
Pagi datang dengan cepat,dan di mansion tuan surya seperti biasa selalu sibuk dengan banyaknya pelayan yang membersihkan sudut demi sudut area mansion.
Nana dan Ari sudah kembali ke dalam mansion Pagi-pagi buta,dan para pelayan dengan cepat merapihkan tenda ketika Anak majikan mereka sudah menghilang.
Lusi:"Pagi kakak Ari,kakak ipar."sapanya yang kini bergabung di meja makan.
Nana:"Pagi lusi."sahutnya dengan senyum cantiknya.
Ari hanya mengagguk untuk membalas sapaan sepupunya itu.
Seperti biasa,setiap sarapan datang semua hanya pokus dengan makanan mereka.
Di tengah sarapannya,mata lusi sesekali menatap kedua pasutri yang tengah memakan sarapan mereka.
Kenapa harus aku yang memisahkan mereka, kenapa jenia,kenapa kamu melibatkan aku. batin lusi.
Nana tak sengaja menatap lusi yang hanya diam dengan memainkan alat makan,dan seolah enggan untuk memakan makanannya.
Nana:"Lusi.?"teguran itu membuat Ari menatap lusi yang masih diam.
Tak lama Ari berdehem,yang mana membuat lusi tersadar dari lamunannya.
Lusi:"Maaf."ucapnya gugup dan kembali menyantap sarapannya.
Nana dan Ari tidak menaruh curiga atau bertanya akan sikap lusi,ketiganya kembali memakan sarapan mereka.
Setelah sarapan selesai,Nana mengantarkan suaminya ke depan teras karena suaminya akan berangkat bekerja.
Lusi sendiri masih diam di kursinya,dia enggan untuk bergerak apalagi di depan ada Sekertaris jaka yang mana membuat lusi enggan untuk ikut ke depan mansion.
Hari ini adalah jadwal terakhir Nana melakukan terapi,dan lusi sendiri sudah mengetahui ke adaan Nana dari mommy kei. tapi lusi tidak langsung bertanya kepada Nana ataupun Ari,dia tidak mau membuat Nana tersinggung.toh sekarang rahim istri dari sepupunya itu sudah baik-baik saja.
Nana:"Yank,hari ini boleh tidak.aku pergi ke rumah sakit di antar lusi.?"pintanya yang tengah di gandeng oleh suaminya.
Mendengar itu Ari seketika menghentikan langkahnya,yang mana membuat Nana menelan salpirnya kasar dia takut suaminya akan marah.
Ari:"Tidak hon,kamu akan pergi ke rumah sakit dengan ku.kalau lusi mau ikut tidak apa-apa,ajak saja."jawaban itu membuat Nana mengagguk tanpa berucap,dia tahu suami tidak akan mengijinkan.
Aku kan ingin pergi ke luar tanpa kamu yank, hanya sehari saja.batin nana.
Sekertaris jaka sudah siap menyambut tuan mudanya di depan mobil.
Tapi mata jaka sesekali mentap pintu mansion yang begitu besar,dia seperti mencari sesuatu.
Dia pasti marah,semalam aku sudah berbuat kasar.tanya batin jaka.
Ari:"Diam dan jangan keluar mansion"itu adalah salah satu pesan yang selalu nana dengar dan masih banyak lagi.
Nana:"Hati-hati ya."ucapnya cepat,ketika suaminya selesai memberi pesan yang begitu banyak.
Ari:"Kiss."pintanya dan dengan cepat Nana memberikan vitamin untuk suaminya.
Sekertaris jaka sendiri sudah masuk ke dalam mobil,memberi ruang untuk kedua majikannya.
Semalam aku juga merasakan itu tuan Ari,tapi sayang hanya sebentar.dan kenapa semalam aku jual mahal.sesal hati jaka.
Ari:"Bersiaplah,nanti aku jemput."ucapnya yang kini berada di dalam mobil.
Nana mengagguk dan tak lama mobil suaminya pergi meninggalkan Nana,yang masih diam melambaikan tangannya.
Mata Nana menatap ke pergian mobil yang membawa suaminya,dia menurunkan tangannya dan menarik nafasnya pelan.
Nana:"Kapan ya bisa pergi ke mall lagi tanpa dia,terakhir pergi dengan mommy aku malah ada di rumah sakit."gumamnya dengan perlahan masuk ke dalam mansion.
Lusi yang masih betah duduk di kursi meja makan,seklias menatap Nana yang berjalan menghampirinya.
Lusi:"Kakak Ari,sudah pergi.?"tanyanya.
Nana:"Sudah,baru saja."sahutnya dan perlahan kembali duduk di kursinya.
Sejenak keduanya diam,lusi begitu gugup ketika berhadapan dengan Nana.ada rasa ketakutan dalam hati lusi ketika melihat Nana.
