
Setelah drama yang menyentuh itu,kini pasangan suami istri yang sudah mengetahui perasaan cinta di antara mereka tengah bermain Air di dalam kamar mandi.
.
.
Ari:"Honey,aku ga mau tidur sendiri lagi. rasanya tidak nyaman."keluhnya dengan punggung yang tengah di gosok pelan oleh nana.
.
.
Nana:"Makanya,jangan macem-macem."sahut nana dengan gosokan punggung Ari yang di buat cepat,yang mana membuat Ari kesakitan
.
.
Ari:"Iya maaf,sakit honey.pelan-pelan."jawab Ari dengan anggota tubuh yang mengeliat karna gosokan punggung yang menyakitkan.
.
.
Nana memang sudah memaafkan Ari,tapi hatinya masih merasa kesal.bahkan bayangannya sekilas masih mengingat adegan semalam.
.
.
Kini Nana tengah menggiring bayi besarnya untuk ke luar dari dalam kamar mandi,dan dengan cepat Nana memakaikan baju kerja di tubuh tinggi suami bulenya.
.
.
Dengan bantuan kursi kecil,nana tengah memasangkan dasi di kerah kemeja Ari.
.
.
Ari:"Honey,apa semalam kamu merasa kesepian ketika tidur.?"Tanya Ari dengan mata yang terus menatap istri cantiknya, bahkan tanganya tengah melingkar di pinggang nana.
.
.
Nana:"Tidak."sahutnya dengan tangan yang masih sibuk dengan dasi di leher Ari.
.
.
Mendengar itu,Ari hanya menyeringai.dia tau istrinya masih kesal.tapi ari senang karna mereka sudah menyatakan rasa cinta di antara mereka,dan istrinya masih mau menjalankan kewajibanya dengan baik.
.
.
Nana:"Sudah selesai."kini tangan yang sudah tak di area tubuh Ari,dan berniat beranjak turun dari kursi keci itu.
.
.
Ari:"Mau kemana.?"dengan cepat Ari menahan pergerakan nana.
.
.
Nana:"Lepas,ini sudah jam 7 lebih.nanti kamu terlambat."sahut nana dengan wajah yang nampak gugup karna posisi ini benar-benar berbahaya.
.
.
Ari tengah memandang nana,dengan kedua tangan yang masih melingkar di Area pinggang ramping istrinya.
.
.
Ari:"Pagi ini,istriku cantik sekali."pujinya.
.
.
Mendengar pujian itu,seketika pipinya merah merona dan senyum yang nampak di wajahnya.
.
.
Nana:"Terimakasih atas pujianya,hari ini juga suami ku terlihat lebih tampan."balik puji nana dengan malu-malu.
.
.
Ari:"Aku memang selalu tampan."sahutnya dengan tangan yang tengah mencubit gemas hidung nana.
.
.
Memang benar apa yang di katakan Ari,dia memang tampan dan nana tau itu.
.
.
Ari:"honey,sudah tidak marah lagi.?"tanya Ari penuh harap.
.
.
Nana:"Masih,tapi sedikit."sahutnya pelan.
.
.
Dengan posisi berdiri,mereka tengah berpelukan mesra.dan kepala nana tengah bersandar di pundak Ari.
.
.
Ari:"Maaf ya,aku ga akan ulangi lagi hal seperti semalam.dan hari ini aku akan seret wanita itu ke hadapan mu.!"ucapnya dengan suara yang nampak kesal.
.
.
Nana yang tengah bermanja di pundak Ari, dengan cepat mengangkat kepalanya.tapi dengan cepat Ari meletakan kembali kepala istrinya di posisi semula.
.
.
Nana:"Tidak usah yank,aku percaya sama kamu."sahut nana.
__ADS_1
.
.
Ari:"Terimakasih hon,tapi aku akan tetap menyeret wanita itu?.jawab Ari dengan hujanan ciuman di kening nana.
.
.
Nana:"Tolong jangan sakiti wanita itu."pinta nana.
.
.
Tidak banyak yang nana bisa lakukan,ketika suamianya berkata dan memerintah.
.
.
Ari tidak menjawab,dia masih sibuk dengan bibinya yang tengah mencium kening istrinya.
.
.
Ketika sedang Asik bermaja di pelukan suaminya,Nana tiba-tiba teringat sesuatu,dan seketika mengangkat kepanya.yang mana membuat Ari menghentikan Aktifitas bibinya.
.
.
Nana:"Yank,aku belum buat sarapan.!"ingatnya.
.
.
Nana sampai melupakan sarapan untuk suaminya,karna ketika mereka berpelukan, dan berciuman di ambang pintu.dengan cepat nana menarik Ari untuk bergegas mandi.
.
.
Ari:"Pagi ini,aku sarapannya kamu aja."goda Ari di telinga nana.
.
.
Matanya seketika membulat akan bisikan itu, dan nana memukul dada Ari.
.
.
Nana:"Bule mesum."ucapnya dengan malu.
.
.
