
Ari berjalan dengan pelan di bawah derasnya guyuran air hujan,matanya terus menatap ke depan.raut wajahnya begitu sendu,dan air mata yang lolos tidak terlilhat.karena air hujan lebih mendominasi.
Sekilas dia tersenyum getir ketika melihat sosok di depan matanya.
Ya,ari tengah melihat keberadan istrinya yang tengah menangis di bawah guyuran air hujan, dan yang membuat air sedih.keadaan istrinya begitu menyedihkan.
Dia tidak bisa berkata atau berlari,yang ari lakukan hanya berjalan dengan pelan menghampiri istrinya yang belum sadar akan kedatangnya.
.
.
Nana terus menangis dengan pilu,dia masih belum beranjak dari posisinya.kakinya seolah berat untuk melangkah,yang dia lakukan hanya menangis dengan memegangi tangannya yang terkena sayatan pis*u di tengah guyuran air hujan.
Nana:"Hiks... hiks.... ya tuhan,aku ingin pulang ke dasa ku.aku tidak mau di sini,bantu aku. hiks... hiks...."Dia menangis dengan pilu, bibirnya bergetar hebat.matanya nampak begitu memerah karena air mata terus keluar dengan derasnya.
Dadanya terasa sesak melihat istrinya menangis di pinggiran jalan,dengan langkah yang begitu pelan.ari terus melangkah, otaknya kembali mati.dia tidak bisa berpikir.
Nana benar-benar tidak menyadari kedatangan suaminya,karena dia tengah menangis dengan menundukan kepalanya yang sudah basah.
Tak terasa kini Ari sudah sampai di depan istrinya,yang tengah meringsek duduk dan kepalanya menunduk.yang ari lihat tubuh istrinya bergetar entah menahan dingin atau dia tengah menangis.
Ari hanya berdiri,dia tidak menegur istrinya. yang ari lakukan hanya diam dengan kepala yang setengah menunduk melihat istrinya yang ada di bawahnya.
Nana:"Hiks... hiks.... dingin... uhhhh sakit, hiks.... tolong aku ya tuhan."gumamnya pelan, tapi nana tidak tau suaminya mendengar gumam mannya.
Ari sudah tidak bisa menahan dirinya,seketika dia berjongkok mengikuti posisi istrinya.
Mata tajamnya kini sudah tidak terlihat lagi, yang ada tatapan laki-laki tampan itu begitu sendu melihat penderitaan istrinya.
Nana yang tengah mengangis seketika mulai menghentikan tangisnya,karena dia merasa di depannya ada seseorang yang begitu dekat dengannya.
Dengan perlahan kepalanya yang tadi menunduk kini terangkat.
Gadis malang kini menatap sosok di depannya,dan seketika nana diam dengan memandangi sosok itu.
Nana:"Yank,be-benar kah ini ka-kamu.hiks... hiks.."tangan mungilnya tanpa sadar menyentuh wajah suami tampannya yang basah.
Ari diam,dia tidak bergerak.air matanya tidak bisa dia bendung lagi,rasa bersalah begitu besar dia rasakan.kini dia sudah menyakiti istrinya dan membuat nana kembali merasakan penderitaan.
Perlahan tangannya menyentuh tangan istrinya yang ada di sisi lain pipinya.
Ari:"Honey,ini aku hiks... maafkan aku, honey."suaranya bergetar hebat.
__ADS_1
Nana diam,ketika sosok di depannya menjawab ucapannya.dan dengan perlahan tangan yang di genggam suaminya,dia angkat dari pipi laki-laki yang di yakini adalah suaminya.
Ari merasa heran dengan pergerakan tangan istrinya.
Ari:"Hon,ini aku suami.kamu."Ucapan itu membuat nana menggelengkan kepalanya, dan juga tangis yang kembali pecah.
Nana:"Tuan Ari."hanya itu yang dapat nana ucapkan.
Ari menggeleng dengan pelan mendengar ucapan Nana.
Ari:"Hon,jangan panggil aku dengan sebutan itu.aku tidak suka mendengarnya."Tangannya perlahan menggenggam tangan istrinya.
Nana dengan cepat menyingkirkan tangan suaminya,dan dia seketika berdiri.
Melihat istrinya berdiri,Ari dengan cepat ikut berdiri.
Nana merasa hatinya tidak karuan,jantungnya seolah memburu.dan dengan cepat dia menyembunyikan tangannya yang terkena sayatan pis*u.
Ari:"Honey,maafakan aku honey.kamu jangan hukum aku dengan cara seperti ini,aku benar-benar takut melihat kamu pergi begitu saja. jangan seperti ini,hon."Ungkapnya dengan terus mengikuti pergerakan istrinya yang seolah tidak mendengar ucapannya.
Nana terus berjalan kearah toko di belakangnya,dia berpura-pura tidak mendengar ucapan suaminya.yang nana lakukan dia hanya diam,tangannya tengah memungkut kotak palstik yang berisi roti dan botol minumnya.