Nana:"Lusi,Nanti siang apa kamu ada kegiatan.?"pertanyaan itu di jawab gelengan kepala dari lusi.
Samar Nana tersenyum yang mana membuat lusi heran.
__ADS_1
Lusi:"Ada apa kak,apa kakak ingin mengajak aku keluar.?"tanyanya antusias.
Nana mengagguk dan lusi diam sejenak,di dalam hatinya saat ini tengah bertanya.apa Ari mengijinkan istrinya pergi.
Lusi:"Memangnya,kakak Ari mengijinkan kakak ipar pergi.?"
Nana:"Pergi ke rumah sakit,lusi."sahutnya pelan.
Dan Nana menceritakan permasalahan rahimnya kepada lusi,yang mana lusi sendiri sudah mengetahui itu.
Tapi Lusi tidak melihat kesedihan di wajah istri dari sepupunya itu.
Aku tahu kak,kamu pasti sedih.tapi kamu tidak menampakan itu.kagum batin lusi.
Lusi:"Baiklah kak,aku ikut.?"tersenyum ke arah nana.
"Tapi Nanti"Nana tidak melanjutkan kalimatnya,yang mana membuat lusi tertawa kecil.
Lusi:"Ya kakak ipar,aku mengerti."
Nana tersenyum canggung melihat lusi tertawa kecil.
Bagaimana aku bisa menjebak kaka ipar, kalau sikap kakak Ari seperti ini.aku harus mencari cara,kalau aku gagal.maka jenia akan menyebarkan video itu.bingung batin lusi.
Tak lama keduanya pindah ke kamar lusi,dan di kamar keduanya mengobrol bahkan lusi menanyakan malam ketika mereka berkemah.
.
.
Tuan samuel tengah berada di kamar Jenia putrinya.
Tadi setelah sarapan,jenia meminta daddy nya untuk datang ke kamarnya.ada hal yang ingin jenia katakan.
Dan mommy nya jenia tidak menaruh curiga ketika suaminya berpamitan untuk ke kamar anaknya itu.karena memang tuan samuel begitu dekat dengan putri satu-satu di keluarga Areba.
Tuan samuel hanya diam ketika putrinya menjelaskan niat buruknya menjebak Nana.
Jenia:"Bagaimana,Dad.?"tanyanya ketika selesai bercerita.
Samuel:"Menurut daddy,itu rencana yang bagus sayang."sahutnya yang mana membuat jenia tersenyum bahagia.
Samuel:"Ada apa,sayang.?"tanyanya penasaran.
Jenia:"Dad,apa daddy bisa bantu aku.?"
Samuel:"Apapun untuk mu,sayang."
Jenia:"Bantu aku carikan laki-laki yang tampan."menatap daddynya penuh harap.
Samuel:"Baik,akan daddy carikan.kapan rencana itu kamu lakukan.?"
Jenia yang tadi duduk berhadapan dengan daddynya di atas sofa kamarnya,seketika berdiri yang mana membuat mata tuan samuel mengikuti pergerakan putrinya.
Jenia:"Dua hari lagi dad,dan aku pastikan rencana ini akan berhasil.Ari pasti akan membenci wanita kampung itu,lihat saja."jawabnya dengan seringai di wajah cantiknya.
Tuan samuel berdiri dan menghampiri jenia."Daddy akan selalu mendukungmu sayang,jangan sampai mommy mu tahu.dia pasti tidak akan setuju dengan rencana kita ini,lakukan dengan hati-hati."bisik tuan samuel,dan tak lama berlalu pergi meninggalkan jenia yang mengagguk paham.
Apapun akan aku lakukan untuk mendapatkan Ari,apapun.karena hanya aku yang pantas menjadi menantu keluarga Atmaja.batin jenia.
.
.
Nana dan lusi tengah menunggu mobil hitam, yang selalu di bawa Ari di depan teras mansion.
Setelah makan siang,Ari langsung meminta sekertaris jaka untuk pulang ke mansion menjemput istrinya beserta lusi.
Nana:"Lusi,ada apa.?"tanyanya heran, pasalnya lusi hanya diam menatap pot besar yang ada di depan mereka.
"Ehh tidak,kak."sahutnya gugup.
Akhir-akhir ini lusi lebih banyak diam tidak seperti biasanya,apa dia ada masalah.?heran batin Nana.
Tapi Nana tidak ingin bertanya lebih jauh,dia memilih tersenyum ketika lusi berkata "tidak"
__ADS_1
Lamanya mereka menunggu,mata kedua wanita beda ras itu menatap mobil hitam yang masuk ke dalam mansion.
Nana:"Mari lusi.?"mengayunkan tangannya meminta di sambut oleh tangan lusi.
