ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
APA AKU KUAT


__ADS_3

Nana:"Yank kok diam,cemilan Aku mana.?"menatap suaminya seolah menunggu jawaban.


Ari hanya tersenyum kecut mendengar pertanyaan yang dia sendiri bingung harus menjawab apa.


Tidak mendapat jawaban,membuat Nana mencubit pipi suaminya.


Nana:"Ayang jawab di mana.?"rengeknya.


Ari:"Aduh sakit,hon."rintihnya mendapatkan serangan dari sang istri.


Nana:"Cemilan aku mana.?"merengek dengan tangan yang masih mencubit pipi suaminya.


Aduh bagaimana ini,masa harus putar balik hanya untuk mengambil tas itu.sedangkan sebentar lagi sampai di rumah sakit.bingung batin Ari.


Ari:"Lepas dulu sakit,hon."pintanya dengan masih menatap jalan.


Nana terpaksa melepaskan cubitannya,tapi matanya tidak beranjak dari wajah suaminya yang tengah meringis menahan sisa rasa sakit di pipinya.


Ari:"Ehhh itu,aku lupa cemilannya di dekat sofa hon.!"penjelasan itu membuat Nana mengerutkan bibirnya kesal,dan dengan cepat memutar kelapanya menatap luar jendela.


Yah marah kan,aduh gimana ini.lirih hati Ari.


Saat ini Nana tengah marah karena suaminya melupakan cemilan yang dia inginkan.


Ari perlahan menepikan mobilnya,dan setelah mobilnya menepi di pinggir jalan.dengan cepat tangannya menarik tubuh Nana berniat untuk memberi pelukan.


Ari:"Hey jangan marah,itu hanya cemilan.nanti sehabis periksa baby kita belanja kamu mau.?"tawarnya.


Nana menolak pelukan suaminya,dan masih betah menatap luar jendela mobil.bahkan ucapan suaminya saja dia seolah tidak perduli.


Ari menarik nafasnya pelan,dia begitu kebingungan menghadapi sikap istrinya yang baru pertama kali dia lihat.pasalnya sebelum hamil Nana tidak pernah merajuk akan hal sepele.


Sabar Ari,ingat istrimu tengah hamil.tarik nafas.gumam hati Ari.


Ari kembali mencoba penarik tubuh istrinya, atau tepatnya tangan sang istri yang saat ini terlipat di dadanya melengkapi rasa kesalnya.


Nana tidak melawan,dia membiarkan suaminya mengenggam pergelangan tangannya.


Ari:"Maafkan aku hon,plis jangan marah.aku benar-benar lupa,bagaiman kalau kita suruh Bagus mengantarkan cemilanmu?kamu mau, karena kalau kita kembali ke rumah nanti dokter wulan kasian menunggu kamu dan baby kita,apa kamu ga kasian."membujuk dengan mencium punggung tangan Nana, berharap dengan cara seperti ini Sang Istri akan luluh.


Ya tuhan semoga dia mau mendengar ucapanku.harap hati Ari.


Perlahan Nana memutar kelapanya dan yang Ari lihat pipi istrinya basah.


Nana:"Hiks... A-aku tidak mau belanja,hiks... hiks... aku mau cemilan yang ada di tas itu. hiks... hiks..."ucapnya terbata-bata dengan tangisan yang membuat Ari mengerutkan keningnya tidak percaya.


Astaga hanya karena cemilan dia menangis, oh tuhan aku mohon cukup hari ini saja istriku bertingkah seperti anak kecil,aku mohon.gumam hati Ari.


Ari tersenyum dan perlahan memeluk Nana"Baiklah hon,aku akan menghubungi Bagus sekarang jangan menangis lagi ok."menepuk pelan punggung istrinya.


Nana yang tengah mangangis perlahan menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Tak lama Ari menghubungi Bagus,dan meminta mengantarkan tas di ruang keluarga untuk di antarkan segera ke rumah sakit.


