ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
SERANGAN HATI


__ADS_3

Keduannya sama-sama diam tak bersuara,Ari begitu gugup ketika melihat seseorang yang ada di depan matanya.


Begitupun sebaliknya,wanita berparas cantik nan jelita itu hanya tersenyum canggung.dan sesekali menatap Ari seolah kagum dan terpesona akan ketampanan suami dari Nana Atmaja.


"Apa kabar.?"Tanya Ari seraya mengulurkan tangannya ke arah gadis itu.


Sebelum menerima jabatangan Ari,wanita cantik itu tersenyum."Kabar aku baik."Sahutnya sopan dan menerima jabatangan Ari.


Keduanya saling berjabat tangan tapi itu tidak berlangsung lama.


Ari dan wanita itu seketika diam,dan merasakan kecanggungan yang luar biasa di tengah orang-orang yang berlalu lalang di sekitar mereka.


"Kamu apa kabar.?"Tanya balik wanita yang tengah berdiri di depan Ari.


"Aku juga baik."jawab Ari cepat.


Wanita cantik itu mengangguk-anggukan kepalanya,dirinya seolah bingung harus berkata apa lagi begitupun sebaliknya.


Dan keduanya kembali diam,Ari sampai melupakan niatnya untuk mengabari Mommy Kei tentang jenis kelamin calon buah hatinya.


Di tengah rasa canggung yang menyelimuti keduanya,Ari teringat akan sang istri.


"Ra,aku duluannya."ucap Ari dan berjalan pergi meninggalkan wanita yang bernama lengkap Rara seorang diri.


Rara mengangguk pelan dan menatap Ari yang tengah berlari.


"Sedang apa dia di sini,apa ada kerabatnya yang sakit.?"pikir Rara,wajahnya terlihat bingung.


Aku belum meminta no teleponnya,tapi dia sudah pergi.sesal hati Rara,tapi dia begitu senang jika mengingat pertemuan yang tidak sengaja dengan Ari.


Rara menarik nafasnya pelan,dan kembali berjalan menyusuri lorong rumah sakit dengan perasaan senang karna sudah bertemu dengan teman masa lalunya!


.


.


Ari terus berlari dan raut wajahnya begitu ketakutan,karna dia sudah menghabiskan waktu yang seharusnya ia gunakan untuk menghubungi mommy Kie.tapi malah ia pergunakan untuk bertemu dengan Rara walupun itu tidak sengaja.


"Apa dia marah.?"tanya Ari di tengah larinya menuju ruang USG.


Nana dan dokter Wulan seketika menatap pintu yang di buka cepat.


"Yank,kok lama.?"tanya Nana yang tengah duduk berhadapan dengan dokter Wulan.


Ari berjalan menghampiri sang istri dengan nafas yang memburu."Maaf ya."sahutnya tidak enak.


Nana:"Tidak apa-apa."


Ari duduk di samping Nana dan menggenggam tangan sang istri erat.


"Baik Nona,apa ada yang mau anda tanyakan lagi.?"tanya dokter Wulan.

__ADS_1


"Sepertinya tidak ada dok."sahut Nana pelan.


Dokter Wulan mengangguk dan memberikan vitamin untuk Nana dan calon jagoan mereka.


Ari hanya diam tidak ikut berbicara seperti biasa,pikirannya melayang dan kembali mengingat pertemuan yang tidak sengaja dengan Rara.


Dari dulu aku selalu memendam prasaan ini, tapi kenapa dia datang.bukannya dia tidak akan pernah kembali kenegaraku,terus sekarang apa,Ari apa yang kau pikirkan.tidak-tidak aku harus melupakan rasa itu,sekarang aku sudah mempunyai istri dan sebentar lagi aku juga akan menjadi seorang ayah.ingat Ari dia hanya masalalu.gumam hati Ari dan menatap asal.


.


.


Di perjalana Ari tidak banyak bicara,dia hanya diam dan matanya fokus menatap jalan raya.


Nana melirik suaminya"Yank.?"Tegur Nana yang tengah memakan sepotong roti dengan selai coklat.


Ari seketika tersentak padahal suara sang istri begitu halus"Iya honey"sahut Ari gugup.


"Kamu kenapa kok dari tadi diam saja,apa ada masalah.?"Tanya Nana curiga.


Ari tersenyum kecut mendengar pertanyaan itu,perlahan tangannnya mengusap bibir Nana yang nampak selai di sana"Tidak ada apa-apa hon,aku hanya lelah saja."jawaban bohong itu membuat Nana mengangguk.


