
"Sudah habis buburnya,Tuan."Ucap nana dengan mangkok yang sudah terlihat kosong tanpa sisa.
"Sekarang, minum obat mu."Titah Ari tanpa melihat istrinya.
Matanya terus saja menatap benda canggih di tangannya.
Nana pun hanya menganggukkan kepala.
"Obatnya begitu banyak sekali.?"ucap nana pelan,dengan pandangan mata yang terus memperhatikan mangkuk berukuran kecil di atas nampan.
"Seberapa banyak?" tanya Ari, tapi matanya masih saja tidak berpaling dari hp di tangannya.
Nana mulai menghitung.
"Satu, dua, tiga, empat. Ada empat pil, dan warnanya seperti pelangi."jawab nana dengan senyum yang terlihat di wajahnya.
Seketika itu Ari pun melirik mangkuk yang berisi obat,yang di maksud istrinya.
"Seperti pelangi katamu.lihat,dua obat nya berwarna putih.apa matamu sudah tidak bisa melihat dengan jelas."ejeknya.
Nana hanya mengerutkan bibir, karena suaminya lagi-lagi merendahkannya.
Dan tanpa di duga-duga,Nana langsung meminum semua obat itu dengan sekali tegukan.
"Ini baru istri ku." pujinya senang.
Nana hanya diam dengan pujian yang Ari berikan kepadanya.
__ADS_1
"Mari Tuan kita pulang sekarang,nanti kalau kita berlama-lama di sini.saya takut, harga nya akan naik lagi."ajak nana dengan raut wajah yang nampak ketakutan.
Ari pun mengangguk dan tersenyum,melihat tingkah lugu istrinya.
Kenapa sikap bodohnya malah membuat ku nyaman dan tenang.
Ari pun dengan sigap menarik pergelangan tangan istri,dan dengan tangan lainnya yang menyeret koper miliknya.
Nana seketika membulatkan kedua mata tidak percaya.
"Tuan Ari, saya tidak apa-apa. Saya bisa jalan sendiri." ucap Nana dengan langkah kaki mengikuti pergerakan Ari.
"Sudah diam, menurut saja."
Nana pun seketika diam dan tidak melawan, karena melawan pun tidak akan berguna.
orang-orang yang melihat mereka pasti berfikir mereka adalah pasangan yang serasi, walaupun tubuh Ari terlihat lebih tinggi dibandingkan dengan istrinya.tapi percayalah, mereka benar-benar serasi.di tambah dengan tangan mereka yang saling berpegangan mesra.
Setelah selesai membayar biaya Administrasi,Ari dan Nana melangkahkan kaki mereka menuju parkiran tempat mobil Sport nya di parkir di sana.
"Masuk." Titahnya dengan tangan yang membukakan pintu mobil untuk Nana.
"Terimakasih." jawab Nana tanpa bisa menolak.
Kini mobil yang membawa mereka melaju dengan kecepatan sedang.
Mereka pun diam sejenak,hingga akhirnya Nana memecah keheningan di antara mereka.
__ADS_1
"Tuan, kita akan kembali lagi ke rumah tinggi itu.?" Tanya Nana ragu-ragu.
"Tidak." Menjawab singkat dengan pandangan mata yang masih menatap jalan di depan.
Nana pun hanya mengangguk senang, karena dia tidak akan kembali lagi ke tempat mengerikan itu.
Tapi tiba-tiba,Nana teringat akan Hp nya yang dari semalam tidak menampakan keberadaan nya.
"Ya Tuhan, Hp ku masih di dalam benda ajaib itu!" wajah Nana mendadak panik.
Ari yang melihat kepanikan istrinya hanya diam,dan tidak berminat untuk meladeni.
"Tuan, kita harus kembali ke rumah tinggi itu.hp saya masih di telan benda ajaib itu."
"Namanya lift." jawab Ari membenarkan ketidak tahuan istrinya.
"Ya, lift itu sudah menelan Hp saya. kita harus kembali." ucapnya dengan wajah panik.
"Tenanglah, itu tidak perlu.semua barang-barang mu,dan Hp mu sudah ada di tempat tinggal kita yang baru." jawab Ari dengan tenang.
.
.
Note:"Nanti malam aku janji akan up lagi, hari ini up sedikit.karna saya lagi ada urusan yang ga bisa di tinggal,ini juga saya usahain up. walaupun up nya sedikit. tapi tenang aja,nanti malam aku up lagi ko😊.
SELAMAT MEMBACA😆
__ADS_1