Setelah Nana tenang,Ari kembali membawa mobilnya dengan Nana yang bersandar manja di bahunya.


Tidak membutuhkan waktu lama,akhrinya mobil yang di bawa Ari sudah sampai di parkiran rumah sakit.


Ari:"Ayo turun,dokter Wulan pasti sudah menunggu."ajaknya dengan mengusap pipi Nana.


Nana:"Cemilan aku bagaimana.?"menatap suaminya sendu.


Ari menarik nafasnya pelan"Nanti Bagus akan mengantarkannya kedalam."jawaban itu membuat Nana mengangguk,dan dengan cepat dirinya keluar terlebih dahulu tanpa menunggu suaminya membukakan pintu mobil.


Ari menatap istrinya yang tengah keluar tanpa menunggu dirinya.


Ari:"Bagus cepatlah datang!"gumamnya yang tengah membuka pintu mobil.


Ketika sudah di luar,Ari menarik tangan istrinya lembut"Pakai maskernya hon."pinta Ari yang tengah memakaikan masker di area wajah Nana.


Nana:"Ayang ga pakai.?"tanyanya heran, pasalnya suaminya tidak memakai masker seperti dirinya.


Ari:"Aku juga pakai,lihat."mengeluarkan satu lagi masker di belakang celananya.


Untung aku bawa,kalau tidak bisa panjang urusannya.senang hati Ari.


Nana:"Sini biar aku pakaikan."mengambil masker yang di perlihatkan suaminya.


"Membungkuklah sedikit."pinta Nana yang langsung di kabulkan Ari.


Nana:"Yank,kacamata kamu mana.?"tanyanya setelah memasang masker di wajah tampan Suaminya.

__ADS_1


Ari:"Tidak usah pakai kacamata,kitakan mau masuk ke dalam rumah sakit."dalihnya padahal Ari tidak membawa kacamata.


Nana kembali menganggukan kepalanya yang mana membuat Ari bernafas lega,tidak tahu kenapa Ari merasa setiap pertanyaan yang di lontakan istrinya membuat Ari jantungan.dan takut membuat kesalahan.


Nana:"Kalau begitu,aku juga tidak usah pakai kacamata."ucapnya dengan kembali memasukan kacamata miliknya kedalam tasnya.


Ari:"Kalau kamu harus pakai kacamata,aku ga mau ada laki-laki lain liat kamu."menjawab dengan memasangkan kacamata hitam di kedua mata sipit istrinya.


Dan ketika Nana ingin membuka mulutnya, dengan cepat Ari menarik tangan istrinya untuk masuk kedalam rumah sakit.


Di setiap langkah mereka,Nana tidak berhenti menanyakan Bagus yang belum datang.dan Ari dengan sabar meladeni pertanyaan yang sama dari Istrinya.


Setelah mendaftar,Ari dan Nana menaiki Lift untuk bertemu dokter Wulan yang sudah menunggu kedatang pasien terhormatnya.


Dokter wulan saat ini sudah tidak menerima pasien lagi,dan itu membuat suster langsung meminta kedua pasutri itu untuk masuk, karena dari tadi dokter kandungan itu sudah menunggu.


Perawat:"Dokter wulan,Nyonya Nana Atmaja sudah datang."ucapnya sopan.


Dokter:"Mari Tuan,Nona."dengan cepat berdiri ketika melihat kedua orang yang sedari tadi dia tunggu.


Ari tersenyum,hanya sang Istri yang menyapa dokter cantik itu.


Dokter:"Silahkan duduk,Tuan Nona."ajaknya.


Nana:"Terimakasih Dokter."sahutanya tersenyum ramah.


Kini ketiganya tengah duduk saling berhadapan.


Dokter:"Bagaimana Nona,apa masih merasa mual.?"bertanya dengan menatap berkas milik Nona Nana.


Nana:"Sudah tidak dok."jawabnya.


