ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
ADA APA DENGAN SUAMIKU


__ADS_3

"Oh begitu, syukurlah."Jawab Nana senang dan tidak menampakan kepanikan lagi.


"Sebentar lagi kita akan sampai, dan diamlah. Jangan bertanya yang tidak penting, biarkan aku berkonsentrasi membawa mobil ku ini." pinta Ari lagi ketus.


Nana mengangguk "Baik tuan."


Mobil Sport itu pun kini melaju dengan kecepatan sedang, membelah keramaian kota besar A.


Ari sudah merencanakan akan membawa istrinya untuk pindah hari ini, dan rumah baru mereka yang kedua ini bukanlah mansion. Atau Apartemen mewah lainnya.


Melainkan sebuah rumah yang lumayan agak besar,dengan halaman depan yang nampak agak luas.


Ari memilih sebuah rumah, di sebuah perumahan Elit yang letak nya masih tidak terlalu jauh dari kantor tempat nya bekerja.


Sekitar 25menit lamanya Ari dan Nana terdiam di dalam mobil,hingga akhirnya mobil itu kini sudah sampai di depan pos penjagaan Scurity.


Setelah melakukan beberapa pemerikasaan yang lumayan agak ribet, Ari pun melanjutkan mobil nya dengan kecepatan sedang dan segera meninggalkan pos penjagaan itu.


Nana masih saja diam. ia tidak bertanya akan seperti apa tempat tinggal mereka, tapi yang Nana lihat. Di depan matanya begitu banyak rumah yang berjejer dengan rapih dan besar, tapi tidak meninggalkan kesan mewah di rumah yang berjejer itu.


Rumah-rumah di sini ukurannya tidak setinggi rumah yang kemarin,dan di sini begitu tenang. apa di sini tidak ada penghuninya?


Ingin sekali Nana bertanya kepada suaminya itu, tapi Nana begitu takut dan memilih diam.


Tak terasa setelah berputar-putar agak lama, kini mobil yang membawa suami istri baru itu berhenti di depan sebuah rumah.yang ukuran dan warnanya begitu sama dengan rumah yang ada di sisi kiri,kanan rumah baru mereka.


"Turun, kita sudah sampai." ucap ari yang sedari diam tak bersuara.


"Baik." Nana mengangguk seperti biasa. Setelah turun.


Mereka turun bersama-sama. Tapi kali ini Nana membuka pintu mobil sport suaminya itu tanpa bantuan Ari. Nana melakukan sendiri.


pintu mobil pun di buka, dan Nana melangkahkan kakinya untuk melihat lebih dekat rumah baru mereka.


"Ini rumah baru Tuan?" Tanya Nana dengan tangan yang mengayun menutup pelan mobil sport hitam itu.


"Bukan! ini rumah baru kita." jawab Ari.


Nana pun seketika di buat senang karena suaminya menyebutkan kata 'kita' lagi.


Nana mengangguk tak percaya "Bagus Tuan." ucap Nana dengan pandangan mata yang terus menyapu area perumahan elit, nampak bergaya Eropa moderen.


"Sebentar lagi akan turun hujan, lebih baik kita masuk sekarang." titah Ari dengan mata yang mendangah kearah langit, Di atas angkasa menampakan awan hitam yang siap menurunkan hujan.


Nana pun mengangguk untuk memberi jawaban.

__ADS_1


Ketika Nana akan melangkahkan kakinya, Ari lagi-lagi menggenggam pergelangan tangan nya.


Tapi Nana tidak bisa menolak, karena Ari menarik pergelangan tangannya dengan kecepatan seperti kilat. Yang mana membuat Nana tidak bisa menolak atau membantah.


Ari menuntun Nana untuk masuk ke dalam rumah baru mereka, dengan tangan yang saling menggenggam.


Nana tidak memperdulikan Area rumah barunya yang nampak nyaman,dan bersih itu. matanya hanya fokus dengan tangan suaminya yang menggenggam erat pergelangan tangannya.


Ya tuhan, aku benar-benar bingung. haruskah aku senang atau aku harus marah dengan apa yang Tuan Ari lakukan saat ini! Aku tidak bisa menebak apa yang ada di dalam pikirannya. kadang-kadang dia baik pada ku, tapi selebihnya dia selalu berkata kasar dan merendahkan ku. apa dia laki-laki yang Normal?


Ceklek...


Pintu Yang berwarna hitam itu pun terbuka, dan menampakan area dalam rumah mereka yang sudah terisi dengan perabotan yang lengkap di setiap sisi rumah itu.


Rumah yang bergaya Eropa Moderen itu berdiri dengan tegak, rumah dua lantai itu berwarna putih gading di bagian luar. Di bagian dalam berwarna putih bersih dengan perabotan yang dominan berwarna Emas dan biru.


