
Gerbang di buka dengan cepat,dan mobil tuan mereka masuk setelahnya.
Nana:"Yank...yank,bangun.ini sudah sampai rumah."menepuk pelan pipi suaminya.
Perlahan ari membuka matanya,dia bahkan terus menguap.matanya terlihat memerah menahan kantuk yang menyerang,wajahnya tidak bisa berbohong kalau dia kelelahan.
Seperti biasa jaka turun dan membukakan pintu belakang mobil.
Jaka:"Silahkan tuan,nona."Berada di sisi mobil.
Ari turun dengan menggandeng tangan nana erat
Ari:"Pulanglah jaka,hati-hati."menepuk pelan pundak jaka.
Jaka:"Baik tuan,selamat malam."membungkuk sebelum pergi.
Nana hanya tersenyum samar ke arah sekertaris jaka.
Ari dan nana melangkah masuk ke dalam rumah mewah mereka,yang empat hari tidak mereka lihat.
Ketiga pelayan menyambut ke datangan mereka"Selamat datang tuan muda, nona."Membungkuk memberi hormat.
Ari hanya mengangguk pelan,sedangkan nana tersenyum ceria melihat pelayannya.
Nana:"kalian apa kabar.?"Tanya nana ramah.
"kami baik,nona."Jawab serentak.
Ari:"Ayo hon,aku sudah mengantuk."menarik tangan nana pelan.
Nana mengangguk dan berpamitan kepada tiga pelayannya yang masih diam di posisinya.
Para pelayan memperhatikan kedua majikan mereka yang menaiki anak tangga,menuju kamar majikannya.
"Kenapa ya ada saja cobaan untuk mereka, sekarang nona nana mempunyai masalah di rahimnya.kasian padahalkan dia orang baik."Ucap salah satu pelayan.
"Ssstt jangan bicara seperti itu,apa kamu lupa.tuan besar melarang kita membicarkan masalah nona muda.nanti tuan Ari bisa dengar."memberi peringatan kepada temannya.
"Iya jaga mulutmu itu,nanti tuan Ari dengar kita bisa mendapat masalah."Tambah pelayan lain.
Pelayan yang mendapat teguran dari kedua temannya seketika menutup mulutnya yang sudah lancang membicarakan majikannya.
Tak lama mereka pergi untuk beristirahat, karena kedua majikanya sudah masuk kedalam kamarnya.
.
.
Di dalam kamar yang masih terlihat mewah dan bersih,Nana tengah membantu suaminya untuk membuka baju.
Nana:"Jangan mandi ya,ini sudah larut malam."Tanganya membawa baju tidur Ari.
Ari mengagguk,dia begitu mengantuk terlihat beberapa kali dia menguap.
Setelah berganti baju dengan baju tidur,Nana menuntun suaminya untuk masuk ke dalam kamar mandi.
Ari membasuh wajahanya,menggosok giginya,dan tak lupa nana mencuci kedua kaki Ari dan tanganya.
__ADS_1
Ya,semua itu nana yang melakukan.karena kemanjaan Ari yang begitu besar membuat nana mau tidak mau harus melakukam itu, tapi nana begitu senang melihat suaminya yang begitu manja kepadanya.
Kini nana tengah menyelimuti Suaminya yang masih terlihat tampan,walupun matanya sudah mulai menutup.
Nana:"Selamat malam,yank."gumam nana pelan dan memberi ciuman lembut di kening Suaminya.
Ari tersenyum di tengah ke sadaranya yang mulai menghilang di bawa alam mimpi.
Dengan posisi setengah membungkuk di sisi ranjang,nana terus mengusap pelan rambut suaminya.dan sang pemilik rambut sudah tertidur dengan nyenyaknya.
Mata sipitnya terus memperhatikan wajah tampan Ari,sekilas nana tersenyum melihat bibir mungil suaminya.ingin rasanya nana mengecup bibir mungil itu,tapi dia takut akan membangunkan tidur suaminya.
Yank,kamu tau.aku sangat beruntung mempunyai suami seperti dirimu,tidak ada kekurangan dalam dirimu semua nampak sempurna.walupun di dunia ini kesempurnaan hanya milik tuhan.aku sangat bahagia dan terus membanyangkan bisa hidup selamanya bersamamu yank,melihat anak-anak kita tumbuh besar.dan aku tidak sabar mendengar mereka memanggil namamu daddy .😄terdengar lucu yank,dan aku akan di panggil mommy nanti ketika anak kita sudah bisa berbicara.tapi tuhan seolah tidak mengijikan aku mewujudkan itu semua,mungkin kamu akan mempunyai anak dari nona Jenia calon istrimu.sebenarnya aku tidak mau melakukan itu,tapi benar kata daddy.keluargamu membutuhkan penerus,dan aku tidak bisa memberikan itu.gumam hati nana,dan tangan lainya mengusap pelan air matanya.agar tidak mengenai Suaminya.
Perlahan nana naik ke atas ranjang,dia mendekap tubuh suaminya.mata sipitnya mulai menutup,dan buliran bening masih keluar dengan sendirinya.
"Aku mencintaimu."Gumam nana dengan kesadaran yang mulai ikut di bawa sihir alam mimpi.
