
Mommy Kei berlari sekuat tenaga ketika kepala pelayan memberi tahukan tentang perselisihan putranya,dan Marco.
"Ada apa ini,kenapa mereka bersitegang.?"Tanya mommy Kei di setiap langkahnya.
Bukan hanya mommy Kei,Rara juga berlari masuk kedalam mansion dengan cepat bersama beberapa penjaga.
.
.
"Ya tuhan apa yang sedang terjadi,Ari..Marco berhenti."Suara Nyaring Mommy Kei tidak di perdulikan keduanya.
Ari dan Marco tengah bergulat hebat di ruang keluarga,saking sengitnya beberapa barang ada yang pecah dan rusak.akibat pergulatan keduanya.
"Kau harus mati."Ucap ari berbarengan dengan pukulan di perut Marco.
Marco seketika merasa kesakitan,tapi ia masih bisa melawan dengan cara melanyangkan satu pukulan di wajah tampan Ari.
Mommy Kei menjerit melihat keduanya saling serang"Berhenti Ari...Marco berhenti."pintanya dari kejauhan.
Kepala pelayan hanya bisa diam menyaksikan pertandingan antara tuan mudanya,dan Marco.
Kita lihat siapa yang menang dan yang kalah.batin kepala pelayan yang tengah berdiri di belakang mommy Kei.
Rara datang bersama penjaga,semunya merasa terkejut melihat Ari dan Marco yang tengah saling serang.
"Pak,cepat pisahkan mereka."Pinta Rara kepada para penjaga dan orang kepercayaan Marco.
Kelimanya mengangguk dan dengan gerak cepat berjalan mendekati kedua pria tampan yang tengah saling serang.
Dari Kejauhan mommy Kei menatap Rara"Itu artinya Marco adalah calon suami Rara.?"Gumam Mommy Kei yakin,pasalnya untuk apa Marco datang ke mansion kalau bukan untuk menjemput Rara"Ya aku yakin, Marco calon suaminya Rara."Tambahnya.
"Tuan,sudah cukup."Pinta salah satu penjaga kepada Ari yang masih sibuk memberi pukulan di tubuh Marco.
Merasa tak ada gunanya,semua penjaga saling tatap dan secara bersamaan mengangguk.
Ari:"Lepaskan,dia belum mati."Ucapnya geram ketika penjaga menarik tubuhnya.
Ketiga penjaga tak menghiraukan tuan mudanya,mereka terus menarik tubuh Ari kearah mommy Kei.
Marco juga merasa kesal ketika tangannya di tarik bawahanya dan penjaga mansion."Lepaskan."Pintanya seraya menatap tajam.
Tapi mereka tidak bergeming,Marco di seret mendekati Rara yang masih shok melihat perkelahian antar Marco dan Ari.
"Rara,bawa Marco pergi."pinta mommy Kei cepat.
Rara mengangguk"Baik tante,maaf sudah membuat keributan."Sahutnya tidak enak.
"Awas kau Marco,aku tidak akan pernah melepaskan dirimu."Ancaman Ari tidak membuat Marco takut.
"Aku tunggu,Ari Atmaja Wijaya."Sahut Marco santai dan seketika keluar mansion,karna dia di seret paksa oleh penjaga dan bawahanya.
.
.
Mommy Kei menatap putranya bingung"Son."tegurnya.
__ADS_1
Tapi Ari seolah tidak mendengar ucapan mommy Kei."Lepaskan.."pintanya kepada para penjaga.
Setelah melepaskan genggaman tangan mereka di tubuh tuan muda Ari,ketiganya membungkuk untuk keluar.
Ari menarik nafasnya kasar,dan mulai merasakan sakit di sekujur tubuhnya akibat hantaman yang di berikan Marco.
Ternyata dia hebat juga,awas kau Marco aku tidak akan pernah melepaskan dirimu.geram hati Ari seraya membuka jasnya yang sudah lusuh.
Mommy Kei terus memperhatikan putrnya, apalagi di beberapa titik wajah Ari ada luka memar tapi tak mengeluarkan darah.
"Son apa yang terjadi,kenapa kalian berkelahi. dan untuk apa Marco datang kesini.?"Tanya Mommy kei memastikan,seraya menuntun sang putra untuk duduk di atas sofa.
Ari yang sudah mulai tenang pun menjawab"Mommy dia calon suaminya Rara, dan Ari menghajar dia.karena dia bilang.."ucapanya menggantung karena Nana datang.
"Honey kenapa keluar."Tegur Ari dan langsung berjalan menyambut sang istri yang tengah menuruni tangga.
Mata Mommy Kei mengikuti pergerakan putranya."Ya tuhan semoga ini hanya salah paham saja."gumamnya.
Nana kembali menangis ketika melihat wajah tampan suaminya babak belur"Ayang hiks...hiks..kamu terluka hiks...hiks..."Tuturnya sedih dan tangan yang terus menjelajahi area wajah Ari ketakutan.
Ari tersenyum melihat istrinya,dan seketika memberi pelukan"Aku hanya memberinya pelajaran honey,sudah jangan menangis.aku tidak apa-apa."Jawabnya bohong.
