
Nana yang mendengar ucapan dari Suami nya seketika kaget dan tidak percaya, sebegitu teganya Ari melontaran Kalimat yang sangat menyakit kan untuk di dengar.
Tapi Nana hanya mampu tersenyum kecut.
Nana:"Betul Tuan,saya ini benar-benar miskin.Tuan Ari Tahu sendiri bukan ketika Tuan Datang ke buguk saya tempo hari,untuk menjemput saya."
Ari hanya mengagguk, dengan tangan Kanan nya yang mengaruk dagu nya yang tidak terlihat Berbulu itu.
Nana:"Saya dan mendiang Nenek saya sudah terbiasa hidup dalam kemiskinan Tuan, saya dan Nenek saya harus bekerja Ekstra untuk mendapatkan Sesuap Nasi."Jelas Nana.
Ari hanya diam mendengar kan penjelasan dari Istri nya,Tanpa berniat untuk Menyela.
Ari:"Eumm...Apa kamu tidak punya teman, kamu bilang dulu pernah bersekolah."tanya Ari.
Nana":Tidak Tuan, saya tidak punya teman. dulu waktu sekolah saya tidak mempunyai seorang teman, mereka seperti malu dan jijik jika berdekatan dengan saya. bahkan saya hanya duduk sendiri tanpa ada teman. dari kecil teman saya adalah Nenek saya,lagian siapa yang mau berteman dengan Gadis miskin seperti saya."Jawab Nana dengan Air mata yang keluar tanpa permisi.
Apa sudah yang aku lakukan,sekarang dia menangis akan ulah ku. kenapa aku malah mengingatkan dia akan hidup nya yang menyedihkan *itu***.Gumam hati Ari.
Nana dulu bisa bersekolah karna bantuan Pemerintah Setempat, karna Nana termasuk Golongan kurang mampu.
Nana termasuk Anak yang mempunyai kepintaran yang mumpuni. dan bisa Mengenyam Pendidikan nya di Sekolah yang lumayan Bagus, tapi bantuan itu hanya sampai Kelas 3Smp saja.
Di sekolah tempat nya mengenyam Ilmu, kebanyakan dari murid nya adalah kalangan golongan Kaya. karna itu lah, tidak ada yang mau berteman dengan Nana.
Walau pun Nana mempunyai Paras yang cantik, tapi itu bukan jaminan untuk nya bisa mempunyai seorang teman.
Ari:"Kenapa kamu menangis, oh saya tau. Agar saya memeluk mu untuk menengangkan mu begitu.!
Nana:"Tidak Tuan Maaf."Jawab Nana dengan tangan yang pengusap pipinya yang terlihat agak basah itu.
Ari:"jangan harap, saya tidak akan melakukan hal yang tidak penting seperti itu."
Nana:"Ya Tuan."singkat Nana.
Siap yang mau di peluk Oleh nya, dia kan tadi yang bertanya.Kesal Hati Nana.
Tak lama Ari pun beranjak dari duduk nya, dan melangkah meninggal kan Nana yang diam dalam duduk nya.
Ketika Ari akan melangkah, Ari pun berucap.
Ari:"Mendengar Cerita mu yang menyedihkan itu, membuat Perut ku sakit."ucapnya dan berlalu Masuk ke dalam Kamar mandi.
Nana tidak bisa menjawab Ucapan Suami nya itu, Karna Ari berlalu dengan cepat.
Hanya mendengar Cerita ku saja perut nya sakit,Apa itu Benar.? Heran Nana.
Di dalam kamar mandi Ari memandang bayangan nya di cermin, dengan Mata yang setajam mata elang yang sedang mengintai Mangsanya.
Ari:"Gadis itu sudah sangat menderita, dan aku sudah membuka ingatan nya kembali akan penderitaan nya itu."Ucap Ari dengan tangan yang membasuh Wajah nya dengan sedikit agak kasar.
Mulai detik ini, tidak akan aku biar kan Orang-orang di luar sana menyakiti dirinya. hanya aku yang berhak memberi nya kebahagian, dan penderitaan.Hanya Aku.Gumam Ari dengan pandangan Mata yang melihat bayangan dirinya di cermin itu.
