
Ari mematikan mesin mobil setelah sampai rumah mewahnya,ia masih menggenggam tangan sang istri erat.
Nana:"Lepas,aku mau keluar."pintanya tanpa menatap wajah tampan suaminya yang terlihat sendu.
Ari tidak bergeming yang mana membuat Nana menarik paksa tangannya.
Pria tampan itu tidak bisa berbuat apa-apa, ketika tangan sang istri terlepas dari genggamannya.
Ari terus menatap istrinya tanpa berniat mencegah atau membuka mulutnya.
Nana keluar dari dalam mobil dengan memeluk Lunchbox,tapi sebelum dia melangkah masuk ke dalam rumah.
Wanita cantik itu berbalik,perlahan tubuhnya membungkuk di depan pintu mobil.dan matanya menatap suami."Aku tetap akan mencuci mobilmu,tenang saja."ucapnya dengan suara bergetar menahan tangis.
Ari:"Hon,kam-"kalimatnya terputus,karna sang istri sudah pergi tanpa mendengar ucapannya.
Di dalam mobil Ari memukul kemudi penuh amarah."Bodoh Ari kamu bodoh,sekarang lihat akibatnya Aahhhhhhhh bodoh."mengacak-acak rambutnya kesal.
Security yang berjaga di depan gerbang melirik ke dalam mobil yang terparkir digarasi,pendengarannya begitu jelas mendengar suara teriakan sang tuan muda.
Tuan muda dan Nona pasti bertengkar,jangan membuat kesalahan Heri.gumam hati Heri sang security.
Ari keluar dari dalam mobil dengan keadaan tidak karuan.
Pria tampan itu berjalan gontai,sebenarnya ia tidak ingin masuk kedalam rumahnya tapi ia harus ke mana.tidak mungkin ke mansion dan mengadu kepada sang mommy,yang ada ia akan di marahi habis-habissan.bukan itu saja mommy Kei pasti membawa istrinya kembali ke mansion.membayangkannya saja membuat Ari pusing.
Apa lagi ke kantor moodnya sudah hilang, yang ada di dalam pikirannya saat ini adalah rasa marah kecewa pada dirinya sendiri.
Setelah masuk kedalam rumahnya,Ari menatap lantai atas di mana letak kamar mereka berada.tapi calon daddy itu tidak menaiki anak tangga,kakinya malah berjalan ke tempat dimana dirinya dan sang istri bersantai.
Ari:"Aku harus mengubungi Jaka."gumamnya yang saat ini berdiri di depan meja kecil,di atasnya terdapat telepon berwarna hitam dengan kabel panjang meringkal.
Ari menunggu dengan sabar panggilan darinya di angkat Sekertaris Jaka,sedangkan matanya terus menatap pintu kamar yang ada di lantai atas.
Jaka:"Hallo."sapanya di sebrang sana.
Ari:"Jaka."ucapnya cepat ketika Jaka mengangkat panggilan darinya.
Jaka:"Saya,tuan muda."sahutnya gugup.
Ari:"Hari ini aku tidak akan kembali ke kantor, dan nanti kalau pekerjaanmu sudah selesai. cepat bawa tasku jangan lupa handphoneku, dan satu lagi.bawa mobilku untuk di bersihkan,ingat jangan sampai ada kotoran yang tertinggal.harus bersih ingat Jaka jangan ada kotoran yang menempel,kau dengar."pintanya penuh penekanan,mengingat istrinya akan mencuci mobil mewahnya.
Jaka:"Baik,Tuan muda"sahutnya patuh.
Ari:"Bagus,oh iya Jaka.apa Aldy dan Kevin sudah menginggalkan kantor.?"mengingat ketika dirinya pergi untuk mengejar Nana kedua temannya masih di kantor Atmaja.
Jaka:"Tuan Aldy dan tuan Kevin baru saja meninggalkan kantor,tuan."terangnya.
__ADS_1
Ari:"Baiklah Jaka,lakukan tugasmu."
Jaka:"Baik tuan."
Setelah panggilan terputus,Ari berjalan mendekati meja makan.karna matanya begitu tertarik dengan benda yang ada di atasnya.
Ari menarik nafasnya pelan ketika menatap Lunchbox yang tadi di bawa istrinya.
"Maafkan aku honey,aku tadi hanya becanda."lirihnya penuh sesal.
Ari bahkan melupakan makan siangnya,malah sekarang ia berusaha mengontrol emosi dalam dirinya.pria itu merasa tidak nyaman dengan ke adaan di mana ia dan sang istri berjauhan seperti saat ini.
Dan dirinya juga tidak berani masuk ke dalam kamar,ia ingin memberi ruang kepada sang istri dan tidak akan mengganggu.
Jujur saja Ari kebingung harus berkata apa, dan bagaimana menjelaskan kepada istrinya tentang masalah yang dirinya timbulkan.karna apapun yang di lontarkannya sang istri tidak akan mau mendengar.
Sekarang aku harus bagaimana.bingung hati Ari.
Pria tampan yang masih mengenakan stelan jasnya itu perlahan berjalan ke arah sofa, dengan malas ia mendudukan tubuhnya.
Ari menyandarkan kepalanya,seketika ia menutup matanya.dirinya tengah merasakan rasa bersalah yang teramat dalam,penyesalan yang lebih besar ketimbang hinaan dan ucapan kasar yang dulu selalu dirinya lontarkan kepada sang istri.
Son daddy tidak bermaksud menyakiti hati mommymu,maafkan daddy Son.lirih hati Ari di tengah kesendiriannya.
