ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
103


__ADS_3

Dua wanita cantik itu tengah berdiri di dekat mobil mini Cooper milik tuan surya,yang di kendarai Lusi.


Jeni:"Hai lusi apa kabar,sudah lama ya kita tidak bertemu.hampir tiga tahun ya kita tidak berjumpa."ucapnya dengan tangan di depan lusi.


Lusi:"Jenia,kau sudah pulang dari Negar-


Jenia dengan secapat menarik tangan Lusi, dan sekarang kedua ya bersalaman atau tepatnya jenia memaksa bersalaman dengan lusi,yang mana membuat lusi kaget dia bahkan berhenti ketika bertanya.


Jenia:"Lusi,aku ini pintar.jadi tidak butuh waktu lama untuk ku menyelesaikan pendidikanku."menatap lusi seolah mengejek.


Lusi hanya diam,tanpa sadar dia mengepalkan tangannya.karena tadi ketika bersalaman jenia dengan cepat menarik tangannya.


Jenia mendekat ke arah telinga Lusi,sadar akan itu.lusi memundurkan kakinya,tapi jenia seketika menycengkram bahu lusi mengisaratkan agar lusi diam.


Jenia:"Ingat lusi,aku masih menyimpan Video milikmu."bisiknya di telinga lusi,yang mana membuat gadis bule itu membulatkan matanya dan tangan yang masih mengepal.


Jenia yang kini menjauh dari lusi,seketika menyeringai melihat raut wajah temannya atau tepatnya mantan teman.begitu memerah menahan emosi.


Sepertinya dia akan berguna untuk membantuku,melancarkan aksiku.hari ini benar-benar luar biasa.batin jenia senang.


Lusi tidak bisa membuka mulutnya,dia akan kalah ketika jenia mengancam dirinya dengan Video miliknya empat tahun yang lalu.


Wanita tokek ini pasti punya niat buruk kepadaku.gumam hati lusi dengan mata yang masih menatap Jenia di depannya.


Jenia:"Sekarang kau ikut aku,kita harus makan siang.ya walupun sekarang sudah jam tiga sore."ajaknya dengan menatap jam mahal di tangan kirinya.


Lusi:"Aku tidak bisa Jenia,kau sendiri saja."menolak dan seketika masuk kedalam mobilnya,tapi jenia tidak membiarkan lusi pergi begitu saja.


Jenia:"Aku memaksa Lusiana,apa kau tidak rindu dengan sahabtmu ini."menarik tangan lusi yang ingin masuk kedalam mobilnya.


Lusi menatap tangannya yang di sentuh jenia, melihat tatapan itu jenia seketika menyingkirkan tangannya dan menatap lusi intes.


Lusi:"Baiklah,jenia."menerima tawaran jenia dengan terpaksa,dan di balas senyuman kecut dari Jenia.


Jenia:"Ikuti mobilku Lusi,dan jangan coba-coba untuk lari.ingat,aku mempunyai rahasiamu."ucapnya dan perlahan berjalan ke arah mobilnya.


Lusi lagi-lagi hanya bisa diam,hatinya begitu tidak tenang pirasatnya buruk.


Apa dia masih mengharapkan kak Ari,tapi apa ya.kan kak Ari sudah menikah.batin lusi yang tengah membawa mobilnya mengikuti mobil milik jenia.


.


.


.


Atmaja grup...


Laki-laki tampan yang tengah sibuk dengan laptop di atas meja kerjanya,Siapa lagi kalau bukan tuan Ari Atmaja.


Dia begitu serius dengan pekerjaannya, terlihat dari mimik wajahnya yang nampak berwibawa,matanya begitu tajam menatap layar Laptopnya,dan beberapa berkas yang ada di sisi mejanya.


Tok..... tok.... seseorang mengetuk pintu kerjanya.


Ari:"Masuk."matanya masih menatap laptop.


Tak lama seseorang masuk atau tepatnya Sekertaris jaka.


Jaka:"Tuan muda."membungkuk ketika sudah sampai di depan meja kerja Tuan Ari.


Ari:"Emm."masih menatap laporan.


Jaka:"Semuanya sudah beres,tuan.?"ucapan itu membuat Ari menghentika Aktifitasnya, dan menatap jaka.


