ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
MELEPASKAN SI PEMBERI LUKA


__ADS_3

Ari seketika berdiri dan menyambar gelas berisi air putih milik Nana,ia langsung menyiram paha sang istri yang terkena tumpahan sup panas guna menetralkan rasa sakit.


"Honey."Ucap Ari yang terlihat panik sekaligus terkejut.


"Tidak apa-apa yank."sahut Nana dengan raut wajah menahan perih.


"Cepat bawakan ice,cepat."perintah Ari,nada suaranya terdengar menahan amarah.


Sang pelayan yang terlihat ketakutan dengan sigap berlari,meninggalkan Rara yang masih diam tak bergerak.


Semua orang yang ada di dalam restoran seketika menjadi ketakutan,karna istri dari tamu penting mereka mendapatkan musibah dan itu ulah pelayan baru.


"Gawat ini,tuan Ari pasti marah besar."Ucap salah satu pelayan yang tengah berdiri jauh dari meja Ari dan Nana.


"Dia itu pasti di pecat,lihat saja."pikir temannya.


"Kalau dia di pecat kasian ya baru juga pertama kerja,dan satu lagi.!!"ucapnya mengantung.


"Apa.?"Tanya sang teman penasaran.


"Dia cantik."bisiknya di terlinga teman pelayannya.


"Dia memang cantik,tapi tuan Ari tidak akan melihat itu.dia akan tetap di pecat karna sudah menumpahkan makanan di tubuh Nona Nana."jawaban itu membuat temannya mengangguk setuju.


.


.


Ari terus meniup paha Nana penuh ketakutan, perlahan matanya menatap istrinya khwatir."Honey kita kerumah sakit ya.!"Ajakkan itu hanya di jawab gelengan kepala dari Nana.


"Tidak usah yank,sekarang sudah tidak panas lagi terimakasih."sahut Nana di selipi senyuman untuk menyakinkan suami bulenya.


Untuk apa kerumah sakit,luka ini tidak terlalu parah dia masih saja berlebihan.ucap hati Nana merasa senang karna Ari masih seperti dulu.


Entah kenapa Rara merasakan sakit dalam hatinya melihat Ari memperlakukan Nana sebegitu baik dan penuh cinta,ia baru mengetahui kelembutan dan kebaikan Ari yang dulu terkenal arrogan sombong dan sejenisnya.


Aku baru tahu kalau dia sangat lembut dan perhatian,lihat sekarang dia rela berjongkok untuk membantu istrinya...tunggu apa yang aku pikirkan,Rara kamu sudah menyakiti istrinya ya tuhan.ingat hati Rara.


Rara baru saja sadar sudah menumpahkan sup panas yang tadi dia bawa,keterkejutan dirinya karna sudah melihat Ari membuat ia lupa diri.


Merasa bersalah Rara,melangkah menghampiri Nana yang tengah mengusap dan membersihkan pahanya di bantu Ari.


Ari sendiri sampai melupakan Rara,saking panik dan ketakutan melihat istrinya.


"Nona anda baik saja-saja,tolong maafkan saya."ucap Rara yang nampak ketakutan di depan Nana.


Ari hanya diam,matanya tak sedikitpun menatap Rara yang ada di sampingnya.


Nana tersenyum melihat Rara yang terlihat ketakutan."Tidak apa-apa itu tidak di sengaja, sudah lupakan saja."ucap Nana penuh kelembutan.


Rara begitu terkejut Mendengar ucapan dari istri Ari,dia berpikir wanita cantik yang terkena tumpahan sup panas itu akan marah dan memberinya kata-kata pedas,dan mungkin lebih dari itu.tapi semua itu tak keluar sedikitpun dari mulutnya.


Dia baik sekali aku pikir...oh tuhan aku sangat menyesal.lirih hati Rara.


"Maafkan saya Nona,maaf."Rara membungkuk di depan Nana.


"Tidak apa-apa,lupakan saja."ucap Nana seraya menghentikan Rara yang terus membungkuk.


Ari hanya diam,calon daddy itu seolah tidak perduli dengan kaberadaan Rara.entahlah apa yang ada dalam otaknya,karna biasanya pria tampan itu sudah membuka mulutnya dan mengeluarkan suara nyaring yang menggelegar ketika seseorang berbuat salah, tapi kali ini dia tidak melakukan itu.dan Nana menyadarinya.


Aku senang karna dia tidak marah tapi kenapa aku merasa ada yang aneh..astaga Nana apa yang kamu pikirkan,ingatlah suamimu sudah berubah jangan berpikir yang tidak-tidak.ucap hati Nana dan terus berpikir positif.


Tak lama datang sang manager,dan satu pelayan yang tadi di perintahkan Ari untuk membawa ice guna mengompres luka di paha Nana.


Rara dengan cepat mundur dan menundukan kepalanya,ia merasa takut akan tatapan sang manager yang di arahkan kepadanya.


"Tuan Ari."ucap pria paruh baya yang di yakini manager restoran,wajahnya terlihat pias karna takut.


