ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
DILEMA PARA BAWAHAN


__ADS_3

Ari dan Nana seketika menatap ke arah suara, yang membuat keduanya diam tidak bergerak.


Ari:"Mommy.!"ucapnya ketakutan.


Kenapa mommy bisa ada di sini,apa mommy tahu.ya tuhan bagaimana ini.bingung hati Ari.


Perlahan Nana menyingkirkan kedua tangan suami yang ada di sisi kepalanya,tapi Ari bukannya menyingkirkan tangannya ia malah mendekap tubuh istrinya erat.


Nana:"Lepas,ada mommy."berusaha mendorong tubuh tinggi suaminya.


Tapi Ari tidak memperdulikan permintaan Nana,dirinya malah mengencangkan pelukannya seolah takut mommy Kei memisahkan ia dan sang istri.


Mommy:"Son,apa yang kamu lakukan.?"bertanya dengan langkah pelan menghampiri kedua anaknya yang terlihat berpelukan.


Ari:"Mommy jangan bawa istriku.!"ucapnya ketakutan,kakinya bahkan mundur dengan masih mendekap istrinya.


Mommy Kei mengerutakn keningnya bingung, dan perlahan berhenti dari langkahnya.


Ari menyangka mommy Kei sudah mengetahui permasalahan yang terjadi, padahal wanita bule itu tidak tahu apa-apa. kedatang mommy Kei ke rumah Ari karna mau mengantarkan makanan untuk sang menantu,dan ketika mommy datang matanya di suguhkan pemandangan di mana sang menantu tengah menangis pilu.


Dan kedua tangan Ari yang berada di Area wajah menantunya,membuat mommy Kei menyangka Ari menyakiti Nana.


Mommy:"Lepasakan Nana."menatap sang menantu yang terlihat kesakitan di dalam pelukan suaminya.


Ari terus mundur ketika mommy Kei berjalan mendekati dirinya,Nana sendiri terus bergerak ketika suaminya menghindari mommy mertuanya.


Mungkin orang di luar sana akan menyangka Ari adalah pria jahat yang ingin menculik anak gadis orang.


Ari:"Tidak akan,Ari tidak akan membiarkan mommy membawa Nana,tidak akan."raut wajahnya terlihat ketakutan.


Mommy:"Apa yang kamu katakan,siapa yang mau membawa Nana.?"ucapnya bingung.


Ari yang tengah berjalan menaiki tangga dengan Nana di dalam dekapannya,perlahan berhenti tepat di tingkatan tangga yang ke lima.


Mommy:"Kalian kenapa.?"perlahan menatap Nana"Son lepaskan,Nana."pinta mommy Kei karena mentunya terlihat kesakitan.


Ari menatap istrinya yang ada di dalam dekapannya."Jangan pergi honey.!"menggelengkan kepalanya ketakutan.


Nana:"Aku tidak bisa bernafas."lirihnya.


Ari melonggarkan pelukannya tapi tidak membiarkan sang istri jauh dari dirinya.


.


.


Mommy:"Jelaskan apa yang sebenarnya terjadi.?"bergantian menatap kedua anaknya.


Ketiganya tengah duduk di ruang keluarga, dan Nana hanya diam dengan terus berusaha melonggarkan pelukan suaminya.


Ya,saat ini Ketiganya tengah duduk saling berhadapan.dan mommy Kei terus menahan tawa ketika putranya menggelayut di tubuh menantunya.


Mommy:"Son ada apa ini,kenapa kamu terus memeluk Nana.dan kenapa kamu tadi menuduh mommy mau membawa Nana,mommy perhatikan mata kalian sembab.apa kalian ada masalah?"menatap keduanya dengan seksama.


Nana:"Tidak ada apa-apa,mommy."ucapnya pelan.


Ari menatap istrinya yang tengah ia peluk"Benar mom,tidak ada apa-apa."tambahnya.


Mommy:"Kalau tidak ada apa-apa,kenapa mata kalian sembab.Coba jelaskan apa yang sebenarnya terjadi.?"tanyanya penasaran


Ari yang tengah memeluk sang istri dengan cepat menelan salvirnya.


Apa aku harus mengatakan yang sebenarnya, tapi kalau aku mengatakan itu sama saja aku membiarkan istriku di bawa mommy.tidak-tidak itu tidak boleh terjadi.batin Ari.

__ADS_1


Sebelum Ari membuka mulutnya,terlebih dahulu Nana memberi jawaban atas pertanyaan sang mommy mertua.


"Tidak ada apa-apa mommy,tadi itu Nana merasa mual saja.di tambah lagi perut Nana kram,jadi Na-


Ari:"Ya tadi Ari dapat telepon dari pelayan, kalau Nana kesakitan.makanya Ari pulang."menambahkan ucapan sang Istri.


Seketika Mommy Kei mendekati menantunya penuh rasa khwatir"Kita ke dokter sekarang ya sayang."ucapnya dengan usap pan di perut Nana.


Ari perlahan melonggarkan pelukan dan menatap istrinya penuh tanya.


Dia tidak mengatakan yang sebenarnya, terimakasih honey.lirih hati Ari bercampur rasa lega.


Nana tersenyum melihat tingkah mommy mertuanya itu.


Nana:"Kata dokter wulan ini hal yang wajar, dan Nana hanya perlu istirahat saja mom."ucapnya bohong.


Mommy:"Apa kamu yakin sayang.?"


Nana:"Ya mom,Nana baik-baik saja."menatap dengan seutas senyum untuk menyakinkan mommy Kei.


