ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
JEJAK PRIA JELEK


__ADS_3

Maafkan aku yang dua hari ini tidak up,aku tadi sudah comen di epsnya.tapi mungkin di antara kalian belum tahu, jadi di sini aku mau kasih tahu laginya.


Jadi kemarin itu adenya mamah kena musibah,dan kita semua langsung otwkan. dan aku sampai melukapan alat ketik ku, jadinya aku ga bisa up.πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† sekarang kita kembali ke cerita.


.


.


Ketika lima jarinya sudah selesai menghitung, dengan cepat Ari masuk ke dalam kolam renang.


Hup...Ari menangkap tubuh istrinya yang tengah ke susahan naik ke atas permukaan.


Di atas pundak suaminya,nana terlihat kelelahan.suara nafasnya begitu memburu, dan sesekali mulut mungil mengeluarkan suara batuk dengan keluarnya air yang mengenai baju suaminya.


Ari:"Bagaimana rasanya.?"bertanya dengan suara lembutnya.


Nana tidak menjawab pertanyaan Ari,dia begitu ketakutan dalam pelukan suaminya


Tanpa sadar Nana melingkarkan kedua kakinya di atas pinggang Ari,dan keduanya tangannya juga melingkar di lehernya yang mana membuat Ari tersenyum.


Perlahan tangannya mengangkat kepala Nana yang tengah bersandar,berniat untuk melihat wajah istrinya.


Nana:"Jangan,hiks.... hiks... aku mohon.aku takut."tangannya semakin erat melingkar di leher suaminya,yang mana membuat Ari kembali menyingkirkan tangannya.


Di dalam kolam kini sunyi,tidak se dramatis tadi.mungkin orang yang melihat hanya ada kemesraan,pasalnya Nana tengah memeluk tubuh tinggi Ari erat.


Ari tidak bicara,dia hanya diam dengan menatap langit sore.dan membiarkan istrinya tenang.


Dinginnya air kolam tidak membuat tubuh Ari bergetar,dia begitu menikmati suasana saat ini.di mana istrinya tengah bersamanya di dalam jernihnya air kolam.


Perlahan matanya yang tadi mentap langit, kini kembali menatap wajah nana yang berada di sisi lain pundaknya.


Ari:"Honey,sudah lebih baik.?"tangannya berusaha meraih wajah istrinya untuk dia lihat


Nana yang sudah mulai tenang dan bisa bernafas dengan normal,membuatnya mengalah.


Ari tersenyum ketika matanya bisa melihat wajah Nana,yang terlihat basah dengan mata yang memerah.


Ari:"Bagaimana rasanya,lima detik di dalam air.?"ucapnya pelan,tangannya menyingkirkan rambut yang menutupi sebagaian wajah istrinya.


Nana:"Ka-kamu jahat,hiks.. hiks.... hiks..kamu jahat."hanya itu yang keluar dari mulutnya, dengan pukulan yang dia berikan di dada suaminya.


Melihat istrinya menangis dengan memukul dadanya,tidak membuat Ari marah.dia hanya diam menerima,memang yang dia lakukan tadi sedikit kelewatan.pasalnya istrinya tidak bisa berenang,dan dengan sengaja ari melemparnya ke tengah kolam


Ari:"Sekarang kita impas.!"ucapan itu membuat nana menghentikan tangannya,dan menatap wajah tampan suaminya.


Nana:"Maksudnya.?"tanyanya pelan suara sisa tangisnya masih terdengar.


Ari:"waktu itu,kamu pernah menyangka aku bermesraan dengan seorang wanita di situ."menunjuk area gazebo."dan kamu membuat aku tidur di luar kamar."ucapnya kesal.


Nana mengingat itu,dan menatap asal."jadi kamu membalasku.?"pertanyaan itu di jawab anggukan oleh Ari.


Nana:"Kenapa tidak membiarkan aku tidur di luar saja.!"


Ari menggeleng dan mendekatkan wajahnya di sisi lain telinga istrinya.


Ari:"Aku tidak bisa melakukan itu,karena aku tidak bisa tidur tanpamu."bisiknya.


Nana mengejapkan matanya tidak percaya, dan kembali menatap Ari kesal.


Nana:"Tapi yang kamu lakukan saat ini benar-benar jahat,aku tidak bisa berenang.dan kamu sengaja melempar aku ke sini."jawabnya kesal dan menatap air yang mengeli-lingi mereka.


Mendengar penuturan istrinya,membuat Ari tertawa.pasalnya wajah Nana begitu lucu dengan bibir mungilnya yang di biarkan tertarik ke bawah.


