ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
UNTUK PERTAMA KALI NYA


__ADS_3

"Tuan!" Teriak Nana..


Dalam keadaan saling berpelukan Nana memejamkan kedua mata karena takut. Tanpa di sadari dimana tubuhnya mendarat.


Empuk! Wangi? Apa aku pingsan?


Gumam Nana dalam hati dengan perlahan membuka mata.


Seketika kepalanya mundur. Kedua alisnya beradu ketika kerutan kuat tergambar. Menyiratkan pertanyaan.


Sesaat keduanya diam membisu. Mata penuh tanya saling tatap.


Ari menatap lekat wanita yang ada di atas tubuhnya. Dengan nakal menatap bibir mungil Nana yang tengah di gigit seolah menggoda nafsunya.


Sial..


Batinnya mencibir, fakta ketidak kuatan iman membuat Ari bergegas tersadar.


Deg..Deg...


Detak jantung berdebar kencang, napas seolah memburu keduanya tanpa bisa bergerak atau sekedar bersuara.


Rasa ketidak nyamanan mulai terasa. Nana mulai menggeser tubuh dari atas tubuh sang suami.


"Tu-tuan Ari?" ucap Nana malu. Perlahan ia bangun membawa wajah memerah.


Ari sontak tersadar. Seketika tubuh Nana terhempas meninggalkan tubuh Ari.


Ari dengan spontan melemparkan tubuh sang istri tanpa memperdulikan rasa sakit yang akan di hasilkan


Nana tersungkur malu dengan gaun yang menggelembung membuat tubuh kecilnya tertutup.


"Aww." Pekikan sakit yang di hasilkan Nana hampir mengisi area kamar pengantin. Dengan gusar kembali berdiri membawa rasa sakit di bagian sikut. Mengusapnya perlahan untuk menyamarkan rasa sakit dan malu.


Ari berdetak kesal. Berjalan naik keatas kasur tanpa rasa bersalah. Membiarkan Nana sendiri yang masih meringis.


"Lain kali, berhati-hatilah. Menyusahkan sekali." Menggerutu karena dua hal.


Malu karena hampir saja mempermalukan diri sendiri. Dan yang kedua. Marah karena tidak bisa mengendalikan diri.


Tadi hampir saja aku mencium bibirnya!


Ari mengibaskan kepalanya amat cepat. mengusir pikiran tidak mungkin itu. Akhirnya Ari kembali acuh dan fokus dengan ponselnya.


Tidak Ari. Bibirmu bahkan belum pernah melakukan itu.


kembali sibuk bergumam. Melupakan Nana yang masih berdiri di tempatnya.


Nana mendengus marah. Berjalan gontai kedalam kamar mandi dan mulai sibuk didalamnya.


Di dalam kamar mandi, Nana mengutuk perbuatannya yang begitu memalukan. Tak hentinya memukul kepalanya sendiri dengan wajah di tekuk.


"Memalukan, Dia bahkan mendorong tubuhku." Gumamnya lirih.


"Aduh, ini gimana sih bukanya. susah sekali."


Nana tengah berjuang membuka resleting gaun panjangnya dengan masih menggerutu, dan juga berusaha meraih tangkai resleting yang ada di bagian atas punggung.


"Dia itu benar-benar menyebalkan, sikut ku sakit sekali. Tadi kenapa harus menginjak Gaun ini, Memalukan." Masih menggerutu kesal.


Resleting sialan itu terbuka sudah, membuat Nana menghela napas lega.


"Akhirnya."


Gaun pengantin Nana rapihkan. Ia simpan di dekat pintu kamar mandi. Setelah itu ia mulai membersihkan tubuh polosnya. Berendam untuk memenangkan pikiran yang kacau sedari datang ke kota A.


Nana berlama-lama di sana. Mungkin ingin menghindari Ari yang masih berjaga di atas kasur


Ari sesekali mencuri pandangan ke arah pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat, merasa terganggu dengan Nana. Sedari tadi gadis dari desa itu belum juga keluar dari sana. Membuat Ari berdetak karena kesal.


Ari gusar tanpa alasan. Dengan sadar membanting ponsel yang tadi menemaninya. Kembali melirik pintu kamar mandi dingin.


"Kenapa dia lama sekali di dalam sana, apa dia tertidur?" Bertanya pada diri sendiri. Tak ada jawaban Ari kembali tenang.

__ADS_1


Beberapa Menit kemudian......


Kesabarannya sudah habis. Ari benar-benar kesal. Dirinya diliputi rasa marah yang tidak beralasan. Tubuhnya bergegas bangun. Berjalan kearah daun pintu kamar mandi.


Menggedor pintu cukup kencang.


"Hey, gadis desa? Apa kau tertidur? kenapa kau lama sekali, cepatlah keluar." Memerintah dengan nada suara memekik. Dengan masih menggedor pintu.


Nana yang kebetulan sudah selesai dan sedang mengunakan Jubah Handuk yang sudah tersedia di dalam Kamar Mandi itu pun. seketika kaget, karna Ari mengetuk pintu dengan cukup keras di dengar oleh Telinga Nana.


Nana sektika Itu pun langsung melangkah keluar, dan membuka pintu kamar mandi.


Ketika Nana Membuka pintu, Nana di kejutkan Akan Ari yang berada di depan kamar mandi.