Sebelum Ari berdiri,Nana menatap suaminya seolah memberi isyarat.Ari mengerti dan mengangguk pelan.


Kini Rara berdiri di belakang managernya,tapi entah kenapa dia berani mengangkat kepalanya dan menatap Ari yang menampakan wajah datarnya.


Kenapa dia terlihat sangat tampan.kagum hati Rara.


"Tolong maafkan pelayan saya tuan Ari,dia baru saja bekerja di sini."ucap sang manager dengan menundukan kepalanya merasa takut, dia tahu kalau tuan Ari tidak akan memberi ampun kepada orang yang berbuat salah di sengaja ataupun tidak.


Ari masih diam,entah apa yang tengah ia pikirkan.Nana yang ada di samping suaminya terus berdoa supaya kejadian ini tidak menjadi masalah besar.

__ADS_1


"Nona apa masih sakit.?"tanya satu pelayan yang tengah mengompres paha Nana.


Nana menoleh pelayan yang ada di dekatnya"Sudah tidak lagi,biar saya saja."Sahut Nana dan meraih ice yang di bungkus kain bersih dari tangan sang pelayan.


Pelayan itu mengangguk dan perlahan membungkuk,sebelum pergi meninggalkan Rara yang tengah di adili.


Kamu pasti di pecat,tuan Ari tidak akan memberi ampun walupun kamu cantik.apalagi kamu sudah memberi luka kepada istrinya.gumam hati teman pelayan Rara.


Nana mengompres pahanya dengan pelan, sebenarnya dia merasa kesakitan dan perih. tapi Nana menahan itu karna ia tidak mau membuat suaminya manjadi marah dan mungkin berlebihan.


"Maafkan saya tuan,saya tidak sengaja."Suara lembut itu membuat sang manager menoleh Rara yang ada di belakang tubuhnya,matanya seketika menatap tajam.


"Diam jangan bicara."Suara nyaring manager itu membuat Rara tersentak


Rara menundukan kepalanya cepat setelah di beri peringatan.


Ari:"Kecilkan suara anda.!"


Sang manager mengakat kepalanya dan menatap Ari bingung,bukan dia saja semua orang merasakan hal yang sama termasuk Nana,dan Rara.


Samar Rara tersenyum mendengar ucapan Ari untuk managernya,dan mungkin dia sudah salah paham.


Aku tahu kamu masih mengingat aku.pikir hati Rara.


Nana melakukan hal yang sama,tapi senyuman itu bukan memberi arti senang tapi sebaliknya.


Berpikir positif Nana,ingat berpikir Positif.gumam hati Nana


"Maafkan saya,tuan."ucap manager tidak enak.


Ari menarik nafasnya kasar"Aku akan melupakan kejadian ini,dan biarkan dia berkerja di sini."ucap Ari pelan.


Untuk kesekian kalinya semua orang merasa terkejut dengan perkataan tuan Ari.


"Baik,tuan Ari."sahut manager seraya mengangguk paham.


Dalam diam Rara tersenyum ceria,secara tidak langsung dia sudah menang.tapi tatap saja dirinya merasa tidak enak karna sudah menumpahkan sup panas di paha Nana.


Setelah mengatakan itu,Ari kembali berjongkok di depan istrinya"Kita pulang."Ajakan itu di jawab angggukan kepala dari Nana.


Perlahan Ari mengangkat tubuh sang istri penuh kelembutan"Aku bisa jalan yank."ucap Nana pelan dirinya merasa malu.


Nana tersenyum dan menenggelamkan wajahnya di dada suaminya karna malu.


Ari berjalan melewati manager yang tengah membungkuk,dan Rara yang terus menatap kepergian Ari.


Dia ingin membuat aku cemburu,kalau itu tujuanmu Ari kamu berhasil..astaga Rara apa yang kamu pikirkan,ingat siapa kamu Ari sudah menikah.sekarang pikirkan saja nasibmu.batin Rara


Setelah kepergian tuan Ari dan istrinya, manager mambalikan tubuhnya dan menatap Rara penuh amarah.


"Saya benar-benar kecewa dengan sikapmu, kenapa kamu teledor.lihat tamu penting kita pergi sebelum menyantap makanan.ingat Rara ini adalah peringatan,sekali lagi kamu berbuat salah saya akan langsung memecat kamu.dan berterimakasih lah karena tuan Ari mau memberimu ampun."tutur sang manager yang nampak kecewa.


"Maafkan saya pak,kedepannya saya akan lebih berhati-hati."sahut Rara sopan seraya membungkuk.


Sang manager mendesah kesal,dan berjalan meninggalkan Rara seorang diri.


Terimakasih tuhan hari ini aku selamat,Ari terimakasih aku tahu kamu masih perduli padaku.senang hati Rara.


.


.


Di dalam mobil Nana terus menahan rasa panas dan Ari melihat itu.


"Coba di angkat gaunnya,hon."Pinta Ari yang terus menatap jalan.


Nana mengangguk dan perlahan mengangkat gaun mahalnya.


"Tidak terlalu merah,yank.!!"Ucap Nana.


