
"Sayang,apa yang kamu katakan.?tanya mommy Kei tidak percaya dengan apa yang baru saja Nana katakan.
"Nana mohon hiks...Ijinkan Nana pulang kedesa mom,Daddy."ulang Nana.
Mommy Kei memeluk Nana guna memberi ketenangan.
Tuan Surya menatap Mommy Kei bingung, mendengar permintaan sang menantu.
"Nana mohon hanya beberapa hari saja hiks... hiks... Nana sangat merindukan nenek hiks.."tutur Nana di dalam pelukan mommy Kei.
"Sayang,tapi desa kamu lumayan jauh.di tambah lagi rumah kamu pasti-
"Nana mohon hiks... hiks..."Sela Nana.
Mommy Kei menatap daddy Surya seolah meminta pendapat.
.
.
"Tuan muda."sapa Jaka kepada Ari yang baru saja keluar dari toilet rumah sakit,dan kalau diperhatikan lagi calon daddy itu sudah berganti baju.
Yap betul,Ari memutuskan untuk memakai toilet rumah sakit sebagai ruang ganti.alih-alih pulang kerumah.
Ari memberikan paper bag yang berisi baju kantornya kepada,Jaka."Mana makanan yang tadi aku pesan.?"Tanya Ari seraya merapihkan bajunya.
Jaka memberikan paper bag lain yang berisi pesanan tuannya.
Ari dengan cepat menyambar paper bag yang di luarnya terdapat logo kedai makan yang ia pesan"Jangan pulang dulu,karena Daddy dan mommy masih di dalam."ucap Ari yang masih menatap paper bag.
"Baik,Tuan."Sahut Jaka sopan.
Ari melirik Jaka penuh selidik"Panggila aku Ari saja Jaka,ini sudah bukan jam kerjamu."pinta Ari santai.
Jaka hanya cengengesan,tanpa berani menjawab.
Aku mana berani.gumam hati Jaka.
Keduanya berjalan dengan membawa paper bag masing-masing.
.
.
"Bagaimana Nona,sudah lebih baik.?"Tanya dokter Wulan.
Nana:"Sudah,dok."sahutnya pelan.
Dokter wulan mengangguk setuju,memang Nana dan calon bayinya dalam kondisi ok. tidak ada kelanina hanya masalah kelelahan saja.
"Baiklah Nona,istirahat besok anda sudah bisa pulang."Tutur Dokter Wulan.
Nana"Dokter.!!!"
Dokter Wulan yang sudah bersiap pergi, seketika menatap Nana"Ya Nona.?"
Sebelum memberi pertanyaan,Nana menatap kedua mertuanya.
Mommy Kei dan Tuan Surya mengangguk pelan.
"Dokter,apa saya bisa berpergian.?"Tanya Nana gugup.
Dokter Wulan tersenyum kecut mendengar pertanyaan Nana"Memangnya anda mau ke mana,Nona.?"Tanya Dokter Wulan penasaran.
"Saya ingin pergi kekota X,apa tidak apa-apa dokter.?"tambah Nana.
Dokter wulan diam sejenak,yang mana membuat Nana menatap sang dokter intes.
Mommy Kei dan Tuan Surya hanya bisa diam, keduanya setuju dengan keingian sang menantu.tapi Nana boleh pergi tiga hari yang akan datang,karena Mommy Kei akan meminta pak Jaya pengurus perkebunan di desa Nana untuk membersihkan rumah sang menantu yang mungkin sudah usang, bayangkan saja selama Nana di bawa Ari ke kotanya Nana belum pernah kembali kesana.
Sebenarnya Mommy Kei meminta Nana menunggu sampai rumah tua itu di renofasi, tapi Nana menolak.
"Kandungan anda baru memasuki empat bulan Nona,tapi si janin sangat sehat.bisa saja anda melakukan perjalan ke kota X,tapi jangan sampai anda kelelahan."penturan Dokter wulan membuat Nana tersenyum bahagia.
"Terimakasih dokter,terimakasih."Nana meraih tangan dokter Wulan saking senangnya.
"Ingat ya Nona jangan sampai anda kelelahan, dan berhenti memikirkan sesuatu yang akan membuat anda stres."tambah dokter Wulan.
__ADS_1
Nana mengangguk pelan.
"Baik Nona,kalau begitu saya permisi.Nyonya Tuan."Dokter Wulan membunguk ke arah mommy Kei dan Tuan Surya.
"Terimakasih,Dokter."ucap Mommy Kei.
Dokter wulan mengangguk dan perjalan pergi meninggalkan ruang inap.