Ari:"Aku tidak mau ada yang kurang jaka, semuanya harus sama persis dengan aslinya."


Jaka:"Ya tuan muda,semua seperti apa yang anda inginkan."jawabnya sopan.


Ari tersenyum dan meminta jaka untuk keluar, jaka mengangguk dan membungkuk setelah itu dia beranjak pergi dari ruang kerja tuannya.


Ari menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya, dan menatap langit-langit ruang kerjanya.


Ari:"Malam ini,apa yang kamu inginkan akan terkabul.hon."gumamnya dan terus tersenyum senang.


Semalam ketika mereka selesai dengan berolahraga,Nana meminta kepada suaminya untuk pergi ke suatu tempat.seperti hutan misalnya,karena nana ingin sekali berkemah di luar ruangan.


Awalnya Ari kaget dan menolak,tapi melihat raut wajah sedih istrinya.Ari mengagguk dan mengabulkan ke inginan istrinya itu.


Nana senang bukan main dia bahkan memberi hadiah berupa ronde kedua. mendapatkan tawaran itu,Ari tidak menolak. dia dengan senang menerima tawaran itu.


Mengingat itu Ari terus tersenyum"Akan aku berikan apapun yang kamu inginkan,honey. apapun."gumam Ari dan perlahan dia kembali menatap laptopnya.


.


.


.


Di mansion,Nana tengah meracik sesuatu di dapur.dia begitu serius menatap hpnya.


Beberapa pelayan hanya diam di belakang Nana,mereka ingin membantu.tapi nana menolak,pelayan di dapur hanya diam menyaksikan Nona muda mereka asik dengan dunianya.


Nana:"Tinggal tambahkan madu."gumamnya dengan menuangkan madu ke dalam gelas yang sudah terdapat bahan racikan.


Nana tengah membuat Ramuan untuk menyuburkan rahimnya,ya walupun dokter wulan mengatakan rahimnya sudah baik-baik saja.tapi Nana masih penasaran dengan obat alami,di mana di katakan di dalam artikel yang pernah dia baca.bahwa ramuan ini begitu ampuh untuk menyuburkan rahim.


Tangannya dengan pelan mengaduk gelas kaca,matanya terus menatap warna kuning pekat ramuan itu.

__ADS_1


Nana:"Akan seperi apa ya rasanya.?"gumamnya dengan berjalan pelan ke arah meja makan,yang di khususkan untuk para pelayan.


Melihat Nona muda mereka akan duduk di meja makan itu,kepala pelayan dengan cepat berjalan mengikuti Nana.


"Maaf,Nona muda."ucap kepala pelayan sopan.


Nana yang ingin duduk seketika menatap kepala pelayan itu heran.


Nana:"Ya bu,kenapa.?"


"Silahkan nona duduk di meja makan depan, ini khusus pelayan nona."


Nana:"Memangnya kenapa,bu.?"menatap bingung.


Kepala pelayan itu tidak menjawab,dia hanya diam dengan menundukkan kepalanya.


Nana mengerti dengan ucapan kepala pelayan itu,seketika dia mengagguk.dan perlahan keluar dari dapur,meninggalkan wanita paruhbaya yang di yakini sebagai kepala pelayan di mansion.


Kenapa aku tidak boleh duduk di tempat makan para pelayan,dan kapan mommy pulang.aku sudah tidak betah di sini, Lusi juga belum kembali.batin nana.


Setelah sampai di meja makan yang begitu besar,Nana tanpa ragu meminum ramuan buatannya sampai habis.


Nana:"ueee,uhhhh rasanya aneh. uhhhh."wajahnya begitu aneh setelah meminum ramuan yang di yakini dapat menyuburkan rahimnya.


Untuk menghilangkan rasa aneh di mulutnya Nana meminum air mineral yang sudah tersedia di atas meja makan.


Nana:"Mudah-mudahan ada hasilnya."gumamnya dan perlahan kembali kedapur dengan gelas di tangannya.


.


.


.


Di sebuah cafe elit yang ada di dalam Mall di mana terdapat dua wanita yang sama-sama cantik.siapa lagi kalau buka Lusi,dan jenia.