Ari:"Seperti yang tadi aku katakan,kamu harus mandi.dan ini baru tahap pertama.?"


Nana:"Tahap pertama.?"tanyanya dengan wajah lugunya.


Ari mengagguk dan pelahan menggerakan tubuhnya untuk keluar dari dalam kolam.


Nana yang merasakan tubuh suaminya bergerak,dengan cepat kembali melingkarkan tangannya dan juga kedua kakinya.


Nana:"yank,aku takut."menatap suaminya yang terus bergerak.


Ari:"harusnya kita menyelam.?"godanya.


Nana:"Ga mau,hiks.. hiks.... aku ga mau.aku takut."wajah paniknya membuat Ari tersenyum.


Ari:"Ya sudah,lain kali saja."jawabnya dan kembali mengerakan tubuhnya.


Saat ini di hati dan juga pikirannya tidak ada perasaan kesal atau marah terhadap istrinya, Ari marah ketika istrinya begitu gampang termakan omongan orang,ditambah orang itu sudah menyentuh tubuh istrinya,dan saat ini ari tidak percaya laki-laki yang tadi dia hajar kekasih Nana.


Akan aku patahkan leher dan juga tangannya.pertama,dia sudah berani menyentuh istriku.dan yang ke dua,dia pasti di perintah seseorang!tapi siapa?*aku harus*** mencari tahu,jangan-jangan *ini* ulah wanita bar-bar Itu(jenia)kalau sampai wanita itu terlibat,awas kau.gumam hati Ari yang tengah membawa istrinya keluar kolam.


Nana:"Tidak ada lain kali."jawabnya pelan.


Ari:"Akan ada lain kali."kembali menggoda istrinya dan di jawab gelengan kepala dari nana.


Kini kakinya sudah bisa menginjak tangga, yang ada di dalam kolam.Ari diam sejenak yang mana membuat Nana bingung.


Nana:"Ada apa.?"


Ari:"Tidak mau merubah posisi.?"menatap tubuh istrinya yang melekat di tubuhnya.


Nana mengikuti tatapan suaminya,saat ini tubuhnya seperti anak kodok yang tengah menggelayut di di tubuh ibunya.


Nana:"Nanti saja di atas."ucapnya malu.


Ari tidak menjawab dia kembali menaiki tangga kolam.


wajah tegang yang terlihat di wajah cantiknya, kini berganti dengan senyuman.karena dirinya dan suaminya sudah keluar dari dinginnya air kolam.


Nana:"Yank.?"


"Emmm."berhenti dari langkahnya.

__ADS_1


Nana:"Aku akan turun."perlahan menyingkirkan kedua kakinya yang tadi melingkar di area pinggang suaminya.


Ari yang merasakan kedua kaki istrinya mulai menyingkir dari tubuhnya,dengan cepat menarik kembali kedua kaki nana.


Nana menatap bingung suaminya."Ada apa, yank.?"


Ari:"Tetaplah seperti ini,kalau kamu berani membantah.kita akan kembali masuk ke dalam kolam."pintanya yang mana membuat Nana mengagguk dan kembali melingkarkan kedua kakinya.


Ari tersenyum,perlahan kakinya melangkah masuk ke dalam rumahnya dalam kedaan basah.tapi sebelum itu,Ari menahan tubuh Nana di bagian bok**ng.


Awalnya nana merasa tidak nyama dan risih, tapi kalau dia menolak Ari pasti membawanya masuk ke dalam kolam.


Di setiap langkahnya tetesan air terus keluar dari tubuh mereka.


Salah satu pelayan yang tengah membersihkan ruang tv,hanya bisa diam melihat tetesan air dalam jumlah banyak.


Lakukan,apa yang ingin kalian lakukan.batin yuni nama salah satu pelayan.


Sejujurnya ketiga pelayan di buat heran,ketika melihat sikap kedua majikanya.tadi ketika datang,tuan muda Ari terlihat marah.tapi sekarang keduanya kembali mesra.


Ari terus menaiki anak tangga dengan Nana yang masih melingkar di tubuhnya.


Nana:"Yank,lantainya basah.! "menatap tetesan air..


Ari:"Bagaimana,kalau minum sesuatu yang hangat.?"


Nana mengagguk dan perlahan menghela nafasnya,karena ucapnnya tidak di dengar.


Perkerjaan mereka pasti banyak,di tambah tetesan air di lantai ini.gumam hati nana,dia merasa bersalah kepada ketiga pelayannya. walupan tau ini bukan perkerjaan yang berat.


Ari berhenti ketika melihat yuni tengah berjalan membawa alat pembersih.


