ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
SYARAT SEBELUM PERGI


__ADS_3

"Itu kan Mommy.!"


Tanpa membuang waktu, Nana bergegas membukakan pintu.


Ceklek.....


Nana pun membuka pintu, ia melihat seorang wanita bule yang sudah terlihat menua tapi masih menampakan kecantikan di wajahnya.


"Sayang." sapa si wanita itu lembut. Dan itu adalah mommy Key mertua baru Nana.


Mommy Key tersenyum ramah kepada menantunya itu, juga tak lupa memberi pelukan hangat untuk Istri dari anaknya.


Nana menyambut pelukan hangat mommy mertuanya, Nana pun mencium tangan Mommy Key.


"Mommy, apa kabar?" tanya Nana.


"Mommy baik-baik saja, sayang"


"Daddy apa kabar Mom?" Nana beralih bertanya tentang kabar sang ayah mertua yang kebetulan absen tak terlihat.


"Deddy juga Baik."


Nana mengangguk sembari mengulas senyum merekah. "Sukur Lah, mom."


"Kamu sama Ari, apa kabar sayang?" balik tanya Mommy Key sembari berjalan masuk kedalam rumah.


"Kami baik mom." singkat Nana menjawab. Ia sibuk menutup pintu rumah.


"Mari mom masuk." ajaknya. Padahal Mommy Key sudah berjalan terlebih dahulu.


Mommy Key mulai berjelajah. Menelusuri setiap inci rumah baru kedua anaknya itu. Kagum dengan apartemen yang menjadi hunian keduanya.


"Bersih sekali di sini. Apa kalian mempekerjakan Pelayan?"


Mommy key terus saja melangkah bebas, sedangkan Nana menghilang entah kemana.


Apa begini rasanya kalau mertua datang? Ketakutan dan gelisah.


Nana yang sedang membuat minuman di dapur di buat bingung akan pertanyaan sederhana itu


Bagaimana ini, apa aku harus jujur kalau di rumah ini tidak ada pelayan.


Nana memilih tidak menjawab pertanyaan mertuanya, Ia bersikap seolah tidak mendengar apa yang mertuanya ucapkan.


Setelah selesai membuat minuman hangat. Nana membawa minuman itu beserta beberapa cemilan di atas nampan, Tujuannya adalah ruang tamu yang tidak terlalu jauh jarak nya dari dapur.


"Di minum dulu Mom, teh hangatnya."


Mommy key menyudahi Tour dadakannya itu. Dirinya berjalan menghampiri Nana di ruang tamu.


"Terimakasih sayang."


Mommy Key meminum Teh hangat buatan menantu barunya. Tersenyum seolah mendapat keajaiban saja. "Mmm tehnya enak, manisnya pas. mommy suka."


Nana tersenyum malu "Terimakasih Mom."


Kini Nana dan mertuanya sedang duduk di ruang tamu Apartemen. Keduanya berbincang tentang banyak hal.


"Suami mu sudah mulai bekerja hari ini?"tanya mommy key di sela obrolan itu.


Nana mengangguk pelan. "Sudah mom, Tuan Ari Sudah berangkat."


Mommy kay mengerutkan kening, di buat heran Akan jawaban menantunya itu.


"Tunggu? Tuan Ari? Kenapa kamu memanggil suami mu dengan sebutan Tuan Ari?" tanya mommy key curiga.


Nana melongo tak percaya. Ia di buat salah tingkah akan pertanyaan yang di lontarkan Mommy Key.


Ya tuhan kenapa aku menyebut Tuan Ari dengan sebutan Tuan Di depan mommy, astaga Nana. Kamu ceroboh sekali.


"Mm... Itu! Maksudnya Tuan Di hati Nana mom." Nana memberi jawaban asal..


Terserah saja. Asalkan Mommy tidak curiga.


Mommy Key menahan senyumnya karena lucu dengan Nana "Oh, maksud nya Raja Cinta di hati kamu begitu kan sayang!"


Hah, Raja cinta di hati ku, bukan. Tuan Ari bukan Raja cinta di hati ku mommy, tapi Raja penindas dan raja yang semena-mena di hidup ku.


Tapi Nana tidak mempunyai Alasan untuk tidak mengiyakan sangkaan Mertuanya itu.


Nana mengangguk malu. "I-iya mom, R-raja cinta." jawab Nana dengan senyum yang di paksakan.


Mommy:"Mommy senang mendengar nya."


Nana hanya tersenyum kecut.


Mommh:"Oh ya sayang,Sekarang kamu ganti baju.?"ucap mommy.


Nana:"Ganti Baju,memang nya kita mau ke mana.?"heran Nana.


Mommy:"Mommy mau ajak kamu ke luar.kita akan jalan-jalan sebentar,Shoping,terus makan."


Nana diam sejenak akan ajakan mertua bule nya itu.


Nana:"Tapi,Nana belum meminta ijin mom."


Mommy:"Telpon sekarang suami kamu sayang,mommy sudah menebak, Ari pasti tidak akan marah kok."


Nana:"baik mom, Nana permisi mau ke kamar dulu. buat Telpon Tu- eumm maksud Nana."