Dokter wulan mengangguk-anggukan kepalanya."Apa ada keluhan yang anda rasakan.?"menatap dengan tersenyum.


Keluhannya dia sekarang seperti anak kecil.ingin Ari mengatakan itu,tapi dia tidak berani.yang Ari lakukan hanya meggenggam tangan istrinya.


Nana berpikir dengan keras"Sepertinya tidak ada dok,tapi akhir-akhir ini saya makan banyak.dan lihat pakayan saya dokter,ini bukan baju saya tapi ini baju suami saya."


Ucapan itu membuat dokter Wulan dan Ari tertawa dalam diam,terutama Ari yang di buat salah tingkah dengan sikap istrinya.


Nana:"Apa itu Normal dok.?"tambahnya.


Hanya Ari yang terlihat pucat mendengar penuturan dokter wulan.


Ini masih wajar Ari,jadi bertahanlah.ucap hati Ari.


Setelah sesi wawancara berakhir,dokter Wulan meminta Nana dan Ari masuk kedalam ruangan yang tidak lama ini mereka datangi.


Saat ini Nana tengah berbaring tenang,dan di samping lainnya ada sang suaminya yang senantiasa menemani dirinya.


Dokter:"Janinnya sangat sehat."ucapnya dengan mamainkan alat di atas perut Nana.


Ari dan Nana saling tatap bahagia melihat layar di depan mereka.


Dokter:"Tuan Dan Nona mau mendengar detak jantungnya?."


Ari:"Memang sudah ada jantungnya dok.?"jawaban itu membuat dokter wulan mengangguk dengan menahan tawa.


Dokter wulan tahu saat ini Ari tengah bahagia, dia sampai tidak sadar dengan ucapannya. padahal Ari adalah orang yang di didik dengan baik,mustahil seorang tuan muda Ari tidak mengetahui hal seperti ini.


Dokter:"Siap-siap,tuan Nona."


Deg.. deg... deg....suara detak jantung janin yang ada di dalam rahim Nana.


Nana:"Itu suara detak jantungnya, dok.?"tanyanya penasaran.


Dokter:"Betul Nona,dan detak jantungnya begitu kuat."


Ari:"Anak daddy."ucapnya senang dan Ari tidak berhenti mencium puncak kepala istrinya.


Dokter:"Semuanya sehat."tersenyum puas.


Dirasa cukup,dokter Wulan meminta suster membersihkan sisa gel yang menempel di perut Nana.


Ari dengan telaten membantu Nana memasang sisa kancing kemeja miliknya.


Dan ketiganya kembali duduk di ruangan dokter Wulan.


Dokter:"Baik Nona,janinnya sehat begitupun detak jantungnya."


Nana tersenyum senang Mendengarnya.

__ADS_1


Ari:"Kira-kira,kapan jenis kelaminnya bisa terlihat.?"


Nana hanya mengangguk mendengar pertanyaan itu.


Dokter:"Untuk sekarang masih belum terlihat tuan,kita tunggu sampai kandungan memasuki usia tiga atau empat bulan. biasanya di bulan itu kita bisa tahu jenis kelaminya."terangnya.


Nana dan Ari mengangguk paham,keduanya tidak kecewa karena belum bisa mengetahui jenis kelamin calon buah hati mereka.


Yang pasti Keduanya senang karena baby dan sang ibu dalam keadaan sehat.


Dokter:"Ada yang mau di tanyakan,Nona tuan.?"bergantian menatap Ari dan Nana.


Ini waktu yang pas.batin Ari.


Ari:"Begini Dok,Kira-kira kapan ya.ehh."melirik Nana canggung.


Dokter wulan tersenyum dia mengerti arah ucapan Ari.


Dokter:"Begini Tuan,karena kandungan Nona Nana baru satu bulan.itu sangat rentan dan takutnya ketika melakukan hubungan suami istri,si janin terguncang jadi saya sarankan untuk saat ini Tuan dan Nona tidak melakukan hal seperti itu dulu,di tahan dulu ya Tuan."penjelasan itu membuat Ari menghela nafasnya pelan,sesaat dia kecewa karena satu minggu terakhir Ari dan Nana tidak pernah berolah raga.


