
Jaka menghela nafas pasrah,ketika matanya kembali menatap jam yang ada di pergelangan tangannya.
Kenapa tuan muda belum juga turun,tidak mungkin mereka kesiangan,jelas-jelas semalam aku menerima pesan dari tuan muda**.bingung hati jaka.
Saat ini jaka tengah menunggu Ari di ruang tamu,di atas meja terdapat satu buah gelas kramik ber warna hitam yang tadi di bawa sang pelayan.
.
.
Di dalam kamar,Nana baru saja memasangkan dasi di kerah kemeja kerja sang suami.
Ari:"Hari ini aku akan pulang cepat."ucapnya.
Nana Mengagguk,dan menuntun suaminya yang sudah terlihat tampan dengan stelan jas berwarna abu keluar kamar menuruni tangga.
Nana begitu manja,terlihat dari prilakunya pagi ini.dirinya seolah enggan untuk jauh dari sang suami,bahkan ketika berjalan pun Nana terus menempel.
Ari:"Mulai hari ini tidak usah membuat sarapan,aku akan meminta para pelayan menyiapkan sarapan untuk kita."usulnya.
Nana:"Tidak perlu,besok aku akan kembali memasak sarapan yank."jawabnya,dirinya mengerti sang suami mengatakan itu dengan terpaksa.Nana tau suaminya tidak suka memakan makanan ketiga pelayan mereka.
Ari:"Apa kamu yakin."berhenti dari langkahnya, dan menatap wajah sang istri.
Nana:"Ya yank aku serius,udah ayo sekertaris jaka pasti sudah menunggu."menarik tangan suaminya.
Ari:"Biarkan saja,dia hanya bawahanku hon."jawaban itu membuat Nana menatap tajam dirinya
Ari tersenyum kuda,dirinya tahu sang istri tidak menyukai cara bicaranya seolah merendahkan.walupun itu kenyataannya.
Ari:"Ia maaf."seketika mendekap tubuh istrinya erat,dan mereka berjalan ke arah ruang makan.
Jaka dengan cepat keluar dari dalam rumah tuan muda Ari.entahlah,dirinya menjadi ketakutan dan gugup untuk bertemu sang majikan.padahal sebelumnya dirinya selalu bersikap biasa saja.
Lusi,aku benar-benar gugup bertemu dengan kakak sepupumu.gumam hati jaka di setiap langkahnya menuju mobil tuan muda Ari.
Tadi ketika dirinya sendirian di ruang tamu, mata dan telinganya mendengar dan melihat kedua pasutri yang menuruni anak tangga, merasa salah tingkah Jaka keluar rumah dan mendarat di depan pintu mobil.
Nana:"Yank,aku tidak lapar!"tolaknya.
Ari yang tengah mengangkat satu potong roti dengan selai blubery mengerutkan keningnya, ketika mendengar ucapan Nana yang mengatakan tidak lapar.padahal tadi di kamar,sang istri ngerengek minta sarapan di sela-sela ronde kedua mereka.
Ari:"Terus mau sarapan apa.?"bertanya dengan menyantap roti yang tadi di tolak sang istri.
Nana:"Mau Ice Cream rasa jagung saja."jawabnya manja.
Ari:"Sepagi ini.!"tanyanya kaget.
Nana mengagguk"Aku ingin Ice Cream itu, ayang."rengeknya yang mana membuat Ari menarik nafasnya pelan.
Ingat kata mommy istrimu tengah hamil,jadi apapun yang dia inginkan harus di kabulkan.kecuali dia ingin bertemu pria lain, aku tidak akan pernah menurutinya.ucap hati Ari.
Ari:"Hanya satu ok."pintanya lembut.
Nana:"Ok."jawabnya senang dan dengan cepat berjalan kearah dapur menigglkan sang suami di meja makan.
Ari hanya tersenyum dengan menggelengkan kepalanya melihat tinggkah sang istri.
.
.
__ADS_1
Setelah sarapan satu potong Ice Cream,Nana menatap kepergian mobil hitam yang di kendarai Sekertaris jaka.
Nana:"Hati-hati."berteriak dengan melambaikan tangan.
Kedua security yang mendengar nona mudanya berteriak-terik hanya biasa tersenyum dalam diam,pasalnya semenjak hamil sang nona menjadi aneh.tapi Bagus dan temannya mengerti,mengingat istri mereka juga selalu bertingkah aneh selama hamil muda.
Setelah mobil yang membawa suaminya menghilang dari pandangan matanya, perlahan Nana melangkah masuk melewati kedua security yang ada di kiri,kanan gerbang.
Nana:"Kalian sudah sarapan.?"berhenti mendadak di depan kedua securitynya.
tanpa melihat Keduanya menjawab"Sudah Nona."sahutnya bersamaan,mereka bukannya tidak sopan tapi melihat Nona muda adalah hal yang di larang.
Nana tersenyum kecut melihat tingkah dua pria kepercayaan suaminya itu.
Mereka pasti membenciku,tapi apa salahku.bingung hati Nana.
Nana:"Baiklah."lirihnya dan perlahan masuk ke dalam rumah dengan perasaan sedih.
Saat ini Nana melupakan praturan yang di buat sang suami untuk semua bawahannya, prihal di larang menatap,menengur,dan berbicara.kecuali dalam situasi genting.
Kehamilannya benar-benar membuat dirinya melupakan hal itu.
Tapi kesedihannya tidak berlangsung lama, perubahan hormon dalam dirinya membuat Nana gampang merubah mood.dan sekarang wanita hamil itu kembali ke dalam dapur. langkah kakinya mendekati lemari Es.
