
Nana merasa lemas mendengar bisikan suaminya itu.
Apa kamu tau,istrimu ini tidak bisa memberikan apa yang kamu inginkan.yaitu seorang anak.batin nana sedih.
Ari hanya tersenyum melihat tingkah istrinya.
Ari:"Honey kenapa kok diam,katanya kalau aku pulang kamu mau."tersenyum dengan kedipan mata.
Nana:"Genit ih."Mencubit pipi ari gemas.
Ari:"Aku tadi hanya becanda,besok malam saja ya buat dede bayinya.ok."kembali mencium bibir nana dengan kecepatan kilat.
Nana:"Kita kedalam yuk,kamu sudah makan belum.?"Mengalihkan pembicaraan.
Ari:"Aku tadi sudah makan,ini sudah hampir jam 9malam.kita pamit dulu ke mommy."sahut Ari seketika kembali melihat jam di tanganya.
Nana:"Mommy sama daddy,yank."menatap malas.
Ari:"Ya,itu maksudnya."Mencubit hidung nana pelan.
Nana mengagguk dan pelahan menarik lembut tangan suaminya.
Mereka masuk kedalam mansion,dan menemui kedua orangtua mereka untuk berpamitan.
Mommy:"Kenapa harus pulang son,ini sudah malam.besok pagi saja pulangnya."Pintanya yang tengah duduk di ruang keluarga.
Ari:"Tidak mom,Ari mau pulang saja."duduk dengan mengandeng tangan istrinya.
Mommy kei mengalah dan mengijinkan anak dan menantunya untuk pulang,walapun hatinya sedih karena dia akan di tinggal lagi oleh menantu kesayanganya.
Tuan surya hanya mengangguk dengan ke inginan anaknya.
Mereka semua bertingkah biasa-biasa saja di depan Ari,seperti tidak ada yang terjadi dan. itu membuat Ari tidak curiga sedikitpun.
Mommy kei dan tuan surya kembali berjalan keluar,untuk mengantarkan kepergian anak dan menantunya.
Ari berhenti di tengah langkahnya.
Ari:"Oh iya mom,Ari bawa oleh-oleh buat mommy,dan daddy."ingatnya.
Mommy:"Terimakasih,son."Ucap mommy kei.
Ari:"Tunggu...jaka."memanggil sekertaris jaka.
__ADS_1
Tak lama jaka datang dari arah lain mansion, dengan membawa papper bag berukuran lumayan besar.
"Ini tuan."Jaka memberikan papper bag itu kepada Ari,dan tak lama dia membungkuk sebelum pergi.
Ari:"Ini mom,dan ari harap kalian suka."tangannya memberikan papper bag itu.
Mommy kei tersenyum dan menerima oleh-oleh dari putranya itu"Terimakasih son,kami pasti suka."mencium lembut kening Ari.
Ari:"Yasudah mom,kami permisi"pamit Ari dan kembali memberi pelukan kepada mommy kei.dan dengan canggung Ari memeluk tuan surya Ayahnya.
Nana melakukan hal yang sama,tapi ketika nana memeluk mommy kei.dengan pelan mommy mertuanya itu membisikan sesuatu di telinganya.
"Sayang jaga putra mommy,percaya kepada tuhan.mommy akan selalu ada untuk mu."bisik mommy kei dan tak lama menyudahi pelukan hangat itu.
Nana mengangguk pelan dan tersenyum.
Dengan melambaikan tangan,Ari dan nana melangangkah menuju pintu mobilnya yang sudah terdapat sekertarisnya di sana.
Ari masuk terlebih dahulu kedalam mobilnya, dan di ikuti nana.
Jaka menutup pintu mobil,dan dengan cepat dia juga masuk untuk menjalankan mobil tuan mudanya.
perlahan mobil melaju meninggalkan mansion mewah itu.
mommy kei dan tuan surya masih mematung di depan teras mansion mereka,karena mobil anaknya masih terlihat oleh mata mereka.
Mommy:"Apa daddy tega,memisahkan mereka."ucap pelan mommy kei.
Tuan surya melirik istrinya,tapi dia tidak menanggapinya.
Mommy kei masuk kedalam mansion,dan meninggalkan suaminya yang masih diam di posisinya.
Tuan surya menarik nafasnya pelan "Apa yang aku lakukan ini benar.?"Gumam pelan tuan surya.
Mobil melaju membelah kota A yang masih terlihat ramai saja,Ari dan nana saling tatap dengan tangan yang saling menggenggam mesra.bahkan sesekali ari mencium punggung tangan nana.
Ari:"honey,tutup mata.?"Tiba-tiba saja.
Tanpa bertanya nana menutup matanya dengan kedua tangannya.
Ari tersenyum dan mengeluarkan bunga tulip pilihanya yang tadi entah ada di mana..
Ari:"Sekarang,buka matanya."Tanganya memegang bunga untuk istinya.
__ADS_1
Dengan cepat nana membuka matanya dan seketika dia tersenyum ke arah Ari.
Nana melihat satu buket bunga cantik yang berukuran sedang.
Nana:"Cantik sekali yank,terimakasih bunga apa ini.?"Nana tersenyum senang dan memegang buket bunga itu.
Ari:"Kamu suka,ini namanya bunga tulip hon."jawab Ari.
Nana mengangguk dan sesekali mencium bunga pemberian suaminya itu.
Ari:"kamu tau,bunga tulip ini mempunyai banyak warna yang beragam.dan di setiap warna mempunyai Arti tersendiri."ungkap Ari, dia mengingat semua ucapan yang di jelaskan pelayan toko bunga itu.
Nana:"oh ya,terus apa arti dari bunga cantik ini.?"Tanya nana penasaran dia begitu antusias.
Sekertaris jaka terus berdoa di dalam hatinya, agar mobil yang di bawanya segera sampai rumah tuannya.dia tidak tahan melihat kemesraan majikannya.
Kenapa mobil ini berjalan seperi siput saja rasanya. kesal hati jaka.
Ari:"Artinya melambangkan cinta yang mendalam,seperti cinta ku kepadamu honey."seketik menatap mata nana lembut.
Sekertaris jaka mendadak merasa gerah, mendengar ucapan yang keluar dari tuan mudanya.
Nana hanya membalas dengan senyuman, ketika mendengar ungkapan suaminya.
Ari:"Beri aku ciuman."Mendadak meminta sesuatu yang tadi sudah dia rasakan.
Nana membisikan sesuatu"Nanti saja di rumah sini ada sekertaris jaka"bisik nana.
Ari menatap malas ke arah sekertaris jaka,dan mengangguk paham.
Perlahan Ari menyandarkan kepalanya di celah pundak nana.
Nana tidak menolak,dia malah mengelus pelan rambut suaminya,dan bunga tulip yang ari berikan,dia simpan di atas pangkuanya.
Berhenti membuat aku bahagia yank,aku tidak sanggup.rasanya dadaku sesak mendengar ucapanmu tadi,ya tuhan beri aku kekuatan. jangan buat aku lemah,aku harus kuat.gumam hati nana,dia bahkan kembali meneteskan air matanya.
Security membuka gerbang ketika suara klaskon menggema di indera pendengaran mereka.
Note:"Mata udah ga kuat nie,tangan udah keriting.besok kita sambung buat crezy up ok, jangan lupa vote ya biar aku semangat buat nulis, sebenarnya aku lagi semangat nulis.tapi mata sudah tidak bisa di kondisikan.jadi curhat 😆
Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempanya.
SELAMAT MEMBACA.
__ADS_1