
Raihan tengah sibuk dengan laptop di atas meja kerjanya,tapi bayangan Nana terus saja melintas di dalam pikirannya.
"Dia bagaikan racun yang memenuhi pikiranku."gumam nya.
Dia menyerah, akhirnya Raihan mengehentikan aktifitasnya lalu berjalan menuju sofa yang ada di dalam ruang kerjanya.
Raihan adalah seorang pengusaha sukses. walaupun perusahaan masih di bawah perusahaan Ari,tapi dia begitu bangga karna dia bisa mempunyai perusahaannya sendiri.
Ari, Raihan, Aldi dan Kevin. Mereka adalah keturunan orang berduit tapi mereka di didik untuk bisa hidup mandiri.
Dari kecil keempatnya sudah di didik dengan keras,bahkan sekolahnya pun bukan sekolah sembarangan orang bisa masuk di sana. hanya orang-orang yang berduit tebal lah yang bisa mengenyam pendidikan di sekolah tersebut.
Persahabatan mereka bermula ketika mereka menginjakan kakinya di seolah elit itu.
Keempatnya kini sudah mempunyai kesibukannya sendiri.
Ari, Aldi dan Kevin, mereka mengurus perusahan dari orang tua mereka. Hanya Raihan seorang yang mempunyai perusahan dari jerih payahnya sendiri, walupun pada awalnya orang tuanya masih ikut berperan.tapi sekarang dia bisa berdiri sendiri.
"Ini salah! Dia adalah istri dari teman ku.aku tidak boleh mengingatnya lagi." gumam Raihan dengan kepala bergoyang amat cepat.
Raihan berusaha membuang bayangan nana dalam pikirannya, tapi hatinya menolak.
.
Atmaja grup.......
Ari sudah selesai dengan pekerjaannya dan ia melihat jam yang ada di tangan waktu menunjukan jam 15:45 sore waktu setempat.
Matanya kini menatap tubuh kecil yang tengah meringkuk di atas sofa.
"Dia tidur?"
Nana kini tengah tertidur di ruang kerja Ari, setelah menyuapi bayi besarnya.Nana hanya diam di atas sofa hitam,sesekali dia berkeliling di ruangan yang nampak luas dan besar itu.
Di tengah kesibukannya, sesekali Ari melirik istrinya yang tengah asik dengan dunianya.Ari begitu serius ketika bekerja,dia bahkan lupa dengan istri tercintanya yang kini tengah menutup mata.
Nana merengek minta pulang,tapi Ari melarangnya dengan alasan yang tidak masuk akal.nana menyerah,dan memilih menunggu suaminya.
Laptop yang ada di atas mejanya kini di tutup, menandakan pekerjaan nya sudah selesai.
Ari berjalan menghampiri nana yang tengah tertidur,dengan hp di atas dadanya.
Dengan senyum yang mengembang,Ari mencubit hidung nana.bahkan Ari membuka kelopak mata nana yang tengah menutup itu.
"Bangun. Hon." Ari bersuara sambil menepuk lembut pipi Nana.
Nana mulai menggeliat membuat
Ari tertawa kecil melihat wajah istrinya yang nampak menggesekkan.
Merasa ada yang memainkan matanya, Nana seketika terbangun dan melihat wajah tampan suaminya yang tengah tertawa puas.
"Yank, kamu kenapa tertawa?" tanya Nana, perlahan duduk membawa rasa kantuk yang semakin meningkat.
"Maaf ya,aku ketiduran." sekali lagi menguap.
"Pulang yuk, ini sudah jam 4 sore."
Nana dengan sigap melihat hpnya,dan benar saja ini sudah jam 4sore.
"Aku tidur lama juga ya !" ucapnya tak percaya sambil tawa kecil.
"Ga papa, Ayo kita pulang."
Ari benar-benar manja ketika bersama nana.
"Tunggu, aku mau cuci muka dulu. rambut ku berantakan." Nana mulai beranjak bangun,
"Ini apa.?"Tanya Ari, melihat jepitan di sisi rambut istrinya.
"Sejenis Aksesoris,biar aku makin cantik." sahut Nana dengan mata menyempit untuk menggoda Ari
Ari dengan sigap menarik jepitan itu dari rambut nana.
.
.
Tadi ketika nana masuk,ari sampai tidak melihat jepitan itu.karna sudah tertutup rambut nana.
.
.
