
Seorang laki-laki ber Jas tengah berdiri di bawah tangga,dengan tubuh yang membungkuk.
.
.
Jaka:"permisi tuan."Ucapnya pelan.
.
.
Nana dan Ari seketika melihat ke arah suara secara bersamaan,bahkan ari seolah lupa rasa marahnya kepada istrinya.
.
.
Ari:"Sedang apa kau pagi-pagi datang ke sini,? apa kau tidak punya jam dan kalender."Wajahnya nampak kesal.
.
.
Jaka:"Maaf tuan,saya membaw-
.
.
Ari melirik sisi tangan lain jaka yang akan mengangkat paper bag ke atas udara,dan seketika dia memberi kode lewat tatapan mata dan tangan yang mengibas-ngibas.
.
.
Sekertaris jaka mengerti dan kembali menyembunyikan paper bag berukuran kecil itu,di balik tubuhnya.
.
.
Nana Hanya diam,dia tidak melihat barang yang di bawa sekertaris jaka.tapi ketika nana akan membuka mulutnya untuk menyapa seketaris jaka,seketika Ari menarik tubuh nana dan membawanya masuk ke dalam kamar.
.
.
Ari:"Tunggu di ruang tamu,aku akan menyusul sebentar lagi."pinta Ari yang tengah menarik lembut istrinya.
.
.
Sekertaris jaka mengangguk,dan dia berlalu menunggu tuan mudanya di ruang tamu.
.
.
Nana:"Apa sih yank.!"protesnya kepada Ari yang tengah menuntun istrinya naik ke atas tempat tidur.
.
.
Ari:"Diam di sini ok,jangan keluar.aku akan menemui sekertaris jaka sebentar."pinta Ari dan tak lupa memberi ciuman lembut di kening nana.
.
.
Nana:"Memangnya ada hal penting?tidak biasanya sekertaris jaka datang ke rumah, pakayannya saja sampai rapih begitu.seperti mau berangkat ke kantor saja.?"Heran nana dengan menatap suaminya.
.
.
Ari:"Aku tidak tau,yang pasti kamu diam dan jangan keluar.ini tidak akan lama."sahut Ari dan tak lama dia masuk ke dalam kamar mandi untuk membasuh wajahnya,dan menggosok gigi putihnya.
.
.
Nana hanya diam,dia merasa suaminya menyembunyikan sesuatu di belakangnya.dan itu berhasil membuat nana penasaran.
.
.
Nana:"Apa yang sedang dia rencanakan,apa dia tengah mengatur pertemuan dengan anak dari koleganya itu.?"Pikir nana dan dia begitu penasaran.
.
__ADS_1
.
Tak lama Ari keluar dari dalam kamar mandi, dan dia terlihat lebih segar.bajunya sudah berganti dengan baju santainya.
.
.
Ari:"Diam nyah, aku tidak akan lama."ulangnya dan tak lama beranjak meninggalkan nana yang tengah cemberut di atas ranjang.
.
.
Nana hanya Mengangguk untuk kesekian kalinya.
Nana:"Aku tau kalau aku tidak boleh berbicara dengan sekertaris jaka,tapi ini rasanya beda. dia seperti menyembunyikan sesuatu?aku harus tau apa yang mereka bicarakan."gumamnya dan tak lama beranjak membuka pintu kamar dengan pelan.
.
.
Melihat kedatangan tuannya,jaka seketika berdiri dari dudukunya.
.
.
Ari:"duduk saja,tidak usah berdiri."pinta Ari yang kini tengah duduk di atas sofa empuknya.
Jaka:"Baik,tuan muda."sahutnya sopan dan kembali duduk mengikuti tuannya.
.
.
Ari:"Apa kau sudah membawa pesana ku.?"Tanya Ari.
.
.
Jaka mengangguk,dan mengeluarkan paper bag yang tadi ada di bawah meja.setelah itu dia memberikannya kepada Ari.
.
.
Ari:"Apa ini sesuai dengan apa yang aku inginkan.?"Tanya Ari dengan tangan yang tengah membuka pelan paper bag itu.
.
.
.
.
Ari mengangguk,dan tak lama dia membuka kota berwarna abu-abu muda itu.
.
.
Matanya begitu berbinar,melihat benda yang ada di dalam kota berukuran kecil itu.
.
.
Ari:"Dia pasti akan suka."wajahnya begitu senang,dan terlihat puas.
.
.
Jaka seketika tersenyum samar,karna kerja kerasnya begitu memuaskan tuan mudanya.
.
.
Setelah puas melihat benda itu,Ari menutup kembali kotak itu dan perlahan berdiri.
.
.
Ari:"Aku suka,dan sekarang pulanglah.ini hari minggu,pergunakan waktumu sebaik mungkin."ucap Ari dan tak lama dia berjalan dengan senang untuk menemui istrinya.
.
.
__ADS_1
Tapi di tengah langkahnya,sekertaris jaka berbicara dengan suara yang sedikit serak.
.
.
Jaka:"Tuan muda.!"panggilnya.
.
.
Ari berhenti dan berbalik.
Ari:"Apa lagi?oh ya,aku lupa belum berterimakasih atas kerja kerasmu jaka, terimakasih aku suka."ucap Ari.
.
.
Jaka:"Sama-sama tuan,tapi bukan itu.?"tambahnya.
.
.
Ari kembali mendekat ke arah sekertarisnya.
Ari:"Lantas.?"tanya Ari penasaran.
.
.
Jaka:"Hotel yang ada di negara M bermasalah tuan muda,dan tuan besar meminta anda untuk mengurus itu."ungkapnya gugup.
.
.
.
Nana:"Apa yang mereka bicarakan,aku tidak bisa mendengar pembicaraan mereka.?"Gumamnya yang tengah berdiri di bawah anak tangga.
.
.
Merasa tidak mendengar percakapan suaminnya,nana melangkah lebih jauh ke arah ruang tamu rumahnya.
.
.
Baru saja sampai di depan ruang tamunya, nana di kejutkan dengan suara langkah suaminya.dan itu membuat nana panik sekaligus ketakutan.
.
.
Nana:"Aku harus cepat-cepat pergi."wajahnya begitu panik.
.
.
Dengan cepat nana menaiki anak tangga,tapi ketika nana melangkah dia tidak sengaja menginjak ujung tangga.dan itu berhasil membuat tubuh nana terjatuh dengan posisi perut yang membentur anak tangga.
.
.
Nana:"Auu sakit.!"pekik nana dan seketika menutup mulutnya,agar ari tidak mendengar raungannya.
.
.
Dengan menahan rasa sakit di perutnya,nana bangun dan melangkah pelan menuju kamarnya.
.
.
.
Note:"Hari ini kita crezy up ok, mohon dukungannya dengan like, comen, dan vote ya. aku jadi ngikutin author yang lain, ga papaya biar akunya semangat nulis.aku akan pokus nulis lagi mulai hari ini 😆.
.
.
.
__ADS_1
SELAMAT MEMBACA****.