
Dengan cepat kaki nana menaiki anak tangga dengan wadah berisi air hangat,dan handuk berukuran kecil di sisi lain pundaknya.
.
.
Ari kini tengah berbaring di atas ranjang, dengan ekspresi wajah yang di buat menekuk menahas rasa sakit.
.
.
Ari:"Ide si jaka itu berguna juga,dengan begini dia akan selalau ada di dekat ku."gumamnya dengan senyum yang terlihat di wajah tampanya.
.
.
Tak lama Nana masuk ke dalam kamar,dan seketika Ari berekting merintih kesakitan.
.
.
Ari:"Honey,sakit sekali."rintihnya dengan tangan yang mengayun di udara agar nana mendekat.
.
.
Dengan cepat nana mendudukan Bok**ong nya di sisi ranjang,dan menyimpan wadah berisi air hangat di atas meja kecil di sisi ranjang.
.
.
Nana:"Sakit sekali ya,perutnya.?"tanya nana wajahnya nampak panik.
.
.
Dengan cepat Ari menganggukan kepalanya.
.
.
Nana:"Bangun dulu,buka bajunya."pinta nana.
Ari menurut dan mendudukukan tubuhnya, dengan cepat nana membuka baju kerja ari yang terlihat lusuh.
.
.
Kini Tubuh ari tengah bertelanjang,dan juniornya nampak nyata terlihat di balik celana dalamnya.karna celanya pun seketika di tarik nana.
.
.
Dengan sabar nana memakaikan baju ganti, berikut celanya.ari lagi-lagi bertingkah seperti anak kecil.
.
.
Nana:"Kenapa,bisa luka begini.?"tangannya kini tengah mengompres luka lebam di wajah Ari.
.
.
Ari:"Pelan-pelan hon,sakit."Rintihnya.
.
.
Ari begitu senang karna kini dirinya tengah menatap wajah cantik istrinya,yang ada di depan matanya.
.
.
Ari:"Honey.!"matanya tak lepas dari wajah cantik nana.
.
.
Nana:"Mmm."Sahut nana yang masih sibuk dengan tangannya.
.
__ADS_1
.
Ari:"Jangan pernah pergi dari hidupku.?"Ucap ari dengan tatapan mata yang nampak sendu.
.
.
Mendengar kalimat itu,seketika nana menghentikan aktifitas tanganya.dan saat itu juga nana menatap mata Ari yang sedari tadi menatap dirinya.
.
.
Nana:"Kenapa,berkata seperti itu.?"Tanya nana lembut.
.
.
Ari dengan cepat menarik tubuh mungil nana dan mendekap yang dengan erat.
.
.
Ada apa dengannya,kenapa dia jadi begini. tadi sebelum pergi dia begitu emosi.gumam hati nana.
.
.
Ari:"Berjanjilah,kau akan selalu ada di sisi ku."pinta Ari yang tengah memeluk nana.
.
.
Nana:"Ya,aku berjanji."jawab nana singkat.
.
.
Cukup lama mereka berpelukan,dan kini Ari dengan perlahan melepas pelukanya.
.
.
.
.
Nana:"Ada dengan teman mu itu,sampai kalian berkelahi.?"Tanya nana penasaran.
.
.
Ari:"Dia bukan lagi temanku honey,dan tadi kita bergulat hebat.kamu tau siapa yang menang.?"Tanya Ari dengan menggebu-gebu.
.
.
Nana menggelengkan kepalanya.
Ari:"Suami mu yang tampan ini yang memenangkan pergulatan itu.?"tambah Ari dengan raut wajah yang terlihat senang.
.
.
Nana:"Memang apa yang kalian ributkan.?"Pertanyaan itu yang sedari tadi ingin nana tanyakan.
.
.
Dengan cepat Ari kembali memeluk nana,dan membisikan sesuatu di telinga istrinya.
.
.
Ari:"Dia menginingkan istriku yang cantik ini."bisik Ari.
.
.
Mendengar bisikan itu,seketika nana menarik tubuhnya dari dekapan suaminya.tapi dengan cepat Ari kembali membawa tubuh nana ke dalam dekapanya.
.
__ADS_1
.
Ari:"Diam hon."pinta Ari.
.
.
Nana:"Apa itu benar.?"Tanya nana penasaran.
.
.
Ari:"Ya,dia mengingikan dirimu.dan aku sudah menghajar wajahnya itu,kalau dia atau siapapun berani menyentuh dirimu.suamimu yang tampan ini tidak akan segan-segan mengancurkan hidupnya."sahut Ari.
.
.
Hatinya begitu bahagia,ternyata ada laki-laki sesempurna Ari yang mencintai dirinya,dan melindungi dirinya yang hanya seorang gadis dari desa.kebaikkan apa yang dia perbuat sampai mempunyai suami seperti Tuan muda Ari Ajmaja Wijaya.
.
.
Terimakasih ya tuhan,sekarang aku merasa benar-benar bahagia.Dia ternyata begitu mencintai ku.senang hati nana.
.
.
Nana:"Baiklah suamiku yang tampan, sekarang lepasnya pelukanya."sahut nana dengan gerak cepat melepas pelukan erat dari suaminya.
.
.
Ari:"Malam ini,jadi ya buat dedek bayi."goda Ari dengan kedipan mata ke arah nana.
.
.
Nana:"Malam ini,libur.!"sahut nana.
.
.
Ari:"Kok libur,?kan tadi pagi sudah janji.?"tambah ari wajahnya nampak kesal.
.
.
Nana:"lihat ini.mukanya lebam,dan perutnya sakitkan.?"tangannya tengah menunjuk bagian yang tadi di keluhkan sakit oleh ari.
.
.
Mendengar itu Ari hanya tersenyum kuda.
Bumerang ini mah,gagal sudah.Kesal hati Ari.
.
.
Nana melangkah keluar untuk membuat makan siang,karna jam sudah menunjukan pukul 11 lebih.meninggalkan Ari yang tengah tertidur,tapi sebelum nana keluar kamar. terlebih dahulu dirinya menidurkan bayi besarnya.
.
.
Merasa istrinya sudah pergi,seketika ari membuka matanya.
.
.
Ari:"Ini semua gara-gara si jaka,idenya itu sudah membuat ku gagal untuk membuat Ari lainya."gumamnya pelan dengan tangan yang terus memukul-mukul bantal yang ada di sisi tubuhnya.
.
.
Noet:"Di usahakan up lebih dari dua eps
.
.
SELAMAT MEMBACA
__ADS_1