Sekilas Ari menatap paha Nana yang nampak memerah."Itu merah honey kita harus kerumah sakit."Ari terlihat panik dan menambah kecepatan mobilnya.


Nana:"Jangan yank,aku tidak apa-apa nanti juga sembuh."tolaknya.


Ari menggelengkan kepalanya cepat:"Tidak kita harus kerumah sakit."sahutanya.


Nana pasrah dan diam menerima,sebenarnya dirinya juga sudah sangat kesakitan.

__ADS_1


Di perjalanan menuju rumah sakit keduanya sama-sama diam,sekilas Nana menatap suaminya.


"Yank.!"Tegur Nana.


"Katakan honey."sahut Ari tanpa menoleh.


"Aku senang karna kamu tidak memarahi pelayan itu."tutur Nana pelan.


Sekilas Ari melirik sang istri tanpa memberi jawaban.


"Apa karna dia cantik.?"penuturan Nana membuat Ari menelan salvirnya.


"Tidak hon bukan begitu,ak-


"Ayang kenapa tegang,aku hanya bercanda. hahaha aku harap kamu selalu seperti itu, ingat ya jangan marah-marah lagi kalau orang berbuat salah.karan aku yakin ketika orang berbuat salah itu tidak di sengaja."ucap Nana lembut.


Saat ini Nana tidak merasa curiga akan sikap suaminya,dia malah merasa senang karna sang suami sudah berubah.


Ari tersenyum kecut mendengar upacara Nana."Aku akan berusaha."sahut Ari pelan,dan pikirannya kembali mengingat Rara yang tadi sudah menumpahkan sup panas.


Kenapa dia menjadi pelayan restoran,apa yang sudah terjadi kepadanya.Rara aku memang memaafkan kejadian tadi,tapi bukan berarti aku masih mempunyai perasaan seperti dulu,aku hanya merasa kasian saja. walupun aku tidak tahu keadaan mu sekarang.gumam hati Ari


"Itu baru suamiku."ucap Nana seraya mengelus pipi suaminya.


Info:Dulu Ari memang mempunyai perasaan cinta kepada Rara,tapi Ari sangat rapat menutupi itu.ketiga sahabatnya saja tidak mengetahuinya,tapi Rara merasakan prasaan lain Ari kepada dirinya,pernah pada suatu ketika Ari ingin menyatakan cintanya,tapi semua itu tidak menjadi kenyataan.ketika Rara memutuskan untuk pergi kenegara tetangga,dari situlah Ari berusaha melupakan perasaan cintanya kepada Rara,ada satu orang lagi yang mengetahui rahasia itu,siapa lagi kalau bukan mommy Kei.tapi hanya sang mommy tidak ada orang lagi.


.


.


Tak lama Mobil Ari berhenti di parkiran rumah sakit,yang selalu mereka datangi ketika memeriksa gandungan Nana.


Ari membuka pintu mobil,dan mengangkat tubuh sang istrinya penuh kelembutan.


"Yank aku bisa jalan sendiri."penolakan Nana hanya di jawab tatapan dari suami bulenya.


Nana kembali diam dan membiarkan suaminya membawa dirinya masuk ke dalam ruang UGD.


Saat ini Nana tengah duduk di atas ranjang, yang ada di dalam ruang USG.


Ari terus berdiri di samping istrinya penuh khwatir.


Satu perawat begitu hati-hati mengobati luka di paha Nana."Ini akan terasa perih Nona,tapi hanya sebentar."ucap sang perawat.


Nana mengangguk."Tidak apa-apa sus,saya akan menahannya."sahut Nana pelan.


Ari seketika duduk di samping Nana guna memberi kekuatan.


Perawat mulai mengobati paha Nana dengan hati-hati,tapi rasa perih tak dapat Nana tahan. sampai dia mere*as kuat tangan suaminya penahan rasa sakit.


Ari merasakan itu,dan dia mengibaskan tangan sang perawan wanita yang tengah mengobati paha Nana begitu kencang.


"Apa kamu tidak bisa pelan-pelan,lihat istriku kesakitan."geram Ari dengan mata tajamnya.


Perawan itu menunduk ketakutan."Maafkan saya tuan,saya akan lebih hati-hati."jawabnya sopan.


Nana seketika menatap suaminya"Yank."ucapnya pelan.


Ari:"Dia tidak hati-hati hon."jawab Ari kesal.


Nana mengusap lembut tangan sang suami,Ari berdecak kesal dan mengangguk pasrah.


"Lakukan dengan hati-hati."pinta Ari.


"Baik Tuan."Jawab sang perawat,dan langsung melaksana tugasnya sebaik mungkin.


Dalam diam Nana menatap asal,pikirannya seketika buyar.


Kenapa dia sangat marah kepada orang yang ingin mengobati lukaku,sedangkan orang yang sudah memberiku luka dia tidak memarahinya,apa yang dia sembunyikan dariku.pikir hati Nana.


.


.


Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.


.....

__ADS_1


Votenya mana,vote,vote👍


__ADS_2