
Lusi tengah menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Lusi:"Akhirnya aku bisa lolos juga,kalau sampai aku ketahuan.bisa gawat,mudah-mudahan dia tidak melihatku."berbicara dengan menatap area rumah sakit.
Tadi ketika jaka mengejar lusi,tidak sengaja tubuhnya menyenggol seorang perawat yang membawa nampan berisi alat-alat yang entah untuk apa.tapi jaka sudah membuat nampan itu terjatuh,dan apa yang ada di atas nampan itu berserakan di lantai.
dan itu di jadikan kesempatan untuk lusi bisa berlari tanpa jejek.
Lusi:"Mudah-mudahan,kakak Ari tidak menyakiti kakak ipar.aku harus cepat-cepat sampai mansion."raut wajahnya menampakan ke khwatiran.
Tidak mungkin kakak Ari menyakiti kakak ipar, dia tidak sejahat itu.batin lusi.
Dengan cepat lusi menjalakan mobilnya meninggalkan Rumah sakit,dia ingin cepat-cepat sampai mansion.
Tidak membutuhkan waktu lama,akhirnya lusi sampai di mansion.
Ketika masuk ke dalam mansion,lusi di buat heran ketika melihat meja makan yang tidak berpenghuni padahal ini waktunya makan malam.
Lusi:"Di mana Kakak Ari,dan kakak ipar.?"tanyanya kepada kelapa pelayan.
"Tuan muda dan nona,pulang ke rumah mereka nona."jawabnya sopan.
Lusi:"Bisa minta alamatnya."
"Maaf nona,tuan muda tidak mau di ganggu."
Lusi:"Kapan mereka kembali ke sini(masion).?"
"Besok,nona."
mendengar jawaban itu membuat lusi diam.
Aku tidak bisa berbuat banyak kalau seperti ini,alamat rumah mereka saja aku tidak tahu. mudah-mudahan kakak Ari tidak menyakiti kakak ipar.batin lusi.
Tak lama lusi melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan tidak karuan.
.
.
Nana:"Yank."menatap suaminya yang tengah duduk di kursi kerjanya.
"Emmm."melirik istrinya dan kembali pokus.
Nana:"Tidak pulang ke mansion.?"
Ari:"Malam ini,kita tidur di sini."menjawab tanpa melihat istrinya yang saat ini duduk di sofa tunggal di dalam kamar.
Mendengar jawaban suaminya,membuat nana mengagangguk tanpa berniat bertanya. kerena suaminya terlihat sibuk.
Kedua pasangan muda itu memutuskan untuk masuk ke dalam kamar,setelah menyelesaikan makan malam mereka.Nana juga menuntun suaminya untuk membersihkan diri dan berganti baju di dalam kamar mandi.
Dan Saat ini Nana tengah duduk sendirian, matanya menatap suaminya yang tengah sibuk di depan layar laptop.
Kenapa Nana tidak memainkan hpnya,karena setelah mereka selesai mandi.Ari meminta hp milik Nana dan suami bulenya juga berkata"mulai hari ini,kamu tidak di ijinkan menggunakan hp.sampai waktu yang belum di tentukan."
Jika mengingat itu Nana hanya tersenyum kecut,lagi-lagi kebebasannya di rampas.tapi dia tidak bisa membantah mungkin ini hal yang baik untuk dirinya.
Lamanya Nana menunggu suaminya,selama itu juga Ari masih sibuk dengan laptopnya.dan itu membuat Nana bosan.
Nana:"Yank,aku ingin keluar.?"ucapnya pelan.
Ari:"Jangan lama-lama."sahutnya yang masih pokus dengan leptopnya.
Nana mengagguk dan mulai berjalan ke arah pinta kamar dan perlahan membuka pintu kamar.
Nana:"Sepi sekali.!"menatap Area bawah rumahnya.
Kakinya terus berjalan menuruni anak tangga, dengan pelan dan berhenti di ruang keluarga.
Nana:"Nonton tv saja."bergumam dengan perlahan mendudukan tubuhnya.
Di kamar Nana tidak bisa menyalakan tv, karena takut akan mengganggu konsentrasi suaminya.
.
.
Ketika istrinya sudah keluar dari dalam kamar,Ari dengan cepat menghubungi sekertaris jaka.
