ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
SIAPA WANITA ITU?


__ADS_3

Flashback...


Setelah menyelesaikan sarapannya, Ari bersiap-siap untuk pergi ke Desa X bersama Sekertaris Jaka.


Tapi sejauh mata memandang, ia tak menemukan sosok pria tampan itu.


Ari menghela nafasnya kasar. "Kemana dia.?" Ia bergumam setelah meneguk air mineral. "Jaka, kau dimana"? Suaranya masih pelan.


Merasa geram karena Jaka tak kunjung datang. Ari menghempaskan serbet menandakan dirinya benar-benar kesal dan tak lama sang tuan muda berteriak. "Sekertaris Jaka, kau di mana?" pekikannya membuat para pelayan tersentak.


"Ya tuhan, kemana Sekertaris Jaka?" Ucap salah satu pelayan merasa ketakutan.


Dari arah dapur, sosok yang di cari datang dengan Seok-seok karena namanya di panggil. "Maaf, Tuan Muda, tadi Saya sedang-


Ari mengangkat satu jarinya kearah Jaka.


"Stop, jangan bicara! saya tidak mau tahu alasan kamu, kalau saya memanggil lekaslah datang." Sergah Ari seraya menatap tajam.


Jaka mengangguk pasrah dan menunduk.


Aku, 'kan tadi sedang Minum Kopi. batin Jaka.


"Baik, Tuan Muda, kedepannya saya akan lebih berhati-hati." Jawab Jaka pasrah.


Tanpa ingin mempermasalahkan hal itu lagi. Ari beranjak bangun dan berjalan dengan angkuh di ikuti Jaka yang setia mengekor di belakang tubuh sang Tuan muda Ari.


.


.


"Apa semuanya sudah siap.?" Ari bertanya sambil merapihkan bajunya yang di bantu oleh salah satu pelayan


"Sudah Tuan, semua sudah siap kita tinggal pergi saja." Jawabnya sopan.


Untung saja semuanya sudah siap, kalau tidak? singa ini pasti marah-marah tidak jelas. gumam hati sekertaris jaka.

__ADS_1


"Baiklah, kita pergi sekarang."


"Mari, Tuan."


.


.


Di luar Mansion Mewah itu. sudah terparkir sebuah kendaraan beroda empat, tunggangan yang sangat mewah, warnanya hitam pekat menunjukkan kalau harganya mahal. karena tidak mungkin seorang tuan muda seperti Ari Atmaja menunggangi mobil biasa, itu sangat tidak mungkin.


"Kita akan langsung ke Landasan, Tuan." Ucap Sekertaris Jaka.


"Jet, mana yang kita gunakan ke Desa X itu, Jaka.?" Tanya Ari tanpa melihat Sekretarisnya.


"Milik Tuan besar, Tuan muda." Jawab Jaka sopan.


"Bagus, karena aku tidak mau kalau Jet milikku di gunakan untuk ke Kota Kecil itu, apa lagi mendarat di kampung." Tuturnya tegas suaranya terdengar angkuh.


"Baik, Tuan." Jaka menjawab seperti biasa.


Jaka sendiri kurang lebih sudah 5tahun menjadi Sekertaris Ari, selama lima tahun lamanya ia sudah cukup tahu dan selalu sabar menghadapi sikap, sifat, dan otoriternya Itu. Jaka tidak tahu kenapa biasa bertahan dalam waktu yang cukup panjang, berbanding terbalik dengan Sekertaris sebelumnya, di antara mereka tidak ada yang tahan akan sikap Tuan muda Ari. hanya dirinya yang sanggup bertahan, mungkin Jaka sudah mati rasa menghadapi tuannya itu.


.


.


Beberapa Jam kemudian. Jet mewah itu sudah sampai di Landasan Kota X dengan lancar dan mulus tidak ada hambatan, setelah benar-benar mendarat. keluarlah Laki-laki tampan penuh karismatik di ikuti pria tampan lainnya, keduanya berjalan santai. titel orang kaya tergambar nyata di wajah mereka, apalagi kacamata mahal yang melekat di area wajah keduanya.


Dari kejauhan. pria paruh baya sudah menunggu dengan sebuah mobil yang lagi-lagi mewah dan berkelas.


"Selamat datang, Tuan." Seorang Pria yang mengenakan topi itu membungkuk hormat di depan Ari dan Jaka sebagai sambutan.


Seperti biasa, Ari akan acuh dan tidak perduli. Sekertaris Jaka dengan sigap membukakan pintu mobil. "Silahkan, Tuan."


Ari masuk tanpa bersuara.

__ADS_1


"Mari pak, jangan sampai tuan muda marah." Jaka meminta orang itu untuk masuk.


"Baik, Tuan." Pria paruh baya itu mengangguk patuh dan ikut masuk kedalam mobil yang tadi ia bawa.


Astaga, Tuan Ari sangat tampan. aku pikir tidak setampan itu wow. pria paruh baya itu bergumam di dalam hati merasakan takjub melihat Ari untuk pertama kalinya, biasanya ia melihat di majalah Atmaja Grup yang ada di kantornya. tapi sekarang matanya dapat melihat sosok penuh karisma itu dengan jarak dekat.


.


.


Di perjalan, sang tuan muda terus mengeluh karena Jalan yang di lalui Mobil cukup sempit. jalannya bukan terbuat dari aspal melainkan batu kerikil lumayan terjal memang di rasa orang kota sepertinya. di tambah lagi rasa sakit yang di area bawahnya membuat ia berbicara pedas.


Jaka dan orang yang duduk di sampingnya hanya diam mendengarkan, tanpa berani menjawab.


"Ini Jalan atau bukan? besok berikan Dana untuk memperbaiki Jalan ini, agar aku datang ke sini tidak merasakan sakit, dengar tidak?" Titahnya dengan suara nyaring.


Jaka dan pria tua itu tersentak mendengar suara nyaring Ari.


Ya tuhan, Tuan Ari sangat menyeramkan. pria tua itu meremas bajunya merasakan ketakutan.


"Baik, Tuan Muda." Sahut Jaka singkat seperti biasa.


Flashback Selesai.


Setelah keluar dari mobil. Tuan Muda Ari pun melihat sekeliling Perkebunan Teh milik Sang ayah yang sekarang di alihkan Menjadi miliknya. "Ada yang sedang memetik Teh di sana?" Pikirnya.


Perlahan Ari mendekat. matanya melihat para buruh yang tengah bekerja, dan ketika ia menatap satu persatu orang yang terdapat di depan dirinya, ia mengerutkan keningnya. detik berikutnya ia terlihat terkejut, mata belo itu melihat sosok wanita yang ada di antara wanita lainnya. "Cantik!" Tanpa sadar Ari memuji wanita yang ia lihat.


Melihat gadis itu dari kejauhan,Ari pun mendekat karena Penasaran di Desa terpencil seperti ini, ada Gadis yang sangat Cantik. dengan hati-hati kakinya berjalan senyuman gadis itu membuat ia tersihir.


"Senyum nya sungguh menawan sekali." Ari bergumam dengan terus menatap gadis yang ada di depan matanya.


Dan sang gadis yang di tatap pun menatap baik ke arah Sang tuan muda.sejenak meraka bertatapan penuh tanya, dan tak lama sang Gadis Membuang tatapannya.


"Gadis yang cantik, siapa wanita itu.?"

__ADS_1


__ADS_2