Mommy key pun tersenyum melihat Mentunya itu, yang malu-malu menyebut kan panggilan sayang untuk anaknya.


"Yayang Ari.!"goda mommy.


Nana pun lagi-lagi hanya tersenyum kecut, mendengar Godaan mertuanya.


Nana:"I-iya,itu maksud Nana."

__ADS_1


"Tidak usah ke kamar,di sini saja Telpon Yayang-nya " Kembali Mommy Key menggoda Nana yang sudah tak tahan ingin muntah.


Nana tidak bisa menolak, dia hanya mengangguk pasrah.


Setelah itu, Nana menghidupkan Hp nya dan mencari kontak suaminya.


Astaga, mudah-mudahan dia tidak memarahiku.


Tut....tut....Suara telpon tersambung.


Nana meletakan Hp nya di sisi lain telinganya, dalam diam ia berharap Ari tidak menjawab.


Jangan di angkat please Tuan Ari.


.


Di kantor. Ari yang tengah sibuk di kursi kerjanya, seketika melirik ke arah ponsel miliknya yang bergetar menandakan ada panggilan masuk.


Ari melihat ada panggilan Dari istrinya.


"Gadis Desa" gumamnya melihat kontak Nana mencuat di depan layar ponsel.


"Kenapa Dia menelpon ku sepagi ini? Apa dia rindu pada ku?" pikir Ari.


Tanpa membuang tenaga dan bualan lainnya. Ari menyambar si ponsel. Ia geser ikon hijau.


.


"Ada apa kamu menelpon ku? Aku sedang sibuk. apa kamu tidak tau aku sedang bekerja, pasti kamu sudah membuat masalah?" hardik Ari setelah ia meletakan ponsel itu di lain telinga.


Nana diam sejenak karena Ari menjawab panggilan Telpon dari nya.


Mommy:"Keraskan Volume nya sayang:"titah mommy pelan.


Nana pun mengangguk.


Ari:"Kenapa dia diam saja? Hey,kenapa kamu diam?"


"Sa-sayang.!"gugup Nana.


Mommy key hanya tersenyum melihat kegugupan Menantunya.


Ari yang mendengar ucapan istri nya seketika mengerutkan dahinya, karan tidak percaya.


Apa barusan aku tidak salah dengar,dia memanggil ku dengan sebutan Sayang. heran hati Ari.


"Apa hari ini kepala mu terbentur sesuatu?" Ari terheran.


Ya tuhan,ini benar-benar di luar dari rencana aku dan Tuan Ari.kedatangan mommy yang secara tiba-tiba ini membuat aku harus berbohong.gumam hati Nana di sela pembicaraan nya dengan suaminya.


"Tidak Sayang, Di Rumah kita sedang ada mommy." jawab Nana dengan penuh penekanan.


Ari yang mendengar Jawab istrinya seketika itu pun mengerti akan istri nya yang secara mendadak menelpon nya,dan memanggil Nama nya dengan sebutan Sayang.


"Mommy ada di situ sekarang.?"


"Berikan Telpon nya ke pada mommy."


"Bicara saja, mommy akan mendengar nya.


"Mommy Apa kabar.?"


"Mommy ok Soon."


"sukur lah."


"kamu sendiri apa kabar Soon?"


"Aku baik mom."


"Sukur Lah Soon."


"Maaf, Ari belum berkunjung ke Mansion mom."


"Tidak apa-apa Soon, Mommy ngerti kok. kamu kan pengantin baru."


"Ya sudah mom Ari putus dulu sambungan telponnya, masih ada pekerjaan yang harus Ari selesaikan."


"Tunggu sebentar Soon, istri mu mau mengatakan sesuatu.?"


Mommy:"cepat sayang, minta izin ke suami mu." titah mommy dengan tergesa.


Seperti biasa. Nana mengangguk patuh.


"Halo"


"Mau bicara Apa?" tanya Ari ngegas di ujung telepon.


"Saya mau minta izin keluar sebentar, mommy yang ajak."


"Mau kemana.?" tanya Ari lagi.


"Mau jalan-jalan sebentar, hanya itu saja."


"ke kamar ebentar?"


Nana melirik mertuanya yang ada di samping.


Dan mommy Key menganggukkan kepala tanda beliau mengerti akan apa yang mau anaknya bicarakan, yang mungkin tidak boleh di ketahui dirinya.


Nana beranjak melangkah ke dalam kamar, izin sebentar meninggalkan mertuanya sendirian di ruang tamu.


Setelah menutup pintu kamar,Nana meletakan kembali Hp nya di sisi lain telinga.


"Halo Tuan Ari,saya sudah di dalam kamar."


"Kenapa lama sekali hah?"

__ADS_1


"Maaf Tuan,saya kan harus berjalan."


"Selalu saja menjawab." hardik Ari lagi.


"Maaf."


"Mau jalan-jalan ke mana?" tanya Ari lagi. Mengulang pertanyaan yang sama.


"Saya juga tidak tau Tuan. Tapi mommy bilang mau ajak saya Jalan-jalan sebentar,Terus makan kalau tidak salah."