.
.
.
Keesokan paginya,nana membuka matanya dan mulai menyesuaikan cahaya matahari yang memaksa masuk lewat celah-celah jendela.
Tanganya meraba tempat tidur suaminya,dan dia kaget karena suaminya sudah tidak ada sisinya.
Nana:"Kemana dia.?"Seketika mendudukan tubuhnya.
Matanya melirik jam yang ada di sisi nakas.
Di tengah kepanikannya,Nana di kagetkan dengan pintu kamar mandi yang terbuka,dia melihat suaminya bertelanjang dada dengan handuk yang melilit pinggangnya.
Ari:"selamat pagi,honey."Ari tersenyum ke arah istrinya.
Nana:"Yank kamu mandi sendiri,kok kamu ga bangunin aku sih yank.?"mendekat ke arah lemari.
Ari:"aku ga tega liat kamu tidurnya pules banget,jadi aku mandi sendiri."Sahutnya.
Nana:"Maaf ya."merasa bersalah.
Ari mendekat dan memeluk nana dari belakang.
Ari:"Ga papa,hon."mencium belakang leher nana.
Nana:"Yank,aku belum mandi."Merasa geli.
Ari:"Kamu wangi."Godanya.
Nana tersenyum dan beranjak berjalan setelah mendapatkan baju ganti untuk suaminya,dan Ari masih memeluk erat nana dari belakang.
Nana melepas pelukan suaminya,dan dia berniat memakaikan baju di tubuh Ari.
Ari:"Hon kok kaos,aku mau ke kantor hari ini."ucap Ari tiba-tiba.
Nana:"Hah kekantor,memangnya kamu ga capek yank.besok saja ke kantornya."pinta nana halus.
__ADS_1
Ari:"Ga bisa honey,tadi jaka kirim ke email ku, ada beberapa berkas yang harus aku periksa. dan juga ada sedikit masalah,sebentar kok. nanti siang aku usahakan pulang."dengan cepat memeluk istrinya.
Nana hanya mengangguk dia tidak bisa berbuat apa-apa ketika menyangkut dengan pekerjaan suaminya.
Nana:"Yasudah,nanti siang aku buatkan makan siang yah."
Ari mengangguk dan mencium kening nana lembut.
.
.
.
Nana berdiri di depan gerbang rumahnya, matanya menyaksikan kepergian mobil yang membawa suaminya.
Tadi ketika sudah memakai stelan jas kerjanya,Ari hanya memakan roti yang di oles selai kacang.karena itu adalah kesukaan nya, nana tidak sempat membuat sarapan untuk suaminya.karena dia kesiangan,ada pelayan juga mereka tidak membuatkan sarapan untuk majikanya,ya kerena tuan mereka tidak mau makan buatan mereka.
Seperti biasa.ari selalu mengingatkan istrinya untuk diam di dalam rumah,dan jangan keluar.walupun itu di ajak mommy kei ibunya.
Nana hanya mengagguk setiap kali mendapatkan petuah dari suaminya.
Setelah mobil suaminya sudah menghilang, nana masuk ke dalam rumahnya.dia ingin menyapa kedua securitynya,tapi nana tidak berani.hanya tersenyum yang bisa nana lakukan,walupun kedua security rumahnya tidak melihat senyumnya.karena kedua security dilarang melihat nona mudanya.
Perlahan kakinya menaiki anak tangga menuju kamarnya,nana berniat untuk membersihkan dirinya.dia tidak sempat melakukan itu kerena suaminya begitu terburu-buru.
Dengan menanggalkan semua bajunya,nana masuk kedalam bathtub dan dia memulai ritual mandinya.
.
.
.
Sekitar satu jam setelah Ari pergi,datanglah satu buah mobil merwarna merah cerah. mobil itu begitu mengkilap,sang pemilik pasti merawatnya dengan baik.pikir security rumah Ari.
Setelah mesin mobil mewah itu mati,tak lama pintu mobil terbuka dan turunlah sesosok wanita cantik dengan pakayan yang terlihat sopan tidak terlihat seksi sama sekali.
Perlahan Wanita itu mengampiri rumah mewah Ari,dia melepas kacamata yang menutupi mata indahnya.
Security:"Maaf nona,anda cari siapa.?"Suaranya begitu tegas.
"Aku ingin bertemu dengan majikanmu."ucapnya datar
Security:"Maaf nona,majikan saya sepertinya tidak menerima tamu hari ini.karena saya tidak mendapatkan laporan sebelumnya."jawabnya.
Wanita itu memutar bola matanya kesal,dia seperti mau masuk ke tempat yang suci saja.pikirnya.
Enak sekalinya wanita kampung itu,dia bahkan di jaga begitu ketak.kalau begini,siapa bisa mencelakainya.benar-benar menyebalkan.batinya kesal.
"Bilang saja kepada nona mudamu itu,aku calon istri dari suaminya,dan katakan saja. namaku Jenia,nona mudamu pasti mengerti."suaranya begitu angkuh.
.
.
.
__ADS_1
Note:"Nanti malam up lagi ok dukung aku biar semangat nulisnya😆😆😆😆
Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.