
Nana menarik nafasnya kasar mendengar kata maaf dari suaminya"Apa maksdunya.?"tanya Nana dengan suara pelan.
Ragu-ragu Ari mengangkat kepalanya"Ini semua rencana Aldy,dan Kevin."jawab Ari cepat.
Sebelum menjawab,Nana duduk di atas kursi yang ada di dekat ranjang."Rencana mereka, dan kamu setuju.?"suarnya sedikit tinggi.
Ari dengan cepat merubah posisinya yang tadi terlidur layaknya orang sakit,dan perlahan dirinya menghampiri sang istri.
"Maaf hon,aku tidak bisa berpikir dengan baik. yang aku pikirkan dengan cara seperti ini kamu tidak akan marah lagi."tutur Ari yang tengah berdiri di depan Nana.
Nana:"Dan dengan cara seperti ini kamu berharap,aku tidak akan marah lagi begitu.?"sergahan itu membuat Ari mengangguk pasrah.
Ari:"Maaf honey,maaf."ucapnya penuh penyesalan.
Nana hanya diam seraya memijat kepalanya"Siapa saja yang terlibat.?"
Ari:"Aldy,Kevin,Jaka,dokter Putra.Daddy.
"Nana:"Mommy juga.?"ucapnya tidak percaya.
Ari menggelengkan kepalanya,dan meringsek duduk di bawah sang istri"Tidak,mommy tidak terlibat.maksudku pelayan kita."Penuturan itu membuat Nana menggelengkan kepalanya merasa tidak percaya akan sandiwara yang sudah di lakukan oleh suami,dan semua orang yang dirinya kenal.
Nana:"Aku tidak menyangka,daddy ikut terlibat."raut wajahnya terlihat sedih.
Ari:"Aku yang memaksa daddy,honey plis maafkan daddy semua ini salahku."
Mendengar penjelasan dari suaminya tentang keterlibatan Daddy Surya,membuat Nana tidak bisa memberi jawaban.
Daddy pasti membawa mommy pergi,pantas saja ketika aku mau mengubungi mommy semua melarangku,sekarang aku mengerti.Batin Nana.
"Honey."menarik tangan Nana pelan"Aku menyesal sudah membohongi kamu,maaf. sekarang aku pasrah dan menerima kalau kamu marah dan menghukumku,tapi percayalah semua perkataanku di kantor itu tidak benar.sekarang aku terima apapun hukuman dari kamu,asalkan kamu mau maafin aku."Ucap Ari yang tengah mengusap tangan sang istri penuh kelembutan.
Nana hanya diam,matanya terus menatap wajah suaminya dan ia merasa sang suami benar-benar menyesal.
Kenapa aku jadi kasian ya melihat wajahnya,aku memang marah dan rasa marahku belum sepenuhnya hilang.tapi melihat sandiwara yang dia buat malah membuat aku jadi terharu begini.gumam hati Nana dengan perasaan kasian dan rasa kesal bercambur jadi satu.
Ari terus meringsek di depan sang istri dengan mengelus tangannya.
Nana:"Kita pulang."ucapnya cepat,dan menarik tangannya yang tadi di genggam sang suami.
Ari mengangguk pasrah dan berdiri mengikuti istrinya"Apa kamu tidak mau menginap di sini.?"Tanya Ari yang ada di belakang Nana.
Nana Kembali Meletakan tas selempangnya dengan kasar,ketika mendengar ucapan dari suaminya hingga membuat Ari terkejut.
Dengan cepat Nana berbalik"Apa,menginap di sini.?"Tanya Nana tidak percaya.
Ari mengangguk pelan.
Nana:"Yank.apa sih yang ada di dalam pikiran kamu,ini bukan penginapan disini rumah sakit."tuturnya kesal.
Ari hanya diam,dia benar-benar tidak bisa menjawab ucapan dari Nana.
Benar juga kenapa aku jadi bodoh begini,dan kenapa di depan istriku aku jadi lemah.mana Ari yang dulu,aku harus melawan.dia itu hanya seorang istri,sedangkan aku suaminya. ia benar aku ga boleh kalah.ucap hati Ari penuh keyakinan.
