ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
PERMINTAAN


__ADS_3

Tok...tok.."Nyonya,Tuan Besar."Satu pelayan berdiri di depan pintu kamar majikanya dengan raut wajah khwatir.


Ceklek...."Ada apa.?Tanya mommy Kei heran.


"Maaf Nyonya,i-itu Nona muda pingsan Nyonya."Penuturan sang pelayan membuat Mommy Kei tekejut.


"Apa,Nana pisang.?"Tanya Mommy Kei tidak percaya.


"Betul,Nyonya."jawab pelayan sopan.


Tak lama Daddy Surya datang."Ada apa, mom.?"


Mommy Kei bukannya menjawab pertanyaan sang suami,ia malah berlari meninggalkan suaminya dan melewati sang pelayan yang masih diam di depan pintu.


Tuan Surya mengerutkan keningnya bingung"Ada apa.?"Matanya menatap sang pelayan.


"Nona Muda pingsan,tuan."Jawabnya sopan.


Mendengar itu buru-buru tuan Surya berlari, ekspresi wajahnya sama persis seperti Nyonya Kei.


.


.


Ari mengangkat tubuh Nana penuh ketakutan,dan saat ini kakinya terus berjalan keluar mansion.


"Honey,ayo bangun."ucap Ari di tengah langkah cepatnya.


Mommy Kei yang tengah menuruni tanggan, melihat Ari yang berjalan keluar dengan membawa Nana.


"Son tunggu."Mommy Kei memanggil-manggil putranya,tapi itu tidak membuat Ari menghentikan langkahnya.


Semua orang yang ada di mansion menjadi panik dan ketakutan,karena Nona muda mereka tidak sadarkan diri.


"Honey ayo bangun,Cepat buka pintu mobilnya Jaka."Ari menatap Sekertaris Jaka yang juga ikut panik.


Jaka berlari sekuat tenaga menuju mobil tuannya.


Mommy Kei dan tuan Surya ikut berlari menghampiri anaknya.


"Son."Mommy Kei saat ini berada di depan pintu mobil Ari.


"Mom,Nana pingsan.!!"Sahut Ari yang baru saja masuk kedalam mobil.


Mommy Kei ikut masuk dan mengelus wajah Nana yang nampak pucat."Sayang kamu kenapa."Matanya mulai mengelurakan air mata kesedihan.


Tuan Surya juga merasakan hal yang sama"Ayo cepat,kita harus bawa Nana kerumah sakit."Usul Daddy Surya yang ikut masuk kedalam mobil putrnya.


Jaka merasa tegang karena di sampingnya terdapat tuan Besar.


"Ayo cepat,Jaka."Pinta Ari dengan suara lantang karena panik.


Jaka mengangguk dan mulai menjalankan mobil menuju rumah sakit.


.


.


Jaka turun dan langsung membuka pintu belakang mobil,setelah sampai di rumah sakit"Nyonya."


Mommy Kei turun terlebih dahulu dan dikuti Ari.


Dari arah depan rumah sakit,dua perawat datang dengan membawa tandu.


Perlahan Ari menidurkan Nana di atas tandu"Honey,ayo bangun."Lirih Ari yang saat ini ikut berjalan di samping tandu yang mambawa Istri masuk kedalam ruang UGD.


Mommy Kei dan tuan Surya hanya diam didepan pintu bercat putih yang di depannya terdapat tulisan UGD.


"Daddy,Nana dad hiks... hiks..."Tangis mommy Kei di dalam pelukan suaminya.


"Mommy tenang,Nana akan baik-baik saja. berdo'a kepada tuhan."Ucap daddy Surya memberi ketenangan.


Ya tuhan lindungi putriku dan juga cucuku, jangan biarkan terjadi sesuatu kepada mereka,aku mohon.pinta hati mommy Kei.


.


.


Di dalam ruang UGD perawat mulai memeriksa kondisi pasiannya.


Ari nampak ketakutan melihat sang istri yang belum juga membuka matanya.


"Apa yang terjadi,tuan.?"Tanya satu perawat yang tengah memasang jarum infus.


"Saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi saya menemukan dia sudah pingsan di dalam kamar mandi."Sahut Ari dengan rasa takutnya.

__ADS_1


Sang perawat mengangguk paham,dan kembali memeriksa tubuh Nana sampai datanglah dokter Wulan.


"Ada yang terjadi.?"Tanya dokter Wulan yang baru saja datang dan langsung memeriksa tubuh Nana.


Perawat menceritakan awal mula Nana bisa pingsan,mewakili Ari yang terlihat shok.


Dokter Wulan mengangguk,ia terus pokus dengan stetoskop yang tengah berada di dada Nana.sesekali perawat menerangkan kondisi pasienya.


Ari menggenggam tangan sang istri erat seolah takut di pisahkan.