Setelah dokter Wulan pergi,Mommy Kei mendekati Nana yang masih diam di atas ranjang perawatan."Sayang,apa kamu yakin.?"Tanya sang mommy dengan tatapan sendu.
Nana mengangguk"Nana yakin mom, terimakasih mommy dan Daddy mau mengijinkan Nana."Ucap Nana sedih.
Mommy Kei mengelus perut buncit Nana"Jaga cucu mommy sayang,apa kamu mommy ikut."Pinta mommy Kei antusias.
Nana menggelengkan kepalanya pelan tanda menolak"Nana ingin sendiri,maafkan Nana mom."jawab Nana.
Mommy Kei mengangguk pasrah,sebenarnya calon nenek itu sangat sedih.tapi melihat situasi saat ini mommy Kei tidak bisa berbuat apa-apa.
Son maafkan daddy dan Mommy,kali ini daddy tidak bisa berbuat banyak.biarkan istrimu pergi untuk sementara waktu,sampai dia sudah siap dengan hatinya.lirih hati daddy Surya yang ada di belakang istrinya.
"Jangan sampai dia tahu,kalau Nana akan pulang ke desa."ucap Nana pelan.
Mommy Kei dan tuan Surya mengangguk.
Nana tersenyum ceria"Terimakasih,mommy daddy."
Mommy Kei tersenyum seraya memeluk Nana penuh kasih sayang.
Tak lama pintu ruang inap di ketik seseorang.
"Masuk."pinta Daddy Surya.
Ceklek...."Daddy."Suara itu membuat Nana menoleh.
Ari tersenyum ceria melihat istrinya yang sudah sadar.
"Masuk,Son."ajak Daddy Surya.
Ari mengangguk patuh dan berjalan pelan dengan menenteng paper bag.
"Son,cepat sekali kamu sampai.?"Tanya mommy Kei.
"Ia mom."Jawab Ari singkat seraya terus berjalan mendekati ranjang perawatan.
Mommy Kei merasa kasian melihat putra bulenya,dan ia tahu kalau Ari sudah berbohong.mengingat jarak rumah sakit dan mansion atau rumah Ari lumayan memakan waktu.
Perlahan Ari meletakan paper bag yang tadi ia bawa,dan Nana seketika berbaring untuk menghindari suaminya.
Ari hanya menghela nafasnya pelan melihat sikap sang istri.
Tuan Surya mendekati mommy Kei"Mom,ayo kita pulang biarkan Ari yang menunggu Nana."bisik daddy Surya.
Mommy Kei menggelengkan kepalanya tanda menolak.
"Mommy,daddy mohon biarkan Ari menjelaskan semuanya."Daddy surya menarik tangan sang istri.
Mommy Kie terpaksa mengangguk setuju, sejujurnya mommy Kei juga tidak mau kedua anaknya berselisih paham.
Mommy:"Sayang,mommy dan daddy pulang ya.apa kamu tidak apa-apa?"
sebenarnya Nana ingin di temani mommy Kie, tapi melihat raut wajah kedua mertuanya yang nampak lelah membuat Nana mengangguk pasrah.
"Hati-hati mommy,Daddy maaf Nana sudah merepotkan."ucap Nana tidak enak.
Mommy Kei yang baru saja selesai memeluk Nana sebelum pergi menggelengkan kepalanya cepat"Jangan katakan itu sayang, kamu tidak merepotkan sudah ya jangan berpikir yang aneh-aneh lagi ok."pintanya.
Nana mengagguk seraya tersenyum.
"Son,jaga Nana jangan buat dia menangis lagi."pinta daddy Surya.
Ari mengangguk patuh.
Akhirnya mommy Kei dan tuan Surya keluar dari ruang inap,dan mommy Kie tidak mengatakan apapun kepada Ari.entahlah mungkin mommy Kei merasa bersalah karena sudah merahasiakan tentang rencana kepulangan Nana kedesa.
Setelah Tuan Surya dan mommy Kei pergi,Ari kembali mendekati ranjang sang istri"Honey, makan ya aku sudah membawa makanan kesukaan kamu."pinta Ari lembut.
Nana hanya diam tanpa memberi respon, sebenarnya Nana masih marah.bukan!!! tapi sangat marah kepada suaminya.
__ADS_1
Ari membuka paper bag yang tadi dia bawa, dan Nana melihat itu."Aku tidak mau makan."tolaknya.
Ari tidak memperdulikan penolakan Nana,ia terus sibuk dengan aktifitas tangannya.