Di kamar itu mereka tertawa,dan masih betah bermanja satu sama lainya,mungkin pagi ini mereka akan berolahraga pagi,atau tidak. hanya mereka yang tau.
.
.
.
Raihan tengah sarapan dengan roti bakar, yang di siapkan pelayan di dalam apartemenya.
.
.
.
.
Raihan:"Apa hari ini,ada pertemuan penting.?"tanya raihan tanpa menoleh.
.
.
Gunawan:"Ya tuan,sekitar jam 2 siang anda akan bertemua dengan tuan erik."jawabnya
.
.
Raihan mempunyai perusahan di bidang properti,dan sekarang perusahannya tengah menajak naik dan mulai terkenal.
.
.
Raihan:"Mudurkan,karna aku ada urusan penting."tiba-tiba merubah jadwal.
.
.
Sekertarisnya hanya diam padahal hatinya benar-benar kesal,tapi dia tidak bisa berbuat banyak.selain mengangguk paham.
.
.
Ketika sedang Asik memakan sarapanya, pelayan perempuan yang sudah nampak tua itu tak sengaja menjatuhkan susu yang akan dia berikan kepada tuan raihan.
.
.
Gelas yang berisi susu itu pun jatuh,dan mengenai sepatu mahalnya.
.
.
Raihan:"Apa kau tidak punya otak hah,lihat sepatuku sekarang basah dengan susu yang lengket."bentaknya dengan posisi berdiri.
.
.
Sekertaris gunawan hanya bisa diam melihat pemandangan yang ada di depan matanya.
.
.
Bu nin,kenapa membuat masalah di pagi ini.gumam hati gunawan.
.
.
Pelayan itu dengan sigap berjongkok,dan berniat mengelap sepatu raihan yang sudah basah terkena tumpahan susu..
.
__ADS_1
.
bu nin:"Maafkan saya tuan muda,saya tidak sengaja."ucapnya dengan wajah yang nampak ketakutan.
.
.
Raihan:"Jangan sentuh sepatu ku,kau sudah merusak suasana hatiku.sekarang pergi dari hadapan ku,hari ini kamu saya pecat. keluar."tangannya sampai menunjuk-nunjuk wajah pelayan yang sudah nampak tua itu.
.
.
Bu nin dengan pelan melangkah pergi dari hadapan tuanya,pipinya basah karna air mata. memohon pun tidak akan merubah keputusan tuan Raihan.
.
.
Raihan:"Gunawan,cari pelayan baru.kalau bisa yang masih muda,jangan yang sudah tua. menghambat waktuku saja."titahnya dengan suara yang masih meninggi.
.
.
Gunawan:"Baik tuan."
.
.
Raihan:"Pelayan sia**an,sepatu mahal ku jadi basah,dan lengket."kesalnya dengan mata yang melihat sepatunya yang basah.
.
.
.
Nana pagi ini tengah menyuami Ari dengan roti,dan omlet.karna dia lupa tidak membuat sarapan.
.
.
Ari dengan lahap memakan sarapan yang nampak sederhana itu.
.
.
Nana:"Yank,ingat jangan di apa-apain ya wanita itu.?"tanya nana yang masih sibuk menyuapi Ari.
.
.
Ari:"Boleh,tapi dengan satu syarat."sahutanya dengan mulut yang tengah mengunyah.
.
.
Nana:"Syarat apa.?"wajahnya nampak ketakutan.
.
.
Nana tahu apa yang ada di dalam pikiran suaminya itu,karna tadi ketika bermanja Ari berharap bisa bermain dengan istrinya.
.
.
Tapi nana menolak,karna dia beralasan ini sudah pagi dan nanti akan membuat Ari terlambat ke keantor.
.
.
Ari:"Itu loh hon, semalam kita tidak.!"matanya tengah mengedip dengan cepat ke arah nana.
.
.
Dengan cepat nana mengangguk,melihat kedipan mata Ari.
.
.
Ari:"Baiklah honey,hari ini suami mu ini akan pulang lebih cepat.bersiaplah."sahut Ari senang.
.
.
Melihat kekonyolan suami bulenya itu,nana hanya tersenyum dengan gelengan kepalanya.
.
.
.
Mobil Ari tengah melaju dengan kecepatan sedang,setelah bermanja-manja dengan nana.dan mendapatkan kiss seperti biasa,Ari kini tengah menaiki mobilnya untuk pergi bekerja.
.
.
Hatinya benar-benar bahagia,dan tidak pernah berhenti tersenyum.
.
.
Seketaris jaka yang tengah mengemudi,di buat heran dengan sikap tuan mudanya.
.
.
Coba setiap hari seperti ini tuan,saya akan benar-benar betah bekerja dengan anda.gumam hati jaka.
.
.
"Berhenti,jaka."titah Ari tiba-tiba.
.
.
Dengan cepat mobil mewah itu berhenti.
Jaka:"Maaf tuan,ada apa.?"tanya jaka penasaran.
.
.
__ADS_1
Ari:"kau lihat wanita yang ada di sebarang jalan itu?sekarang kamu turun.dan seret dia."titahnya dengan mata yang terus menatap keluar jendela mobil.