
Ari tidak bisa menolak,dengan berat hati ia melakukan push-up.tapi bukan hanya sekedar push-up,dirinya harus mengangkat beban sang istri."Honey,aku lelah."Ucap Ari dan ia seketika ambrug.
Nana masih diam di punggung suaminya."Baru juga sepuluh yank,sepuluh lagi."Sahutnya sambil menunduk kearah wajah sang suami yang berhias keringat.
Dengan nafas yang memburu Ari menatap istrinya"Sisanya nanti saja di sana,aku benar-benar tidak sanggup."Lirihnya seolah memohon.
Nana terpaksa mengangguk dan beranjak bangun dari punggung suaminya."Ok deh, sekarang aku kita pergi."Ajakan Nana membuat Ari tersenyum kecut.
Aku lelah,tubuhnya begitu berat.gumam hati Ari dan dengan perlahan ia bangun.
"Ayo,"Ajak Nana karena sang suami sudah mulai tenang terlihat dari suara nafasnya.
Keduanya Keluar kamar dengan bergandengan tangan,dan Nana terlihat sangat bahagia karena apa.ini adalah pertama kalinya ia bisa pergi berlibur bersama suaminya..
Sayang,kita akan liburan.kita akan melihat pantai,mommy sangat senang.karena sebelumnya mommy belum pernah melihat laut secara langsung.senang hati Nana.
Ari melirik istrinya yang sedang tersenyum ceria tanpa sebab."Ada apa.honey,?"tanya Ari sambil mengecup tangan Nana.
Nana menatap suaminya"Aku bahagia."ucapnya pelan.
"Kamu bahagia.?"Ari berhenti berjalan begitupun Nana.
"Iya,aku bahagia."Ungkap Nana tanpa ragu.
"Kita bertiga bahagia."Ari mulai hati-hati ketika memberi jawaban.
Nana tersenyum geli mendengar ucapan dari suaminya."Takut di hukum ya.."Ia menggoda Ari dengan kedipan mata.
Ari tidak menjawab,ia malah menarik tubuh istrinya."Aku tidak takut di hukum.hanya push-up,itu hal kecil."Sahutnya penuh keyakinan, padahal tadi dirinya tidak sanggup melakukan hukuman.
Nana menatap Ari seperti memberi ledekan"Yang tadi saja belum selesai, sekarang sud-
"Ayo hon,supir sudah menunggu."Sergah Ari cepat,karena dirinya merasa malu kalau Nana harus melanjutkan ucapannya.
Nana tertawa geli di setiap langkah kakinya menuruni tangga."Mr.Arogan yang payah."Gumam Nana disela tawanya.
.
.
Tok...tok..."Lusi."Suara seseorang di depan kamar yang di tempati lusi.
Lusi yang tengah berhias di depan cermin dengan cepat berjalan menuju pintu kamar.
Ceklek.."Azllan,"Lusi menatap sosok pria tampan yang sudah terlihat keren dengan kemeja dan celan pendeknya.
"Sudah siap.?"Tanya Azlla.
Lusi mengangguk cepat."Tunggu di depan, sebentar lagi aku keluar."pintanya.
Pria tampan itu mengangguk pelan."Jangan lama-lama."setelah mengatakan itu Azllan akhirnya meninggalkan Lusi
"Iya,bawel."sahut Lusi manja dan kembali menutup pintu.
"Ini akan menjadi kejutan."Gumam Lusi sambil menenteng sebuah koper kecil.
Kakak Ari,aku tidak akan mengganggu liburan kalian.aku hanya ingin menikmati udara pantai,itu tidak salah bukan.ucap hati Lusi girang.
Mommy yang baru saja menuruni tangga merasa heran melihat Azllan dan Lusi.
"Mau kemana mereka,?kenapa ada koper."Mommy Kei bertanya pada dirinya sendiri,pasalnya Azllan dan Lusi yang ada di ruang keluarga terlihat rapih seperti akan pergi,dan adanya koper membuat ibu dua anaknya itu curiga.
__ADS_1
"Kalian mau kemana.?"Tanya mommy Kei seraya berjalan mendekati anak bungsunya dan juga keponakannya.
Azllan dan Lusi menoleh kearah mommy Kie."Azllan,jangan sampai mommymu tahu kalau kita juga akan pergi menyusul kakak Ari."Lusi berbisik.
Azllan mengangguk pelan."mommy."sapa sang putra.
"kalian mau kemana,ini kenapa bawa koper.?"Ulang mommy Kei yang saat ini duduk di atas sofa.
"Tante."Lusi mengambil alih."Lusi dan Azllan mau liburan ke-"Mata Lusi menatap Azllan seolah meminta bantuan.
"Kita mau pergi berkemah mom,tadi temannya...."Azllan mulai mengeluarkan jurus saktinya untuk mengelabui sang mommy.
Samar Lusi tersenyum melihat wajah tantenya yang sudah di pastikan percaya.
Jaka,biarkan aku menjauh untuk sebentar saja.untuk saat ini aku tidak ingin melihat dirimu.lirih hati Lusi,dan tanpa sadar ia merubah ekspresi wajah yang tadi ceria kini berganti dengan kesedihan.
.
.
Di dalam jet milik suaminya,Nana nampak tidur pulas di atas pangkuan Ari.padahal jet mewah itu baru saja mengudara kurang lebih 18menit,tapi Nana sudah mengantuk.