Rumah itu berlantai Dua. Di area bawah, terdiri dari ruang tamu, ruang keluarga, dapur, satu Toilet untuk tamu, ruang game yang di khusus kan untuk Ari, dan di Area belakang, tepatnya ada Gazebo yang berukuran sedang. Dengan kolam renang yang ada di sisi gazebo itu.


Sedangkan di lantai dua. Terdiri dari 3 kamar. kamar utama yang nampak luas dengan Ruang kerja Ari di dalamnya, dua kamar lagi di khususkan untuk kerabat yang mungkin di lain waktu akan menginap di rumah mereka.


"Bagaimana, apa kamu menyukainya? dan jangan bilang ini nampak begitu besar, nanti aku akan benar-benar membawa kandang kucing untuk mu." ucap ari tegas yang sebenarnya itu hanya sebuah candaan.


Tapi Tidak ada bedanya di mata Nana. Ari bercanda tapi bagi Nana itu adalah sebuah ancaman.


"Ya Tuan, saya suka. Dan ini tidak terlalu besar." jawab nana lembut.


Ya Tuhan, rumah ini lebih besar dari rumah tinggi itu. Dan bagaimana aku akan membersihkan nya.


Nana bergumam penuh kebingungan.


Ari seolah paham akan apa yang di pikiran istrinya.


"Akan Ada pelayan yang membersihkan Rumah ini, tapi mereka tidak akan menginap. mereka akan pulang ketika sore tiba." Memberi penjelasan singkat.


Nana dapat tersenyum lega "Ya, Tuan."


Terimakasih ya tuhan, akan ada yang menemani ku di rumah besar ini.


"Tuan, kenapa pelayan itu tidak tinggal bersama kita di rumah besar ini? pasti akan sangat ramai Nantinya?" Memberanikan diri untuk bertanya. Nana curiga kepada para pelayan tidak boleh tinggal bersama. Padahal di mansion kedua mertuanya. Para pelayan berjibun banyaknya.


Ari menjawab tegas. "Tidak, aku tidak suka ada orang lain yang akan menganggu urusan kita hari ini. dan seterusnya."


Ari menyeringai. Menggerakkan alisnya seperti menggoda Nana.


Jelas Nana mengerutkan kening.

__ADS_1


Urusan apa maksudnya? tanya Hati Nana sebegitu polos


"Kemari!"


Nana yang ada di hadapan Ari hanya diam tak bergerak, ia masih bingung dengan apa yang suaminya ucapkan.


Untuk itu Nana bertanya. "Maaf, Tuan, urusan apa yang tuan maksud?"


Ari menghela napas panjang. "Kamu sudah sembuh dari sakit kilat mu itu dan rumah ini akan menjadi awal dari hubungan pernikahan kita. Aku dan kamu akan menjadi suami istri yang sesungguhnya, tidak ada sandiwara dan intrik lagi. Kita benar-benar akan menjadi suami istri yang bahagia." ucap Ari dengan langkah pelan menghampiri Nana yang merubah posisi diamnya.


Kepala Nana jadi miring ke kanan saking tak mengerti.


"M-maksud Tuan Ari apa? saya tidak mengerti?" Bertanya dengan terus berjalan mundur. menghindari Ari yang nampak lain di pagi itu.


Pergerakan Nana yang berjalan mundur itu seketika di hentikan oleh Ari.


Hap.


Ari kini menarik tengkuk istrinya dan membawanya ke dalam dekapan hangatnya.


Seketika itu Nana membulatkan mata. karena lagi-lagi suaminya melakukan sesuatu yang paling Nana hindari dan amat di takuti.


"T-tuan, lepaskan! ini benar-benar tidak nyaman." Pinta Nana. Berusaha menghindari dekapan suami bulenya yang mesum.


Nana bukannya jual mahal atau sejenisnya. Ia masih tidak mengerti dengan Suaminya yang terkadang baik, tapi di lain waktu suaminya itu selalu berkata kasar kepadanya.


Nana terus memberontak.


"Diamlah, jangan melawan" bisik Ari di telinga Nana. Sampai-sampai kini terlihat memerah.


Nana yang mendengar bisikan suaminya itu seketika merasa ketakutan, karena Ari berbisik dengan pelannya. Bahkan suara itu terdengar parau, atau lebih tempatnya suara yang agak sensual di dengar oleh nana.


Ya tuhan,Tuan Ari kenapa jadi begini.


Nana terus memberontak, minta di lepas dari pelukan Suaminya yang lain dari biasanya.


"Tuan Ari, saya mohon jangan seperti ini." ucap Nana. Raut wajah yang nampak ketakutan.


Tapi Ari lagi-lagi membisikan sesuatu yang kali ini membuat Nana diam mematung di tengah perlawanannya.


"Pagi ini di luar hujan, dan akan nikmat jika kita berolahraga bersama Hoon!"


.


.

__ADS_1


Note: eps selanjutnya itu loh, ehem! Yang udah nikah pasti ngerti. yang belum di mohon kebijakannya.


__ADS_2