Tak lama dokter Wulan menghela nafasnya pelan,setelah selesai memeriksa tubuh Nana dan juga kondisi si janin.


"Tuan Ari.!!"Tegur Dokter Wulan.


Ari menatap dokter Wulan dengan sedih"Bagaimana dok kondisi Istri saya,dan juga anak saya.?"Tanya Ari gugup.


Dokter Wulan tersenyum melihat raut wajah tuan muda Ari.


"Tuan anda jangan khawatir,Nona dan janinnya baik-baik saja.dan sepertinya Nona hanya kelelahan."Jawab dokter Wulan tenang.


Ari seketika ambrug merasa lega mendengar ucapan dokter Wulan.


Semua perawat tak terkecuali dokter Wulan tersenyum dalam diam,melihat pria tampan yang tengah terkulai lemas di bawah lantai.


"Honey kamu sudah berhasil membuat aku seperti orang yang kesurupan."gumam Ari jika mengingat bagaimana paniknya dia.


.


.


Mommy Kei dan tuan Surya menatap pintu yang di buka,dan menampakan sosok sang putra.


Dengan langkah seribu mommy Kei menghampiri anaknya di ikuti daddy Surya"Bagaiman Nana dan cucu, mommy."Tanya Mommy Kei tidak sabar.


Kepanikan mommy Kie membuat ia melupakan rasa kesalnya kepada Ari.


Ari menghela nafasnya pelan sebelum memberi jawaban atas pertanyaan sang mommy."Nana dan cucu mommy baik-baik saja,Dokter Wulan bilang Nana hanya kelelahan."tutur Ari sedikit lega.


Mommy Kei tersenyum senang begitupun Tuan Surya.


Tapi Setalah itu Mommy Kei menepuk pundak sang putra cukup kencang,yang mana membuat Ari merising merasakan sakit.


"Mommy."Ari menatap mommy Kei tidak percaya seraya memijat pundaknya.


"Ini semua karena kamu,coba saja kamu jujur Nana juga pasti tidak akan pingsan."ucap Mommy Kei kesal,dan masuk kedalam ruang UGD menginggalkan Ari dan juga tuan Surya.


Tuan Surya mendekati putranya"Son bersukurlah karena istrimu dan juga anakmu baik-baik saja,sekarang pikirkan bagaiman caranya membuat Nana tidak marah lagi."Daddy Surya memberi kekuatan kepada anaknya.


Ari menatap sang daddy penuh arti."Daddy mau bantu Ari,memb-


Ari menghentikan kalimatnya,ketika tangan sang daddy berada di bibirnya"Jangan libatkan daddy,dan berhenti bersandiwara. ingat saat ini bukan waktu yang pas untuk melucu."sergah daddy Surya.


Ari menuduk kebingungan dan otaknya terus memikirkan cara yang pas untuk membujuk istrinya ketika ia sadar nanti.


Tuan Surya melangkah masuk menyusul sang istri,di ikuti putranya yang nampak menyedihkan.


.


.


Di dalam ruang inap Nana masih belum sadar.


Mommy Kei meminta Nana untuk di rawat satu malam saja agar kondisinya lebih baik.


Dokter Wulan juga mengakatan kalau kondisi Nana baik-baik saja begitupun si janin.


Ari hanya diam di dekat ranjang perawatan sang istri,matanya terus menatap wajah Nana yang tidak pucat lagi seperti tadi ketika di bawa ke ruang UGD.


Setelah memberi penjelasan kepada Nyonya Kei dan Tuan Surya,dokter Wulan berpamitan.


Mommy Kei duduk di kursi dekat ranjang yang di tiduri Nana.


"Son.lebih baik kamu pulang dan berganti baju,biar Nana mommy yang jaga."usul sang mommy Kie di tanggapi gelengan kepala dari Ari.


"Tidak.Ari akan tetap di sini sampai Nana sadar."jawab Ari lantang.


Mommy Kei mendesah kesal"Son Apa kamu lupa,saat ini Nana masih marah dan kalau dia melihat kamu mommy yakin Nana pasti akan menangis lagi,apa kamu mau itu terjadi."Penuturan mommy Kei membuat Ari menunduk.


"Tapi Ari tidak bisa pergi sebelum melihat dia sadar,mom Ari mohon jangan usir Ari."Jawab Ari sedih tangannya terus menggengam tangan Nana erat.


Tuan Surya mendekati putranya."Mom biarkan putra kita di sini,sampai Nana sadar."Bela daddy Surya.


Ari tersenyum dan mengangguk sebagai tanda terimakasih,karena daddy Surya mau membela dirinya tidak seperti mommy Kie.


"Terserah,tapi nanti kalau Nana sadar kamu harus keluar jangan sampai Nana melihat wajahmu.Son."pinta Mommy Kei suaranya terdengar tidak enak untuk di dengar.