Ari:"Kalau dia kritis,bagaimana aku bisa mengetahui orang yang memerintah pria jelek itu untuk menjebak Istriku."bergumam dengan hp yang di letakan di sisi lain telinganya.
Tadi ketika Ari mengecek laporan dan sampai mengabaikan istrinya,di Emailnya terdapat satu pesan dari sekertarisnya.
Dan di dalamnya terdapat pesan,kalau Hendri keritis.mendapatkan kabar itu membuat Ari kesal,dan otaknya seolah berfikir bagaimana mengungkap kalau ini semua ulah jenia.
Tak lama telepon pun tersambung.
__ADS_1
Jaka:"Ya,tuan muda."
Ari:"Jaka,hubungi tuan samuel.dan bilang aku meminta no anaknya."
Jaka:"Untuk apa,tuan.?"bingung jaka di sebrang sana.
Ari:"Sudah lakukan saja."ucapnya pelan.
Jaka:"Baik,tuan."tidak bisa membantah.
Ari:"Cepat,aku tunggu."
Tu... tu....tu......memutuskan panggilan sepihak.
Ari kembali duduk di kursi kerjanya,dan menyandarkan tubuhnya.
Ari:"Kalau sampai wanita itu(jenia)terlibat,dia akan mendapatkan kejutan dariku.lihat saja."gumamnya dengan seringai yang menakutkan untuk di lihat.
.
.
Tuan samuel terus tersenyum ketika mematikan sambungan telepon,dari orang yang di yakini Sekertaris jaka.
Semuel:"Kamu hebat,sayang."bergumam dengan mata menatap hpnya.
Tuan samuel tengah mengirim no Jenia putrinya,dengan hati yang berbunga-bunga.
Bagaimana tidak senang,Sekertaris jaka yang notabennya orang kepercayaan Ari laki-laki yang di cintai anaknya.dengan sadar meminta Nomor jenia dan itu perintah Ari atmaja.
Dan tuan samuel juga yakin,Ari pasti meminta jenia untuk melanjutkan rencana pernikahan yang sebelumnya batal.
Surya,sebentar lagi keluarga kita akan bersatu.batin tuan samuel.
.
.
.
Ari menatap satu buah pesan,yang di kirimkan Sekertaris jaka dengan tatapan jijik.
Ari:"Tidak ada pilihan lain."gumamnya pelan.
Dengan cepat Ari menghubungi nomor yang di yakini milik jenia.
Dia harus masuk kedalam perangkapku,kalau cara kasar tidak bisa aku lakukan.maka dengan cara halus mungkin dia tidak curiga.batin Ari.
.
.
Jenia:"Nomer siapa ini,tidak sopan malam-malam mengagunggu istirahat orang."ucapnya kesal dan membiarkan hpnya terus berbunyi.
Tak lama hpnya kembali diam menandakan si penelpon memutuskan panggilan.
Tapi baru saja jenia memutar matanya malas, detik berikutnya hpnya kembali berbunyi.
Jenia menarik nafanya kesal dan dengan terpaksa menggeser ikon hijau.
Jenia:"Hei Bo**oh,apa kamu tidak punya jam di rumahmu.ini sudah jam delapan malam, mengaggu istirahat orang saja."bentaknya.
"Hai."ucap Ari yang di buat lembut untuk meyakinkan Jenia.
Jenia membulatkan kedua matanya,dia bahkan berdiri dari duduk malasnya.
Inikan suara Ari,apa aku tidak salah dengar. yes. senang batin jenia.
Jenia:"I-ini,Ari atmaja.?"ucapnya gugup.
Ari:"Ya ini aku,apa aku mengganggu istirahat mu.?"jawabnya tenang(padahal eksperi wajahnya jijik.
Jenia:"Tidak sama sekali."berjingkrak kesenangan.
Ari:"Besok Bisa kita bertemu,ada yang ingin aku katakan.?"
Jenia:"Bisa,sangat bisa jam berapa.?"menatap tidak percaya.
Ari:"Jam tujuh malam,bagaiaman.?"
Jenia:"Baiklah."
Ari:"Nanti aku kirim alamatnya(cafe)"
Jenia:"Ok,aku tunggu."
Ari:"Selamat malam."ucapnya lembut.
__ADS_1
Jenia:"Selamat malam juga."
Tut... tut..... panggilan terputus.
Jenia masih diam dan menatap nomer yang baru saja menghubunginya.