Kedunya tengah duduk berhadapan,tapi ekspresi lusi begitu jengkel dan marah ketika mendengar ucapan dari Jenia.


Lusi:"Apa kau sudah gila jenia,aku tidak mau."seketika berdiri dan membuat jenia kaget.


Jenia:"Duduk lusi,apa kau sengaja ingin aku memperlihatkan Vid-


Jenia tidak melanjutkan ucapnnya karena lusi seketika duduk.jenia yang melihat itu tersenyum senang.


Lusi:"Berhenti mengancamku dengan itu, jenia."menatap jenia dengan penuh amarah.


Jenia:"Dengar lusi,aku sudah tidak ingin membuang waktu ku lagi.seperti yang aku ucapkan tadi,kau harus membantuku.kalau rencana ini berhasil,aku akan memberikan rekaman itu kepadamu.aku berjanji."ucapan itu membuat lusi diam pikirannya begitu kacau.


Jenia dengan cepat merogok tas milik lusi,dia seperti mencari sesuatu.lusi sendiri tidak sadar ketika jenia membuka tas miliknya.


Jenia tersenyum ketika mendapati barang yang dia cari di tas milik lusi.


Lusi:"Apa yang kamu lakukan, kembalikan."ucapnya dan berusaha mengambil hpnya.


Tapi jenia dengan cepat menarik tangannya, yang tengah memegang hp milik lusi.


Jenia:"Diamlah,aku hanya ingin meminta nomor telponmu."jawabnya.


Lusi:"Kembalikan,jenia."tangannya berusaha menarik hpnya.


Tapi jenia menatap lusi intes"Diam lusi,aku hanya ingin meminta nomer hpmu saja."ulangnya.


Tak lama hp lusi berbunyi,menandakan ada panggilan masuk.


Jenia memberikan hp lusi kembali"itu Nomer hpku,ingat lusi.aku akan menghubungi dirimu tiga hari lagi,ingat.tiga hari lagi."ucapnya dan berlalu pergi meninggalkan lusi yang masih diam tidak bergerak.


Apa yang harus aku lakukan,kepada siapa aku meminta tolong.kak ipar maafkan aku, maaf.batin lusi.


.


.


.


Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 18:05waktu setempat.


Nana dengan sabar menunggu kepulangan suaminya,Ari sudah memberi tahukan kalau dia akan pulang terlambat.dan sepuluh menit yang lalu Nana mendapatkan telpon dari suaminya kalau dirinya sebentar lagi akan sampai mansion.


Dari jauh Nana melihat mobil milik suaminya, memasuki pekarangan mansion.


Ari tersenyum ketika melihat istrinya tengah berdiri menyambutnya.


Ari:"Jaka,apa kau yakin dia tidak tahu dengan rencana ku ini.?"tanyanya dengan masih menatap Nana.


Jaka:"Tuan tenang saja,nona tidak akan tahu tuan."sahutnya sopan.


Ari mengembuskan nafasnya lega,dia tidak ingin rencana ini gagal.


Tak lama mobil yang di bawa Sekertaris jaka berhenti,dan seperti biasa.dia akan turun membukakan pintu belakang mobil.


"Silahkan,tuan."berdiri di samping pintu mobil.


Ari turun dan melangah menuju istrinya yang tengah berjalan ke arahnya.


Nana:"Yank."tersenyum menatap suami bulenya.


Ari:"Honey."sahutnya manja dan dengan cepat memeluk Nana.

__ADS_1


Nana:"Cape ya.?"tanyanya yang tengah di hujani ciuman di keningnya.


Ari:"Tadinya aku cape,sekarang sudah tidak lagi."


Nana tersenyum mendengar gombalan suaminya.


Ari:"Dimana,Lusi.?"perlahan melonggarkan pelukanya.


Sekertaris jaka yang ada di belakang kedua majikannya,menatap Area mansion.dia seperti mencari sesuatu.?


Apa dia sudah tidur,tapi ini masih sore.?batin jaka.


Nana:"Dia belum pulang,tadi dia bilang ingin berjalan-jalan sebentar."terangnya.


Ari mengagguk-anggukan kepalanya,dan perlahan masuk dengan nana di sampingnya.


