ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
PERGULATAN


__ADS_3

Nana hanya diam,dia tidak mengerti dengan penjelasan ruby.


.


.


Nana:"Yank,apa maksudnya.kenapa temanmu melakukan itu.?Tanya nana penasaran.


.


.


Ari dengan cepat berdiri,dan tidak mendengar pertanyaan istrinya.


.


.


Ari:"Jaka,kita ke kantor si raihan sekarang. dan jangan lupa,bawa wanita itu!"titahnya dengan suara yang penuh dengan amarah.


.


.


Ari:"Honey,diam di rumah.aku akan menyelesaikan masalah ini."Dirinya kini tengah memeluk nana,dan menghujaninya dengan ciuman di bibir dan kening istrinya itu.


.


.


Nana:"hati-hati,jangan emosi."sahut nana dengan raut wajah yang nampak khwatir.


.


.


Ari mengaguk,dan pergi meninggalkan nana yang masih belum mengerti dengan situasi yang baru saja terjadi.


.


.


Kenapa temannya begitu jahat,apa mereka tengah merebutkan sesuatu.?gumam hati nana.


.


.


.


Mobil mewah Ari dengan cepat melaju ke kantor raihan.


.


.


Ruby:"Kak Ari,turunkan saya di sini saja.biar saya pulang sendiri.?"wajahnya nampak ketakutan.


.


.


Ari:"Diamlah,aku tidak akan menurunkan mu di jalan atau di tengah jalan.kau harus ikut ke kantor si raihan."sahut Ari kesal.


.


.


Ya tuhan,aku benar-benar takut.kenapa semalam aku mau di perintah olehnya.gumam hati ruby.


.


.


Flashback.. malam pesta barbekyu....


.


.


Ketika Ari masuk ke dalam rumahnya untuk pergi ke toilet,raihan dengan cepat manarik tangan ruby yang tengah tertawa ria dengan teman wanitanya.


.


.


Ruby:"Ada apa,kak raihan.?"Tanya ruby


.


.


Raihan:"Dengar,aku tidak bisa menjelaskan lebih detail lagi.nanti pas si ari duduk,kamu berdiri di depannya.dan duduk lah di atas pangkuanya,agar aku bisa memotretnya."pintanya dengan mata yang terus memperhatikan sekeliling.


.


.


Ruby:"Tapi kak,nanti kalau kak Ari marah bagaimana.?aku ga mau."Tolak ruby.


.


.


Raihan:"Kamu tenang saja,itu tidak akan terjadi.bilang saja kamu tidak sengaja."ucapnya untuk meyakinkan ruby.


.


.


Tak lama Ari kembali dan membuat raihan beranjak pergi dari hadapan ruby.


.


.


Dengan kebingungan ruby merenung dalam diamnya,dia takut dengan ari.tapi dirinya lebih takut dengan tatapan raihan yang terus menatap dirinya,dalam tatapan itu terbersit ancaman yang membuat ruby melakukan apa yang di perintahkan raihan.


.


.


.


Falshbackof.....


.


.


Tuan Raihan Arsenio tengah berbincang dengan koleganya tuan Erik yang berasal dari Negara D,dan mereka sudah selesai membicarakan soal kerja sama di antara mereka.


.


.


Kerjasama itu di akhiri dengan berjabat tangan,dan pamitnya tuan erik.


.


.


Raihan:"Sekertaris gunawan,keluarlah.dan lakukan pekerjaanmu.tapi sebelum itu, bawakan aku kopi."titahnya tanpa menoleh.


.


.


Gunawan:"Baik tuan."jawabnya dan membungkuk pamit.

__ADS_1


.


.


Siang ini raihan berniat untuk datang ke kantor ari,makannya dia mempercepat pertemuan dengan tuan erik.


.


.


Dia berniat untuk meminta maaf atas kekacawan semalam,tapi niat sebenarnya dia ingin melihat raut wajah temanya yang pasti nampak murung,karna istrinya sudah memergoki dirinya tengah bermesraan dengan wanita lain.


.


.


Raihan:"Ari,apa semalam kamu tengah menangis.atau mengemis meminta di maafkan oleh istrimu yang cantik itu."pikiranya kini tengah membayangkan Ari yang bersedih,dan memohon seperti seekor kucing yang meminta makan.


.


.


wajah nana terus saja berputar di atas kepalnya,dan dia seketika berfikir bagaimana cara yang ampuh memisahkan suami istri itu. tanpa Ari curiga kepadanya.


.


.


Raihan:"Sepertinya,si ari begitu menjaga istri cantiknya itu.dan itu artinya,aku akan sangat susah untuk ku memisahkan mereka."gumamnya kesal dengan tangan yang lagi-lagi mengepal sempurna.


.


.


Brukkkk..


Pintu kerjanya di buka dengan paksa.


.


.


"Raihan Arsenio."suara yang terdengar menggelegar mengisi Area ruangan kerja Raihan.


.


.


Dengan cepat raihan berdiri dari kursi kerjanya,bahkan rencana yang tengah di susun di dalam pikiranya kini lenyap dengan sendirinya.karna dia kaget melihat seseorang yang tengah berdiri di depan pintu kerjanya, dengan gagah dan tatapan mata yang nampak menakutkan.


.


.


Raihan:"Ari,kenapa kau datang ke kantorku sepagi ini?dan memanggil namaku dengan suara kerasmu itu."sahutnya santai,tapi jantungnya benar-benar berdetek dengan cepat.