Ari:"Cepat Bawakan minum hangat,dan sisa sabun mandi."menatap dengan dingin.


"Baik tuan."jawabnya sopan dan berlalu pergi meninggalkan alat pembersih.


"Sisa sabun mandi? bukannya masih banyak."gumam yuni di tengah langkahnya.


Setelah memerintah Ari kembali melangkah dan membuka kamarnya.


Ceklek......


Nana:"Yank.?"


Ari:"Ada apa.?


Nana:"Kenapa tadi meminta sisa sabun mandi,memangnya sabun di kamar mandi sudah habis.?"mengingat sabun mandi masih banyak,apalagi selama satu minggu ini mereka tinggal di mansion.


Ari hanya mengangkat bahunya dan kembali berjalan ke arah kamar mandi.


.


.


.


Jaka memutuskan membawa hendri ke sebuah rumah sakit yang tidak terlalu jauh dari Hotel X,tadinya jaka akan langsung membawanya ke sebuah tempat.tapi melihat kondisi tubuh hendri membuat jaka kasian.


Jaka yang tengah berdiri di depan sebuah tiang di hampiri,seorang pria berjas putih dengan stetoskop yang melingkar di lehernya.


"Tuan.! "tegurnya.


Jaka berbalik dan menatap pria yang di yakini seorang dokter.


Jaka:"Bagaimana.?"bertanya dengan espresi datar.


dokter:"Dia keritis,tuan.!"jawaban itu membuat jaka menghela nafasnya dan mengagguk-anggukan kepalanya.


sekeras itu kah pukulan yang di berikan tuan muda,wow luar biasa.kagum batin jaka.


Dokter:"Tuan,tuan.!"menatap Sekertaris jaka yang tengah diam.


Jaka:"kenapa,dokter.?"tersadar dari lamunannya.


Dokter itu tersenyum"Luka di sekujur tubuhnya membuatnya kertis,dan kerasnya pukulan di perut,mengakibatkan sebagian organ dalamnya memar.apalagi ususnya tuan, harus mendapatkan penanganan yang serius."ucapan dokter membuat jaka pusing tujuh keliling.


Apa peduli ku,tapi dia tidak boleh mati.tuan muda pasti marah kalau dia mati.gumam hati jaka.


Jaka:"Lakukan yang terbaik"perlahan jaka mendekatkan tubuhnya ke arah dokter.


"Rahasiakan identitasnya."bisiknya.


Dokter itu mengangguk tanpa membuka mulutnya.


Dokter:"Saya permisi,tuan."membungkuk dan berlalu pergi.


Sekertaris jaka menatap kepergian dokter yang menangani Hendri.


Jaka:"Tuan muda pasti tidak senang."gumamnya.


Jaka yang tengah berdiri dengan menatap sekeliling area rumah sakit,tidak sengaja matanya menatap satu buah objek hidup.


Alisnya mengkerut ketika melihat perempuan yang di yakini sebagia lusi berbalik dengan cepat,ketika jaka Menatapnya


Itu kan lusi?sedang apa dia di sini,dan kenapa dia langsung berbalik ketika aku melihatnya. apa dia sedang mengawasiku,tapi untuk apa. atau dia juga terlibat?"pertanyaan itu keluar begitu saja dalam benaknya.


Tak ingin membuang waktunya,jaka langsung berjalan menghampiri wanita itu.tapi ketika jaka berjalan wanita yang di yakini lusi malah berlari.


Jaka:"Lusi."ucapnya di tengah langkah cepatnya mengejar lusi.


.


.


Lusi:"Ya tuhan,dia melihatku.bagaimana ini, aku ga boleh ketahuan.?"gumamnya di tengah larinya.

__ADS_1


Tadi lusi mengikuti mobil jaka,dan berhenti di sebuah rumah sakit.jaka yang tidak sadar akan keberadaan lusi,membuat wanita itu lebih leluasa mengikuti jaka..


.


.


.


Nana yang tengah berdiri di dalam bathub, menatap banyaknya botol berukuran besar tengah berjejer di sisi dirinya.


Untuk apa sabun mandi sebanyak ini,tidak mungkin dia akan menghabiskan semua botol ini untuk aku mandi. gingung batin nana.


Ari yang baru saja selesai menerima botol terakhir dari yuni pelayannya,perlahan menghampiri istrinya.


Tanpa berkata ari membuka tiga kacing yang berada di depan dada istrinya.


Nana:"Yank,aku bisa sendiri.!"menatap Ari seolah memohon.


Ari hanya diam dengan tangan yang terus membuka kancing baju istrinya,dia tidak menatap mata Nana.karena kalau sampai Ari menatap mata sipit itu,yang ada dia akan menurut dan mengalah.


