ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
PUBLIS S3.Prolog..


__ADS_3


Sinopsis.........


"Cintamu,hanya untukku."Kata Lusi.


"Ingat,apa yang sudah kamu katakan."Seru Jenia.


Aku menatap dua wanita yang ada di depanku dengan perasaan takut.kalau aku memilih satu di antara mereka,maka aku akan mengorbankan cintaku dan juga tanggung jawabku yang sudah di berikan kepadaku.batin Jaka Mahendra.


Prolog....


Namaku Jaka,terdengar simpel dan sedikit udik di jaman semodarn ini.tapi dengan nama itu aku menjadi pria yang paling beruntung di mata orang yang ada di sekitarku,mereka semua bermimpi bisa hidup sepertiku,menjadi rebutkan dua keluarga yang paling berpengaruh di kotaku,kota metropolitan yang menjadi tempat aku tinggal,Nama itu keberuntungan untukku atau sebaliknya.aku pun tak tahu.


Hidupku awalnya biasa saja.tapi semua berubah ketika aku bertemu dengan wanita cantik amat cantik di sebuah minimarket.aku langsung jatuh cinta padanya,bisa di bilang cinta pada pandangan pertama.


Seiring berjalannya waktu,kami memutuskan untuk menjalin hubungan.aku benar-benar bahagia bisa mendapatkan wanita secantik dirinya,tanpa aku tahu identitasnya.pada waktu itu aku masa bodo dengan hal itu.tapi,beberapa bulan kemudian.dia pergi dengan alasan ingin melanjutkan pendidikannya di luar negeri tanpa aku tahu di belahan bumi mana.


Aku menyerah,dan kami memutuskan untuk tidak lagi menjalin hubungan.sangat sakit terasa sakit,lima tahun lamanya kami tidak bertemu,tapi masa penantian itu berakhir ketika dia datang membuat aku bisa tersenyum kembali,tapi kedatangannya langsung mengguncang hati dan juga pikiranku,ternyata dia adalah anggota keluarga Atmaja.keluarga yang amat di segani di negeraku,dan aku pun bekerja di perusahan itu menjadi orang penting di gedung tinggi itu,tidak main-main.aku menjabat sebagai sekertaris,dan tugasku adalah menjadi tangan kanan sang tuan muda anak tertua dari tuan Surya Atmaja,yaitu Tuan Ari Atmaja.beruntung bukan,ya itulah aku.


Tidak banyak yang tahu tentang hidupku,karena menurutku tidak ada yang spesial.semua biasa saja,aku anak tertua dari dua bersaudara,orang tua ku hanya orang biasa di mata orang-orang seperti keluarga Atmaja atau keluarga konglomerat lainnya.tapi di lingkunganku kedua orang tuaku cukup di segani juga.


Kedua orangtuaku dua-duanya mempunyai usaha di bidang makanan dan penginapan,sedikit mirip dengan usaha yang di geluti keluarga Atmaja.tapi sangat berbeda,kalau Atmaja grup mempunyai hotel berbintang dan juga restoran mewah.lain lagi dengan usaha orang tuaku,jika Atmaja mempunyai hotel bertarif malah,orang tuaku mempunyai kontrakan itu penginapan yang aku bilang tadi,dan kalau Atmaja grup mempunyai restoran mewah.maka usaha orangtua adalah tempat makan berupa leseahan senderhana di pinggiran kota A.tapi biarpun begitu,aku sangat senang.setidaknya mereka bisa membuat anak-anaknya bersekolah sampai aku dan adikku merasakan bangku kuliah..itulah cerita tentang keluargaku....


Dan ini baru ceritaku...mari kita kembali kemasa dimana aku menolong pria yang memberiku beban dalam menjalankan hidup.


Di dalam mobil,seorang pria tampan terseyum membanyangkan wajah cantik sang kekasih.wajahnya mengguratkan kebahagiaan.


"Lusi,aku akan memperjuangkan cinta kita.walaupun perbedaan antara kita terasa nyata,tapi aku tidak akan menyerah."Ia berguman penuh semangat,seolah dunia ikut mendukung kata-katanya.


Di tengah kesenangan itu,perhatiannya terbagi"Ada kecelakaan.?"ucapnya.


"Sudah,kita lewati adegan itu.kita lanjut ke adegan ketika aku membawa pria yang aku kenal itu ke rumah sakit."Seru Jaka..


Di rumah sakit,Jaka mengikuti kemana ranjang yang membawa pria dengan luka yang terdapat di sekujur tubuhnya,khwatir terlihat jelas ia tunjukan,pria tua itu tengah sekarat tangannya saja sedari tadi menggenggam erat tangan Jaka seolah tidak ingin pria tampan itu pergi.