"Saya izinkan. Tapi ingat, kamu jangan genit-genit di luar sana, pakai baju yang biasa saja. Jangan pakai baju yang pendek, yang panjang saja, begitupun celananya. harus yang panjang, pakai kacamata yang hitam, jangan pakai parfum. Sandalnya jangan yang tinggi yang biasa saja. dan ingat, ketika saya pulang. kamu harus sudah ada di rumah. Awas kalau saya pulang kamu masih belum ada di rumah, saya akan hukum kamu. mengerti?"


Nana diam seribu bahasa ketika mendengar titah suaminya yang memberi syarat akan dirinya.


"Tuan Ari, kenapa saya tidak boleh pakai parfum?"


"Sudah,tidak usah bertanya dan membantah,ikuti saja perkataan ku."


"Baik Tuan, saya mengerti. ya sudah saya tutup Dulu telpon nya,kasian mommy sudah menunggu."


" Ya sudah, ingat jangan genit-genit. dan satu lagi,kalau kamu sudah pakai baju yang tadi aku perintahkan. segara kirim fotonya kepada ku, kamu mengerti.!"


"Memangnya harus, Tuan?"


"Sudah tidak usah bertanya lagi, lakukan saja."


"Baik Tuan."


"Cepat kirim Fotonya, saya tunggu."


"Ba-


Tut....Telpon pun terputus.


Nana sejenak kembali. Ia memikirkan perintah suaminya yang terdengar agak aneh.


"Tuan Ari itu ada-ada saja."


Tak lama Nana pun beranjak dari lamunanya, dan melangkahkan kakinya kearah lemari besar yang ada di kamar mereka.


Nana:"Yang ini saja terlihat sopan,dan sesuai dengan perintah Tuan Ari."ucap nya


Nana pun memakai kaos berwarna abu-abu, dan Celana jeans panjang yang agak longgar,dan di aplikasikan dengan sandal yang sedana dengan baju nya.tidak lupa juga dengan kacamata hitam yang melekat di kedua mata sipitnya.


Setelah itu,Nana pun bercermin.dan melihat pantulan dirinya yang nampak Aneh dengan apa yang melekat di tubuh mungilnya.


Nana:"Aku seperti orang yang sedang tersesat saja dengan pakayan ku ini,tapi kalau aku ganti lagi Nanti Tuan Ari akan marah."


Ketika sedang asik menilai penampilannya di depan cerimin,Hp nya berbunyi.


Ternyata itu isi pesan dari suaminya.


Pesan:Kenapa lama sekali,cepat mana potonya.?


Nana:"dia benar-benar tidak sabaran, memangnya aku bisa memakain baju seperti kilatan petir Apa. menyebalkan."kesal Nana.


Nana pun tak membuang waktu nya, dia segera memotret dirinya dengan berbagai gaya.dan memilih satu poto yang bagus,dan setelah itu.Nana pun mengirim poto dirinya kepada suami nya yang tidak sabaran itu.


Tok...


tok...


pintu kamar nya di ketuk sesorang.


Nana:"mommy.?"


Nana sampai melupakan mertuanya yang menunggu nya di luar kamar.


Nana:"Sebentar mom,aku akan keluar."teriak nya


Nana pun menyamabar Tas selempang yang berukuran mini, dan melangkahkan kaki nya keluar dari kamar.


Ketika Nana keluar, Nana di sambut oleh mertuanya yang ada di depan pintu kamar nya.


Mommy key mengkerutkan dahinya,melihat penampilan Menantunya yang terlihat Aneh.


Mommy:"Sayang,kenapa penampilan kamu buruk begini.?"heran mommy.


Nana:"Begini mom, Di luar akan sangat panas. dan aku takut kulit ku terbakar.!"alasan Nana.


Mommy:"mommy mengerti sayang,tap-


Ucapan mommy key mengantung, karna Nana memotong ucapan nya.


Nana:"mommy,aku tidak ada waktu lagi untuk mengganti baju ku.dan kita jalan-jalan nya jangan lama nya mom,masalah nya aku harus pulang sebelum Suami ku pulang."


Mommy key hanya tersenyum melihat tingkah menantunya itu.


Ini pasti perintah anak ku.ucap hati mommy kate.


Mommy:"Ya sudah, mari sayang."ajak mommy


Nana pun Mengangguk kan kepalanya.


Selamat.senang Nana.


Nana dan mertuanya pun meninggalkan Apartemen itu,dan melangkahan kaki mereka menuju sebuah Mobil mewah yang sudah di pastikan itu mobil nya Mommy Kate.


**********


Di kantor,Ari sedang tersenyum senang. matanya tidak lepas dari benda pipih yang ada di tangannya.


Bukan tanpa alasan Ari tersenyum senang, karna dia sedang melihat poto istri nya yang nampak lucu di mata nya.


Ari:"Gadis ini benar-benar menggemaskan."


Not:maaf jika ada kata yang tidak pada tempat nya.🙏

__ADS_1


SELAMAT MEMBACA.😄


__ADS_2