Tak lama,Ari pun keluar dari Kamar Mandi dan melangkah menghampiri Istri nya yang masih dalam posisi duduk nya itu.
Nana seketika beranjak berdiri ketika melihat suami nya keluar dari Kamar Mandi.
Nana:"Bagai Mana Tuan, Perut nya sudah tidak sakit lagi."Tanya Nana dengan wajah yang menampakan ke hawatiran.
Ari:"Sudah mendingan."Jawab Ari bohong.
Nana:"Sukur lah, saya Minta Maaf Karna cerita saya Tuan Jadi Sakit Perut."
Ari:"Sudah lah lupakan saja, dan jangan kamu ulangi lagi. kamu jangan mengingat lagi masa lalu mu yang menyedihkan itu."Tegas Ari.
Nana:"Baik Tuan,saya tidak akan mengingat nya lagi."Jawab Nana.
__ADS_1
Ari:"Sudah, jangan Buang waktu ku lagi. kita pergi sekarang."perintah Ari.
Nana:"Baik Tuan."
Nana pun beranjak pergi, dan sebelum itu Nana tidak lupa akan Hp baru nya yang belum dia sentuh sebelum nya.
Dengan Menunggangi Mobil Sport nya yang Berwarna Hitam pekat, Ari Membawa Mobil nya dengan kecepatan Sedang memecah keramayan Kota besar A yang terlihat ramai di siang hari itu.
Di dalam Mobil itu tidak ada yang berbicara satu sama lain, Ari dan Nana hanya diam dengan pikiran yang tidak bisa di tebak
Aku aja ga tau apa yang mereka fikirkan.😂
Nana yang ada di sebelah Suami nya yang sedang mengendarai Mobil Mewah nya itu hanya diam, dengan pandangan mata yang melihat ke luar kaca pintu Mobil dengan fikiran yang Melayang-layang.
Begitu pun Dengan Ari, dia hanya Fokus akan jalan yang Ada di depan matanya.
Sesekali Ari mencuri Pandangan ke Arah Istri nya yang diam seperti Patung.
Tidak biasa nya dia diam,dia bahkan tidak terlihat mengagumi Mobil Sport ku ini.Gumam hati Ari heran**.
Beberapa saat kemudian Mobil Sport itu sudah sampai di Parkiran Apartemen yang akan menjadi tempat tinggal mereka.
Ari:"Turun." Singkat Ari.
Nana seketika itu hanya mengangguk, dan membuka Pintu Mobil Suami nya.
Nana yang sudah beranjak Keluar Dari Mobil itu di buat takjub, Akan bangunan yang menjulang tinggi.
Nana:"Tuan Ari Kenapa kita ke Mall, bukan nya tadi Tuan bilang kita akan ke rumah Baru kita.?"Tanya Nana heran dengan Mata yang mendangah ke arah Atas bangunan yang dia yakini sebuah Mall itu.
Ari yang baru saja menutup Pintu Mobil nya di buat Tersenyum Geli Akan kepolosan Istri nya.
Ari:"Ini bukan Mall, Dasar Gadis Bo**oh.Ini Nama nya Apartemen tempat tinggal Kamu dan aku."Jawab Ari.
Nana:"Rumah kita Tinggi sekali."ucap Nana Polos.
Jadi yang ada di fikiran Nana Apartemen yang lebih Dari 100 Unit Itu adalah rumah Baru nya.
kenyataan nya Hanya satu Unit saja.
Nana:"Ini bahkan lebih besar Dari Masion Tuan."Tambah Nana
Ari yang mendengar ucapan Nana seketika tertawa Renyah.
Ari:" Hey Gadis Desa,Mansion bukan Masion."
Nana :"Ya itu maksud saya Tuan." Ucap Nana dengan Senyum yang terukir jelas di wajah nya.
Tak lama, sebuah Ide melintas di fikiran nya dan Ari pun berniat untuk Menjahili istri itu.
Ari:"Nanti kamu yang akan membersihkan Semua Area Apartemen Ini."ucap Ari.
Nana yang mendengar Ucapan Suaminya seketika Membulat kan ke dua Matanya itu, seolah tidak percaya Akan apa yang suami nya itu ucap kan.
Nana:"Tapi Tuan, Rumah ini tinggi Sekali. Dan sangat besar,akan sangat lama untuk membersihkan nya."Jawab Nana lemas.