Ari:"Ini terakhir kalinya kamu memakain benda aneh ini,di dalam rumah saja kalau mau pakai.di luar rumah jangan pakai benda aneh ini."tegas Ari.
.
.
Nana hanya bisa mengela nafas nya dengan kasar.
.
.
Hanya jepitan saja di permasalahkan.ini ga boleh,itu ga boleh.terus yang boleh itu apa. aneh.Kesal hati nana.
.
.
Nana:"Ya sudah,sini jepitanya."pinta nana.
.
.
Ari:"Tapi Jangan di pake ."sahutnya.
.
.
Ari memberikan jepitan yang berbentuk bunga dan berukuran kecil itu.
.
.
Nana:"Iya."jawab nana dengan tangan yang memasukan jepitan ke dalam tas kecilnya
.
.
Setelah mencuci wajahnya di dalam kamar mandi yang ada di ruang kerja suaminya,nana dengan santai mengampiri Ari yang tengah duduk di atas sofa.
.
.
Nana:"Ayo,kita pulang."ajak nana.
.
.
Ari hanya mengangguk,dan detik berikutnya Ari mengenggam tangan nana.mereka keluar dari ruang kerja Ari dengan bergandengan tangan.
.
.
Sekertaris jaka yang sudah ada di luar ruang kerja Ari membungkuk memberi hormat,karna kedua majikan nya telah keluar.
.
.
Ari:"Sekertaris jaka,jangan ulangi lagi.ini terakhir kalinya kamu satu mobil dengan istriku,kamu dengar.!"perintah Ari dengan raut wajah yang nampak menakutkan.
.
.
Jaka:"Maafkan saya tuan,kedepannya saya akan berhati-hati."sahut jaka.
.
.
Nana hanya diam,dia merasa bersalah karnanya sekeratris jaka mendapatkan teguran dari suaminya..
.
.
Nanti aku kirim pesan saja untuk meminta maaf,sekarang bukan waktu yang tepat. gumam hati nana.
.
.
Ari:"Baiklah,aku maafkan.ingat pesan ku,dan aku akan pulang sendiri.lakukan saja pekerjaan mu."titahnya lagi.
.
.
Jaka:"Baik tuan."
.
.
Tak lama Ari dan nana meninggalkan sekertaris jaka yang masih membungkukkan tubuhnya.
.
.
Nana:"Yank,kamu jangan terlalu kasar.kasiankan sekertaris jaka."ucap nana lembut.
.
.
Ari tidak menjawab,dia masih saja sibuk dengan tangannya yang tengah menggenggap tangan nana.
.
.
Dia benar-benar belum berubah,sekertaris jaka pasti sudah terbiasa,dan mengerti dengan sikapnya itu.ucap hati nana.
.
.
Kini nana,dan ari tengah berada di depan lift.
.
.
Ari:"Kamu tadi naik lift.?"tanya Ari dengan ekspresi khwatir.
.
.
Nana hanya mengangguk,dan tersenyum.
.
.
Ari:"Honey,kamu sudah tidak takut lagi.?"
.
.
Nana:"Masih takut,tapi sedikit."jawab nana dengan kedua jari yang menjepit di udara.
.
__ADS_1
.
Ari tersenyum senang dan mencium puncak kepala nana.
.
.
Dia begitu bahagia karna istrinya sudah melewati masa traumanya.
.
.
Kini keduanya sudah masuk kedalam lift,dan Tak lama mereka keluar dari lift itu dengan mesra.
.
.
Semua mata para pegawai yang akan bergegas pulang seketika membulat dengan sempurna.
.
.
Bagaimana tidak,seorang Tuan muda Ari Atmaja wijaya.tepatnya bos mereka,kini tengah berjalan dengan bergandengan mesra. bahkan Ari tertawa lepas dengan istrinya.
.
.
Mungkin seumur hidup mereka ini adalah pemandangan yang langka,karna bos mereka terkenal akan keangkuhan dan sejenisnya. bahkan selama mereka bekerja di perusahan Atmaja Grup,mereka tidak pernah melihat bosnya tertawa lepas seperti saat ini.
.
.
Mobil hitam Kini melaju dengan pelan, membawa dua manusia yang tengah di mabuk rasa bahagia.
.
.
Nana:"aku merasa tidak enak,karna aku datang semua teman kamu pergi."ucap nana dengan wajah yang nampak bersalah.
.
.
