ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
KESIALAN DUA ORANG PEMBOHONG


__ADS_3

Lusi dan Azllan baru sampai pulau yang menjadi tempat bulan madu sepupunya menggunakan kapal yang sudah di sediakan resort.


Keduanya terlihat senang bisa datang ketempat seindah dan secantik pulau yang katanya kembarannya Maldaves,tempat yang di gadang-gadang sebagai pulaunya cinta. karena bisanya orang berduit dan ingin berbulan madu pasti kesana,berhubung Nonya Atmaja tengah hamil.jadi di pulau kembarannya pun tak masalah,disinii juga tak kalah bagus dan harganya juga tetap mahal.


langit sore berwarna keemasan menyambut kedatangan keduanya,hamparan pasir putih juga terlihat indah sejauh mata memandang. Lusi dan Azllan terus berjalan dengan tatapan mata kagum.dan kalau kita lihat ekspresi wajah kedunya sama persis seperti Nana ketika sampai.


"Lusi."Tergur Azllan.


"Emm."sahut Lusi yang enggan menatap sepupu tampannya itu.


"Menurutmu,mereka ada di mana.?"Azllan bertanya seraya menatap tempat penginapan yang ada di beberapa titik.


Lusi menggelengkan kepalanya pelan"Entahlah."Matanya masih betah menatap sekitar pulau yang bergitu cantik,di tambah lampu yang berjejer menghiasi pulau,Lusi bahkan mengabadikan pemandangan dengan benda canggihnya.


Keduanya terus berjalan mendekati pegawai yang sudah menunggu dengan membawa nampan,seperti apa yang tadi Ari dan Nana terima.


.


.


Di dalam kamar yang begitu cantik dan mewah,Nana tengah bersantai.sedangkan sang suami berada di dalam kamar mandi.


Dengan posisi duduk manis di atas sofa yang terbuat dari rotan.Nana tak hentinya menatap pemandangan indah di luar pulau yang saat ini sudah malam."Kita sangat beruntung."gumam Nana senang,dan dirinya merasa bermimpi bisa datang ketempat seindah ini bahkan ini untuk pertama kalinya.samar Nana tersenyum hambar jika mengingat bagaimana dulu dirinya hidup susah,dan sekarang malah dirinya bisa hidup tenang tanpa kekurangan.memikirkannya saja sudah membuat ia menitikan air mata.


Nenek,seandainya Nenek masih ada mungkin Nana akan membawa Nenek ketempat seindah ini.sedih hati Nana jika mengingat sosok Nenek Asri yang sudah pergi untuk selamanya.


Ari sendiri baru saja keluar dari dalam kamar mandi,dan ketika ia melihat istrinya duduk termenung sendirian,satu ide muncul. perlahan ia mengendap-ngendap berniat untuk mengejutkan Nana,dan ketika ia sudah siap di waktu bersamaan Nana berbarlik."Ayang."Tegurnya pelan.


Ari masih dalam posisi tangan terangkat di udara"Kok berbalik sih hon,aku kan mau memeberi pelukan."sahutnya bohong sambil berjalan mendekati istrinya.


Nana tersenyum dan terus merubah ekpresi wajahnya,ia tak mau kalau Ari sampai tahu dirinya habis menangis.


Kini keduanya duduk saling rangkul dan Ari terus mengusap lembut perut buncit Nana"Honey,"Tergurnya.


Nana menoleh"Ya,yank."


Sebelum bersuara Ari tersenyum penuh arti."Kamu tahu kan apa itu Honeymoon.?"Tanya Ari.


Nana mengangguk-anggukan kepalanya cepat"Honeymoon itu jalan-jalan."Jawabnya dengan wajah bingung,mungin itu artinya pikir Nana.


Ari ikut mengangguk"Itu benar,tapi bukan hanya itu saja ada hal lain."Ucapannya menggantung karena Nana menatap dirinya intes.


"Emm olahraga.!"Nana menebak dengan yakin.


Ari tersenyum ceria ketika istrinya mengatakan hal yang ia maksud."Mau yah.?"Matanya menatap sendu.