Ari yang mendengar Jawaban, dan Wajah lemas istri nya seketika membuat nya terhibur.
Gadis Ini Benar-benar Bo**oh.Gumam Ari.
Ari:"Sudah, tidak Ada penolakan lagi."ucap Ari dengan langkah yang pasti meninggal kan istri nya yang masih berdiri.
Ya tuhan Dia kejam sekali, bagai Mana mungkin Aku bisa membersihkan Rumah tinggi ini.Lirih Nana dengan langkah kecil nya, dan mengikuti Suami nya yang sudah jauh di depan Mata nya.
Info:Apartemen yang akan menjadi tempat tinggal Ari dan Nana,adalah salah satu Proferti milik Ayah Ari.Yaitu, Tuan Surya Atmaja Wijaya.
__ADS_1
Kini Nana dan Ari sudah Ada di dalam Apartemen Mewah dan Megah itu.
Beberpa Orang yang Bekerja di Apartemen itu, Membungkuk Memberi Hormat kepada Ari dan Nana.
Ari dan Nana sedang ada di dalam Lift, dan setelah itu Ari Menekan Tombol yang bertuliskan Angka 50 Yang sudah di pasti kan lantai itu yang akan menjadi Tempat tinggal mereka.
Nana hanya diam, dan memperhatikan Apa yang Suami nya lakukan.
Aku akan mengingat ini.Ucap Hati Nana.
Beberpa saat kemudian.
Ting...bunyi Lift terbuka.
Ari pun keluar dengan Nana yang mengekor dari belakang suami nya.
Rumah ini Benar-benar besar, sama seperti Hotel yang tadi tapi Ini lebih besar lagi.Gumam Nana.
Tapi tadi di bawah banyak orang, berarti aku tidak akan terlalu cape untuk membersihkan nya.tambah Nana dengan senyum kecut nya itu.
Kini Ari sedang menekan Tombol yang ada di sisi Pintu Apartemen Milik nya itu, untuk memasukan Kode Rahasia.
Te tot te tot...Anggap itu suara tombol itu ya.
Nana hanya memperhatiakn dalam diam.
Klik, terdengar suara bunyi dari tombol itu tanda Kode Rahasia itu berhasil.
Ari pun membuka Pintu yang tadi ter tutup rapat.
Ari:"Masuk."perintah Ari.
Nana:"Baik Tuan."
Nana pun melangkah kan Kaki nya,dan masuk dengan perlahan ke dalam Rumah Baru nya itu.
Nana sangat takjub Akan isi dari Rumah nya itu,terlihat sangat luas, dan bersih.
Info:Apartemen itu hanya satu lantai. terdiri dari Satu Ruang Tamu, Ruang Keluarga dan Dapur menyatu, satu Toilet untuk Tamu,Dua ruang Tidur,dan Ruang Kerja Ari. Apertemen yang berwarna Abu-abu yang di Aplikasikan dengan warna putih itu terlihat sangat Mewah.
Ari:"Apa kamu suka.?"Tanya Ari
Nana:"Suka Tuan, tapi ini sangat Besar."
Ari:"Kalau kamu mau tempat tinggal yang berukuran Kecil,Akan aku bawakan Kandang kucing untuk mu. kamu mau.!!"
Nana:"Tidak mungkin saya muat di dalam sana Tuan, akan sangat sesak kalau saya tidur di dalam kandang kucing itu."Jawab Nana dengan polos nya.
Ari yang mendengar Jawaban dari istri nya hanya menggelengkan Kepala, tanda dia tidak percaya akan semua ucapan Yang selalu Ari lontarkan Akan di anggap Benar oleh istri nya itu.
Ari:"Dasar Gadis Bo**oh."
Nana:"Maaf Tuan Ari.
Ari:"Sudah jangan bertanya yang Aneh lagi, sekarang bereskan Baju-baju mu dan Baju-baju ku.
Nana:"Baik Tuan."
Ketika Nana akan beranjak pergi, Nana pun kembali bertanya.
Nana:"Tuan Ari, Kamar saya yang Mana.?"
Ari:"Kamar yang sama yang akan saya tiduri.!!"Jawab Ari.
SELAMAT MEMBACA😆
__ADS_1