ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
INI TENTANG ALADIN


__ADS_3

Nana membuka mata secara perlahan,dan ketika kedua mata sipitnya terbuka ia seketika takjub dengan pemandangan yang tersaji di depan matanya.


"Ya tuhan,sungguh indah ciptaanmu."Kagum Nana yang masih diam di dalam pesawat berukuran kecil itu.


Ari sendiri terus tersenyum ceria ketika sang istri begitu terpesona dengan apa yang saat ini ia saksikan."Indah bukan.?"Tanya Ari antusias.


Nana mengangguk-anggukan kepalanya"Sangat indah."Sahutnya tanpa mau menatap objek lain.


Jet pribadi milik Ari masih memposisikan tubuhnya untuk mendarat di pacuan yang ada di pulau indah dan cantik itu.


Di dekat jendela,Nana terus menatap keindahan pulau yang dirinya tidak tahu di mana letaknya.


"Ini sangat indah."gumam Nana haru melihat keindahan alam yang terpang-pang nyata di depan matanya.


Ari tidak menjawab,dirinya hanya diam dan membiarkan sang istri menikmati pemandangan."Untuk kalian akan aku berikan."Tuturnya seraya mengelus perut buncit Nana.


.


.


Lusi dan Azllan baru saja masuk kedalam pesawat kelas satu,keduanya begitu bersemangat apalagi Lusi.dirinya tak henti-hentinya tersenyum ceria dan hal itu memancing Azllan untuk berkomentar.


"Wah,kau terlihat sangat bahagia."Azllan bersuara tepat di telinga Lusi.


"Kenapa memangnya,ada masalah.?"sahut Lusi ketus karena Azllan sudah mengganggu imajinasinya.


Azllan tidak menjawab,ia hanya tertawa geli dan kembali duduk manis."Kenapa kamu tidak membatalkan rencana pernikahan itu dengan Sekertaris Jaka.!!"pertanyaan itu membuat Lusi menoleh kearah Azllan yang ada di sampingnya.


"Apa kamu bilang.!!"Lusi menarik baju Azllan karena tidak terima."Coba katakan sekali lagi."Matanya nampak menakutkan.


Azllan cengengesan merasakan takut dengan perlakuan Lusi."Aku hanya bercanda,begitu saja marah."Sahutnya seraya menyingkirkan tangan Lusi pelan.


"Sekali lagi kamu berkata seperti itu,aku akan menurunkanmu sekarang juga."Lusi memberi peringatan.


Alih-alih takut Azllan malah melontarkan kalimat yang sangat sulit di terima akal sehat."Di atas langit tidak ada Rest Area."tuturnya santai.


"Azllan..!!"Terik Lusi tidak percaya mendengar ucapan dari sepupunya itu.


.


.


Di tempat lain,sekertaris Jaka baru saja selesai melewati pemeriksaan sebelum masuk kedalam pesawat.ternyata Jaka langsung pergi setelah memutuskan panggilan telepon dengan mommy Kei.dirinya tidak mau tuan Ari sampai tahu kalau Lusi dan Azllan pergi ke pulau,tempat di mana kedua majikanya tengah berbulan madu.


Lusi,kenapa kamu selalu membuat aku kehilangan akal.Jaka bertanya di dalam hatinya,seolah tidak mengerti dengan kelakuan calon istrinya itu.


"Aku harus cepat."Gumam Jaka di tengah langkahnya masuk ke dalam pesawat.


.


.

__ADS_1


Ari menggendeng Nana melewati jalan yang terbuat dari kayu menuju penginapan,di setiap langkahnya Nana tak berhenti bergumam melihat pemandangan sekitar pulau.tapi,ada yang mengganjal di dalam hatinya."Yank.!"Tegurnya.


Ari menoleh"Katakan,honey."Sahutnya.


Sebelum bertanya,Nana kembali menatap sekitar hanya untuk memastikan saja."Kenapa di sini sangat sepi,tidak banyak orang.dari tadi aku hanya melihat para pekerja saja.?"Tanya Nana heran.


"Disini tidak sembarangan orang bisa datang,honey."jawaban Ari membuat Nana menatap suaminya bingung.


"Kenapa bisa begitu.?"Tanya Nana lagi.


Ari tersenyum kecut mendengar pertanyaan itu.Karena tempat ini sangat mahal harganya.jawab hati Ari,dirinya tidak berani kalau harus mengatakan yang sebenarnya kepada Nana.Bisa-bisa sang istri tidak bisa tidur.


"Yank,kok malah ketawa.?"Nana masih menatap suaminya seolah menunggu.


"Ah...tidak"Ari kembali tersadar"Tadi kamu nanya apa.?"Tanya Ari lupa.


"Disini kenapa tidak banyak orang yang datang."ulang Nana.


"Di sini tidak terlalu banyak orang yang datang,alasannya si pemilik memberi syarat kepada para pengunjung."jawaban Ari belum di mengerti Nana."Apa syaratnya.?"


Ari mendesah pelan."Syaratnya mereka harus mempunyai kendarana terbang seperti jet pribadi misalnya."sahutnya bohong.