Ari:"Jangan membahas laki-laki lain."singkatnya.
.
.
Nana hanya diam,dan dia pun teringat sesuatu.
.
.
Nana:"Yank,jadi ya beli daging.?"tanya nana.
.
.
Ari:"Pelayan saja yang beli ya hon,aku ingin cepat-cepat pulang."jawab Ari yang tengah mengemudi.
.
.
Nana:"Kan tadi sudah janji."ucap nana dengan senyum yang di buat mengemaskan.
.
.
Ari berdecak,karna Nana kini tengah memaksanya dengan senyum yang nampak mengemaskan.
.
.
Ari:"Bawa kacamata hitam.?"tanya Ari.
.
.
Nana mengerti,dan merogok tas kecilnya.
.
.
Nana:"Ini diah."sahut nana dan memperlihatkan kacamata hitam kearah suaminya.
.
.
Ari:"Baiklah,tapi jangan lama."tegas ari.
.
.
Nana:"Ok."senangnya.
.
.
.
Dengan senang nana melangkah masuk ke dalam supermarket yang nampak besar,di dalam nya begitu banyak makan,minuman, dan pakayan yang terlihat rapih di rak-rak berukuran sedang.
.
.
.
.
.
Bagaimana bisa berbelanja dengan santai, kalau dia bersikap seperti ini.kesal hati nana.
.
.
Ari kini tengah mendudukan istrinya di atas troli berukuran sedang,dia bahkan seperti seorang ibu yang memperlakuakan anaknya.
.
.
Beberpa pengunjung tak kuasa menahan rasa tawanya,dan rasa kagumnya akan sikap Ari.
.
.
Di benak mereka,Ari adalah laki-laki yang mempunyai wajah menyeramkan.tapi dia begitu menyayangi istrinya.
.
.
Nana nampak konyol dengan kacamata hitam,dan topi yang masih ada stuknya.karna Ari terlebih dahulu pergi ke bagian pakayan untuk mencari topi yang pas di kenakan nana.
.
.
Dengan menghela nafas,Nana hanya bisa diam.Ari begitu berlebihan melindungi Dirinya.
.
.
Seharusnya aku yang harus takut dia akan di lirik permempuan lain,ini malah sebaliknya. malah aku yang di perlakukan seperti ini, memang nya siapa yang akan melirik gadis dari kampung.dia saja yang aneh.kesal hati nana.
.
.
Dengan pelan Ari mendorong troli.
.
.
Ari:"Hon,hanya beli daging kan.?"tanya Ari.
.
.
Nana:"Yank,turunya.aku malu."pinta nana dengan menatap harap Ari.
.
.
Ari:"Itu dia dagingnya,pilih yang mahal.biar enak nanti baksonya."Ari tidak mendengarkan rengekan Nana.
Dengan kesal,Nana mengerutkan bibirnya.
.
.
Kini pasangan suami istri itu tengah memilih beraneka ragam daging giling,yang nampak rapih di rak-rak pendingin.
.
.
Nana:"Yang ini saja,sama seperti yang tadi aku buat bakso."tangannya kini tengah mengmbil beberapa daging giling yang sudah rapih di dalam kemasan berbalut plastik transparan.
.
.
Dengan sabar,Ari menunggu istrinya yang tengah memasukan beberpa daging cincang ke dalam troli.
.
.
Di rasa sudah cukup mengambil daging cincang untuk membuat bakso,kini matanya menatap sosis yang ada di lain rak pendingin.
.
.
Nana:"Yank,aku turunya.mau ambil sosis di sana."pinta nana dengan jari yang mengarah ke bagain lain.
.
.
Tanpa menjawab,Ari mendorong trolinya ke bagain lain supermarket besar itu.
.
.
Ini tidak berhasil. kesal hati nana.
.
__ADS_1
.
Dengan senang nana memilih beberpa sosis yang berukuran sedang.
.
.
Ari:"Hon,cepatlah."rengek Ari.
.
.
Nana:"Sebentar yank."sahut nana tanpa melihat suami bulenya.
.
.
Ari nampak risih dengan tatapan beberapa pengunjung wanita yang menatapnya dengan senyum,yang mengukir di wajah mereka.
.
.
Ari begitu sabar menunggu nana yang tengah asik berbelanja,bahkan nana membeli beberpa cemilan yang bertuliskan sehat di balik kemasanya.
.
.