Mommy:"Baiklah sayang,ingat ya jangan terlalu cape."beralih menatap anak laki-lakinya yang tengah diam di samping sang istri"Son jangan biarkan Nana kelelahan,dan ingat kamu harus memenuhi semua keinginan Nana."


Mendengar ucapan itu membuat Ari menatap lekat istrinya,yang tengah tersenyum ke arah mommy Kei.


Ari:"Ya mom,Ari tahu."sahutnya tanpa berpaling dari wajah sang istri.


.


.


Mommy:"Sayang mommy pulang dulu ya, ingat jangan terlalu lelah.jaga cucu mommy, dan mommy juga sudah bawakan makannan buat kamu di makan ya."pamitnya serasa memberi pelukan.


Nana:"Ya,mom."


Nana berusaha menjaga sikapnya di depan mommy Kei,ia tidak mau kedua mertuanya tahu tentang masalah yang tengah terjadi antara dirinya dan sang suami.


Di depan gerbang keduanya tengah melambaikan tangan ke arah mobil yang membawa mommy Kei.


Nana:"Hati-hati,Mom."


Mommy:"Ya sayang."


"Son,jaga Nana dan cucu mommy."tergurnya.


Ari seketika tersadar dari lamunannya"Ya mom."sahutnya cepat padahal ia tidak mendengar apa yang di sampaikan mommy Kei.


Mobil melaju meninggalkan Nana dan sang suami yang senantiasa berada di sampingnya.


Setelah mobil mommy Kei menghilang dari pandangan mata keduanya,Nana berbalik dan melangkah masuk kedalam rumah tanpa mengajak sang suami.


Ari hanya diam ketika istrinya meninggalkan dirinya seorang diri.


Sekarang aku seperti hantu saja.gumam hati Ari dengan langkah lebarnya menyusul sang istri.


Di ruang keluarga Nana mengambil baju yang tadi ia simpan di dekat sofa,perlahan kakinya melangkah ke arah dapur.di hatinya tetap meminta ia untuk mencuci baju milik suaminya.


Ari menarik nafasnya kasar,melihat sang istri yang berjalan ke arah dapur dengan membawa baju dan celana miliknya.


Ari:"Hon,biar palayan saja."suara lembut itu tidak membuat Nana berhenti dari langkahnya.


Merasa di abaikan,Ari berjalan mendekati sang istri.


Di dekat pintu menuju dapur Ari menghalangi langkah istrinya."Biar pelayan saja"ulanganya yang tengah berdiri di depan pintu dapur.

__ADS_1


Kedua pelayan yang ada di dapur perlahan melangkah menjauh,mereka tidak mau terkena amukan sang tuan muda.


Nana menatap suaminya tanpa ekspresi"Aku bisa sendiri,tidak usah meminta pelayan. pekerjaan mereka banyak."sahutnya berusaha tenang.


Ari:"Pelayan."memanggil kedua pelayannya dengan lantang.


Nana yang mendengar suara itu tersentak, tapi tidak membuat dirinya gentar.


Tak lama kedua palayan datang dengan perasaan takut luar biasa.


"Ya tuan muda."keduanya berdiri di belakang tubuh Ari.


Ari:"Ambil baju yang ada di tangan Nona."titahnya.


"Baik tuan."ucap salah satu pelan.


Nana:"Tidak usah."tolaknya ketika sang pelayan berniat mengambil baju dari tangannya.


Ari:"Ambil cepat."pintanya dengan tatapan tajam.


Pelayan itu begitu kebingungan dengan tingkah kedua majikanya.


Ari:"Baik,kalau kamu tidak bisa mengambil baju dari tangan Nona.maka kamu saya pecat."ucapan itu membuat sang pelayan menatap Nana penuh harap.


Tanpa membuka mulutnya,Nana memberikan baju yang sedari tadi ia pertahankan.


Dengan hati-hati pelayan itu menerima baju dari tangan Nana,dan setelah itu dia dan temannya membungkuk"Kami permisi Tuan, Nona."ucap kedua pelayan dan pergi meninggalkan area dapur.


Setelah kepergian kedua pelayan,Nana dan Ari sama-sama diam dengan saling tatap penuh Arti.


Nana:"Kamu egois."ucapnya cepat.


Ari:"Aku tidak mau kamu kelelahan,kamu dengar bukan apa kata mommy."


Nana:"Aku tidak lelah."ucapnya dengan langkah lebar mengingalkan sang Suami.


Ari kembali berjalan mengikuti kemana langkah sang istri.


Nana terus berjalan menaiki anak tangga,tapi sebelum kakinya menginjak anak tangga lainnya.samar ia mendengar suara klakson dari luar.


Itu pasti mobilnya.pikir hati Nana.


Ari yang ada di belakang sang istri merasa heran,ketika Nana menuruni anak tangga dan melewati dirinya.


Ari:"Hon,kamu mau ke mana.?"ucapnya di setiap langkahnya mengikuti sang istri.


Nana berjalan begitu cepat keluar dari dalam rumah,dan benar saja.mobil hitam sang suami baru saja terparkir di dalam garasi.


Sekertarsi Jaka membungkuk ketika melihat istri dari tuan muda Ari mendekatinya.


Jaka:"Nona."tegurnya sopan.


Nana:"Tolong buka mobilnya,sekertaris Jaka.?"pintanya cepat.


Jaka seketika mengangguk dan sebelum ia melaksanakan permintaan nona mudanya.


Dari arah lain seseorang mengeluarkan suara nyaringnya."Jangan di buka,Jaka."pinta Ari dengan mata tajamnya.


Jaka kebingunan dan harus menuruti siapa.


Aku bingung.batin Jaka.


.

__ADS_1


.


Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.


__ADS_2