Dan sekarang dia di minta kembali untuk tidak menyentuh sang istri.


Ari:"Baik dok,saya mengerti."sahutnya lemas.


Dokter wulan kembali tersenyum hambar melihat raut wajah tuan Muda Ari.


Hanya Nana yang terlihat diam tidak mengerti yang ada dalam pikirannya saat ini adalah kesehatan sang calon baby.


Nana mengusap pelan perutnya yang masih rata.


Sehat-sehat ya sayang,mommy dan daddy sudah tidak sabar melihat kedatangan kamu di dunia yang mommy sediri tidak bisa mengambarkannya,tapi yang pasti mommy dan daddy akan selalu ada untukmu.ucap batin Nana.


Lamanya Dokter Wulan menerangakan masa kehamilan seorang ibu,dan sebagainya.hingga akhirnya Nana merasakan panggilan alam.


Nana:"Yank,aku mau ke toilet."


Ari:"Ayo."beranjak berdiri.


Dokter:"Maaf tuan,biar Suster saja yang menemani Nona."selanya.


Ari:"Memangnya kenapa,saya akan menunggu di luar pintu."


Dokter:"maaf tuan,apa anda tidak malu karena nanti banyak pasien wanita yang melihat anda."jelasnya.


Nana:"Dokter wulan benar yank,kamu diam disini ya aku juga di antar suster."menepuk punggung tangan suaminya memberi ketenangan.


Ari tidak bisa membantah ucapan dokter Wulan dan istrinya,akhirnya Ari mengangguk setuju atau lebih tepatnya terpaksa.


Dan setelah Istrinya pergi ketoilet,kini Ari hanya berdua saja dengan Dokter wulan.


Dokter:"Tuan Ari,apa ada lagi yang mau anda bicarakan dengan saya tentang istri anda.?"


Ari Mengerutkan keningnya tidak mengerti"maksud dokter apa.?"


Dokter:"Begini,apa Selama Nona hamil tuan baik-baik saja.maksud saya adalah,ketika seorang wanita hamil apalagi kehamilan yang masih muda seperti Nona Nana saat ini, biasanya selalu bertingkah di luar dari kebiasaannya.seperti tadi dia memakai baju milik anda."


Ari mengerti arah pembicaraan dokter Wulan.


Ari:"Oh ia dok,kata mommy saya orang hamil akan merasakan ngidam.dan itu selalu di rasakan setiap wanita hamil termasuk istri saya.?"bertanya dengan wajah yang nampak serius.


Dokter:"Sebenarnya di dunia medis tidak ada istilah ngidam,kita sebagai dokter hanya bisa mengkatogerikan nya dengan perubaha hormon yang di rasakan ibu hamil tuan."jelasnya.


Ari hanya bisa menganggukkan kepalanya.


Dokter:"Tapi Tuan,biasanya setiap ibu hamil memang selalu bertingkah aneh dan akan meminta sesuatu yang tidak wajar,perubahan mood yang tidak bisa di tebak.saya mengatakan ini karena saya juga pernah merasaknnya."penjelasan itu membuat Ari menatap dokter wulan intes.


Ari:"Biasanya berapa bulan hal itu terjadi.?"


Dokter:"Tergantung dari si ibu hamil itu sendiri tuan,tapi biasanya sampai masa kandungan empat bulan hal itu berlangsung."


Ari perlahan mengangkat tangan kanannya,dan saat ini Jari-jarinya penekuk satu persatu.


Itu artinya dalam tiga bulan kedepan tingkah anehnya akan berlangsung,apa aku kuat. sekarang saja aku sudah tidak sanggup.lirih batin Ari


.


.


Note:"Koreksinya kalau ada yang salah.


Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.

__ADS_1


__ADS_2