Pukulannya kuat juga,Marco kau akan menerima akibatnya.geram hati Ari yang tengah memeluk Nana erat.
Kini para pelayan yang tadi menghilang sekarang sudah berani menampakn batang hidungnya"Cepat bereskan semuanya."titah Mommy Kei.
"Baik,Nyonya besar."Jawab sopan para pelayan.
"Nyonya ini minuman untuk tuan muda."Ucap kepala pelayan yang sedang berdiri dengan membawa Nampan berisi gelas dan alat P3GK.
"Letakan saja."pinta Mommy Kei dengan mata yang terus menatap kedua anaknya.
Ari melonggarkan pelukannya "Honey mulai sekarang kamu akan di jaga ketat,ini demi kebaikan."pintanya dengan tatapan mata seolah memohon.
Nana mengangguk tanpa bertanya,ia tahu suaminya melakukan itu demi keselamatan dirinya dan si calon baby.
Ari tersenyum ceria melihat anggukan yang di berikan sang istri"Terimakasih,hon."
"Ayang ayo kita obati lukanya."pinta Nana khwatir melihat wajah suaminya.
Ari:"Ini tidak sakit,honey."tolaknya santai.
Nana mencubit pipi suaminya"Aww honey,ini sangat sakit."ungkap Ari dengan ekspresi wajah sendu.
"Berarti harus di obati."sahut Nana seraya menarik tangan suaminya untuk turun.
Mommy Kei tersenyum dan menggelengkan kepala melihat tingkah kedua anaknya.
"Di situsi seperti ini kalian masih saja mesra."gumam mommy Kei.
.
.
Marco duduk di belakang mobil,di temani Rara."Apa yang ada di dalam pikiran kamu Marco,kenapa kamu bisa senekat itu."suara Rara memenuhi dalam Mobil.
Marco acuh,ia malah sibuk merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
__ADS_1
Rara kembali diam dan matanya menatap calon suami yang terlihat kesakitan.
"Apa sakit.?"tanya Rara.
Marco menyeringai mendengar ucapan dari gadis cantik yang tengah duduk di sampingnya"Kenapa,apa kau merasa kasihan."Sahutnya ketus tanpa menatap Rara.
Rara:"Sini aku lihat."pintanya seraya mendekati Marco.
Marco hanya diam ketika tangan Rara menarik kepalanya.
Rara menatap wajah tampan Marco,dan Marco juga menatap Rara."Apa aku masih tampan.?"Tanya Marco untuk mengalihan rasa sakitnya,dirinya tidak mau terlihat lemah di depan Rara.
"Ini memar,harus di obati."ucap Rara alih-alih memberi jawaban atas pertanyaan konyol Marco.
"Kau belum menjawab pertanyaanku."tutur Marco.
Rara dengan cepat mendorong tubuh Marco kesal"Berhenti membual."sahutnya ketus,dan kembali menatap luar jendela.
Marco tertawa renyah melihat tingkah Rara."Ini semua akan ada akibatnya."ucapnya geram jika mengingat Ari.
Rara memutar kepalanya mendengar ucapan Marco."Jangan macam-macam Marco,jangan ganggu Ari."pintanya.
Marco menatap Rara dengan seringai yang terlihat menakutkan"Aku tidak akan menggangu Pangeranmu,tapi aku akan mengganggu istri cantiknya."Tuturnya santai.
"Marco jangan lakukan itu,jangan ganggu rumah tangga mereka aku mohon."Rara meminta dengan wajah khwatir.
"Itu terserah aku,ingat Rara statusmu masih calon istri jadi jangan ganggu urusanku."pinta Marco.
Rara menggelngkan kepalanya tanda dia tidak terima"Aku tidak akan membiarkan kamu mengganggu mereka."
Marco berdecak kesal"Hentikan mobilnya."pintanya dengan suara bergetar menahan amarah.
Sang supir seketika meminggirkan mobil mewah milik Marco.
"Turun."Pinta Marco tanpa menatap Rara.
Rara:"Baik aku akan turun,awas kalau kamu menggangu rumah tangga mereka."
"Turun."Ulang Marco kesal.
Rara mengangguk dan bergegas turun"Ingat Marco,jangan gang-
"Jalan."Suara nyaring Marco membuat Rara menghentikan kalimatnya.
Kini Rara menatap mobil Marco yang berjalan meninggalkan dirinya sendiri di pinggir jalan.
"Aku tidak akan membiarkan kamu mengganggu mereka."Gumam Rara.
Marco terus tersenyum ketika mengingat Nana,dan adegan ini mengingatkan kita kepada Raihan Arsenio.
"Aku tidak akan macam-macam,apa salahnya jiga ingin berkenalan.apa itu salah."Gumam Marco senang.
Tapi sepertinya si Ari tidak akan membiarkan istri Cantiknya bebas berkeliaran,aku harus mencari ide.aku hanya ingin berkenalan.batin Marco.
.
.
__ADS_1
Note:"Sebentar lagi ISTRI KU GADIS DESA S2 akan selesai pantengin terus ya,dan makasih untuk dukungan dari kalian love you all,tanpa kalian aku tidak berarti apa-apa 😇😇😇