ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
INTROGASI


__ADS_3

Setelah drama yang menyentuh itu,kini pasangan suami istri yang sudah mengetahui perasaan cinta di antara mereka tengah bermain Air di dalam kamar mandi.


.


.


Ari:"Honey,aku ga mau tidur sendiri lagi. rasanya tidak nyaman."keluhnya dengan punggung yang tengah di gosok pelan oleh nana.


.


.


Nana:"Makanya,jangan macem-macem."sahut nana dengan gosokan punggung Ari yang di buat cepat,yang mana membuat Ari kesakitan


.


.


Ari:"Iya maaf,sakit honey.pelan-pelan."jawab Ari dengan anggota tubuh yang mengeliat karna gosokan punggung yang menyakitkan.


.


.


Nana memang sudah memaafkan Ari,tapi hatinya masih merasa kesal.bahkan bayangannya sekilas masih mengingat adegan semalam.


.


.


Kini Nana tengah menggiring bayi besarnya untuk ke luar dari dalam kamar mandi,dan dengan cepat Nana memakaikan baju kerja di tubuh tinggi suami bulenya.


.


.


Dengan bantuan kursi kecil,nana tengah memasangkan dasi di kerah kemeja Ari.


.


.


Ari:"Honey,apa semalam kamu merasa kesepian ketika tidur.?"Tanya Ari dengan mata yang terus menatap istri cantiknya, bahkan tanganya tengah melingkar di pinggang nana.


.


.


Nana:"Tidak."sahutnya dengan tangan yang masih sibuk dengan dasi di leher Ari.


.


.


Mendengar itu,Ari hanya menyeringai.dia tau istrinya masih kesal.tapi ari senang karna mereka sudah menyatakan rasa cinta di antara mereka,dan istrinya masih mau menjalankan kewajibanya dengan baik.


.


.


Nana:"Sudah selesai."kini tangan yang sudah tak di area tubuh Ari,dan berniat beranjak turun dari kursi keci itu.


.


.


Ari:"Mau kemana.?"dengan cepat Ari menahan pergerakan nana.


.


.


Nana:"Lepas,ini sudah jam 7 lebih.nanti kamu terlambat."sahut nana dengan wajah yang nampak gugup karna posisi ini benar-benar berbahaya.


.


.


Ari tengah memandang nana,dengan kedua tangan yang masih melingkar di Area pinggang ramping istrinya.


.


.


Ari:"Pagi ini,istriku cantik sekali."pujinya.


.


.


Mendengar pujian itu,seketika pipinya merah merona dan senyum yang nampak di wajahnya.


.


.


Nana:"Terimakasih atas pujianya,hari ini juga suami ku terlihat lebih tampan."balik puji nana dengan malu-malu.


.


.


Ari:"Aku memang selalu tampan."sahutnya dengan tangan yang tengah mencubit gemas hidung nana.


.


.


Memang benar apa yang di katakan Ari,dia memang tampan dan nana tau itu.


.


.


Ari:"honey,sudah tidak marah lagi.?"tanya Ari penuh harap.


.


.


Nana:"Masih,tapi sedikit."sahutnya pelan.


.


.


Dengan posisi berdiri,mereka tengah berpelukan mesra.dan kepala nana tengah bersandar di pundak Ari.


.


.


Ari:"Maaf ya,aku ga akan ulangi lagi hal seperti semalam.dan hari ini aku akan seret wanita itu ke hadapan mu.!"ucapnya dengan suara yang nampak kesal.


.


.


Nana yang tengah bermanja di pundak Ari, dengan cepat mengangkat kepalanya.tapi dengan cepat Ari meletakan kembali kepala istrinya di posisi semula.


.


.


Nana:"Tidak usah yank,aku percaya sama kamu."sahut nana.

__ADS_1


.


.


Ari:"Terimakasih hon,tapi aku akan tetap menyeret wanita itu?.jawab Ari dengan hujanan ciuman di kening nana.


.


.


Nana:"Tolong jangan sakiti wanita itu."pinta nana.


.


.


Tidak banyak yang nana bisa lakukan,ketika suamianya berkata dan memerintah.


.


.


Ari tidak menjawab,dia masih sibuk dengan bibinya yang tengah mencium kening istrinya.


.


.


Ketika sedang Asik bermaja di pelukan suaminya,Nana tiba-tiba teringat sesuatu,dan seketika mengangkat kepanya.yang mana membuat Ari menghentikan Aktifitas bibinya.


.


.


Nana:"Yank,aku belum buat sarapan.!"ingatnya.


.


.


Nana sampai melupakan sarapan untuk suaminya,karna ketika mereka berpelukan, dan berciuman di ambang pintu.dengan cepat nana menarik Ari untuk bergegas mandi.


.


.


Ari:"Pagi ini,aku sarapannya kamu aja."goda Ari di telinga nana.


.


.


Matanya seketika membulat akan bisikan itu, dan nana memukul dada Ari.


.


.


Nana:"Bule mesum."ucapnya dengan malu.


.


.


