ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
PAGI YANG INDAH.


__ADS_3

Pagi ini di kota A lumayan cerah,dan itu membuat sinar matahari yang biasanya terang hari ini agak kelabu.mungin nanti siang hujan akan datang menyapa.


Di dalam dekapan pria tampan,seorang wanita centik perlahan mengerjapkan kedua mata sipitnya.


wanita cantik itu menatap asal area dalam kamar yang menjadi tempatnya,dan sang suami melesap penat setelah seharian beraktifitas.


Nana:"Pagi ini,aku bangun awal."gumamnya mengingat satu minggu terakhir suaminya lah yang selalu terbangun mendahuluinya.


Semalam setelah memakan lima buah es Cream berbagai rasa kecuali rasa Jagung, Nana dan Ari kembali masuk ke kamar mereka.


Dan setelah keduanya menutup mata Lamanya sekitar satu jam.


Ari kembali membuka matanya,mendengar suara sang istri yang terus memanggil-manggil namanya.


Tepat pukul 04:08 dini hari waktu setempat, Nana kembali meminta es Cream rasa jagung.


Ari yang sudah mengantuk hanya bisa menurut,dia akhirnya pergi ke dapur sendirian karena sang istri akan mengunggu di atas ranjang.


Kali ini Nana benar-benar memakan es Cream rasa jagung itu,padahal Ari tidak mengancam atau memberi teguran tapi memang Nana menginginkannya.


Dini hari itu Nana terjaga,sedangkan sang suami kembali terlelap meninggalkan istrinya yang sibuk me***ti satu potong Es Cream pesannya.


Setelah Es Cream jagung itu habis,Nana menyusul sang suami yang sudah terlelap. bahkan Nana kembali menutup kedua matanya tanpa membersihkan giginya.


Mengingat itu membuat Nana tersenyum, karena sang suami tak mengeluh dengan sikapnya,dia sendiri bingung ketika mengingat perubahan yang terjadi pada dirinya.


Dalam posisi masih berada di dalam dekapan suaminy,Nana perlahan menatap pemandangan yang begitu indah.


Bibir tipisnya perlahan membentuk seperti bulan sabit,ketika matanya memandang satu mahkluk tuhan yang begitu indah.


Ya,saat ini Nana tengah memandang wajah pria tampan yang di yakini suami.


Nana begitu tersihir dengan ketampana sang suami yang pagi ini terlihat berbeda.


Tangan lentiknya perlahan menyentuh setiap jengkal anggota tubuh pria yang sudah menjadi suaminya itu.


Pantas saja Jenia begitu tergila-gila pada mu yank,karena kamu begitu tampan.tidak,tidak, tapi sangat tampan.kenapa di dunia ini ada pria seperti kamu,dan kenapa tuhan bisa mempertemukan kita.lihat ini alisnya begitu tebal,hidungnya sangat tajam,dan bibir ini begitu indah merah,dan tipis.kagum nana dalam hati.


Dan saat ini tangannya tengah mengusap pelan bibir sang suami yang begitu memerah, bahkan matanya seolah enggan untuk menatap objek lain.


Pagi ini Nana merasa tubuhnya panas, entahlah apa yang ada di dalam pikirannya.


Perlahan Nana merubah posisinya,dan dengan cepat menyerang bibir merah sang suami.


Ari yang tengah tertidur pulas karena lelah, perlahan membuka kedua matanya.dan yang pertama dia lihat adalah wajah cantik Nana tanpa polesan mak-up tengah meng**sap bibir bawahanya.


Ada apa dengannya,pagi ini dia begitu agresif.bingung hati Ari.

__ADS_1


Tak ingin menyianyiakan kesempatan emas Itu.Ari membalas lum**an di bibir sang istri.


Nana begitu terkejut dengan pergerakan suaminya.


Tapi Nana tidak menolak,dia membiarkan suaminya bermain di area bibirnya.


Nana tahu saat ini suaminya merindukan hal-hal yang sudah satu minggu ini tidak mereka lakukan.


Ari begitu terbawa suasan,perlahan bibirnya berpindah tempat ke area lain tubuh Nana. yang terlihat menggoda dan pasti kenyal.


Nana:"Yank."tegurnya dengan suara pelan menahan rasa nikmat.