"Boleh,tapi."Nana kembali mengantukan kalimatnya."Tapi apa,honey.? "Kini Ari yang bersuara.


"Aku belum makan malam,ayang."rengekan Nana membuat Ari tersenyum kecut mendengarnya.


Alasana,sepuluh menit yang lalu dia baru saja makan.Ari kembali bersuara lewat batinnya.


.


.


Jaka menatap jam di pergelangan tangannya, dan waktu menunjukan pukul 19:08 malam waktu setempat.Jaka berdecak kesal karena kapal yang membawa dirinya tak kunjung sampai ketempat dimana orang yang bertitel Atmaja ada di sana.


"Lusi,Azllan semoga kalian tidak mengganggu tuan Ari dan Nona Nana."Harap Jaka yang tengah duduk resah di dalam kapal.


Cukup lama kapal yang membawa Jaka berlayar,sampai akhirnya Jaka bisa tersenyum lega ketika kapal berhenti di dermaga dekat pulau.


Jaka bergegas turun dari dalam kapal dengan menenteng tas kecilnya"Aku harus cepat."Gumamnya.


.


.


Berbeda dengan kedua sepupunya yang saat ini tengah berolahraga malam,dan ketakutan Jaka.Lusi dan Azllan baru saja menyelesaikan makan malam di dalam kamar,yang ada di samping kamar yang di huni Ari dan Nana. karena tempat penginapan di pulau itu sangat mahal.jadi keduanya memutuskan untuk tidur di satu kamar,dan setelah beradu mulut siapa yang akan tidur di ranjang.pada akhirnya Lusi yang akan tidur di ranjang sedangkan Azllan tidur di sofa.


"Tidak buruk."ucap Azllan yang tengah duduk di atas sofa tempat dirinya mengakhiri malam.


Lusi sendiri tak hentinya bersorak merasakan empuknya kasur berlapis seprai putih bersih."Ini sangat mahal."Gumam Lusi di sertai tawa.


Azllan melirik sepupunya kesal"Jangan berisik,"Kompelnnya.


Lusi seolah tidak mendengar ucapan Azllan, dirinya terus bersenandung karena senang.


Jaka,apa kita akan berjodoh?kalau nanti kita berjodoh aku ingin Honeymoon di Pulau ini.Lusi berkata di dalam hatinya.


.


.

__ADS_1


Jaka saat ini berada di meja resepsionis, dirinya seperti tengah berbicara kepada orang yang bertugas di sana.dan pembicaraan itu di akhiri dengan anggukan"Baik,tuan."Ucapnya menggerti.


"Lakukan sekarang."perintah Jaka.


Pegawai itu kembali mengangguk dan memanggil bawahannya.


Jaka duduk manis setelah memberi perintah, samar ia tersenyum"Kalian harus di beri hukuman."Jaka bergumam sambil menatap sekitar,ia tidak mau kalau sampai tuan mudanya mengetahui keberadaanya.


Ari tidak akan keluar dari dalam kamar,karena ia dan sang istri sedang berbulan madu.


.


.


Lusi sudah mulai tenang,terlihat dari sunyinya kamar bergaya artistik,entahlah mungin dia lelah.sedangkan Azllan masih betah memandangi hpnya"Kamu sangat cantik."kagumnya melihat poto di dalamnya.


Lamannya Azllan sibuk dengan hpnya,sampai suara ketukan pintu memecah keheningan."Lusi,cepat buka pintunya."Azllan bersuara cukup kencang.


Tapi Lusi tak kunjung menjawab yang mana membuat Azllan berdecak kesal."Dia sudah tidur."Heran Azllan di dekat ranjang yang di tiduri Lusi.


Suara ketukan pintu kamar kembali terdengar."Sebentar."sahut Azllan malas.Ceklek...pintu di buka."Ya,ada apa.?"Tanya Azllan ketus.


Pegawai wanita itu belum bersuara dirinya begitu terkesima melihat sosok pria tampan di depannya.


Walupan wajahnya terlihat kesal,tapi ia tetap tampan.kagum hati si pegawai.


