ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
TOPENG MONYET.


__ADS_3

Di atas ranjang perawatan,Tuan muda Ari nampak lemas tak berdaya.dan kali ini jarum infus benar-benar terpasang di punggung tangannya.


Dokter Putra begitu gugup berdiri di samping anak konglomerat itu,dalam diam ia melirik sang tuan muda yang tengah menutup matanya.


Apa ini hukuman karna tuan Ari sudah membohongi istrinya,tapi di tubuhnya tidak ada gejala yang serius.terus kenapa bisa muntah-muntah.pikir hati dokter Putra.


Ari membuka matanya pelan,ketika sang istri keluar dari dalam kamar mandi.


Nana baru selesai membersihkan muntahan sang suami,walupun Clening Service rumah sakit melarang nyonya atmaja melakukan pekerjaan mereka.tapi Nana kekeh ingin membersihkannya tanpa bantuan siapapun.


Tanpa ada rasa jijik,calon ibu itu begitu telaten menyeka dan menyemprot muntahan sang suami yang mulai kering di bawah lantai.


Ari merentangan tangannya"Honey sini."Pintanya dengan suara lembut.


Nana tersenyum dan mendekat,sejujurnya rasa kesal,rasa marah terhadap suaminya seketika hilang.karna saat ini Nana benar-benar melihat suaminya terkapar lemas dan di pastikan kali ini buka sandiwara.


Dokter Putra tersenyum kecut mendengar suara lembut sang tuan muda kepada istrinya.


Seandainya nada suara itu beliau keluarkan ketika berbicara kepada orang lain,tapi sayang itu hanya untuk istrinya.gumam hati dokter Putra yang tengah menudukkan kepalanya sopan.


Nana menggenggam tangan suaminya penuh rasa khwatir."Bagaimana yank,apa sekarang sudah lebih baik.?"


Ari mengangguk pelan"Sudah honey."sahut Ari manja.


Nana tersenyum lega,dan perlahan matanya menatap dokter Putra.sejujurnya Nana masih marah jika mengingat dokter yang tengah berdiri di samping ranjang perawatan juga ikut terlibat sandiwara yang di buat Aldy,dan suaminya.tapi Nana tidak mau mengingat itu, karna dia bukan orang pendendam.


"Dokter Putra,bagaimana kondisi suami saya.?"Tanya Nana tanpa menatap sang dokter


"Kondisi tuan baik-baik saja Nona,tidak ada gelaja yang serius anda tenang saja."Jawab dokter Putra tenang.


Sebelum membalas ucapan dokter Putra, Nana menghela nafasnya pelan"Tadi juga anda berkata seperti itu dok,tapi ini lain.kali ini bukan dalam adegan drama yang kalian perankan,suami saya benar-benar muntah dan anda berkata kondisinya baik-baik saja.!"suaranya terdengar kesal,yang mana membuat Ari dan Dokter Putra memejamkan mata penuh rasa malu.


Jadi Nona sudah tahu.mati aku,apa yang harus aku katakan memang di dalam tubuh tuan Ari baik-baik saja,terus aku harus berkata apa.bingung hati dokter Putra


Ari seketika menutup matanya,dia tidak mau membantu dokter Putra yang tengah kebingungan akan pertanyaan Nana.


Salahmu sendiri kenapa jadi dokter mau saja di ajak berbohong,sekarang jawablah.untung saja aku muntah,jadi terbebas dari amukannya.selamat.senang hati Ari tanpa merasa kasihan atas penderitaan dokter tampan itu.


"Memang kondisi tuan Ari baik-baik saja Nona,hanya saja tuan harus istirahat dan jangan telat makan."tutur Dokter Putra gugup, dan sebenarnya yang dia ucapkan hanya kebohongan belaka.ia terpaksa melakukan itu demi terhindar dari ceceran pertanyaan nyonya Atmaja.


Nana mengangguk-anggukan kepalanya setelah mendengar penuturan dokter Putra.


Selamat Putra,dan tuan Ari anda benar-benar tidak membantu saya.baiklah tuan muda yang terhormat,kali ini saya akan melupakan ini. tapi kedepannya saya tidak mau ikut terlibat dengan anda,saya kapok.grutu hati dokter Putra seraya melirik ketenangan tuan Ari.


Dokter Putra tersenyum getir"Baik Tuan,Nona saya permisi.malam ini saya sarankan anda menginap saja,sampai kondisi anda normal kembali.besok pagi anda boleh pulang."terangnya seraya membungkuk sebelum pergi.


Nana:"Terimakasih,dokter Putra."ucapnya singkat.


"Sama-sama Nona,saya permisi."sahutnya sopan dan berjalan meninggalkan tuan dan nyonya Atmaja.

__ADS_1


Setelah dokter Putra pergi Ari kembali membuka matanya"Honey,aku lapar."ucap Ari yang mana membuat Nana mengerutkan keningnya.


Lima menit yang lalu kan dia baru saja makan,tapi sekarang dia bilang lapar.!"bingung hati Nana.


Nana:"Mau makan apa.?"Tanyanya tanpa mau bertanya akan sikap sang suami.


Dan adegan ini mengingatkan Nana ketika merengek meminta makan,padahal beberapa menit yang lalu dirinya baru saja mengisi perut.