Ari terus mengikuti pergerakan istrinya,tapi nana tidak perduli.sejenak dia senang dengan datangnya suaminya.tapi di sisi lain dia masih merasa kesal,dan marah akan sikap suaminya yang meninggalkan dirinya sendirian di dalam kamar pagi tadi.
Nana masih diam,dia terus bergerak dan mengabaikan suaminya.
Ya tuhan,aku benar-benar gingung harus bagaimana.dan kenapa dia bisa tahu aku ada di sini.batin nana.
Ari yang merasa di abaikan,seketika menarik tubuh mungkin istrinya kedalam dekapannya dengan cepat.
Saat ini di depan toko itu nana tidak sendirian,dia kini bersama suaminya yang tengah memeluknya erat.
Nana merasa terkejut dengan suaminya yang kini memeluknya,dan nana tidak diam.dia terus memberontak di dalam pelukan suaminya.
Tapi tenaganya kalah kuat dengan suaminya, dan hal itu membuat nana diam sejenak.
Ari:"Honey,maafkan aku.aku benar-benar menyesal,otakku tidak bisa berfikir dengan baik.aku berjanji akan selalu ada di sisimu, hon.jangan pergi lagi,aku mohon."ucapnya dengan terus memeluk nana erat.
Mendengar itu nana hanya diam,dia masih belum bisa membalas kata-kata penyesalan dari suaminya.
Suami istri itu masih betah dengan posisi merpelukan,mereka bahkan melupakan kedaan tubuh mereka yang basah kuyup.
Perlahan Ari melonggarkan pelukannya,tapi sebelum itu dia mencium puncak kepala nana yang basah.
__ADS_1
Tanganya berpindah dengan cepat,kini kedua tangan Ari berada di sisi kepala nana.
Ari:"Hon,maafkan aku,aku benar-benar menyesal sudah meninggalkan kamu tadi di kamar.aku mohon maafkan aku,jangan tinggalkan aku honey.jangan hukum aku seperti ini."ucapanya lembut,dan berusaha menatap wajah cantik istrinya yang tengah menunduk.
Nana tidak menjawab,dia masih diam.tapi matanya kembali mengeluarkan air mata kesedihan.
Ari:"Tolong maafkan aku,honey."suaranya bergetar dan kembali memeluk istrinya.
Seketika tangis nana pecah di tengah pelukan suaminya,dia memang marah dengan perlakuan suaminya.tapi hatinya tidak bisa berbohong kalau dirinya begitu senang ketika suaminya datang mencarinya,dan mengkwatirkannya.
Ari:"Honey,aku menyesal.jangan pergi seperti ini,aku takut.hon."Seorang tuan muda Ari yang terkenal dengan keangkuhan dan sejenisnya, kini kembali lemah di depan istrinya.
Lamanya mereka berpelukan tak terasa hujan sudah berhenti,dan mungkin ini sudah larut malam.tapi kota besar A masih terang terlihat.
Ari kembali melonggarkan pelukannya,dan ketika nana akan membuka mulutnya.dari arah lain datang beberapa mobil yang membuat nana mengurungkan niatnya.
Mata pasangan suami istri itu menutup dengan cepat,karena sorot lamu mobil itu pas mengenai mereka.ari bahkan menghalangi mata istrinya dengan tangannya,karena sinar lamu itu begitu terang.
Tak lama mereka di kagetkan,dengan suara dari sosok yang begitu mereka kenal dengan baik "Sayang ku,putriku."Langkahnya begitu cepat mengahmpiri nana.
Mommy kei yang kini tengah memeluk tubuh nana yang masih basah.
Nana membalas pelukan mommy kei,dia seketika menangis di pelukan mommy mertuanya itu.
Mommy:"Sayang,kamu baik-baik saja kan.kamu jangan takut lagi,ada mommy di sini."ucapannya membuat nana terus menangis lega.
Ari hanya diam,dia tidak bisa berbuat banyak. tadi saja mommy kei sedikit mendorong tubuhnya ketika mommy kei ingin memeluk istrinya.
Dan dengan tatapan tajam,mommy kei menatap putra bulenya itu.sejenak mommy kei merasa kasihan melihat putranya juga sama menyedihkan kannya,tapi mommy kei seolah tidak mau bersimpati.yang ada di dalam otaknya saat ini,adalah memberi kedua laki-laki yang begitu berharga dalam hidupnya,yaitu memberikan hukuman
Mommy kei berniat untuk menghukum tuan surya dan Ari,putranya.
Mommy:"Mulai saat ini,Nana akan tinggal dengan mommy di mansion.kamu dan daddy, akan tinggal di rumah kamu,mulai besok."ucapan itu berhasil membuat Ari dan tuan surya yang kini ada di antara mereka membulatkan mata keduanya tidak percaya.
.
.
.
Note:"Besok lagi ya,jangan lupa vote. aku ga sanggup buat kasih hukuman untuk Ari dan daddynya,biar mommy kei aja ya yang bertidak.ikuti kelanjutanya.maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.
sekarang udah ga di gantung lagi ya.
__ADS_1