
Raihan tengah duduk di ruang tamu apartemenya,dia telihat menekuk wajah tampanya.
.
.
Sekertaris gunawan perlahan menghampiri Raihan,tapi sebelum itu gunawan berpesan kepada pelayan baru tuannya.untuk diam dapur.
.
.
Gunawan:"Tuan,memanggil saya.?" dirinya kini tengah berada di depan raihan.
.
.
Raihan:"Apa kau sudah melihat pelayan baru itu.?"dirinya engga menanggapi pertanyaan gunawan.
.
.
Gunawan:"Sudah tuan."jawabnya.
.
.
Raihan:"Kenapa mereka mengirim pelayan seperti dia,apa mereka menghinaku."matanya kini menatap kesal gunawan.
.
.
Gunawan:"Maaf tuan muda."hanya itu yang mampu dia katakan.
.
.
Dengan kesal Raihan memanggil pelayan barunya.
.
.
Dari dapur pelayan itu datang dengan kepala yang menunduk ketakutan.
.
.
Raihan:"Kau lihat tubuhnya gunawan,begitu kecil.apa dia bisa mengurus apartemenku,? mengurus dirinya saja dia tidak bisa."kata-katanya begitu menyakitkan di dengan oleh pelayan yang kini tengah berdiri bersebelahan dengan sekertaris gunawan.
.
.
Ketika gunawan akan membuka mulutnya, pelayan itu terlebih dahulu mendahuluinya.
.
.
"Kenapa anda berkata seperti itu tuan,anda bahkan belum melihat pekerjaan saya.tapi anda sudah berkata demikian." ucapnya lantang.
.
.
Sekertaris gunawan seketika melirik gadis yang ada di sisinya,dan menarik nafasnya dengan kasar.
.
.
Sekarang apa lagi,pelayan baru ini tidak tau dengan siapa dia berbicara.gumam hati gunawan.
.
.
Raihan hanya menyeringai mendengar keberanian yang baru saja pelayannya ucapkan.
.
.
Raihan:"Kau keluarlah,dan lakukan pekerjaanmu.aku ada urusan yang harus aku selesaikan."Pintanya dengan sisi tangan yang menggulung bajunya.
.
.
Seketraris gunawan mengerti,dan tanpa bertanya atau menghawatirkan pelayan baru itu.dia membungkuk pamit dan meninggalkan tuanya,dengan pelayan barunya.
.
.
Apapun yang akan di lakukan tuan muda kepada pelayan itu,aku tidak bisa berbuat apa-apa.itu salahnya,seharusnya dia diam saja.tapi apa yang akan di lakukan tuan raihan.? Gumam hati gunawan dengan langkah yang perlahan meninggalkan apartemen raihan.
.
.
.
Nana dengan sabar menunggu suaminya yang tengah pokus membuka lembar demi lembar katalog di tanganya,dan yang membuat nana kesal.Ari tidak mengijinkan dirinya untuk ikut melihat isi katalog itu.
.
.
Dia benar-benar menyebalkankan,aku yang mau pakai bajunya.tapi ini dia yang memilih.kesal hati nana.
.
.
__ADS_1
Pegawai itu hanya tersenyum dan sesekali melirik nana yang ada di sisinya,dia tidak berani bertanya karna dia tau siapa dirinya.
.
.
Dua katalog yang berukuran sedang dan tidak terlalu tebal itu sudah selesai di lihat oleh Ari, dan nampaknya di dalamnya tidak ada yang cocok di kenakan istrinya.
.
.
Nana:"Bagaimana,apa sudah ketemu bajunya.?"tanya nana malas.
.
.
Ari:"Belum."singkatnya dan matanya terus menatap isi katalog di tangannya.
.
.
Lamanya mereka menunggu,akhinya Ari memilih satu baju.dan memperlihatkan pilihanya kepada pegawai itu.
.
.
Mata nana mengikuti berpindahnya katalog itu,tapi nana tidak bisa melihat baju yang di pilih suaminya.dengan kesal nana mengkerutkan bibir mungilnya.
.
.
"Ini pilihan yang bagus tuan."pujinya dengan mata yang tengah menatap baju pilihan Ari.
.
.
Ari:"Di bagian bawahnya,bisa kau tutup.itu terlalu terbuka.!"pinta Ari tanpa melihat pegawai itu.
.
.
"Bisa tuan,itu bisa di atur."tambahnya.
.
.
Tak lama pegawai itu meminta nana untuk berdiri,dan mengukur tubuhnya.
