ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
TAMPARAN


__ADS_3

Di tengah kebingungannya,Ari mengeluarkan secarik kertas dari dalam saku jasnya.dan memberikan kepada mommy kei dengan tidak sadar.


Mommy kei yang ada di depan putranya seketika menerima kertas itu dengan perasaan yang tidak karuan.


Mommy:"I-ini apa,Son.?"Tanyanya penasaran.


Daddy:"Buka saja,mom."sahutnya tidak sabar.


Ari masih diam di depan kedua orangtuanya.


Tak ingin membuang waktu,mommy kei merapatkan tubuhnya dengan suaminya.


Ari melangkah meninggalkan kedua orangtuanya yang tengah membaca surat dari istrinya dengan posisi berdiri,sedangkan dirinya duduk di sofa ruang keluarga.dirinya merasa lemas otaknya benar-benar mati.


Mommy kei dan tuan surya tengah membaca isi surat dari menantu mereka,dan mommy kei seketika menutup mulutnya karean rasa tidak percaya,menantunya pergi entah kemana.


Mommy:"Son,Nana pergi.benar begitu.?"Menatap putranya setelah selesai membaca surat dari menantunya.


Ari yang ada di samping kedua orang tuanya berdiri hanya diam,ketika mommy kei bertanya.


Tak ada jawaban membuat mommy kei menghampiri Ari dengan linangan Air mata.


Mommy:"Son,jawab.apa benar dia pergi.?"menggoyangkan pundak putranya dengan kencang.


Tuan surya menghampiri istrinya untuk memberi ketenangan.


Daddy:"Mom,tenang."mendudukan tubuhnya di sisi istrinya.


Mommy kei menatap suaminya intes.


Mommy:"Daddy bilang mommy harus tenang, daddy menantu kita pergi dad.ini sudah malam,dan di luar hujan deras.hiks... hiks... dia tidak tau kota ini.hiks... hiks... dimana kamu sayang,nana putriku.dia bahkan tidak membawa apa-apa. hiks...."mommy kei menangis pilu di pelukan suaminya.


Tuan surya merasakan apa yang istrinya rasakan,rasa penyesalan kembali datang di lubuk hatinya.


Maafkan daddy nan,maaf. batin tuan surya.


Mendengar itu Ari kembali meneteskan Air mata penyesalan,dan seketika dia mengeluarkan hpnya yang sudah setengah hancur itu,dia mengingat sesuatu.


Ari:"Cctv,ya.cctv.?"Jari-jarinya tengah bermain,dan tak lama dia berdiri menuju tv besar yang ada di depannya.mommy kei seketika menghentikan tangisnya karena matanya melihat putranya,begitu juga dengan tuan surya.


Daddy:"Son."tegurnya penasaran.


Ari masih diam membisu,dia menyambungkan koneksi cctv di rumahnya dengan tv di mansion.


Tak lama tv besar itu menyala,dan Ari memutar rekaman Cctv di jam istrinya pergi.


Mommy kei,tuan surya.dan Ari tengah menyaksikan rekaman itu.


Di waktu yang bersamaan.Kevin,dan aldy sudah masuk kedalam mansion tuan surya.


Kepala pelayan memerintah keduanya untuk masuk,karena di luar hujan begitu besar.tanpa ragu keduanya mengaguk dan mengikuti kepala pelayan itu.


Setelah sampai di ruang keluarga,Aldy dan kevin di suguhkan dengan rekaman cctv.dan mommy kei yang tengah menangis.


Daddy:"Kalian."Menegur Aldy dan kevin.

__ADS_1


"Om."mereka menjawab dengan serentak.


Ari menatap lekat tv besar itu,matanya kembali mengeluarkan buliran bening.ketika istrinya mengucapkan kata-kata dan di akhiri dengan lambaian tangan.


Honey,maafkan aku.jangan hukum aku seperti ini honey.batin ari sedih.


Mommy kei hanya bisa menangis melihat Rekam itu,mulutnya tidak bisa berbicara selain menangis.


Rekaman itu berakhir dengan cepat,tapi semuanya masih sama.Ari berdiri di depan tv, mommye kei menangis di pelukan tuan surya, aldy dan kevin diam.


Tak lama mommy kei berdiri,dan menghampiri Putranya yang mana membuat tuan surya kaget dengan pergerakan istrinya.


Plakkkk...


tanpan di duka,mommy kei mendaratkan satu tamparan di pipi putra tercintanya.


Semuanya begitu terkejut dan membulatkan mata orang yang ada di ruang keluarga itu,tak terkecuali Ari sendiri.pasalnya ini pertama kalinya mommynya menamparnya.


Tuan surya dengan cepat menghampiri istrinya.