"Tuan,anda akan baik-baik saja,"Ucap Jaka guna memberi semangat walupun ia tahu pria itu pasti sedang kesakitan.


"Apa anda sudah menghubungi keluarganya.?"Seorang susuter bertanya di tengah kepanikan yang melanda,mungkin para susuter tahu kalau pria ini tidak akan Selamat.


"Sudah,saya sudah menghubungi keluarganya."Sahut Jaka tenang.


.


.


Jaka duduk sendirian,sedari tadi matanya menatap tangan dan sebagian tubuhnya yang berlumuran darah.tapi sebenarnya bukan itu yang menarik perhatiannya,melainkan ucapan yang tadi di katakan pria itu ketika di jalan.


Jaka menyeringai sambil menggeleng-gelengkan kepala merasa tidak percaya."Ada-ada saja,aku tidak mungkin melakukan hal itu."Gumamnya dengan ekspresi wajah sulit di artikan.


"Apa yang terjadi,?"Suara itu membuat Jaka menoleh dan beranjak berdiri.


"Nyonya,"Sapa Jaka sopan dan tidak lupa ia juga membungkuk hormat.


"Anda Sekertaris Jaka,bukan.?"wanita paruh baya itu menatap Jaka lekat,memastikan apa itu Jaka orang kepercayaan Ari Atmaja.


"Saya,Nyonya."Jaka menjawab dengan kedua tangan ia katupkan di dekat area perutnya.

__ADS_1


Wanita itu tersenyum getir,betapa sopan dan hormatnya pria yang ada di depannya."Terimakasih,anda sudah mau menolong suami saya."ucap Nyonya samuel dengan linangan air mata.


"Itu tugas saya,Nyonya."Kata Jaka singkat.


Apa aku pergi sekarang saja,istrinya sudah datang.?Batin Jaka seolah menimbang-nimbang.


Tapi suara langkah kaki berirama cukup cepat menarik perhatian Jaka,matanya menatap wanita cantik dengan derayan air mata,berlari menghampiri dirinya dan wanita yang di yakini ibunya.


"Mommy,"Wanita itu memeluk erat tubuh wanita yang baru saja berbicara dengan Jaka.


"Jenia,hiks... hiks...Daddy."Nyonya Samuel menangis di pelukan sang putri yang selalu kita kenal sebagai wanita jahat,tapi sekarang titel itu seolah hilang.Jaka saja sampai tidak menyangka ternyata Jenia bisa menangis juga.


"Apa yang terjadi mom,hiks...hiks..."Tanya Jenia.


Keduanya mengangis meratapi nasib sang kepala rumah tangga yang saat ini belum tahu nasibnya.


Sekilas Jenia melirik Jaka yang ada di depannya,tak ada tatapan ingin berbicara kasar.yang terlihat malah sebaliknya,Jaka sendiri malah membuang wajah,ia tidak mau beradu kontak mata dengan wanita yang sudah melukai dua wanita lainnya.


Kenapa dia menatapku,apa dia juga ingin menjebakku seperti yang dia lakukan kepada Nona Nana dan Lusi.huh bermimpilah,aku bukan lawan yang sebanding.gumam hati Jaka seolah menantang Jenia.


Ceklek...Pintu berwarna putih itu terbuka,semuanya menoleh secara bersamaan.


"Keluarga Tuan Samuel Areba."Ucap pria yang di yakini Dokter.


Ibu dan anak itu berjalan menghampiri Dokter,hanya Jaka yang diam tidak bergerak.dirinya merasa itu bukan urusannya."Lebih baik,aku pergi."Kakinya mulai berjalan.


"Tunggu,tuan.?"Dokter mencegah langkah Jaka.


Jenia dan ibunya menatap Dokter bingung."Ada apa,dokter.?"Tanya Jenia.


Jaka berhenti berjalan tapi tidak membalikan tubuhnya."Ada apa lagi ini.?"Gumam Jaka bingung.


Jenia dan ibunya benar-benar kebingunan mendengar ucapan Dokter."Untuk apa dia masuk,dia bukan keluarga kami."Seru Jenia sedikit kesal.


"Maaf Nona,tapi saya hanya menyampaikan pesan saja."Sahut dokter.


.


.


Suara alat medis berdentum mengguncang hari Jenia dan nyonya samuel,keduanya menangis pilu melihat pria yang amat mereka cintai terbaring tak berdaya di atas ranjang perawatan.tubuhnya berlumuran darah,wajahnya hampir tak terlihat.sungguh menyayat hati.