Nana tidak bisa membantah,dia mengikuti perintah suaminya.kemudian"angkat tangannya.!"ucapnya Ari lembut.


Nana mengangguk dan mengikuti perintah suaminya.


Malihat tangan istrinya terangkat,membuat Ari mengangat baju basah nana.dan yang tersisah hanya pakayan dalam saja.


Nana:"Yank,aku malu.!"menutup dada dan juga bagian bawahnya.


Ari:"Aku sudah pernah melihatnya,jadi untuk apa malu."sahunya tegas.


Nana mengerutkan bibirnya dan membiarkan suaminya membuka pakayan dalamnya.


Ari Menelan salpirnya ketika melihat lekuk tubuh istrinya,tapi seketika itu juga ari menggelengkan kepalanya.


Kini tubuh Nana benar-benar polos,dan dia hanya diam ketika suaminya menyalakan air dan mengaturnya.


Ari:"Baju ini harus di buang.!"ucapnya dengan cepat melemparkan baju milik Nana ke dalam tong sampah,yang ada di dalam kamar mandi.


Nana membulatkan matanya,ketika baju miliknya masuk ke dalam tong sampah.


Nana:"Kok di buang.?"kini menatap suaminya heran.


Ari yang saat itu juga membuka semua bajunya dan kembali memasukan bajunya kedalam tong sampah,hanya mengangkat bahunya dan masuk ke dalam buthub.


Ari:"Di baju kita,ada jejak tangan kotor laki-laki jelek itu.jadi harus di buang."sahutnya dengan perlahan menarik Nana untuk duduk.


Nana yang tadi menatap bingung tong sampah,kini di kejutkan dengan tarikan di tangannya.


Ari:"Tuangkan semua sabun itu.?"


Nana yang berada di depan suaminya,di buat heran dan kebingungan.ketika menatap sepuluh botol sabun mandi berukuran besar.


"Semua ini.?"jawab nana dengan memutar kepalanya untuk melihat suaminya.


Ari:"Ya,lakukan sekarang.kita harus membersihkan tubuh.terutama kamu."ucapnya dengan pijatan di punggung istrinya.


Nana:"Tapi yank,ini terlalu banyak.?"masih menatap suaminya.


Ari:"Lakukan honey,atau kamu mau kita masuk ke kolam lagi."mengedipkan keduanya matanya.


Nana:"Ok,kamu menang."Mengalah dengan mengambil beberapa botol sabun mandi dan menuangnya.


Ari tersenyum dan kembali mengusap punggung mulus Nana.


Ari:"Jelaskan semuanya,honey.?"pintanya dan di jawab anggukan oleh Nana.


Dengan bersandar di dada suaminya,atau tepatnya Ari yang meminta.Nana mulai menceritakan semuanya,dan seketika itu juga Ari mengepalkan tangannya.


Ini pasti ulah Wanita bar-bar itu(jenia).batin Ari.


Nana terus bercerita dengan usapan di sekujur tubuhnya,dan terjadilah yang harus terjadi.sore itu mereka kembali memadu kasih.


Ari:"Hon,sekarang tubuhmu sudah tidak ada lagi jejak laki-laki jelek itu."bisiknya di tengah pergulatan basah mereka.


Nana hanya mengangguk dengan suara desahan.


.


.


Jenia:"Daddy!"berlari mengahmpiri tuan samuel di kantor Money Grup.


Samuel:"Ada apa,sayang.?"menatap jenia yang tengah berlari mengahmpirinya


tuan samuel yang tengah duduk di ruangannya di buat heran,ketika putri kesayangannya datang dan memeluknya.


Jenia:"Daddy,rencana aku berhasil dad."ucapnya penuh semangat.


Samuel:"Benarkan itu.?"menatap jenia.


Jenia yang tadi memeluk tuan samuel, perlahan melonggarkan pelukannya.dan berjalan duduk di sofa.


Jenia:"Benar dad,aku sudah memastikannya. dan sebentar lagi,wanita kampung itu akan di ceraikan Ari.."ucapnya dengan seringai di wajah cantiknya.


Samuel:"Kerja bagus,sayang."mentap jenia yang tengah duduk di kursi kerjanya.


Sebentar lagi,kita akan manjadi besan surya.batin tuan samuel.


.


.


Note:" insyaalloh besok doble up,ini udah 2063kata,panjangnya.πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†kalau ada yang ga nyambung mohon di makluminya,pikiran aku bercabang nie.πŸ˜…


Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.

__ADS_1


__ADS_2