Setelah mengatakan itu,Nana kembali berbalik dan merapihkan tasnya.
Ari merubah ekspresi wajahnya yang tadi terlihat sendu,menjadi garang dan bengis.
"Honey."Ari memanggil Nana dengan nada tinggi.
__ADS_1
Nana:"Apa."suaranya tidak kalah tinggi yang mana membuat Ari terkejut.
Ari"I-iya,ayo kita pulang.tapi aku mau ganti baju dulu."sahutnya pelan.
Nana:"Aku akan menunggu di sini."ucapnya tanpa menatap sang suami.
Ari mengaggguk dan berjalan untuk mengganti bajunya.
Aku tidak bisa marah di depan dia,kenapa aku jadi takut.dulu dia yang takut padaku,tapi sekarang malah aku yang takut padanya.ahhh berheti berpikir,percuma berpikir juga semua itu tidak ada gunanya.grutu hati Ari yang tengah berjalan ke arah kamar mandi setelah mendapat baju miliknya.
.
.
"Apa benar begitu.?"Ucap seseorang di sebrang sana,dan nada suaranya terdengar tidak percaya.
Jaka:"Ya lucu bukan,sepupumu itu benar-benar luar biasa."sahutnya yang baru saja mematikan mesin mobil.
"Bagaimana kalau kakak ipar tahu,apa itu tidak akan menjadi masalah.?"pertanyaan dari seorang wanita yang di yakini Lusi, membuat Jaka ketakutan.
Jaka:"Aku tidak tahu,mudah-mudahan Nona tidak curiga."sahutnya dengan raut wajah khwatir.
"Itu tidak akan terjadi,kalau kalian semua diam. hahahaha ada-ada saja."Lusi tertawa puas.
Jaka:"Aku harap juga begitu,ya sudah yah sayang,aku tutup dulu.aku mau mengantarkan baju ganti,ini sudah hampir malam."
Lusi"Baiklah sayang,love you."
Jaka:"Too,muaahhh."
Panggilan antara Jaka dan Lusi terputus.tapi itu tidak merubah posisinya,Sekertaris tampan itu begitu gugup terlihat dari wajahnya.
.
.
Nana begitu kesal ketika sang suami tak kunjung keluar dari dalam kamar mandi.
Nana"Ada dia baik-baik saja,kenapa dari tadi belum juga keluar.?"tanyanya khwatir.
Entah apa yang di lakukan Ari di dalam kamar mandi,kenapa untuk berganti baju saja begitu menguras waktu.
Lamanya Nana menunggu sang suami keluar dari dalam kamar mandi,tapi selama itu juga tidak ada tanda-tanda pintu kamar mandi di buka. dan itu membuat Nana ketakutan.
Nana:"Apa dia pingsan,atau dia ingin mengerjai aku lagi."pikirnya yang tengah duduk tenang.
Merasa ada yang tidak beres,Nana beranjak berdiri dan berjalan menghampiri pintu kamar mandi.tapi sebelum kakinya melangkah mendekati kamar mandi.Nana mendengar suara ketukan pintu luar.
"Itu pasti Sekertaris Jaka."Ucap Nana,dan berjalan dengan tergesa-gesa mendekati pintu yang tengah di ketuk.
Ceklek..."Nona muda."Jaka membungkuk ketika melihat istri dari tuan muda Ari.
Nana:"Kenapa anda tidak menjadi aktor saja, Sekertaris Jaka.!"sergahnya.
Kata-kata dari Nana membuat Jaka kebingunan"Maaf nona,saya tidak mengerti maksud anda.?"Jaka bertanya tanpa mengangkat kepalanya.
Nana:"Sudah lupakan saja,saya tidak mau membahasnya lagi.dan Sekertaris Jaka tolong bawa kembali baju ganti untuk tuan Ari dan saya.karna kita mau pulang.?"Tuturnya.
Jaka mengerutkan keningnya bingung"Memangnya tuan muda sudah di ijinkan pulang.?"tanya Jaka yang masih berdiri tanpa menatap Nana.
__ADS_1
Ekting anda bagus sekali Sekertaris Jaka, persisi seperti tuannya.Kesal hati Nana jika mengingat drama yang di lakukan sang suami.
