ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
(A.M.M) MISI LUSI.


__ADS_3

Waktu terus berputar.membawa hari yang sama meminta manusia untuk merubahnya,hari berganti secara cepat hingga tak terasa membawa bulan baru.tapi biarpun hari,bulan berganti tetap saja tidak ada yang berubah dengan status hubungan antar Jaka,Lusi,dan Jenia.hubungan mereka malah semakin rumit saja.desakan Nyonya Delia ibu dari Jenia,membuat Lusi dan Jaka benar-benar dilema.Jenia sendiri tetap saja kekeh ingin memperjuangkan apa yang sudah di janji'kan Jaka kepada mendiang Tuan Samuel.Jenia tidak ingin mengalah bahkan ucapan Jaka sama sekali tidak di gubrisnya,Jenia berdalih kalau dirinya tidak mau membuat Daddy nya bersedih di atas sana.


Jaka dan Lusi tetap ingin bertahan walaupun tekanan dari Nyonya Delia yang meminta Jaka untuk segera menikahi Jenia.padahal Lusi pernah menemui mommy Jenia,tapi yang Lusi dapat adalah Nyonya Delia tetap pada keputusannya.yaitu menikahkan putri cantiknya dengan Jaka,walupun ia tahu Lusi adalah calon istri Jaka.terdengar egois memang,tapi Nyonya Delia meminta Lusi untuk menerima kenyataan pahit ini.pernihakan ini hanya untuk memenuhi keinginan mendiang suaminya.


Lusi dan Jaka benar-benar ke bingungan dengan situasi yang saat ini menerpa kisah cinta mereka,tuhan seolah tidak menginginkan keduannya bersatu.atau mungkin tuhan ingin melihat seberapa kuat cinta keduanya,kalau itu tujuannya.maka Jaka dan Lusi siap untuk berjuang,menghadapi Jenai wanita cantik yang menjadi duri dalam kisah cinta mereka.


Jaka sendiri terus membujuk Jenai untuk membatalkan rencana pernikahan itu,tapi lagi-lagi Jenia menolak dengan berbagai alasana.Jaka benar-benar muak menghadapi Jenia dan berharap tuhan mau menolong dirinya.


Mentari pagi datang menyapa.sinarnya terasa menyegarkan,kilauanya menyinari awan berwarna biru cerah.membuat manusia dengan senang hati menatapnya.tapi cahaya itu tidak di rasakan sosok wanita yang masih bergulat di bawah selimut,tangan dengan kuku berhias kutek merah muda itu menyibak selimut tebal yang semalaman melahap tubuh tingginya.ia mengerjab di saat kesadaranya sudah kembali dari dunia mimpi,mata berkelopak itu terbuka lebar menyapu seisi ruang kamarnya.tubuhnya mematung tidak berniat untuk bangun dan merubah dunia,yang dirinya lakukan hanya diam wajah tanpa polesan itu memerlihatkan kesedihan,matanya terpaku keatas langit-langit kamar.seolah engan untuk menatap objek lain,ia mendesah meratapi nasibnya atau lebih tepatnya nasib cintanya.


"Aku akan tetap bertahan,walupun ini sudah 6 bulan lamanya.aku akan tetap bertahan,Jaka hanya milikku."lirihnya dengan wajah datar.


Dalam diamnya ia merenung.bayang-bayang tanpa judul berseliweran di dalam pikirannya,berbagai macam kejadian terekam cukup baik sampai bayangan dirinya dan sang kekasih berjalan dengan pakayan pengantin menghiasi otaknya,tanpa sadar ia tersenyum menghilangkan rasa marah,rasa kesal dan Jenia,tapi senyuman itu hilang tak kala wajah Jenia datang."Tuhan,apa salah jika aku ingin menghabiskan sisa hidupku dengannya,kenapa Jenia harus hadir. kenapa."Gumamnya merasa marah,dan linangan air mata mewakili rasa sakit di dalam hatinya.


Lusi terus terdiam dengan bayang-bayang tak jelas,sampai ia mendengar suara dering teleponnya.dengan malas tangan lentik itu meraih hanpone yang ada di dekat nakas.mata sedikit sembab itu menatap sebuah pesan tanpa nama."Pesan dari siapa ini.?"tanya Lusi kepada dirinya sendiri.merasa penasaran ia membuka pesan itu,dan dengan Hati-hati ia membacanya.betapa terkejutnya ia ketika pesan itu mengatakan rahasia Jenia.