Lusi tersenyum dan menyambut tangan Nana, keduanya berjalan dengan bergandengan tangan.yang mana membuat Ari dan sekertaris jaka yang ada di dalam mobil, tersenyum dalam diam.
Kamu baik sekali kakak ipar,maafkan aku.batin lusi.
Ari:"honey."terseyum ketika pintu mobil di buka olehnya.
Nana:"Yank."sahutnya pelan.
Ketika kedua wanita itu sampai di depan mobil,Ari meminta lusi untuk duduk di depan bersama sekertaris jaka.awalnya lusi menolak tapi Ari dengan tegas meminta lusi duduk di depan,kalau lusi menolak dia di minta untuk tidak ikut.
Nana hanya tersenyum,ketika lusi kalah berdebat dengan suaminya.dan dengan terpaksa lusi duduk di depan.
Ketika lusi duduk bersebelahan dengan jaka, lusi begitu gugup dan berkeringat dingin. matanya sesekali melirik laki-laki yang semalam dia cium dengan tidak sadar.
kalau aku tahu dia juga ikut,lebih baik aku bawa mobil om surya saja.gumam hati lusi.
Jaka sendiri berusaha tenang ketika ada wanita cantik yang duduk di sebelahnya
Di perjalana ke Rumah sakit,hanya ada tawa dari arah belakang mobil.yang mana membuat lusi dan jaka gerah dan berusaha tidak mendengar tawa dan suara bisikan yang di lakukan pasutri itu.
Tapi apa boleh buat,keduanya mendengarkan suara itu.ingin rasanya jaka ataupun lusi berbicara,tapi mereka takut Ari atau Nana curiga.pasalnya jaka hanya Sekertaris, sedangkan lusi sepupu dari tuan mudanya.
Ari dan keluarga Atmaja tidak ada yang tahu bahwa lusi dan jaka dulu pernah menjalin suatu hubungan,sampai pada suatu ketika lusi meninggalkan jaka dengan alasan ingin lebih pokus mengejar mimpinya.
Padahal itu bukan alasan yang sebenarnya lusi meninggalkan jaka,ada hal lain yang membuat lusi mencampakan jaka.
Tak lama mobil yang membawa mereka sampai di rumah sakit.
Nana dan Ari terlebih dahulu masuk ke dalam, meninggalkan lusi dan sekertaris jaka.
Lusi:"Maaf tentang semalam."ucapnya berbarengan dengan tangan yang ingin membuka pintu mobil.
Jaka:"Aku yang harusnya minta maaf, semalam aku sudah menyakiti hatimu."jawaban itu membuat lusi tersenyum bahagia,karena untuk pertama kalinya jaka berbicara dengan luwes tanpa ada embel-embel Memanggil dirinya Nona.
sejenak kedunya bertatapan,yang mana membuat detak jantung keduanya berdetak dengan cepat.
Lusi:"K-kita susul mereka."ajaknya gugup dan di balas anggukan setuju dari jaka.
Lusi keluar terlebih dahulu tanpa menunggu jaka membukakan pintu untuknya.
Ingin sekali jaka berjalan berdampingan dengan wanita yang pernah mengisi hatinya, tapi dia tahu siapa dirinya dan tidak mau membuat orang lain salah paham.
Lusi juga menginginkan hal yang sama,tapi ini lingkungan terbuka yang mana membuat lusi diam berjalan dengan seketaris jaka di belakangnya.
Hp lusi yang ada di dalam tas kecilnya bergetar,tanpa mengelurkan suara.
Merasa sesuatu bergerak dalam tasnya, tangan lusi mengambil asal getaran itu.dan ketika hpnya sudah dia dapat,lusi melihat ada satu pesan masuk dari nomer yang di yakini milik jenia.
Kakinya terus berjalan dengan mata menatap hpnya.
Isi pesan....
Ingat lusi,dua hari lagi.kamu tidak ingin video itu tersebar bukan,maka jangan kecewakan aku.
Seketika itu juga lusi berhenti dari langkahnya,yang mana membuat Sekertaris jaka ikut berhenti.
Jaka:"Ada apa.?"tanyanya yang kini berpindah ke samping lusi.
Mendengar jaka berbicara,membuat lusi memasukkan hpnya ke dalam tasnya dengan cepat.
Lusi:"Tidak ada apa-apa."jawabnya gugup,dan dengan cepat melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah sakit.
Jaka masih diam,dia belum beranjak matanya menatap kepergian lusi.
Jaka:"Ada apa dengannya,sepertinya ada yang dia sembunyikan.?"tanyanya heran dan perlahan melangkah masuk ke dalam rumah sakit.
.
.
.
__ADS_1
Note:"Tolong siapkan hati dan pikiran kalian ok,eps selanjutnya akan ada kejadian yang membuat hati dan mata berekasi.(berlebihan banget ya😆😆😆😄)
Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.