Nana mengangguk-anggukan kepalanya dengan ekspresi wajah kebingung"Berarti Aladin juga bisa datang kesini.?"pertanyaan konyol Nana malah di salah artikan oleh sosok pria tampan dengan tatapan mata tajamnya.


"Siapa itu aladin.?"Tanya Ari curiga.


"Kamu tidak tahu Aladin.?"Nana menatap suaminya tidak percaya."Ayang,di zaman modaren seperti ini kamu tidak tahu Aladin."Tambah Nana.


Nana tertawa renyah melihat wajah suaminya yang nampak kebingungan."Aladin pria yang tampan,dan di-


"Apa,!dia pria tampan,kamu bilang dia pria tampan."Ucapan Ari membuat Nana menghentikan kalimatnya,karena ia begitu tergejut mendengar suara nyaring suaminya.


"Ayang ih,kaget tahu."protes Nana.


"Siapa itu Aladin,cepat katakan aku akan memukulnya."Ari sudah mulai kesal.


Nana Kembali menatap suaminya tidak percaya"Jangan teriak."tanganya menutup mulut Ari cepat."Kenapa harus teriak.lihat, para pekerja menatap kita,ayang."


Ari mengibaskan tangan Nana."Siapa itu Aladin."pertanyaannya masih sama.


Dalam diam Nana mengutuk dirinya,karena ia sudah tidak sadar membuat sang suami yang memang fosesif menjadi menggila.


Di atas jalan yang terbuat dari kayu,keduanya malah berdebat akan sesuatu hal yang tidak penting,dan itu memancing mata para pegawai resort.


"Ada apa dengan tamu kita,kenapa mereka malah berdebat di tengah jalan.aku sudah pegal."Salah satu pegawai wanita mengeluh karena kedua temunya tak kunjung datang, bukan apa-apa.dirinya merasa pegal,pasalnya tanganya sedari tadi membawa nampan berisi minuman khas pulau,dan kalung yang terbuat dari bunga berwarna-warni.


"Memangnya kamu saja yang pegal,aku juga sama."sahut temannya tidak terima,karena dirinya juga membawa nampan seperti apa yang di bawa teman wanitanya.


.


.

__ADS_1


"Ayo cepat katakan,siapa pria yang tadi kamu sebuat tampan."Ari menuntut Nana untuk memberi jawaban.


Sedari tadi Nana tak kunjung membuka mulutnya,karna dirinya begitu sibuk tertawa."Baik-baik,akan aku katakan."Tutur Nana di sela tawanya.


Ari masih menunggu dengan sabar istrinya memberi jawaban siapa itu Aladin."Ayo cepat katakan."


"Aladin itu pria yang ada di negri dongeng, ayang Hahahaha."Jawaban Nana membuat Ari berjalan karena rasa malu.


"Aku ini benar-benar bodoh,bagaimana bisa aku cemburu dengan pria yang tidak nyata."Ari kembali berhenti berjalan."Bagaimana kalau ada hantu yang menyukai istriku.?"Wajahnya terlihat ketakutan.


Nana sendiri masih sibuk tertawa,tapi melihat kedatang suaminya membuat ia diam"Ayang marah.?"Ucapnya ketakutan.


Ari tidak menjawab,dirinya malah menarik tangan Nana dan kembali berjalan"Tidak ada yang aman untuk istriku."gumamnya.


Nana tidak menolak,dirinya membirkan Ari menarik tubuhnya.tapi sesekali ia tertawa karena otaknya terus merekam ketidak tahuan suaminya.


Aku saja orang desa tahu siapa itu Aladin,tapi dirinya.ejek Nana dalam hati.


.


.


Kedua pegawai yang tadi berdiri di dekat pintu masuk penginapan,dengan cepat merapihkan bajunya.karna Ari dan Nana tengah berjalan menghampiri keduanya.


"Selamat datang tuan,Nona."sapa kompak kedua wanita dengan stelan baju berwaran kuning bercorak bunga.


"Terimakasih,"Nana menerima minuman dan kalung begitupun suaminya.


"Jusnya enak."Nana memberi pujian setelah meneguk setengah jus mangga yang katanya khas di pulau itu,padahalkan jus mangga di mana-mana juga ada pikir Nana.


Ari sendiri tidak bersuara,dirinya masih kesal mendengar ucapan istrinya.tadi tapi rasa penasaran yang terus menggelayut di dalam hatinya membuat ia menatap kedua pegawai resort"Kalian."matanya menatap keduanya.


"Ya,tuan.?"jawab keduanya gugup.


Nana merasa kesal melihat suaminya menatap kedua pegawai wanita berparas cantik itu,tapi Nana tidak mau bersikap seperti suaminya.dirinya begitu sabar menunggu apa yang akan di katakan sang suami.


Ari:"Kalian tahu siapa itu Aladin.?"


"Aladin."Kedua pegawai itu saling tatap satu sama lain merasa kebingung.


Nana seketika tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan suaminya kepada para pegawai resort.


"Ayang Hahaha."tawa Nana membuat Ari berjalan masuk kedalam penginapan,dirinya merasa malu karena ketidak sadarannya.


Memalukan.Ari menggrutu di dalam hatinya.


.


.


"Azllan kita sudah sampai."Senang Lusi.

__ADS_1


__ADS_2