__ADS_1


Ari mengangguk pasrah.


Sesaat semua diam,tapi itu tidak lama"Son..!!"Suara mommy Kei memecah keheningan.


"Ya,mom."Jawab Ari penasaran.


"Apa kamu masih mencintai Rara.?"Pertanyaan itu membuat Ari dan Daddy Surya menatap Mommy Kei tidak percaya.


Sebelum menjawab Ari melirik istrinya yang masih menutup mata.


"Pertanyaan macam apa itu,mommy.!"jawab Ari kesal.


Mommy"Jawab saja,apa susahnya."


"Mom,apa yang mommy katakan.?"tanya daddy Surya yang tengah duduk di atas sofa.


"Apa pertanyaan mommy ada yang salah,coba pikirkan.tadi Nana mengatakan kalau di restoran Rara sudah menumpahkan sup panas di pahanya dan kamu diam saja, makanya mommy bertanya apa kamu masih mencintai Rara.?"Kini Mommy Kei menatap Ari intes.


Ari seketika tersenyum kecut mendengar pertanyaan sang mommy.


"Mom Ari tidak mencintai dia itu hanya masa lalu,sekarang yang ada di hati Ari hanya Nana seorang tidak ada wanita lain.dan masalah itu Ari begitu terkejut melihat dia menjadi pelayan,Ari tahu Ari salah karena sudah mengatakan tidak mengenal dia ketika Nana bertanya.Ari hanya takut Nana marah sumpah."Jelas Ari dengan raut wajah sedih.


Samar mommy Kei tersenyum mendengar jawaban dari putranya,bukan hanya mommy Kei Tuan Surya juga tersenyum."Ternyata putraku sudah dewasa,lihat dia sangat mencintai istrinya."Gumam daddy Surya.


Setelah itu semua diam,mommy Kei dan Ari tidak lagi berdebat.sampai Mommy Kei tersenyum ceria Ketika Nana mulai mengerjabkan kedua matanya.


"Sayang."ucap Mommy Kei bahagia.


Ari melihat sang istri yang mulai sadar,dan ketika melihat mata Nana yang masih menyesuaikan dengan cahaya,buru-buru ia berlari keluar ruang inap.


"Terimakaih,tuhan."gumam Ari di tengah langkahnya.


Daddy Surya menatap kepergian putranya."Son."lirihnya.


Nana menatap sang mommy yang tersenyum dengan linangan air mata"Mommy"ucap Nana pelan sangat pelan.


Mommy Kei mengangguk ceria"Iya sayang ini mommy."sahutnya seraya mengelus rambut Nana.


Tuan Surya mendekat"Sukurlah kamu sudah sadar."Ucap Daddy Surya lega.


Nana tersenyum dan mengangguk pelan.


"Nana kenapa,mom.?"Tanyanya pelan.


"Tadi kamu pingsan,sayang."Jawab mommy Kei.


Nana:"Pingsan.!"matanya menutup seperti tengah mengingat kejadian ketika di dalam kamar mandi.


Mommy mengangguk"Iya sayang,kamu tadi pingsan."


Nana membulatkan kedua matanya"Bayiku, mom apa-


"Suutt tenang sayang,babynya baik-baik saja. tenang ya."sela mommy Kei untuk memenangkan kepanikan yang terlihat jelas di wajah Nana.


Sejenak Nana tenang,dan perlahan tangannya menyentuh bagian tengah tubuhnya.


"Benarkan,babynya masih ada."ucap Mommy Kei ketika Nana meraba perutnya.


Terimakasih ya tuhan anakku baik-baik saja, terimakasih.senang hati Nana.


Nana mengangguk lega"Mom,Nana haus."pinta Nana.


Daddy Surya menyambar gelas berisi air putih yang ada di dekatnya.


Nana merasa lega setelah minum hampir semua air yang ada di dalam gelas.


Dalam diam Nana menatap sekeling ruang inap,dan mommy Kei mengerti itu.


"Bule itu pulang sayang,tadi mommy minta suamimu untuk pulang karena pakayannya sangat kotor.jad-


"Mommy,Nana mohon."pinta Nana pelan.


Mommy Kei mengangguk,dan mengerti Nana tidak mau tahu tetang putranya.


Tuan Surya menatap Nana"Nan besok kamu boleh pulang,malam ini menginap di sini sampai kondisinya baik."terang daddy Surya.


Nana hanya mengangguk"Ya daddy."


"Mommy,daddy."bergantian menatap kedua mertuanya.


"Katakan sayang."pinta mommy Kei.


Nana"Ijinkan Nana pulang kedesa,Nana mohon hiks...hiks...Nana merindukan Nenek hiks... hiks...Nana mohon mom hiks...hiks....ijinkan Nana pulang."


.

__ADS_1


.


Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.


__ADS_2