ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
JANGAN SEPERTI INI.


__ADS_3

Ari menunggu dengan sabar kedatangan kedua orangtuanya.


Hati dan pikirannya begitu kacau,dia marah dengan sikap kedua orangtuanya dan istrinya.


Apa maksud dari ucapan istriku,kenapa aku tidak tahu dengan rencana mereka.batin Ari.


Mommy kei perlahan menuruni anak tangga mansion,matanya melihat anaknya yang tengah duduk di ruang keluarga dengan raut wajah yang begitu memerah menahan amarah.


Ari melirik dengan cepat ketika mommy kei mendekat ke arahnya.


Mommy:"Son,tumben pagi ini kamu datang ke sini.?"Bertanya dengan perlahan mendudukan tubuhnya.


Ari tidak menjawab,dia malah menatap mommy kei dengan tajam.


Mommy:"Ada apa son,kenapa menatap mommy seperti itu."Berusaha tenang.


Tak lama tuan surya datang dan memecah keheningan.


Daddy:"Ada apa Son,apa ada masalah di perusahaan.?"bertanya dan mendudukan tubuhnya di samping istrinya.


Ari menarik nafasnya kasar,dia duduk dengan tegap karena tadi dia menyandarkan tubuhnya malas.


Ari:"Apa maksud mommy,dan daddy.?"menatap kedua orangtuanya.


Mommy kei dan tuan surya saling lirik tidak mengerti.


Daddy:"Langsung ke intinya saja."jawabnya tegas.


Mommy kei menggengam tangan tuan surya dengan erat,dan tuan surya menatap lekat istrinya dan menggelengkan kepalanya. memberi isyarat ini baik-baik saja.


Ari:"Apa yang kalian rencanakan di belakang ku,kenapa istriku mengatakan aku akan menikah dengan jenia anaknya tuan samuel. maksudnya apa daddy."ungkap ari dia tidak bisa menahan amarahnya.


mommy kei menatap suaminya dan genggaman tanganya semakin erat.


Tuan surya merasa dadanya sesak,karena Ari sudah mengetahuinya lebih awal.


Ari menunggu daddy,atau mommynya membuka mulutnya dengan tidak sabar.


Ari:"Kenapa kalian diam,apa yang kalian sembunyikan.?"tatapan matanya meminta penjelasan.


Tuan surya menarik nafasnya kasar,dia berusaha tetap tenang dan tidak terpancing emosi seperti putranya.


Daddy:"Apa Istrimu,yang mengatakan."Tanyanya pelan.


Ari:"Aku melihat rekaman Cctv,dan apa daddy tau.wanita itu datang ke rumah dan mengatakan kalau dia akan menikah dengan ku,ini tidak bisa di percaya."Wajahnya berusaha menahan amarah.


Tuan surya menutup matanya pelan,dan mengagguk-anggukan kepalanya.


Ari:"Jawab daddy,mommy.apa maksudnya.?"bergantian menatap kedua orangtuanya.


Mommy kei hanya diam,dia tidak bisa membuka mulutnya.dia hanya menatap suaminya yang tengah diam dengan tenang.


Daddy:"Son,daddy tidak bisa memberi tahukan yang sebenarnya kepadamu,lebih baik kamu tanyakan langsung kepada istrimu."Matanya menatap sendu putranya.


Ari mengerutkan keningnya mendengar jawaban daddynya.


Ari:"Kenapa aku harus bertanya kepada istriku,kalau daddy dan mommy sendiri sudah mengetahui alasanya."matanya terus menatap kedua orangtuannya.


Mommy kei benar-benar kebingunan,dia ingin memberi tahukan yang sebenarnya.tapi apa ari akan menerimanya dengan baik,tentang alas daddy surya merencanakan menikahkannya dengan jenia.

__ADS_1


Ari:"Jawab mommy,kenapa dari tadi mommy diam saja.apa yang sebenarnya terjadi.?"merubah posisinya dan duduk di sisi mommy kei.


Mommy kei menatap putranya tidak tega, seketika kepalanya berputar dan menatap tuan surya.tatapan mommy kei seolah meminta persetujuan apa dia boleh mengungkapkan yang sebenarnya,tuan surya seolah mengerti.dan menggeleng pelan.


Mommy:"Benar kata daddy,lebih baik kamu tanyakan langsung kepada istrimu. son."jawaban mommy kei membuat ari menjauh,dan berniat beranjak pergi.


Daddy:"Son tunggu."berdiri untuk mencegah anaknya pergi.


Ari berhenti,tapi tidak membalikan tubuhnya.


Daddy:"Apapun yang terjadi,kamu harus tetap menikah dengan jenia areba."Ucapannya membuat mommy kei ikut berdiri dan menatap lekat suaminya.


Ari:"Aku tidak sudi,menikahi wanita itu."jawanya singkat dan tetap tidak berbalik.


Daddy:"Kamu tidak bisa menolak."tambahnya.