Ari:"Kamu tuh hon,tadi bilangnya cuma beli daging.ini malah beli jenis lainya."protes Ari.
.
.
Nana:"Maaf yank."sahut nana dengan mengedipkan mata genitnya.
.
.
Ari hanya tersenyum,melihat kedipan mata nana.
.
.
Ari bukannya kesal Karna istrinya akan menguras uangnya,yang nana beli tidak ada apa-apanya.tapi yang membuat Ari kesal itu tatapan dari para pengunjung yang menatap nya.
.
.
Kini mereka tengah mengantri untuk membayar,nana bahkan merasa senang karna kini kakinya sudah menginjak lagi lantai supermarket.
.
.
Dengan mesra,Ari mendekap tubuh istrinya. dan perlahan troli milik mereka kini sudah berada di depan kasir.
.
.
Nana mengeluarkan belanjaanya yang ada di dalam troli,dan nana begitu risih dengan pandangan mata para pengunjung supermarket yang menatap ke arahnya.
Bagaimana tidak,Ari dengan tidak malunya mengdekap tubuh nana di depan umum.
.
.
Dan yang membuat nana lebih kesal lagi,Ari memerintah kasir laki-laki yang akan menyentuh belanjaan istrinya untuk berganti dengan teman wanitanya.
.
.
Petugas kasir itu hanya mengngguk,dia tau siapa yang tengah memerintahnya.
.
.
Tanpa sepengetahuan Nana,supermarket yang saat ini dirinya tengah mengantri itu. adalah salah satu anak dari perusahan Atmaja Grup,yaitu perusahan Suaminya.
.
.
Ketika masuk,nana tidak menaruh curiga. melihat para pegawai supermarket itu membungkuk ke arah mereka,karna dulu juga ketika datang ke kota suaminya.nana sudah di suguhkan dengan pemandangan itu.
.
.
.
Acara belanja yang penuh dengan tekanan, dan drama itu kini telah berakhir.
.
.
Aku ga mau belanja lagi,tadi itu tidak menyenangkan. Gumam hati nana.
.
.
Didalam mobil itu begitu hangat,dengan tawa kecil nana yang mendengar wejangan dari suami bulenya.
.
.
Mobil Ari kini sudah sampai di depan gerbang rumah mereka,dan menampakan kedua pelayan wanita yang masih cukup muda.
.
.
Pelayan itu dengan sigap membuka gerbang, supaya mobil majikannya bisa masuk.
.
.
Setelah mobilnya masuk,Ari dengan santai mendekat ke arah nana yang tengah berdiri di bagian bagasi yang sudah terbuka.
.
.
Ari:"Hon,biar mereka saja yang angkat semuanya.aku mau mandi."manja Ari.
.
.
Kedua pelayan itu hanya diam mendengar rengekan Tuan mudanya.
.
.
Nana:"Yasudah,sekarang kamu masuk dulu. nanti aku nyusul."sahut nana.
.
.
Ari:"Jangan lama."rengeknya.
.
.
Ari mencium pipi nana di depan kedua pelayan mereka,dan setelah itu dia berjalan dengan cepat ke dalam rumah.
.
.
Nana dan kedua pelayannya,tengah sibuk mengeluarkan belanjaan yang lumayan agak banyak.
.
.
Nana:"Ini ada dua kantong plastik,di dalamnya ada beberapa makanana.untuk kalian,satu orang satu ya."ucap nana dengan kantong plastik berukuran besar yang ada di kedua tanganya.
.
.
Para pelanyan begitu senang.
"Terimakasih nona."jawab kedua pelayan
.
.
Nana:"Sekarang,tolong bawa semuanya ke dalam.dan rapihkan,saya masuk dulu ya."titah nana lembut.
.
.
"Baik,nona muda."sahut pelayan.
.
.
Nana dengan cepat menaiki anak tangga menuju kamarnya,dia melihat suaminya tengah duduk di sofa dengan hp di sisi telingnya.
.
.
Nana:"Yank.!"Tegur nana pelan.
.
.
Ari yang sudah selesai dengan hpnya kini menatap istrinya.
.
.
Nana:"Siapa yang telpon.?"tanya nana dengan handuk di tangannya.
.
.
Ari:"Raihan,dia bilang ingin datang kerumah. dan mengadakan acara barbekyu hon."Sahutnya.
.
.
.
Note:"Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.
.
.
__ADS_1
SELAMAT MEMBACA 😆