Di kamar itu mereka tertawa,dan masih betah bermanja satu sama lainya,mungkin pagi ini mereka akan berolahraga pagi,atau tidak. hanya mereka yang tau.


.


.


.


Raihan tengah sarapan dengan roti bakar, yang di siapkan pelayan di dalam apartemenya.


.


.


.


.


Raihan:"Apa hari ini,ada pertemuan penting.?"tanya raihan tanpa menoleh.


.


.


Gunawan:"Ya tuan,sekitar jam 2 siang anda akan bertemua dengan tuan erik."jawabnya


.


.


Raihan mempunyai perusahan di bidang properti,dan sekarang perusahannya tengah menajak naik dan mulai terkenal.


.


.


Raihan:"Mudurkan,karna aku ada urusan penting."tiba-tiba merubah jadwal.


.


.


Sekertarisnya hanya diam padahal hatinya benar-benar kesal,tapi dia tidak bisa berbuat banyak.selain mengangguk paham.


.


.


Ketika sedang Asik memakan sarapanya, pelayan perempuan yang sudah nampak tua itu tak sengaja menjatuhkan susu yang akan dia berikan kepada tuan raihan.


.


.


Gelas yang berisi susu itu pun jatuh,dan mengenai sepatu mahalnya.


.


.


Raihan:"Apa kau tidak punya otak hah,lihat sepatuku sekarang basah dengan susu yang lengket."bentaknya dengan posisi berdiri.


.


.


Sekertaris gunawan hanya bisa diam melihat pemandangan yang ada di depan matanya.


.


.


Bu nin,kenapa membuat masalah di pagi ini.gumam hati gunawan.


.


.


Pelayan itu dengan sigap berjongkok,dan berniat mengelap sepatu raihan yang sudah basah terkena tumpahan susu..


.

__ADS_1


.


bu nin:"Maafkan saya tuan muda,saya tidak sengaja."ucapnya dengan wajah yang nampak ketakutan.


.


.


Raihan:"Jangan sentuh sepatu ku,kau sudah merusak suasana hatiku.sekarang pergi dari hadapan ku,hari ini kamu saya pecat. keluar."tangannya sampai menunjuk-nunjuk wajah pelayan yang sudah nampak tua itu.


.


.


Bu nin dengan pelan melangkah pergi dari hadapan tuanya,pipinya basah karna air mata. memohon pun tidak akan merubah keputusan tuan Raihan.


.


.


Raihan:"Gunawan,cari pelayan baru.kalau bisa yang masih muda,jangan yang sudah tua. menghambat waktuku saja."titahnya dengan suara yang masih meninggi.


.


.


Gunawan:"Baik tuan."


.


.


Raihan:"Pelayan sia**an,sepatu mahal ku jadi basah,dan lengket."kesalnya dengan mata yang melihat sepatunya yang basah.


.


.


.


Nana pagi ini tengah menyuami Ari dengan roti,dan omlet.karna dia lupa tidak membuat sarapan.


.


.


Ari dengan lahap memakan sarapan yang nampak sederhana itu.


.


.


Nana:"Yank,ingat jangan di apa-apain ya wanita itu.?"tanya nana yang masih sibuk menyuapi Ari.


.


.


Ari:"Boleh,tapi dengan satu syarat."sahutanya dengan mulut yang tengah mengunyah.


.


.


Nana:"Syarat apa.?"wajahnya nampak ketakutan.


.


.


Nana tahu apa yang ada di dalam pikiran suaminya itu,karna tadi ketika bermanja Ari berharap bisa bermain dengan istrinya.


.


.


Tapi nana menolak,karna dia beralasan ini sudah pagi dan nanti akan membuat Ari terlambat ke keantor.


.


.


Ari:"Itu loh hon, semalam kita tidak.!"matanya tengah mengedip dengan cepat ke arah nana.


.


.


Dengan cepat nana mengangguk,melihat kedipan mata Ari.


.


.


Ari:"Baiklah honey,hari ini suami mu ini akan pulang lebih cepat.bersiaplah."sahut Ari senang.


.


.


Melihat kekonyolan suami bulenya itu,nana hanya tersenyum dengan gelengan kepalanya.


.


.


.


Mobil Ari tengah melaju dengan kecepatan sedang,setelah bermanja-manja dengan nana.dan mendapatkan kiss seperti biasa,Ari kini tengah menaiki mobilnya untuk pergi bekerja.


.


.


Hatinya benar-benar bahagia,dan tidak pernah berhenti tersenyum.


.


.


Seketaris jaka yang tengah mengemudi,di buat heran dengan sikap tuan mudanya.


.


.


Coba setiap hari seperti ini tuan,saya akan benar-benar betah bekerja dengan anda.gumam hati jaka.


.


.


"Berhenti,jaka."titah Ari tiba-tiba.


.


.


Dengan cepat mobil mewah itu berhenti.


Jaka:"Maaf tuan,ada apa.?"tanya jaka penasaran.


.


.

__ADS_1


Ari:"kau lihat wanita yang ada di sebarang jalan itu?sekarang kamu turun.dan seret dia."titahnya dengan mata yang terus menatap keluar jendela mobil.


__ADS_2