Ketiga pelayan yang tengah sarapan dengan cepat beranjak dari duduknya.
Nana:"selesaikan sarapan kalian,aku tidak membutuhkan bantuan."pintanya lembut.
"Baik nona."jawab ketiga pelayan,tapi mereka tidak merubah posisi.hanya mata ketiganya lah yang saat ini menatap nona muda penuh tanya.
ketiganya saling tatap,melihat kedua tangan sang majikan yang tengah sibuk di dalam lemari Es.
Yuni salah satu pelayan perlahan mendekati nona muda Nana,meninggalkan kedua temannya di depan meja makan.
Nana:"Apa kamu melihat Ice Cream rasa Vanilla.!"tanyanya tanpa melihat yuni yang ada di samping dirinya.
Ice Cream rasa Vanilla,bukannya nona sendiri yang menghabiskannya.dan sekarang nona mencari Ice Cream itu,apa ia nona lupa.bingung hati yuni sang pelayan.
Dengan ragu Yuni mulai membuka mulutnya.
Yuni:"Maaf Nona,sepertinya sudah habis. kamarin say-
Nana:"Oh tidak apa-apa yuni,kamu pasti juga sangat menyukai Ice Cream itu.aku mengerti."menjawab penjelasan yuni yang masih belum selesai itu.
Yuni membulatkan matanya dan berniat menyambung ucapnnya.
Yuni:"Bukan begitu nona,maksu-
Nana menepuk pundak yuni dan tersenyum"Tidak apa-apa,itu hanya Ice Cream."kembali memangkas ucapan yuni.
Setelah itu Nana berjalan meninggalkan yuni dan kedua pelayannya santai,tapi hatinya begitu sakit ketika Ice Cream yang dia inginkan ternyata sudah habis di makan sang pelayan.pikir Nana.
Aku ingin Ice Cream itu,mommy cepatlah datang.lirih hatinya dengan raut wajah sedih mengingat Ice Cream Vanilla.
.
.
Yuni menggaruk-garukkan kepalanya.
Kedua temannya menatap yuni penuh tanya.
__ADS_1
"Sepertinya,nona salah paham deh.!"ucap salah satu pelayan.
Yuni:"Ia.padahalkan tadi aku mau bilang,kalau tadi pagi.aku sudah membuang semua bungkus plastik Ice Cream rasa Vanilla dan beberapa Ice Cream lainnya."lirihnya bingung.
Kedua temanya hanya bisa diam,mereka takut sang majikan berfikir yang tidak-tidak akan mereka.terutama kalau tuan muda Ari tahu kesalah pahaman ini.
.
.
Di dalam mobil terasa hening,jaka begitu gugup ketika membawa tuan muda Ari.
Tadi saja ketika jaka menyambut sang tuan muda,dirinya begitu ketakutan.padahal Ari belum mengetahui hubungan di antara dirinya dan Lusi.
Bersikap biasa saja Jaka.batinnya.
Ari:"Jaka,bagaimana perusahan selama aku cuti.apa persedir menegurmu.?"tanyanya.
Jaka:"Semua dalam kendali tuan,dan presedir hanya menanyakan kapan anda kembali bekerja."jawabnya sopan.
Ari mengangguk-anggukan kepalanya tanpa berniat menjawab.
Lusi aku tidak bisa membanyangkan, bagaimana reaksi kakak sepupumu nanti mengetahui hubungan kita.apa aku mudur saja,tapi aku benar-benar mencintai mu Lusi.lirih hati Jaka.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang membelah jalan kota A,
Tak membutuhkan waktu lama,Mobil yang di kendarai jaka berhenti di depan gedung bertingkat yang di depannya terdapat logo Nama perusahan Atmaja grup.
Jaka turun terlebih dahulu dan membukakan pintu belakang mobil"Silahkan tuan."
Setelah pintu terbuka,Ari perlahan keluar dari dalam mobil mewahnya.
Mata para karyawan Atmaja grup begitu terpesona,menatap dua orang pria tampan tengah berjalan melewati mereka.
"Tuan Ari."itulah yang Ari dengar di setiap langkah cepatnya menuju ruangan kerjanya.
Saat ini Ari dan jaka tengah berdiri dengan tenang di dalam Lift.
Ari:"Jaka,kau sudah membaca pesanku.?"melirik lewat ekor matanya.
Jaka:"Sudah tuan."jawabnya sopan.
Ari:"Kurangi jadwalku hari ini."
Jaka:"Baik tuan."
Saya belum tua tuan,saya masih ingat pesan anda semalam.gumam jaka dalam hati.
Keduanya kembali diam seribu bahasa,hanya Jaka yang di buat kikuk dan serbasalah.
Tak lama pintu lift terbuka,dan di tengah langkahnya Ari merasa hpnya yang ada di saku celannya bergetar.
Seketika Ari menghentikan langkah kakinya, yang mana membuat Sekertaris jaka mengrutkan dahinya.
Jaka:"Ada apa tuan.?"perlahan merubah posisinya yang tadi berada di belakang Ari.
Ari:"Sekarang kita ke supermarket,istriku menginginkan Ice Cream rasa Vanilla."permintaan itu membuat Jaka kebingungan.
Nona,anda ingin menyiksa saya rupanya.lirih hati jaka.
__ADS_1
Note:"Kasih dan Noah masih di sini,kemarin mau pindah tapi ada hal yang membuat mereka masih di plafon ini,yang berubah hanya judulnya dan sinopsisnya.seperti yang terlihat di atasnya.
Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.