"Kalau kamu lelah,tidak jadi dong Dinnernya.?"Tanya Nana cengengesan.


"Bagaimana kalau besok malam saja dinnernya,malam ini kita istirahat ya honey.?"Tanya Ari tidak enak.


"Baiklah yank,aku tidak akan memaksa."sahut Nana cepat dan kembali menggigit sisa roti di tangannya.


Maafkan aku hon,aku belum bisa cerita tentang siapa yang tadi aku temui.nanti aku akan cerita tapi tidak sekarang.ucap hati Ari tidak nyaman.


"Yank"Panggilan dari Nana untuk suaminya tidak di jawab,dan sikap itu membuat Nana bingung.


Mungkin dia lelah sampai tidak mendengar ucapanku,padahal aku kan hanya ingin menanyakan respon mommy.batin Nana.


.


.


Di tempat yang berbeda,wanita cantik yang sudah di yakini Rara baru saja turun dari angkutan umum atau kebih tepatnya ojek online.


"Terimakasih ya,pak."ucap Rara kepada pria tua yang mengantarkan dirinya pulang.


"Sama-sama Nona."sahut pria itu sopan,dan menjalankan motornya meningglkan Rara seorang diri di depan banguna sederhana yang di yakini rumahnya.


Rara berjalan pelan,dan membuka pagar besi yang sudah nampak tua dan sedikit rapuh.


Sebelum sampai di rumahya,gadis cantik itu melewati taman kecil yang penuh dengan tanaman bunga cantik dan berpariatip.


Dia tersenyum bahagia melihat bunga-bunga itu,sejenka ia melupakan rasa sedihnya,dan ketika mengingat Ari membuat dirinya salah tingkah.


Aku harus melupakan dia,apa kamu lupa tadi di jalan ada poster Ari dan istrinya.gumam hati Rara.

__ADS_1


Satu fakta yang baru saja Rara tahu,kalau Ari sudah menikah dan itu membuat Rara tidak dapat mengontrol pikirannya.


Tok... tok..."Bu."Rara mengetuk pintu pelan.


Tak lama pintu terbuka,dan menampak sosok wanita paruh baya dengan tatapan tajam.


"Jangan bilang hari ini kamu belum mendapatkan pekerjaan.?"Sergah cepat wanita yang di yakini ibu dari Rara.


"Belum Bu."sahut Rara pelan,wajahnya terlihat sendu dan ketakutan.


Wanita itu berdecak kesal"Lihat sekarang Rara,ayahmu mati dan kita yang harus menanggung hutang-hutangnya.aku sudah muak dengan keadaan ini."setelah mengatakan itu ibu dari Rara membanting pintu,dan masuk kedalam rumah meninggalkan Rara seorang diri.


Rara menitikan air matanya setelah mendengar keluhan sang ibu tiri.?


Ayah maafkan ibu,dia tidak bermaksud mengatakan itu.Rara janji akan lebih giat lagi mencari pekerjaan,supaya ibu tidak marah-marah lagi.lirih hati Rara.


.


.


Ari dan Nana tengah menikmati makan malam dengan tenang seperti biasa.


Sepuluh menit yang di habiskan untuk mengisi perutnya keduanya.


Dan seperti biasa,Ari dan Nana akan mengabiskan waktu di ruang keluarga sebelum naik kekamar untuk beristirahat.


Nana:"Yank."ucapnya yang tengah duduk di samping Ari manja.


Ari:"Katakan,honey."sahutnya dan mendekap tubuh istrinya erat.


"Apa kata,mommy.?"Tanya Nana.


Ari mengerutkan keningnya"Mommy, maksdunya.?"menatap Nana bingung.


Nana:"Bukannya tadi waktu di rumah sakit, kamu mau memberitahukan mommy.?"


Ari diam sejenak,otaknya benar-benar melupakan hal itu."Oh tadi,emm itu mommy. tidak bisa di hubungi hon."Jawab Ari bohong.


Nana:"Oh begitu,mungkin mommy sibuk ya yank."Sahutnya yang langsung bersandar manja di dada suami tampannya.


"Mungkin."Jawab Ari pelan,dan otaknya kembali mengingat Rara orang yang dulu pernah singgah dalam hatinya.


Berhenti memikirkan dia,ingat istrimu Ari. jangan buat kesalahan fatal lagi.pikir hati Ari ketakutan.


.


.


Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.


Vote biar aku upnya banyak 👍

__ADS_1


__ADS_2