Jaka yang mendengar ucapan nona mudanya, sedikit merasa khwatir ketika mendengar Lusi belum kembali.


Kemana dia pegi.batin jaka yang tengah melangkah masuk mansion.


Ingin rasanya jaka pulang,tapi urusanya dengan tuan muda ari belum selesai.


Ketika sudah sampai di dalam mansion,Ari meminta kepada istrinya untuk duduk di sofa ruang keluarga.


Nana:"Loh,ada apa yank.kan aku mau bantu kamu mandi."berbisik di telinga Ari.


Ari:"Malam ini biar aku mandi sendiri,aku ada kejutan buat kamu.jadi kamu diam,duduk yang manis.aku tidak akan lama,hanya sepuluh menit saja."pintanya dengan perlahan mendudukan Nana yang menurut kebingungan.


Sebelum beranjak menaiki tangga,Ari mencium kening nana.


Ari:"Diam ya,tunggu aku."ucapnya setengah berteriak dan menghilang di telan pintu kamarnya.


Nana hanya tersenyum melihat tingkah suaminya.


Kejutan apa sih,aku jadi penasaran.batin nana.


Sekertaris jaka yang tengah menuruni tangga mansion,berhasil membuat nana berdiri.


Jaka sendiri baru keluar dari ruang kerja tuan muda Ari,dan jaka yang melihat nona mudanya berdiri dengan menatap dirinya. membuat jaka menundukan kepalanya.


Jaka terus berjalan dan berusaha untuk tidak berhenti di depan nona mudanya.


Jalan terus,jaka.batin jaka.


Nana:"Sekertaris jaka."langkahnya terhenti ketika nonanya memanggil dirinya.


Jaka:"Iya Nona,ada apa.? "jawabnya tanpa mengangkat kepalanya.


Nana:"Apa anda tahu dengan kejutan yang di persiapkan,tuan ari.?"tanyanya penasaran.


Jaka:"Tidak nona,maaf saya permisi."membunguk dan berlalu pergi menginggalkan Nana yang dia kebingungan.


Nana:"Laki-laki itu,benar-benar."gumamnya kesal dan kembali duduk di atas sofa empuk.


Sepuluh menit telah berlalu,Nana yang tengah duduk dengan malas seketika menatap tangga mansion.


Wanita cantik itu tersenyum ketika mendapati suami tampannya,tengah menuruni anak tangga mansion.


Ari:"Honey."tersenyum melihat istrinya.


Nana hanya tersenyum,dia semakin mencintai suaminya yang malam ini begitu tampan dan segar,wajahnya yang memang lebih dominan keturunan orang bule, membuat nana masih belum percaya laki-laki itu adalah suaminya.


Ari:"Hei,kenapa bengong.huh.?"tanyanya yang kini berdiri di depan nana yang tengah duduk menatap suaminya.


Nana:"eh yank,oh ya.katanya mau kasih kejutan,apa yank.?"ingatnya dan perlahan berdiri.


Ari tersenyum dan mencium bibir nana dengan cepat.


Ari:"Sekarang,tutup matanya dulu."


Tanpa bertanya,nana berbalik karena suaminya tengah menutup matanya.


Nana:"Mau kemana yank.?"tanyanya penasaran.


Ari:"Udah diam aja."sahutnya yang tengah berjalan di belakang istrinya.


Ari terus berjalan dengan menutup mata nana,kaki mereka melangkah kearah samping mansion.


Ari:"Sebentar lagi aku akan membuka matamu ya,hon siap-siap."peritah itu di jawab anggukan oleh nana.


Tak lama Ari menyingkirkan tanganya yang tadi menutup mata sipit istrinya.


Ketika mata nana sudah tidak tertutup tangan suaminya,pelan nana membuka matanya.


Pandangan matanya masih samar,dan ketika penglihatanya normal kembali.dia melihat sesuatu di depan matanya.


Nana:"Yank,ini.!"matanya menatap Ari.


Ari:"Kamu suka kan,honey."tanyanya antusias.


Nana hanya diam,raut wajahnya nampak kebingungan.


Aku memang meminta berkemah,tapi bukan di belakang mansion juga,dia itu pelit atau bagaimana sih.batin nana.


.


.

__ADS_1


.


Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.


__ADS_2