Ari yang saat ini berada di atas tubuh istrinya, hanya melirik.dia begitu sibuk di atas tubuh Nana.


Nana hanya tersenyum dan memberikan sang suami menjelajahi setiap inci tubuhnya.


Cukup lama dirinya bermain dengan anggota tubuh istrinya yang selalu menjadi pavoritnya dari awal dia menyentuh sang istri,hingga akhirnya Ari menatap manik Nana seolah meminta lebih.


Nana:"Ingin melanggar.!"tanyanya seolah menggoda.


Dirinya tidak munafik,dan menginginkan hal lebih seperti sang suami.


Ari:"Aku akan melakukannya dengan perlahan, dan tidak akan menyakiti baby kita."sahutnya setengah berbisik.


Nana tersenyum penuh arti,di sisi lain dirinya memang menginginkan itu.tapi ketika mengingat Junior sang suami membuat Nana diam.


Ari mengerti dan mulai berbisik di sisi lain telinga Nana.


Ari tersenyum dan kembali melancarkan aksinya di pagi yang terlihat kelabu.


Pada akhirnya Ari dan Nana melakukan olahraga pagi untuk pertama kalinya,setelah Nana di ketahui mengandung buah hati mereka yang kita sendiri belum mengetahui jenis kelaminnya.


.


.


Tanpa Ari sadari,di depan rumah mereka terdapat satu buah mobil yang selalu di bawa pria tampan dengan pakayan serba hitam.


"Selamat datang,sekertaris jaka."sambut kedua security secara bersamaan.


Jaka:"Pagi."balik menyapa dengan langkah kaki melewati kedua Security yang ada di kiri, dan kanan dekat gerbang.


Mudah-mudahan tuan muda tidak marah.lirih jaka dalam hati,mengingat semalam dirinya tidak sempat menerima panggilan telepon dari tuan muda Ari.


Apa yang membuat Jaka seolah mengabaikan panggilan telepon dari sang tuan muda.


Alasannya adalah Lusi.!

__ADS_1


Jadi semalam Jaka dan Lusi saling melepas rindu dengan melakukan video coll di ruang kerjanya,menginggalkan hpnya yang tergeletak di atas kasur empuknya.


Mengikat itu membuat jaka ketakutan,dia tidak ingin tuan muda Ari marah dan kecewa.


Dirinya ingin menjadi orang yang berguna untuk Tuan muda Ari yang sebentar lagi akan menjadi kakak sepupunya,pikir Jaka.


Di setiap langkahnya,Jaka terus tersenyum getir dan di dalam benaknya terasa bergejolak.jika mengingat keadaan di mana dirinya akan menikahi anggota keluarga Atmaja yang di gadang-gadang keluarga terhormat dan sangat di segani.


Jaka terus berjalan masuk kedalam rumah yang satu minggu ini tidak pernah dia datangi.


Kedatang Jaka di sambut salah satu pelayan yang berada di depan pintu.


"Selamat datang,Sekertaris jaka"sambut sang pelayan.


Jaka menjawab lewat senyuman"Tuan muda masih di kamar?"tanya jaka yang tengah berdiri di depan pintu.


"Tuan dan Nona masih di dalam kamar."jawabnya sopan.


Jaka mengangguk-anggukan kepalanya,dan kini matanya menatap jam yang melingkar di tangan kirinya.


Tuan muda ini sudah jam delapan pagi,tapi kenapa keduanya belum juga turun.!apa mereka kesiangan.?tanya hati jaka.


.


.


Ari perlahan beranjak dari atas tubuh polos Nana.


Ari:"Tidak sakit kan,hon.?"bertanya dengan usapan di bahu mulus sang istri.


Nana:"Tidak telalu sakit."jawabnya malu.


Ari Kembali mencium bibir Nana yang terlihat memarah karena ulahnya.


"Aku mau mandi,Jaka pasti sudah mengunggu."sadar Ari dengan menatap jam.


Nana:"Ikut."pintanya manja.


Ari mengangguk dan perlahan mengangkat tubuh Nana yang tertutup selimut penuh kelembutan.


Nana yang tengah di gendong suami bulenya kembali menyerang bibir sang suami.


Ari tidak menolak dia malah tersenyum ceria.


Jaka tunggulah,biarkan aku bersama istriku sebentar saja.gumam batin Ari.


.

__ADS_1


.


Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya


__ADS_2