Mommy:"Lihat perbuatanmu Ari atmaja wijaya,putriku pergi.dia pergi,ingat satu hal. dia datang dari desa,hiks.. hiks.. mau pergi kemana dia ya tuhan tolong putriku,dia tidak tahu kota ini."menatap Ari dengan amarah dan linangan air mata mommy kei bahakan tidak memangiil Son seperti biasanya.


Ari hanya diam ketika mommynya menamparnya,dan juga memakinya.yang dia lakukan hanya bisa memegang pipinya yang sedikit memerah.


Mommy:"Ini juga salah daddy,kenapa daddy meminta nana menyetujui hal gila itu.lihat hasilnya sekarang."sekarang menatap kesal tuan surya.


Sama halnya dengan putranya,tuan surya pun hanya bisa diam ketika mommy kei memaki dirinya.


Aldy dan kevin saling tatap dalam diam, melihat kejadian di depan mata mereka.


Mommy:"Harus,kamu harus temukan putriku. jangan harap mommy bisa memaafkan kamu kalau nana belum ketemu."sahutnya kesal, nada suaranya begitu tidak enak untuk di dengar.


Ari mengangguk paham,dia menatap mommy kei dengan penuh penyesalan.tapi apa yang mommy kei lakukan dia pergi meninggalkan Suaminya dan putranya,kakinya melangkah menaiki tingginya anak tangga mansion.


Tuan surya menarik nafasnya kasar dia menatap putranya lekat.


Ketika tuan surya akan membuka mulutnya, tiba-tiba dari arah lain sekertarsi jaka datang dengan nafas yang memburu.


Aldy dan kevin hanya tersenyum ketika Sekertaris jaka datang.


Jaka:"Selamat malam,tuan besar.."membungkuk ke arah tuan surya.


Daddy:"Seketaris jaka,kau datang."ucapan tuan surya membuat Ari membalikan tubuhnya dan matanya mentap jaka.


Jaka:"Ya,tuan besar."menjawab sopan.


Ari:"Jaka,bantu aku menemukan Istriku."menghampiri jaka penuh harap.


Sekertaris jaka mengangguk,sebenarnya dia merasa kaget mendengar kepergian nona mudanya.tapi dia tidak bisa bertanya,yang dia lakukan hanya mengagguk patuh.


Aldy dan kevin menghampiri Ari yang kini sudah terlihat lebih tenang.


Kedatangan Sekertaris jaka membuat Ari bisa berfikir dan lebih baik.


Kevin:"Kita lapor polisi saja,Ri."sarannya.

__ADS_1


Aldy:"Ya betul,aku akan menghubungi om ku sekarang."tak lama dia pergi berniat untuk menghubungi omnya yang menjadi polisi di kota A.


Ari mengagguk mendengar saran dari kedua temannya.


Daddy:"Daddy akan mengerahakn semua pengawal di mansion,untuk membatu mencari istri mu son."Menepuk pundak Ari memberi ketenangan.


Ari:"Terimakasih dad."


Tuan surya mengaguk dan dia memanggil kepala pelayan.


Sekertarsi jaka dalam diamnya tengah mengingat sesuatu,dan ketika dia ingat. matanya menatap tuan mudanya penasaran.


Ari yang sadar dengan tatapan tajam jaka mengerutkan keningnya.


Ari:"ada apa,jaka.?"tanyanya penasaran.


Jaka:"Tuan muda,apa nona masih mengunakan kalung yang tempo tuan berikan."ingatnya.


Seketika Ari mengutuk dirinya sendiri,dia sampai melupakan itu.


Ari:"Aku rasa,dia masih memakinya."tak lama Tangannya kembali menghidupkan hpnya dengan tidak sabar.


.


.


.


Nana masih diam di depan toko itu,tubuhnya masih mengggil karena dingin masih terasa. hujan masih lebat,dan nana tidak mengetahui ini sudah jam berapa kerena dia tidak membawa hpnya.


Perutnya mulai lapar,dan dengan perlahan nana membuka papper bag yang sedari tadi dia peluk dengan erat.


Nana:"Rotinya,enak."Ucapnya yang tengah mengunyah roti tawar tanpa selai bahkan roti itu terasa dingin.


Malam ini tidur di mana ya,dan hujannya masih belum usai.ya tuhan,tolong aku.batin nana dengan mata yang terus menatap tetas hujan.


.


.


.


Ari:"Aku menemukan lokasinya.!"ucapnya setengah berteriak,dan tanpa membung waktu lama Ari berlari meninggalkan sekertaris jaka dan kedua temanya.


Kevin:"Ari,tunggu."kevin ikut berlari di susul aldy dan sekertaris jaka.


Ari:"tunggu aku honey,aku akan datang."gumamnya di tengah larinya.


.


.


.Note:"Dari tadi pagi signal di rumahku benar-benar menguji akal sehat,mengertilah😆


Jangan lupa vote,maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.

__ADS_1


__ADS_2