Berbeda dengan istrinya,Ari sendiri terlihat segar ia terus mengelus rambut Nana dan hal itu malah membuat sang istri nyaman.
"Kamu pasti akan suka dengan tempat itu,honey."Gumam Ari senang.
Seperti rencana awal,Ari akan membawa Nana pergi kepantai tapi yang ia tuju bukan pantai umum,melainkan sebuah pulau indah nan cantikdan di pulau itu sangat pribadi,yang datang saja bukan kalangan sembarangan, hanya orang berduit yang akan datang ke pulau itu.tak usah di jelaskan detailnya...
Kepulau itu jaraknya lumayan memakan waktu,jadi jetnya mengharuskan mendarat di kota yang ia lewati.alasanya adalah sang istri, karena Nana tengah hamil jadi jet pribadi miliknya mau tidak mau harus mendarat.
.
.
"Siap."jawab Lusi dan Azllan kompak.
Setelah itu mobil yang membawa putranya dan Lusi pergi meninggalkan mansion."Apa benar mereka pergi kesana.?"Pertanyaan itu mulai memenuhi pikirannya.
Lebih baik aku hubungi Jaka.usul hati Mommy Kei.
.
.
Di dalam mobil,Lusi dan Azllan bersorak kegirangan karena sudah berhasil membohongi mommy Kei.
"Untung saja kamu pintar."Lusi yang berbicara.
Azllan mengangkat bahunya bangga."Lihat siapa orangnya."ucanya sombong.
Lusi tertawa renyah melihat kesombongan sepupunya itu."Azllan."sapanya pelan.
"Apa.?"Lirikan mata Azllan membuat Lusi cengengesan.
"Kakak Ari tidak akan membunuh kita kan.?"tutur Lusi khwatir.
Azllan mendesah pelan mendengar ucapan dari Lusi."Kakak Ari tidak akan membunuhku, tapi kamu yang akan di bunuh olehnya.!!"sahutnya untuk menakut-nakuti Lusi.
Sang supir yang tengah mengemudi begitu terkejut mendengar ucapan kedua orang yang ada di belakang mobil.
Siapa yang membunuh siap.sang supir berkata dalam hatinya seperti teka-teki saja.
__ADS_1
Lusi melayangkan pukulan di kepala Azllan tidak terima"Hey Azllan,kenapa bisa begitu. kalau aku kena,kamu juga pasti kena."Ucapnya kesal.
Azllan mengusap kepalanya"Ini sakit tahu,"ia terlihat kesal."Lusi,apa kamu lupa.aku ini adiknya,sedang-
"Kita jadi pergi tidak.?"Lusi memangkas kalimat Azllan.
"Kita tanggung resikonya bersama."Pinta Azllan.
"Ok deal,jangan saling menyalahkan."Lusi mengayunkan tangannya kearah Azllan sebagai tanda persetujuan.
Tanpa ragu Azllan menerima jabatangan Lusi"Ok."
.
.
"Hallo,Jaka."Mommy Kei tengah berdiri di dekat telepon berwarna hitam yang ada di atas meja.
"Saya,nyonya."sahut Jaka sopan.
"Biasakan panggil tante,Jaka."pinta mommy Kei.
Di sana sebrang sana Jaka tertawa canggung."Maaf ta-tante,ada yang bisa Jaka bantu.?"Suaranya terdengar gugup.
"Begini,Azllan dan Lusi pergi kedaerah P(Puncak)katanya di sana sedang ada acara kemah besar-besaran,apa Jaka tahu.?"Tanya mommy Kei.
Jaka diam sejenak,dirinya tengah berpikir,dan mommy Kei begitu sabar menunggu.
Tak lama Jaka bersuar."Maaf tante,memang di sana ada acara berkemah.tapi itu dua bulan lagi,bulan ini tidak ada acara apa-apa di sana."Jawab Jaka penuh keyakinan.
Mommy Kei seketika memasang wajah ketusnya,ketika ia sadar ternyata Azllan dan Lusi membohongi dirinya.
Anak itu sudah membohongiku rupanya.kesal hati mommy Kei.
Jaka sendiri juga merasa heran mendengar kabar kalau Lusi dan Azllan pergi,dan itu membuat konsentrasinya sebagai sekertaris terganggu.
Saat ini Jaka tengah duduk di ruangannya seorang diri Seperti biasa,dirinya sedang bertugas untuk menggantikan posisi tuan muda Ari.
Yap betul,Ari tidak mengajak Jaka.karena ini acara Honeymoon dan Babymoon,jadi Jaka di tugaskan untuk mengurus perusahan selama Ari pergi.
Kemana Lusi dan Azllan pergi.?tanya hati Jaka.
"Jaka,bisa bantu tante.?"Suara mommy Kei menyadarakan Jaka.
"Bisa,tente."Sahut Jaka cepat.
"Sekarang Nak Jaka pergi ketempat yang di tuju Ari dan Nana."Perintah mommy Kei membuat Jaka mendesah pelan.
Lusi,azllan apa yang kalian lakukan di sana. kalau tuan Ari tahu kalian tidak akan selamat.gumam hati Jaka yang sudah mengerti kemana arah ucapan mommy Kei.
.
.
"Honey..bangun kita sudah sampai."
.
.
Note:"Segitu dulu ya besok sambung lagi 😆
__ADS_1