Nana hanya menurut,dia seperti boneka saja.
.
.
Dan masalah alas kaki,Ari lah yang memilihnya.dia meminta alas kaki yang tidak terlalu tinggi di kenakan istrinya nanti.
.
.
.
.
Ari:"Tidak usah hon,dia sudah mengerti."sahut Ari.
.
.
"Semua sudah beres tuan,besok sore bajunya sudah selesai.dan akan langsung di antar berserta tim make-upnya."tutur pegawai itu.
.
.
Ari hanya mengangguk,dan tak lama utusan butik itu membungkuk dan berlalu meninggalkan rumah mewah Ari.
.
.
Setelah pegawai butik itu pergi,Ari dan nana diam sejenak.tapi mata Ari terus menatap istrinya yang tengah diam dan cemberut.
.
.
Ari:"Kenapa kok cemberut.?"Tanya Ari yang ada di samping istrinya.
.
.
Nana:"Yank,kamu kok gitu sih.kan aku yang mau pakai itu baju,tapi kamu yang pilih.terus aku ga boleh pilih mana baju yang aku mau.di tambah lagi tadi kamu sudah memilih satu baju buat aku,lagi-lagi aku tidak tau seperti apa modelnya.kamu juga ga tanya aku suka apa ga."Protes nana.
.
.
Ari:"Sengaja,biar kamu penasaran.yang pasti bajunya bagus,dan cocok buat kamu."Jelas Ari.
.
.
Tapi nana masih kesal,dan dia beranjak berdiri meninggalkan Ari yang masih duduk di atas sofa.
.
.
Nana:"sengaja,ya sudah biar dia saja yang pakai bajunya nanti. "gumam nana yang tengah berjalan.
__ADS_1
.
.
Melihat istrinya berdiri dan melangkah pergi, Ari seketika panik dan ketakutan.
.
.
Ari:"Honey tunggu,jangan marah."Tegurnya dan berlalu mengejar nana.
.
.
.
Malam berganti pagi,tak terasa sore pun datang.dan sore ini di rumah mewah Ari sudah ada orang yang mengantarkan baju pesanan sang tuan rumah,dan dua orang yang akan membuat nana lebih cantik.karna malam harinya dirinya,dan suami bulenya akan menghadiri pesta tuan samuel.
.
.
"Silahkan masuk,nona muda sudah menunggu anda di lantai atas.mari saya bantu."ucap pelayan kepada tiga orang perempuan itu.
.
.
Nana saat ini tengah duduk di kamar yang bersebelahan dengan kamar pribadinya.
.
.
Ari:"Malam ini jangan terlalu cantik ya hon, biasa saja."pinta Ari yang tengah duduk menemani nana.
.
.
Orang yang mau make-upin akunya juga belum datang,dia sudah protes.ada-ada aja.gumam hati nana.
.
.
Pelayan mengetuk pintu,dan mempersilahkan ketiga orang itu untuk masuk.karna nonanya sudah siap.
.
.
Ketiganya masuk dan mereka merasa tersanjung bisa datang,dan melihat tuan muda Ari yang terlihat tampan tengah duduk di sisi istrinya.
.
.
Nana:"Kalian,yang mau mendandani aku kan.?"Tegur nana.
.
.
Ketiganya tersenyum,dan membungkuk.
"Betul nona."jawab salah satu dari mereka.
.
.
Ari:"Baiklah,lakukan pekerjaan kalian.dan ingat,jangan buat istriku terlalu cantik.biasa saja."perintah Ari tegas.
.
.
Ketiganya hanya tersenyum kuda,karna bingung harus berkata apa.
.
.
Nana:"Mari,lakukan sekarang."tambah nana.
.
.
Ketiganya mengangguk,dan bersiap dengan keahlian mereka masing-masing.
.
.
Nana:"Yank,kamu keluar gih.tunggunya di luar saja."Pinta nana karna suaminya tidak beranjak dari duduknya.
.
.
Ari:"Ga mau,aku mau di sini.aku mau ngawasin mereka."sahut Ari.
.
.
Nana hanya menghela nafas karna memohon pun itu tidak akan berhasil,dan nana membiarkan suaminya menemani dirinya..
.
.
.
Note:"Aku mau buat cerita pendek Raihan Arsenio,tapi nanti.di lapak ini Raihan akan ada, tapi sedikit-sedikit peranya.aku mau pokus ke ari dan nana,dan kedepanya rintangan di antara mereka akan semakin berliku.
.
__ADS_1
.
SELAMAT MEMBACA