"Aku mau makan yang asem-asem,sepertinya enak."permintaan Ari kembali membuat Nana kebingungan.


Nana mengusap tangan sang suami." yank apa kamu yakin,kenapa tiba-tiba mau makan yang asem-asem.apa nanti perutnya akan baik-baik saja,masalahnya kamu belum pernah makan-makanan seperti itu.di tambah lagi ini sudah malam.?"tutur Nana pelan,dia berusaha membujuk sang suami.


Ari:"Aku mohon honey,perutku akan baik-baik saja kamu jangan khawatir."Pintanya dengan tatapan memohon.


Nana menatap suaminya penuh kebingunan setelah mendengar permintaan anehnya itu.


Aku pernah baca di dalam artikel,kalau suami bisa saja merasakan ngidam.apa saat ini suamiku juga tengah meraskan ngidam,kalau ia itu akan sangat menyenangkan sekaligus menyebalkan.seharusnya akukan yang ngidam ini malah dia.gumam hati Nana.


Nana mengalah dan berpamitan keluar ruang inap untuk menemui sekertaris Jaka.


Dengan terpaksa Ari mengangguk pasrah,dan membiarkan istrinya pergi menemui sekertarisnya.


.


.


Tapi Jaka tidak kesepian,karna sang kekasih yang jauh di sana senatiasa menemani kesendiriannya.


Nana terus berjalan melewati loby rumah sakit,dan di tengah langkahnya ia seketika tersenyum ceria.ketika orang yang ia cari ada di depan matanya.


"Sekertaris Jaka."Tegur Nana dengan suara sedikit tinggi.


Jaka mematikan sambungan telepon dengan Lusi,karna Nona mudanya tengah berjalan menghampiri dirinya.


"Nona,anda mencari saya.?"Ucap Jaka yang tengah membungkuk.


Nana:"Sekertaris Jaka,tolong belikan rujak. ingatnya buahnya harus campur dan harus yang seger."Pintanya.


Jaka mengangguk pelan"Anda ingin pedas Nona.?pertanyaan itu membuat Nana berpikir.


"Saya tidak tahu,karna itu bukan untuk saya."ucap Nana dengan tawa kecilnya.


Jaka mengerutkan keningnya bingung"Maaf Nona,lantas untuk siapa.?"tanya Jaka.


Nana yang masih tertawa renyah menatap sekertaris Jaka"Itu untuk Tuan Ari.!"sahutnya penuh semangat.


Jaka tersenyum kecut mendengar jawaban dari Nana.


Sekarang tuan muda yang ngidam,ini akan sangat merepotkan.bagaimana ini,tadi saja beliau tidak mau melihat wajahku.Lusi sepupumu benar-benar akan membuat aku seperti robot.lirih Hati Jaka dengan raut wajah sedih.

__ADS_1


Tak bisa menolak,Jaka akhirnya mengangguk dan berjalan keluar rumah sakit untuk mencari makanan keingin tuannya.


.


.


Nana terus menemani suami bulenya yang tengah berbaring lemas di atas ranjang.


Ari:"Mana honey,aku sudah sangat lapar."rengeknya.


Nana:"Tunggu sebentar lagi Sekertaris Jaka datang,sabar ya."menenangkan sang suami yang sudah tidak sabar menunggu pesanannya.


Sekertaris Jaka kenapa lama sekali.gumam hati Nana.


Lima menit kemudian...


Nana dan Ari menatap pintu ruang inap yang di buka,dan keduanya mengerutkan kening melihat siapa yang sudah masuk dan menghampiri mereka.


Nana:"Anda Sekertaris Jaka.?"tanyanya bingung.


Ari:"Kamu Jaka.?"tambah Ari.


"Saya tuan."jawab Jaka cepat.


Nana seketika menatap suaminya"Ada apa dengan Sekertaris Jaka,yank.!"


Ari mengelengkan kepalanya pelan"Aku tidak tahu."sahut Ari tanpa ekspresi.


Ari:"Jaka."suaranya sedikit serak.


Jaka masih berdiri di depan ranjang dan membawa kresek tranparan."Saya tuan."sahutnya sopan.


"Apa yang ada di wajahmu itu.?"Tanya Ari bingung.


Nana tidak merubah posisi kelapanya,karna dia merasa lucu melihat sekertarsi suaminya itu.


Jaka:"Karna anda tidak mau melihat wajah saya,jadi saya menerima saran seseorang. untuk mengenakan topeng tuan."jawaban lantang itu membuat Nana tertawa renyah di ikuti sang suami.


Ari:"Kenapa harus topeng monyet Jaka.?"tanyanya seraya menahan tawa.


Jaka:"Tadi di toko hanya tersisa dua jenis tuan,monyet dan hellokitty.saya lebih memilih yang ini saja lebih cocok dengan saya."tuturnya dengan menahan rasa malu.


Ari dan Nana seketika tertawa yang mana membuat Jaka mengela nafas dalam diam.


Lusi saranmu benar-benar membuat aku malu,lihat sekarang kedua kakak sepupumu tengah tertawa melihat diriku.kesal hati Jaka jika mengingat saran dari sang kekasih.


Nana:"Aku jadi ingat waktu Azllan,yank hahaha."


Ari:"Hahahaha benar juga,Jaka.jaka."

__ADS_1


__ADS_2