Jenia:"Aku tidak bermimpikan.?"mencubit tangannya.
"Auu sakit,berarti ini nyata."ucapnya senang.
Jenia begitu senang dan terus tertawa di setiap gerak tubuhnya.
Selamat datang nyonya Jenia atmaja,dan selamat tinggal Nona Nana Atmaja.batin jenia.
Jenia:"Aku harus mengenakan baju yang membuat Ari terpesona,dan tergila-gila padaku.yes,akhirnya sekian lama aku menunggu momen ini."ucapnya dan berjalan ke arah lemari.
.
.
Ari menyeringai ketika sambungan telepon dengan jenia terputus.
Ari:"Dia mengatai aku bo**oh,ini tidak bisa di maafakan.tapi biarlah aku harus pokus dengan rencanaku, wanita ular Bersiaplah."seketika mengepalkan tanganya.
Tak lama Ari melangkahkan kakinya keluar kamar,dan berniat menemui istrinya yang tangah bersantai di atas sofa di ruang keluarga.
Aku percaya kepadamu honey,kamu tidak serendah itu.dan akan aku beri pelajaran wanita ular itu.batin Ari di tengah langkahnya.
Ketika kakinya sudah menginjak tangga yang terakhir,Ari langsung berlari menghampiri istrinya.
Matanya menatap istrinya yang tengah bersandar,dengan posisi mata tertutup menandakan Istrinya sudah tertidur.
Ari tersenyum dan berjongkok di depan Nana.
Perlahan tangannya menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Nana.
Ari:"Jangan marah ya hon,besok aku akan bertemu dengan wanita ular itu.aku yakin dia dalang dari semuanya."ucapnya pelan dengan perlahan menarik tangan istrinya untuk dia cium.
Cup Ari mencium punggung mulus istrinya.
Ari:"Kita kemar."perlahan mengangat tubuh Nana dan berjalan menaiki anak tangga menuju kamar.
Tuhan,aku meminta kedapamu.agar istriku bisa cepat-cepat menjadi seorang mommy.pinta hati Ari.
Dan di setiap langkahnya dia tidak henti menghujani bibir Nana dengan ciuman.
Ari:"Rasanya tetap manis."ucapnya di sela ciuman itu.
Nana yang tengah tidur di gendongan Ari, tanpa sadar mengeluarkan satu gumam man yang mana membuat Ari berhenti dari langkahnya.
"Tiga ronde.!"mengulang gumam man istrinya.
Ari tersenyum dan berjalan dengan cepat.
Ari:"Baiklah,kalau itu yang kamu inginkan."ucapnya senang.
Nana sendiri tidak tahu apa yang dia ucapkan, pasalnya dia tengah tertidur dan suaminya menganggap apa yang tadi nana ucapkan adalah ajakan untuk berolahraga malam.
Dengan cepat Ari membuka pintu kamar,dan tidak lupa dia juga menutupnya.
ketika sudah sampai ranjang,Ari melekatakan tubuh Nana dengan pelan.
ari:"Junior mari kita bekerja sama,tiga ronde itu lumayan lama.dan ingat,jangan dengarkan suara rintihan dari mulutnya ok."berbicara dengan menatap celananya yang mulai sesak.
Ari dengan cepat menanggalkan pakayan nya, dengan mata menatap Nana penuh gairah.
Ari:"Junior siap."kembali berbicara dengan 😅"
Tak ingin membuang waktu,Ari menindih tubuh istrinya yang tengah terbaring di atas ranjang dengan mata menutup sempurna.
Nana begitu kaget dengan keberadaan suaminya yang saat ini tengah menindihnya dan mencium bibirnya brutal.
Nana:"Yank ngapain.?"mengangkat tubuh sumainya.
Ari:"Kamu sendiri tadi yang minta tiga rode."jawabnya dan dengan cepat kembali mencium bibir istrinya.
Nana membulakan matanya ketika suaminya berkata"tiga rode."
Nana kembali mengangakat tubuh suaminya dan menatap kesal."Tidaaaakkk"berteriak dengan pukulan di dada polos suminya.
Ari:"Aku suka ini malu-malu Kodok."tertawa dan kembali menjalankan aksinya.
.
.
.
__ADS_1
Note:"Satu eps lagi,ayo vote dong biar aku semangat.😆
maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.