"Hei."Azllan menegur pegawai dengan cara menjentikan jarinya.


"Ah...maaf,tuan."si pegawai terlihat gugup."Anda di minta membayar uang muka tuan."tuturnya sopan.


Azllan belum menjawab,dirinya malah mengerutkan kening karena heran."Besok saja,malam ini kami ingin istirahat jangan takut.kamu tidak akan kabur."sahut Azllan.


"Maaf tuan,tapi Atasan saya meminta anda melakukannya sekarang."pinta si pegawai.


Azllan benar-benar kesal"Ada apa ini,tadi pelayan di depan tidak berkata seperti itu.tapi sekarang."Keluh Azllan."Besok saja."tanganya berniat menutup pintu kamar.


"Tuan,tunggu."pegawai itu mengcegah Azllan."Silahkan bayar uang mukanya sekarang."


.


.


Jaka bergegas bersembuyi telah melihat Azllan dan Lusi datang menuju meja kasir."Kalian benar-benar luar bisa."gumam jaka tidak percaya,karena calon istrinya dan juga adik dari tuan mudanya ternyata benar ada di pulau setelah membohongi mommy Kei.


Azllan dan Lusi berjalan lemas,apalagi Lusi. gadis cantik itu terlihat sangat mengantuk, tadi Azllan terpaksa membangunkan Lusi karena mereka di haruskan membayar uang muka padahal sebelumnya tidak pernah seperti ini pikir keduanya.


Azllan dan Lusi tidak menjawab,keduanya hanya diam memasang wajah ketus.


Jaka sendiri terus memperhatikan keduanya dari balik pilar"Kita lihat,adegan selanjutnya."gumam Jaka tidak sabar.


"Kalau harus membayar uang muka,kenapa tidak dari tadi,mengganggu saja."ucap Azllan kesal seraya mengeluarkan kartu saktinya dari dalam dompetnya dan memberikan kepada si pegawai.


"Maaf tuan,tadi-


"Sudah-Sudah,cepatlah."Azllan memangkas ucapan si pegawai kasir.


Lusi terus menguap dan itu membuat Azllan memutar bola matanya malas"Kau ini seperti mommy saja."Tuturnya seolah mengejek.


Lusi:"Diamlah,cepat bayar."sahutnya ketus.


"Sabar,ini-


"Maaf,tuan."Suara si pegawai menghentikan ucapan Azllan."Kartu ini tidak bisa di gunakan.!!"ungkapnya seraya memberikan kartu Atm milk Azllan.


"Apa,tidak bisa di gunakan.?"Azllan memangsang wajah tidak percaya."Tidak mungkin,anda pasti salah.coba sekali lagi."Pinta Azllan dan kembali memberikan kartu saktinya.


"Maaf tuan,sudah saya coba dua kali tapi tetap tidak bisa."Sang pegawai menatap Azllan dan Lusi seolah mengejek.


Benar kata tuan tampan tadi,kalau kedua orang ini penipu.gayanya saja seperti orang kaya tapi ternyata mereka kere.suara hati si pegawai.


Azllan seketika lemas mendengar ucapan si pegawai,dan dia menatap Lusi yang tengah menahan tawa."Jangan tertawa,cepat kau bayar."Kesal Azllan.


Lusi terus tertawa dan dia maju berniat untuk membayar"Azllan,kartu kosong kamu bawa."ledeknya.


Azllan tidak menjawab,dirinya tengah sibuk berpikir."Kenapa tidak bisa di pakai,tidak mungkin mommy yang membelokir.?"Tanya Azllan.


Setelah Lusi memberikan kartu saktinya,ia kembali memberi ledekan kepada Azllan"Nanti kamu harus menggantinya."tutur Lusi santai.


"Diamlah,aku sedang kesal."Azllan marah.


Lusi tidak merasa takut dirinya malah tertawa renyah."Ingat,kamu har-


"Nona"Tegur si pegawai kepada Lusi."Kartu anda juga tidak bisa di gunkan.?"ungkapnya sambil menyodorkan kartu milik Lusi.