Lusi beranjak bangun.matanya masih pokus menatap hanpone nya,secara pelan kepalanya bergoyang menandakan dirinya masih belum percaya"Apa ini benar,kalau Jenia sudah tidak perawan lagi.!"Lusi bersuara cukup tinggi saking terkejutnya.lamanya ia merenung melihat pesan itu sampai akhirnya senyuman mengihasi wajah cantiknya.


"Ini kabar bagus bukan,dengan begitu Jaka dan Jenia tidak akan menikah.lebih baik aku menemui Jenia saja,dan kita lihat seperti apa ekspresi wajahnya itu."Ucapnya penuh semangat dan dengan gerak cepat ia berjalan kedalam kamar mandi.


.


.


Di dalam kamar yang lagi-lagi mewah.terdengar suara tawa menandakan si pemilik dalam suasana baik,tawanya terdengar puas padahal ia masih tergeletak di atas ranjang.bahkan selimut masih menutupi tubuhnya.mata tajam itu terus menatap layar hanpone nya."Marco,kamu luar biasa.Lusi pasti percaya dengan pesan itu,sebenarnya aku juga tidak menyukai gadis itu,karena dia sudah berani menolakku.tapi di sini Jenia adalah sasaranku,lihat saja sebentar lagi wanita itu akan kena batunya.dengan begitu,aku-

__ADS_1


"Marco,bangun Marco."Suara ketukan dan pangilan namanya membuat ia berhenti berbicara.


Pria yang di yakini Marco itu berdecak kesal tapi ia bergegas bangun untuk membuka pintu kamar..Ceklek...."Mom."sapa Marco datar.


Seorang wanita paruh baya tersenyum penuh arti di depan putra bungsunya."Marco,nanti sore kamu ikut Mommy dan Daddy.?"ucapnya dengan suara lembut.


Marco menatap ibunya bingung,tidak biasanya ia di perintah dengan senyuman mencurigakan itu."Kemana,mom ?jangan bilang-


"Itu benar,kita akan menemui calon istrimu sayang.!"Ucap sang Mommy dengan usapan di pipinya.


Marco mendesah pelan."Kali ini,siapa wanita itu.?"Tanyanya malas.


"Nanti juga kamu tahu."


"Sekarang,mom,sebutkan siapa namanya.?"Marco memaksa sang mommy.


.


.


"Astaga,Lusi ini masih pagi."gumam Jaka tidak percaya ketika ia mendengar suara dering telepon dari sang kekasih.


"Hallo,Switheart."Jaka menggoda Lusi.


"Tidak ada waktu untuk mengatakan itu,cepat bangunlah."titah Lusi.

__ADS_1


Jaka mendudukkan tubuhnya.dan memindahkan hpnya ke sisi lain telinganya."Ada apa sayang,kok galak ini masih pagi.nanti kita jalan-jalan ok,ini hari ming-


"Tidak mau,hari ini aku akan pergi untuk menjalankan misi?dan ini semua aku lakukan demi cinta kita."Seru Lusi di sebrang sana.


Jaka menggerutkan keningnya mendengar perkataan yang di ucapkan Lusi."Misi apa itu,haruskan aku membantu.?"Tawar Jaka.


"Tidak usah,aku akan pergi sendiri.do'akan aku.ok sayang semoga ini berhasil,ini demi masa depan kita."ucap Lusi yakin.


"Kalau ini demi masa depan kita,aku harus ikut."Sahut Jaka yang langsung berjalan kearah kamar mandi.


"Jangan ikut campur,ini urusan aku.kamu diam saja nanti aku telepon kamu.ok."


Jaka berhenti berjalan"Loh,kok gitu.aku ikut yah.ini kan hari minggu sayang,aku kesepian."Jaka terdengar merengek.


"Jangan manja,diam di rumah.awas kalau keluar rumah,aku akan mengirim pengawal kesana."kata Lusi dengan suara decitan tawa.


"Perkataan itu,mengingatkan aku kepada seseorang."pikir Jaka yang sudah tahu jawabannya


"Sudah ah,aku pergi dulu.Love you Touge."


Jaka menggelengkan kepalanya seraya tertawa renyah."Ok,love you to tiang listrik."Sahutnya manja.


Sambungan di antara keduanya pun terputus.Jaka terus tertawa sambil menatap lekat layar hpnya karena di sana ada poto Lusi."Kamu ada-ada saja Lusi.astaga,aku semakin mencintainya,Lusi I love you so much."Jaka berteriak-terik dan berlari kerah ranjang untuk melanjutkan tidurnya."Biarkan dia melakukan misinya seorang diri.semantara aku akan memantau dari sini saja."Gumam Jaka dengan mata tertutup..


.

__ADS_1


.


Besok up lebih awal ya,aku berjuang dengan waktu


__ADS_2