.


.


Langkahnya perlahan mengampiri raihan,dan tatapan matanya tidak lepas dari wajah laki-laki yang tengah berdiri dengan tangan berada di saku celanya.


.


.


Dengan lancang Ari mendudukan bok**ongnya di sofa,di dalam ruang kerja temanya itu.


.


.


Ari:"Kenapa raihan,apa aku tidak boleh datang ke kantormu."ucapnya santai.


.


.


.


.


Raihan:"Silahkan saja,apa kamu tidak sibuk. bukanya pekerjaanmu begitu banyak di perusahanmu."sahut raihan santai.


.


.


Ari hanya menyeringai mendengar jawaban dari raihan.


.


.


Tanpa menjawab pertanyaan Raihan,dengan lantang Ari memanggil sekertaris jaka.


.


.


Ari:"Sekertaris jaka,bawa wanita itu masuk."titahnya dengan tatapan mata yang kini menatap raihan.


.


.


Masuklah sekertaris jaka,dengan ruby yang ada di sampingnya.


.


.


Mata raihan dengan cepat menatap ruby yang tengah menunduk ketakutan.


.


.


Ari:"Ruby duduk."printah Ari tanpa menoleh.


.


.


Si**an,kenapa dia bisa bersama si ari.apa dia sudah mengatakan yang sebenarnya.gumam kesal hati raihan.


.


.


Dengan perlahan,ruby mendudukan tubuhnya di pinggiran sofa.


.


.


Ari:"Jelaskan ruby,apa yang sebenarnya terjadi semalam."titah Ari,tapi tatapan mata tidak lepas dari wajah raihan.


.


.


Raut wajah raihan nampak kebingungan,dan ketakutan.


.


.


Ruby:"Malam itu,Kak raihan meminta aku untuk duduk di atas pangkuan kak Ari.agar kak raihan bi-bisa memotret kak Ari."jawabnya ketakutan.

__ADS_1


.


.


Raihan hanya diam,dia sudah tertangkap basah.


.


.


Ari:"Apa itu benar,raihan arsenio.?"Tanya Ari dengan suara yang bergetar karna menahan amarah.


.


.


Raihan:"Ari,apa kau marah.?"Tanya balik raihan dengan wajah yang nampak biasa saja.


.


.


Aku sangat marah,karna ide bodohmu itu aku sampai tidur di depan pintu.gumam hati Ari kesal.


.


.


Ingin sekali ari berkata seperti,itu tapi raihan pasti akan tersenyum senang.


.


.


Ari:"Jawab raihan,apa yang di katakan ruby itu benar."ulang nya dengan kesal.


.


.


Dengan seringai di wajahnya,Raihan hanya mengangguk membenarkan keterangan yang di berikan ruby.


.


.


Melihat anggukan itu,seketika Ari berdiri dan menarik jas mahal raihan.


.


.


Melihat Adegan itu,ruby ketakutan setengah mati.dan sekertaris jaka yang berdiri di sisi lain ruangan raihan hanya diam dia tidak mererai.


.


.


Ari:"Dengar raihan Arsenio,kau adalah teman ku.apa yang kau rencanakan itu bisa membuat persahabatan kita terputus,dan mungkin kita akan menjadi musuh.kau dengar."ucap Ari kesal dengan tangan yang masih mencengkram kuat jas temanya itu.


.


.


Ruby yang nampak ketakutan seketika menatap seketaris jaka,dalam tatapan itu mengartikan dia ingin keluar.dan sekertaris jaka mengerti dengan menganggukan kepalanya.


.


.


Dengan kekuatan masksimal,ruby berlari meninggalkan dua sahabat yang tengah bersitegang.


.


.


Raihan:"Apa kau mencintai istrimu.?"Pertanyaan konyol itu dengan cepat keluar dari bibir seksi raihan.


.


.


Mendengar pertanyaan itu,Ari mengerutkan keningnya tidak mengerti.


.


.


Ari:"Apa maksud dari pertanyaan mu itu.?"tanya Ari balik.


.


.


Raihan:"Kalau kau tidak mencintai istrimu, berikan dia padaku.!!!"sahutnya dengan mata yang terus menatap Ari.


.


.


Mendengar kalimat itu,seketika mata ari membulat dengan sempurna.dan tanpa berfikir panjang, tanganya mengayun ke wajah tampan raihan.


.


.


Ari:"Berng***ek."ucapnya dan bruukkk tangan melayang ke wajah raihan.


.


.


Seketika tubuh tinggi raihan terjatuh,dan terdapat setitik darah di sisi bibirnya.karna Ari begitu kuat melayangkan pukulan di wajahnya.


.


.


Merasa kala, raihan dengan cepat berdiri dan dia membalas rasa sakit di wajahnya.


.


.


Kedua sekertaris mereka hanya diam,tidak mererai pergulatan kedua tuan mudanya


.


.


Karnyawan di dalam kantor raihan tidak ada yang berani mendekat,atau mererai.mereka juga bersikap seolah biasa saja.


.


.


Kedua sahabat itu kini tengah bergulat di dalam ruanga yang nampak mewah,keduanya saling memukul dengan membabibuta.


.


.


.


Note:"Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.


.


.

__ADS_1


SELAMAT MEMBACA😆**


__ADS_2