__ADS_1


Lusi diam,ekspresi wajahnya persisi seperti Azllan."Tidak mungkin,anda pasti salah."


"Tidak Nona,saya sudah mengeceknya kartu anda juga tidak bisa di gunakan."Ucapnya yakin.


Lusi dan Azllna saling tatap,kedua merasa kebingung sekaligus ketakutan."Azllan, bagaimana ini,kita harus bayar pakai apa.?"Tanya Lusi gugup.


Azllan menggelengkan kepalanya pelan."Haruskan kita meminta bantuan kakak Ari."


.


.


Dari kejauhan Jaka terus tertawa melihat kebingungan Lusi dan Azllan."Ini akibatnya, kalian sudah berani berbohong."gumam Jaka senang.


Ide membelokir kartu sakti milik Lusi dan Azllan adalah ide mommy Kei,dan Jaka dengan senang hati menuruti keingian Nyonya atmaja itu.


Pegawai kasir terus menatap Lusi dan Azllan yang tengah berdebat."Azllan,kita harus bagaimana.?"Tutur Lusi bingung.


"Jangan tanya padaku,ini semua karean ulahmu,sekarang kita seperti gembel saja."geram Azllan.


"Lebih baik kita temui kakak Ari saja."Usul Lusi ragu.


"Aku juga berpikir seperti itu,tapi,apa kakak Ari tidak akan memarahi kita."Azllan menatap Lusi ketakutan.


Lusi belum menjawab dirinya merasa kebingung"Tapi kalau kita tidak meminta tolong"Matanya melirik si pegawai kasir di ikuti Azllan.


"Kita pasti akan di permalukan,Azllan."tutur Lusi untuk menyakinkan Azllan.


"Ya sudah,ay-


Azllan menarik tangan Lusi berniat menemui kakaknya,tapi langkah kaki keduanya berhenti begitu juga kalimatnya.


"Sekertaris Jaka,"Azllan menatap Jaka bingung


"Sayang,"kaget Lusi melihat sosok Jaka yang tengah berjalan menghampiri dirinya dan Azllan.


.


.


Ari mencium perut Nana setelah selesai bergulat."Son,sehat-sehat ya."Ucapnya pelan karena sang istri sudah terlelap mungkin Nana lelah.


Di atas ranjang keduanya berpelukan dan menutup mata,karna besok pagi Ari akan membawa Nana ketepi pantai."Good nighat."Ari mengecup kening Nana dan mulai menutup mata mengikuti istrinya.


Aku sangat bahagia.senang hati Ari seraya memeluk tubuh mungil istrinya.


Akhirnya Ari dan Nana tertidur pulas,tanpa tahu orang-orang yang mereka kasihi ada di pulau yang sama.


.


.


"Kalian,"Jaka bergantian menatap Lusi dan Azllan.


Keduanya hanya tersenyum kecut merasakan malu karena sudah tertangkap basah.


"Nyonya bilang,kalian pergi untuk acara berhemah.tapi kenapa ada di sini.?"tanya Jaka selidik.


Azllan menyenggol pundak Lusi memberi tanda agar Lusi mau menjawab.


Lusi seketika menatap Jaka ketakutan"Maaf,"ucapnya singkat.


Jaka memasang wajah ketusnya,padahal dirinya sudah ingin tertawa"Sekarang kita pulang.!"ucapan Jaka itu membuat Lusi dan Azllan menatap Jaka heran.


"Kenapa harus pulang.?"Lusi kebingung.


"Ya,kenapa harus pulang.nanti saja."tambah Azllan.


"Tidak,sekarang kita harus pulang."Jaka tetap pada pendiriannya.


"Besok saj-


"Sekarang."Serah Jaka memangkas kalimat Lusi.


"Sudahlah Lusi,kita pulang saja."Azllan mengalah.


"Tapi."lusi masih tidak terima kalau harus pulang.


"Ayo,bawa barang kalian."perintah Jaka di jawab anggukan dari Azllan sedangkan Lusi masih diam.


Aku masih ingin disini.lirih hati Lusi.


.

__ADS_1


.


Pagi datang.....


__ADS_2