Ari:"Ancaman apapun yang daddy berikan kepadaku,aku tetap tidak sudi menikahi wanita itu.walaupun daddy mengancman akan mencoret namaku dari daftar ahli waris, aku tidak takut."tak lama dia berlalu pergi meninggalkan kedua orangtuanya yang masih berdiri.


.


.


.


Mommy:"Daddy,bagaimana ini.mommy takut Ari akan menyakiti nana.?"wajahnya begitu ketakutan.


Daddy menggengam tangan istrinya"Mommy tenang saja,ari tidak akan melakukan itu."memeluk pelan istrinya memberi ketenangan.


Ari memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi,dia ingin cepat-cepat sampai rumah dan menemui istrinya.


Ari:"Kamu harus mengatakan yang sebenarnya,honey."gumam Ari yang tengah mengemudi dengan kecepatan tinggi.


.


.


.


Nana:"Ya tuhan,tolong aku."gumamnya pelan.


Niat hatinya ingin melihat isi koper yang berwarna merah yang isinya oleh-oleh dari suaminya,tapi melihat situasi saat ini.nana sampai melupakan itu karena dia begitu bingung dan ketakutan.


.


.


.


Sekertarsi jaka kini tengah berdiri di depan rumah tuan mudanya,tadi ketika dia menghubungi security untuk menyampaikan perintah Ari.dia melihat tuannya sudah tidak ada di ruanganya,dan bergegas pergi untuk menyusul.tapi ketika sudah sampai rumah tuan Ari,jaka tidak mendapatinya di sana.dia mengambil kesimpulan mungkin Ari pergi ke mansion tuan besar,pikir jaka.


Mobil yang di kendarai ari perlahan berhenti di depan gerbang rumahnya,tak lama dia turun.Sekertaris jaka yang berniat membukakan pintu mobil untuk ari mengurungkan niatnya,karena tuan mudanya membuka pintu mobil dengan cepat.


Jaka:"Tuan muda."Tegur jaka yang ada di sisi mobil.


Ari:"Kenapa kau ke sini,pergi ke perusahan sekarang."Memerintah dengan tegas.


Sekertaris jaka hanya diam,dia takut tuan mudanya berbuat sesuatu yang dapat mencelakai nona mudanya.


Ari:"Apa kau tuli,jaka."matanya menatap tajam ke arah jaka.

__ADS_1


Jaka:"Saya akan menunggu di sini, taun."Menjawab dengan menundukan kepalanya.


Ari mengusap wajahnya dengan kasar.


Ari:"Aku baik-baik saja,pergilah.awasi perusahan."meminta dengan nada suara pelan.


Tak bisa menolak perintah tuannya,jaka mengangguk dan membungkuk pamit.


Sekertaris jaka pergi,dan ari berniat masuk kedalam rumahnya,tapi dia berhenti ketika melihat securitynya.


Ari:"Panggil temanmu sekarang."memerintah dengan cepat.


Bagus mengagguk,dan masuk kedalam untuk memanggil temanya yang tengah menjaga pintu kamar majikanya.


Ari perlahan masuk setelah securitynya masuk terlebih dahulu.


Tak lama kedua security menuruni anak tangga dengan cepat,dan menghadap tuan mudanya yang tengah duduk di ruang tamu rumahnya.


Ari menatap kedua security itu dengan posisi duduk.


Ari:"Apa nona muda,keluar.?"Bertanya dengan masih menatap kedua securitynya.


"Tidak tuan,nona muda tidak keluar."jawabnya dengan kepala menunduk.


Ari mengangguk"Apa ketiga pelayan sudah pergi.?"Tambahnya.


"Sudah tuan,sesuai perintah tuan."Sahut bagus gugup.


Ari berdiri dan menjajarkan tubuhnya dengan kedua securitynya.


Ari:"Sekarang kalian pulang,besok kalian datang lagi."meminta dengan suara halus.


Tanpa menaruh curiga,keduanya mengaguk dan membungku sebelum pergi meninggalkan Ari yang masih diam di posisinya.


Ari menguci pintu,dan seketika matanya menatap tajam lantai atas rumah mewahnya.


Dia melangkah dengan cepat,tapi sebelum menaiki anak tangga rumahnya,terlebih dahulu dirinya masuk ke dalam dapur dan dia mengambil sebi*ah pi*au yang berukuran cukup besar.


Dengan gagahnya ari berjalan dengan pi*au di tangan kanannya.


Nana duduk di atas sofa dengan pikiran yang tidak karuan,detak jantungnya begitu memburu.


Mata nana seketika menatap pegangan pintu kamar yang bergerak ke bawah menandakan seseorang tengah membukanya.


Pintu terbuka,dan menampakan sesosok laki-laki tampan dengan tatapan tajam menatap ke arahnya dan mata nana membulat melihat tangan suaminya membawa sebuah pi*au.


Nana berdiri dan menelan salpirnya dengan cepat.


Nana:"Yank."suaranya terdengar bergetar.


.


.


Note:"Besok lagi ya semuanya,jangan lupa vote.Ari dan Nana. 😆😆😆


.


.

__ADS_1


Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempanya.


SELAMAT MEMBACA.


__ADS_2