Nana menghela nafasnya pelan dan langsung membalikan tubuhnya.
Ari:"Aku tahu kamu masih marah,tapi pikirkan baby kita hon.ini sudah malam kamu belum makan."Bujuk Ari yang saat ini memegang mangkuk berisi Nasi goreng.
Dalam diam Nana merenung dengan ucapan suaminya.
Memang Nana belum makan,tapi ia tidak merasa lapar mungkin rasa marah membuat dirinya kehilangan selera makan.
Nana berbalik dengan terpaksa"Berikan."pinta Nana ketus.
Ari tersenyum ceria"Aku suapi ya."pinta Ari.
"Tidak mau."penolakan Nana di jawab angggukan dari Ari.
"Makan yang banyak agar babynya sehat, maaf ya aku selalu menyakiti kamu.aku tidak bermaksud honey."ucap Ari suaranya terdengar bergetar.
Nana menerima mangkuk dari tangan suaminya,dan sekali lagi Nana tidak perduli dengan kata-kata yang di lontarkan Ari.
Ari tersenyum melihat istrinya makan dengan lahap,tapi Nana tidak mau di bantu.bahkan untuk minum saja Nana mengambilnya sendiri.
Ari merasa heran karena dalam waktu lima menit nasi goreng dengan posisi banyak itu habis tak tersisa,tapi Ari tidak mau menggoda istrinya ia tahu ini bukan waktu yang tepat.
Setelah makan kilatnya selesai,Nana duduk diam.matanya menatap layar tv.
Sedangkan Ari yang ada di sampingnya tidak bisa berbuat apa-apa,ketika istrinya seperti menganggap ia tidak ada.
Aku harus menjelaskan semuanya.usul hati Ari.
"Hon."tegur Ari.
Nana tidak menjawab,ia terus menatap tv.
Di kacangin lagi.batin Ari sedih.
"Honey maafkan aku hon,aku tidak bermaksud menyakiti kamu sumpah.Rara it-
"Cinta pertama kamu."Sergah Nana tanpa berlaping dari tv.
Ari mendesah karena bingung harus berkata apa.
Nana melirik suaminya"Benarkan apa yang aku katakan.?"
"Itu hanya masa lalu,honey."ucap Ari tidak enak.
"Benarkan apa yang aku katakan."ulang Nana karna suaminya belum memberi jawaban.
Terpaksa Ari mengangguk pelan"Itu benar Rara adalah cinta pertama aku,tapi itu dulu. sekarang di hatiku hanya ada kamu aku bersumpah honey."Jelas Ari.
Nana tersenyum mendengar ucapan suaminya"Jangan pernah bersumpah untuk sesuatu hal yang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi di depan."sahut Nana penuh arti.
Ari seketika berdiri dari dudukunya"Aku bersumpah hanya ada kamu di hatiku hon,dia hanya masa lalu.sekarang masa depanku kamu"Suaranya sedikit tinggi.
Nana menatap suami dengan mata yang mulai berkaca-kaca"Terus kalau Nona Rara sudah tidak ada di hati kamu kenapa, hiks..hiks..kenapa waktu dia menumpahkan sup panas di pahaku kamu diam saja. sedangkan suster yang nolong aku kamu membentaknya,kenapa hiks... hiks... jawab kenapa."ucapnya penuh amarah.
Ari dengan cepat memeluk tubuh sang istri, walupan orang yang ia peluk terus memberontak."Waktu itu aku kaget melihat dia sebagai pelayan,dan aku tahu kalau dia tengah kesusahan.sumpah honey hanya itu alasan aku tidak lebih,aku hanya kasian saja."Jelas Ari penuh sesal.
Nana terus menangis seraya melepaskan pelukan suaminya.
"Hiks...hiks...Aku kecewa karena kamu tidak mau jujur siapa Nona Rara hiks... hiks... aku keceewwaa."tutur Nana dengan tangis pilunya.
Ari memejamkan kedua matanya karena sudah membohongi Nana"Maaf hon,aku hanya takut kamu marah."Jawab Ari sedih.
Nana merasa amarahnya belum hiang,dan sekuat tenaga ia mendorong tubuh suaminya"Jangan peluk aku lagi."pinta Nana dan langsung berbaring membelakangi suaminya.
Ari merasa lemas karna sang istri belum mau memaafkan dirinya.
Ari bersabarlah,walupan ini tidak mudah tapi kamu harus percaya ini tidak akan lama.gumam hati Ari yang tengah berdiri menatap Nana.
.
.
Tiga Hari kemudian.....
__ADS_1