Jaka berdiri di antra keluarga itu diam,dirinya merasa canggung pasalnya Jaka tidak terlalu akrab dengan keluarga itu hanya sebatas rekan bisnis saja.


"J-jaka,"Tuan Samuel bersuara di tengah rasa sakitnya tapi matanya tertutup rapat.


"Daddy,Jenia mohon jangan banyak bicara dulu."Pinta Jenia seraya mengelus tangan tuan Samuel.


"Ya,Dad.mommy mohon jangan banyak bicara."Tambah Nyonya Samuel pilu.


Tuan Samuel menggelengkan kepalanya pelan."Tidak,daddy harus mengatakan ini sebelum Daddy pergi."Tuturnya penuh perjuangan.


Mendengar ucapan itu,Jenia dan mommynya menangis sejadi-jadinya."Tidak,Daddy Jenia mohon jangan katakan itu hiks..hiks...Daddy harus tetap hidup hiks....hiks..."


"Nak Jaka,kemari."Tuan Samuel kembali meminta Jaka untuk maju.


Tak bisa menolak Jaka memengguk dan berjalan pelan.

__ADS_1


"Mommy,maafkan Daddy."Tuan Samuel diam sejenak,ia berusaha menarik nafas yang Seolah ingin pergi."Jenia sayang,maafkan Daddy karena Daddy kamu menjadi orang jahat,tolong maafkan Da-daddy."Ucapnya terbata-bata.


Keduanya kembali menangis merasan ini adalah hari terakhir sang kepala keluarga berbicara.


Kini tuan Samuel menarik tangan Jaka."Nak Jaka,saya ingin anda menikahi Jenia,jadikan dia wanita yang baik,Sa-saya moohoon."


Jaka menutup mata mendengar ucapan Tuan Samuel,ternyata kata-kata yang tadi dia dengar ketika di jalan itu tidak main-main.


Ya tuhan,cobaan apa lagi ini.batin Jaka.


Jenia diam membisu mendengar ucapan daddynya kepada Jaka."Apa yang Daddy katakan.?"Tanya Jenia bingung.


Nyonya samuel tidak bisa bersuara atau bertanya,dirinya benar-benar larut dalam kesedihan.


"Sa-saya mohon,nikahi Jenia.saya tidak bisa bertahan lagi."seru Tuan Samuel yang saat ini menggenggam erat tangan Jaka.


Jaka masih diam tidak menanggapi permintaan tuan Samuel,otaknya malah mmemutar wajah cantik Lusi sang kekasih.


Jenia menatap Jaka dan berjalan menghampiri pria tampan itu."Ya,Jenia akan menikah dengannya.Daddy,hiks....hiks...jenia janji akan menjadi wanita baik-baik,"tuturnya penuh kesedihkan.


Jaka memutar kelapanya kerah Jenia yang kini berada di sisinya,seolah memberi isyarat.Apa yang kamu katakan.begitulah arti tatapan Jaka.


"Jaka,saya mohon.katakan anda mau menikahi Jenia."Tuan Samuel mengulang ucapannya karna Jaka masih saja diam..


"Katakan,kamu mau.saya mohon kita akan membicarakan ini nanti,biar daddy saya diam."Jenia berbisik di belakang tubuh Jaka.


"Ini demi kebaikan daddy saya."Tambah Jenia.


Jaka masih diam,tubuhnya benar-benar kaku kepalanya seolah sulit untuk di gerakan.


Jenia menatap Jaka seolah memohon.


Apa yang harus aku lakukan,haruskan aku.batin Jaka bingung.


"Nak Jaka,"


"Ya,saya mau."Jaka mengatakan itu karna terkejut.


Tuan Samuel tersenyum ceria."Teimakasih,saya akan membawa janji anda kedalam kemati-an."


Alat monitor penanda detak jantung berbunyi datar,menadakan si pasien sudah tidak lagi bernyawa.


.


.


"Itulah awal kisah cinta ku di uji."Jaka Mahendra.


.


.


Eps selanjutnya satu minggu lagi ya,aku memutuskan menceritakan kisah cinta Jaka di lapak ini biar ga banyak karya di contibutnya.cuma mungkin di antara kalian ada yang sudah bosen duluan 😆😆😆


selagi ini libur,aku akan menyelesaikan Novel MY KASIH ok semunya.


Tenang,Jaka tidak akan menikahi dua-duanya.hanya saja cintanya di uji persisi apa kata Jaka tadi.

__ADS_1



__ADS_2