Sebenarnya Nana tidak ingin menjawab pertanyaan dari orang kepercayaan suaminya, tapi Nana tidak bisa menutup pintu sebelum memberi jawaban.
"Rumah sakit hanya untuk orang sakit,dan untuk orang sehat bukan di sini tempatnya."penutupan Nana berhasil membuat Jaka menarik nafasnya pelan, secara tidak langsung Jaka sudah mengerti kemana arah ucapan Nana.
Sandiwara ini ternyata sudah terbongkar,tuan muda apa anda baik-baik saja.lirih hati Jaka.
Nana:"Silahkan bawa kembali baju ganti itu. saya dan Tu-
Jaka mengangat kepalanya,ketika mendengar Nana tidak melanjutkan kalimatnya.
"Ada apa,Nona.?"Tanya Jaka heran.
Nana Masuk kedalam ruang inap tanpa memberi jawaban atas pertanyaan dari Sekertaris Jaka.
.
.
"Kenapa dia belum juga keluar,apa dia baik-baik saja.?"Gumam Nana yang tengah berjalan ke arah kamar mandi.
Dan ketika Nana ingin mengetuk pintu,Samar ia mendengar suara aneh dari dalam kamar mandi."Yank kamu ga apa-apa..?"tanya Nana seraya mengetuk pintu kamar mandi.
Tak ada respon membuat Nana menarik pengangan pintu"Aku masuk ya,yank.?"
Ketika pintu kamar mandi terbuka,Nana begitu terkejut melihat sang suami yang nampak terkulai lemas di depan clowset. bahkan stelan jasnya yang sudah di kenakan juga terkena muntahan.
Bukan itu saja,di sekitar tubuh pria tampan itu nampak jelas cairan lainnya.
Nana:"Yank,kamu kenapa.?"tanyanya khwatir.
Tanpa Ada rasa jijik Nana mendekat dan merapatkan tubuhnya dengan sang suami.
Ari tersenyum melihat istrinya"Aku tidak tahu hon,tadi ketika aku selesai bergati baju.tiba-tiba perutku mual."ucapnya pelan,terlihat kalau Ari meraskan lelah dan lemas.
Nana mengusap bibir suaminya tanpa ada rasa jijik,yang terlihat malah sebaliknya."Kamu belum makan siang kan,yank.?"pertanyan Nana membuat Ari mengagguk pelan.
Ari bersandar lemas di tubuh sang istri"Aku benar-benar minta maaf honey.?"suaranya terdengar pelan.
Nana:"Sudahlah jangan bicara lagi,lebih baik sekarang kita keluar dan ganti baju."
Ari mengangguk dan sebelum keduanya berdiri,Jaka datang."Tuan muda anda baik-baik saja.?"Tanya Jaka dan terlihat jelas raut wajahnya khwatir.
Nana:"Sekertaris Jaka,bantu saya."permintaan itu langsung di jawab anggukan kepala dari Jaka.
Tapi sebelum Jaka berjalan mendekat,Ari mengangkat tangannya ke arah Sekertaris Jaka.seperti memberi isyarat jangan mendekat.
Jaka seketika berhenti"Kenapa tuan muda.?"tanyanya heran.
Nana:"Ya yank ada apa,biarkan Sekertaris Jaka bantu angkat kamu."tambahnya.
Nana dan Jaka mungkin mengira Ari menolak bantuan dari Sekertarisnya,karna di sekelilingnya banyak muntahan.
Ari mengelang cepat"Aku tidak mau melihat wajah dia,Jaka keluar.aku aku uueeee.... uuueee."Ari kembali mengubur wajahnya di depan clowset.
Nana memijat leher belakang suaminya,tapi matanya menatap Sekertaris Jaka bingung.
Jaka mengangguk pasrah,dan berjalan keluar dari dalam kamar mandi"Apa Tuan muda hamil,tapi dia kan laki-laki."ucapan konyol itu terlontar begitu saja dari mulutnya.
__ADS_1
Dokter putra,aku harus memberi tahunya.ucap hati Jaka dan berlari keluar ruang inap menginggalkan Nana yang tengah mengurus suami bulenya.