampai berdiri dan hal itu malah membuat Nyonya Laras dan kedua orang-tua Jaka penasaran."Jangan katakan,aku mohon."Kata Jenis dengan suara bergetar.


"Katakan,Lusi."Titah Nyonya Laras.

__ADS_1


Jenia menoleh kearah sang Mommy."Mom."


"Katakan cepat,Lusi."Nyonya Laras kembali meminta Lusi untuk melanjutkan ucapannya tanpa menghiraukan rengekan Jenia.


Lusi menjadi serba salah apalagi melihat Jenia.hati nuraninya mengatakan untuk tidak memberi tahu rahasia sang mantan sahabat,tapi ketika Jaka menatap dirinya intes membuat Lusi teringat kalau Jenia adalah duri dalam kisah cinta Lusi dan Jaka.


"Maaf,Jenia.tapi kamu tidak bisa membohongi orang lagi,mungkin Tante Laras sudah tau,tapi Jaka dan orang-tuanya tidak tahu tentang ini."Seru Lusi dengan satu tangan menghidupkan hanpone nya.


Nyonya Laras telihat mematung,dirinya tau kemana arah ucapan Lusi.ingin rasanya ia berlari membawa Jenia tapi hal itu sulit untuk di lakukan.


Jenia menatap kosong.dirinya bagaikan di dorong kedalam jurang yang amat sangat dalam di saat Lusi mulai menghidupkan hanpone nya."Lusi."Lirih Jenia.


"Semua,dengar ini."Kata Lusi dan hpnya mulai memutar rekaman percakapan antra Jenia dan Marco.


Jenia menutup mata merasakan keputusan asaan,dirinya benar-benar tidak bisa menghentikan Lusi.bahkan tubuhnya seolah sulit untuk di gerakan,dekat jantung seperti tidak berdetak rasanya sangat sakit dan malu.


Sedangkan Jaka dan kedua orangtuanya terlihat serius mendengarkan percakapan yang di putar hanpone Lusi.Nyonya Laras juga ikut mendengarkan rekaman itu dengan perasaan penuh amarah,karena dirinya bisa mendengar jelas suara pria yang sudah menggauli putrinya.


Rekaman itu selesai di putar,semua orang menghela nafas.Jaka sendiri terlihat biasa-biasa saja wajahnya nampak tenang tidak seperti kedua orang-tuanya yang terlihat marah.


"Nyonya Laras,bisa anda jelaskan.?"Tanya Jaka pelan.


"Tidak perlu di jelaskan lagi.saya ingin pernikahan Jaka dan Jenia di batalkan,saya tidak mau anak saya menikahi wanita yang tidak bisa menjaga kesuciannya."seru Ayah Jaka lantang.


Nyonya Laras mengepalkan tangannya marah tapi dirinya berpikir ini ada benarnya juga."Ayo,Jenia,kita pergi."Ajak Nyonya Laras seraya menarik tangan Jenia.tapi Jenia menolak ia malah tersenyum penuh arti.


"Ayah bilang tidak ingin putra Ayah menikahi wanita yang tidak bisa menjaga kesuciannya bukan."Kata Jenia yang tadi diam membeku dan sekarang matanya melirik Lusi."Katakan,Lusi.katakan kalau kamu juga sudah tidak perawan."


.


.


Di usahakan up satu capter lagi.

__ADS_1


__ADS_2