.
.
Nana:"Berhenti memakai bajunya,ini tidak benar."Lirihnya dengan linangan air mata.
Saat ini Nana menatap penampilannya di depan cermin,sebenarnya ia tidak nyaman dengan dres yang selalu dirinya pakai sebelum hamil.tapi Nana berusaha untuk menjadi dirinya yang dulu,dan ketika mengingat perkataan sang suami.membuat pipinya kembali basah,matanya tak bisa menahan banyaknya buliran bening di sana.
Nana:"Kenapa aku jadi berubah begini,mana Nana yang dulu.semua yang di katakannya benar hiks... hiks.... apa karna aku gadis dari desa yang tidak tahu diri,kenapa aku tidak menyadari itu hiks... hiks... aku malu sekali."lirihnya dengan perasaan sakit teramat dalam.
Di tengah tangisnya,Nana menatap perutnya lewat pantulan cermin"Sayang jangan malu ya,karna kamu mempunyai seorang ibu yang hanya wanita biyasa.mommy bukan orang kaya seperti daddymu hiks... hiks... mommy orang desa bukan orang kota seperti daddymu,dan mommy juga bukan orang yang berpendidikan seperti daddymu hiks.... hiks....jangan malu ya sayang,dan mommy mohon bantu mommy untuk bersikap seperti mommy yang dulu hiks... hiks...mommy malu kalau harus jadi bahan omongan orang hiks... hiks....bantu mommy."mengusap perutnya di sertai tangisan kesedihan.
Cukup lama Nana menangis di depan cermin, dan perlahan tangannya memungkut baju suaminya yang tadi ia kenakan ketika pergi ke kantor Atmaja.
Nana:"Aku akan mencuci bajunya,agar dia tidak membicarakan aku lagi."ucapnya dengan perlahan berjalan mendekati pintu kamar.
Kakinya begitu hati-hati berjalan menuruni anak tangga,dan Nana melihat sang suami tengah berada di ruang keluarga.
Sejenak Nana menghentikan langkahnya,tapi beberapa detik kemudian kakinya kembali melangkah.entah apa yang ada di dalam pikirannya.
Ari yang tengah menutup mata,samar mendengar suara langkah kaki seseorang.
Dengan cepat Ari membuka matanya,dan benar saja.istrinya tengah berjalan melewati dirinya tanpa menegur.
__ADS_1
Ari:"Hon."sapanya pelan.
Nana tidak memperdulikan sapaan sang suami,ia terus berjalan ke arah dapur dengan menenteng baju dan juga celana.
Ari menatap apa yang di bawa sang istri,dan seketika ia baru sadar kalau saat ini istrinya memakai dres bukan kemeja atau kaos miliknya.
Ari beranjak bangun dari duduknya dan dengan cepat menarik tangan sang istri.
"Kamu mau ke mana.?"tanya Ari dengan masih menatap baju yang ada di tangan Nana.
Nana menatap suaminya dengan mata sembab"Lepas."pintanya.
Ari menggelengkan kepalanya"Jawab dulu, kamu mau kemana.dan kenapa pakai dres, bukannya kamu suka pakai baju aku huh.?"matanya mulai berkaca-kaca.
Nana:"Aku mau cuci baju yang tadi aku pakai, dan aku tidak akan memakai baju kamu lagi aku bersumpah."ujarnya menahan tangis.
Ari memejamkan matanya dengan perasaan bersalah."Plis,apa yang kamu dengar tadi di kantor itu-
Nana:"Benar adanya."sergahnya cepat.
Ari:"Bukan begitu,honey."
Nana:"Apanya yang bukan begitu,semua yang kamu katakan benar aku tidak menyalahkan dirimu sedikitpun tidak.tapi aku hanya kecewa saja,kenapa kamu harus mengatakan itu semua kepada mereka.apa kamu merasa senang ketika aku di tertawakan orang-orang, huh benar begitu."
Ari kembali menggengkan kepalanya"Tidak honey tidak,plis percaya aku tadi hanya bercanda."berusaha memeluk sang istri.
Nana:"Jangan peluk aku."pintanya cepat.
Ari seketika diam,matanya mulai memerah merasakan sakit ketika sang istri kembali menolaknya.
Nana mengibaskan tangannya yang tadi di genggam suaminya.
Nana:"Mungkin karna aku orang kampung,aku seperti orang yang kelaparan hiks... hiks... seumur hidupku aku belum pernah makan ice cream hiks... hiks... atau makan mie berharga mahal hiks... hiks.... aku aku tidak tahu diri hiks... hiks..... kamu malu kan punya istri kaya aku hiks...aku."
Ari menatap istrinya dengan linangan air mata,dan dengan cepat Ari memluk tubuh istrinya erat.
Ari:"Stop plis hiks... hiks... jangan bicara lagi aku mohon."pintanya dengan tangis kesedihan.
Nana:"Hiks... hiks.... aku berjanji tidak akan makan banyak lagi,aku berjanji."lirihnya.
Ari seketika mengangkat kepala sang istri penuh ketakutan."Tatap aku honey,aku tadi hanya bercanda.plis percaya aku mohon, jangan katakan itu.aku senang ketika kamu makan banyak,aku senang kamu pakai bajuku, aku senang honey.dan apa yang aku katakan tadi di kantor hanya bercanda."
"Ari atmaja wijaya,kamu apakan putriku."suara seseorang menghentikan kalimatnya.
.
.
__ADS_1
Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.