ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
KAMU BISA HAMIL


__ADS_3

Kini mobil yang membawa pasangan suami istri itu,sudah sampai di parkiran sebuah bangunan yang menjulang tinggi


Yang di yakini adalah sebuah Rumah sakit, Setelah mesin mobil di matikan.seperti bisa Sekertaris jaka akan turun terlebih dahulu membukakan pintu belakang mobil.


Jaka:"Silahkan,tuan."Berada di samping mobil.


Ari turun di susul dengan nana yang di gandeng Ari suaminya.


Nana merasa gugup ketika turun dari dalam mobil,dan Ari melihat itu.


Ari:"Jangan takut,ada aku."menetap lembut.


Nana mengagguk dan kembali tersenyum ceria.


Pasangan suami istri itu melangkah menysuri lorong Rumah sakit,setelah mendaftar.kini mereka sudah bisa bertemu dengan dokter yang akan menangani Nyonya Nana Atmaja, tanpa harus mengantri terlebih dahulu.


Di dalam sebuah ruangan yang bercat putih, Ari dan nana tengah duduk dengan seorang dokter cantik yang waktu itu menangani nana. dokter yang bernama Wulan itu tengah menerangakan jenis penyakit yang membuat rahim nana bermasalah.


Ari begitu serius mendengarkan kalimat demi kalimat yang di terangakan oleh dokter, Sesekali matanya menatap Nana yang diam dengan menundukan kepalanya.


Dokter:"Ada yang mau tuan,atau nona tanyakan.?"tanyanya antusias setelah berbicara panjang lebar.


Ari:"Tadi kata dokter,akan sakit jika berhubungan intim.apa artinya,saya."menatap nana bingung.


Dokter wulan tersenyum mendengar pertanyaan dari tuan muda Ari,dia adalah seorang dokter.jadi dokter wulan paham dengan ucapan Ari yang tidak selesai itu


Dokter:"Tuan tenang saja,itu tidak akan mempengaruhi kualitas berhubungan intim, tapi saya sarankan waktu nya tidak terlalu lama.karena nona sedang melakukan masa terapi."penjelasan dokter berhasil membuat Ari salah tingkah dan tersenyum kecut.


.


.


Setelah di rasa cukup,kini dokter wulan membawa nana kesebuah ruangan yang tidak terlalu besar.di tempat inilah,nana akan melakukan terapi pertamanya,Ari selalu setia mendampingi istrinya.tapi belum nana melakukan terapi.terlebih dahulu suster mengambil sempel darah untuk di cek di laboratorium.


Dengan posisi berbaring,nana di minta untuk tenang dan diam.Ari terus siaga di sisi istrinya,dokter wulan sudah meminta kepada Ari untuk menunggu di luar.tapi dengan tegas dia menolak,hanya Sekertaris jaka lah yang kini berada di luar ruangan itu.


Jam terus berjalan dengan cepat,dan tanpa terasa sudah dua jam lamanya nana melakukan terapi pertamanya.


Terapi sudah selesai,kini Nana di minta untuk mengikuti dokter wulan ke sebuah ruangan lain yang sepertinya sebuah ruangan yang sering di lalui ibu hamil.ya,Nana masuk kedalam ruangan khusus untuk USG,tapi bukan untuk melihat bayinya.melaikan untuk melihat rahimnya.

__ADS_1


Nana dengan patuh mengikuti perintah dokter wulan untuk berbaring.


Ari tidak pernah melepaskan genggaman tangannya,dia terus memberi kekuatan dan senyuman kepada istrinya.


Ya tuhan,berilah keajaiban untuk nona Nana dan tuan Ari. batin dokter wulan yang kini tengah meraba perut rata nana dengan sebuah alat.


Mata Ari dan nana melihat layar di dalam kotak sedang di depan mereka.


Dokter wulan begitu serius menjalankan pekerjaanya,sesekali dia mengagguk-anggukan kepalanya.


Ari:"Bagaimana,dok.?"tanyannya tidak sabar.


Dokter:"Sabar,tuan Ari."sahutnya pelan.


Lamanya dokter wulan melihat rahim Nana, samar dia tersenyum.Ari yang melihat senyum dokter itu seketika melirik istrinya yang tengah berbaring.


Dokter:"Sudah,nona."menatap suster di sampingnya dan mengangguk ke arah suster itu.


Sesuai perintah dokter wulan,suster itu tengah membersihkan sisa Gel yang terdapat di atas perut nana.


Ya tuhan,mudah-mudahan ada kabar baik.batin nana.


Nana:"Bagaimana dok,hasilnya.?"tanyanya penasaran,bahkan Ari yang tengah menggenggam tangan istrinya merasakan keringat dingin di tangan nana.


Dokter wulan tersenyum ceria.


Dokter:"Saya melihat,rahim Nona sudah lebih baik.mungkin satu kali lagi pertemuan,Nona sudah siap untuk mengandung."penjelasan dokter wulan membuat Nana berkaca-kaca saking bahagianya.


Nana:"Terimakasih ya tuhan,aku bisa mengandung hiks... hiks... terimakasih."menatap suaminya yang ada di sisinya.


Ari mengagguk bahagia,dan seketika memeluk tubuh nana.bahkan tanpa malu Ari mencium bibir nana di depan dokter wulan.


Dokter wulan yang melihat haru bercampur kemesraan kedua pasangan muda ini, seketika membuang pandangannya asal.


Ari:"Sebentar lagi,kamu akan hamil."bisiknya di telinga nana dan di jawab lewat anggukan oleh nana.


Dokter:"Ini benar-benar keajaiban nona, selamat.ingat ya,harus menjaga pola makan, dan obat menyubur rahimnya harus selalu di minum."tambah dokter.


Ari melonggarkan pelukannya,dan kembali menatap Nana yang tengah mengaguk mendengar penjelasan dokter wulan.

__ADS_1


Terimakasih tuhan,kau membuat semuanya seperti apa yang aku inginkan.sekarang tinggal telpon daddy,supaya daddy menghubungi tuan surya untuk membatalkan rencana konyol itu.batin Ari.


Nana dan Ari begitu bahagia dengan kabar yang baru saja mereka dengar,apakah kedepanya semuanya seperti apa yang mereka inginkan.atau cobaan semakin banyak saja.


.


.


.


Di Mansion Tuan surya,tengah duduk seorang wanita cantik bertubuh tinggi dengan pakayan yang agak seksi.wanita itu sepertinya bukan berasal dari Negara Ari,dia sepertinya berasal dari negara lain.


"Silahkan di minum,Nona."ucap sopan pelayan yang tengah menyimpan satu buah cangkir kramik berukuran sedang,berisi minuman di dalamnya.


wanita itu tidak menjawab,dia seolah malas menangapi ucapan seorang pelayan.


"Kapan,Kak Ari pulang.?"Tanyanya kepada pelayan yang tengah berdiri sopan di sisinya.


"Mungkin sebentar lagi,Nona."jawabnya sopan.


Wanita itu mengangguk dan mengibaskan tangannya memberi isyarat agar pelayan itu pergi.


Aku ingin tahu,seperti apa istrinya itu,apa dia lebih cantik dari ku.atau sebaliknya.batinnya.


.


.


.Note:"Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.


.


.


Note:"Aku mau kasih info nie,jika kalian suka dengan novel yang penuh perjuangan dalam hidup,dan cinta.kalian bisa baca Novel karya temanku.


Judul:"Cinta Dalam Persimpangan.


Author:"Ami ayiz.

__ADS_1


__ADS_2