Mereka diam sesaat, dengan mata Ari yang melihat Penampilan Nana yang menggunakan Jubah Handuk.


Kenapa dia Seksi sekali.Puji Ari tidak sadar.


Nana yang merasa di perhatikan oleh Ari, seketika mengangkat kedua tangan nya dan meletakan nya di bagian Dada. seolah membuat Hurup X, untuk melindungi dari Tatapan Ari.


Ari yang melihat Reaksi Nana, seketika tersadar dari lamunan nya itu.


Ari:"Kenapa Kamu lama sekali, Apa kamu tertidur:"


Nana:"Maaf Tuan, tadi saya harus membersihkan Make-up. jadi agak lama."


mendengar Jawban Nana, seketika Ari diam. dan detik berikut nya, Ari pun kembali membuka mulut nya.


Ari:"kamu pakai Make-up Atau tidak, di Mata ku sama saja."ucap Ari tidak sadar.


Pakai atau Tidak pakai Make-up, di mata ku kau sama cantik nya.Gumam Hati Ari.


Nana yang mendengar nya pun, seketika Heran akan ucapan Ari.


Nana:"Maksud Tuan Ari.?"tanya Nana.


Ari yang baru saja sadar, akan apa yang dia ucapkan pun seketika mengelak. dan memberi jawaban lain.


Ari:" Ya,Kamu pake Make-up atau tidak. tetep sama di mata ku,Tetap Jelek."ketus Ari, dan berlalu meningggal kan Nana yang diam mematung di ambang Pintu Kamar mandi.


Apa yang aku harap kan.Lirih Hati Nana.


Ari yang melihat Nana belum beranjak pun menegur Nana, yang diam tak bersuara.


Ari:"Hey, Cepat lah Ganti Jubah mu itu.dan lekas lah tidur,ini sudah malam."Perintah Ari tegas.


Nana yang sedang bergulat dengan fikiran nya pun tersadarkan, Akan Ari yang memrintahkan nya untuk beranjak dari depan Kamar Mandi itu.


Tanpa menjawab,Nana pun menutup Pintu kamar mandi itu secara perlahan. dan melangkah maju untuk mencari pakayan yang akan dia kenakan untuk Tidur Malam ini.


Nana melihat Ada k**oper Berwarna Pink,yang dia yakini milik nya. karna di dalam kamar Mereka, terdapat Dua Koper berukuran kecil. yang satu berwarna hitam milik Ari, dan yang satu nya lagi Berwarna pink Yang sudah di pastikan itu mlik nya.


Nana mulai mencari-cari Piyama yang akan dia kenakan untuk tidur,tapi Nana tidak menemukan Piyama yang cocok.Malah ada baju yang menurut nya Aneh, dan tidak jelas.


Baju apa ini, kenapa ada baju ini di Coper Ku. ini pasti bukan Coper ku..Ucap Nana pelan, dengan tangan yang masih mencari-cari pakayan yang pantas dia kenakan.


Ari yang melihat Istri yang mengacak-acak Coper nya pun di buat heran, dan Ari tidak menegur. dia hanya diam dan terus memperhatikan saja.


Nana:"Aku yakin, ini pasti bukan koper ku. terus kalau ini bukan koperku, di mana koper ku yang sebenar nya.?" Ucap Nana pelan.


Ari pun akhir nya menegur Nana yang masih di posisi nya.


Ari:"Kenapa kamu masih belum memakai piyama mu,lekas lah pakai piyama mu.ini sudah mulai larut Malam, aku akan mematikan Lampu nya."


Nana pun berdiri dari posisi nya yang tadi setengah duduk itu, dan membalik kan badan nya ke arah Ari.


Nana:"Begini Tuan Ari, seperti nya ini bukan koper saya."


Ari pun berajak dari tidur nya, dan menghampiri Nana untuk melihat.


Ari melihat Apa yang ada di dalam koper Istri nya itu,dan benar saja. di dalam koperitu Ada Beberpa Baju Tidur yang kelewatan Seksi.


Yap betul, di dalam koper Nana Ada Tiga Buah Lingeri yang kelewatan seksi.

__ADS_1


Ari seketika diam dan berfikir.


Ini pasti Kerjaan nya Mommy,apa maksudnya.fikir Ari heran.


Nana:"Betul Kan Tuan, ini bukan koper saya."


Ari:"Saya Juga tidak tau,sudah kamu pakai saja yang tidak terlalu terbuka. ini kan ada Jubah nya, kamu pakai saja dan lekas lah tidur."


Nana:"Tidak mau, Baju ini lebih pantas di jadikan kain Lap. saya pakai baju ini saja."Jawab Nana polos.


Ari:"Ini bukan Baju,Ini jubah handuk. dasar Gadis Bo**oh,sudah terserah kamu saja."


Nana:"tapi Tuan Ari, besok saya pakai Apa. kalau pulang saya tidak mungkin Pakai Baju-baju itu."ucap Nana dengan tangan yang menunjuk coper pink itu.


Ari:"Biar Besok Sekertaris Jaka Bawakan baju yang layak kamu gunakan,sudah jangan bertanya lagi cepat tidur."perintah Ari,dan beranjak meninggal kan Nana yang masih diam Mematung.


Akhir nya Nana pun menurut, dan melangkah. tapi di tengah langkah nya, Nana di buat heran Akan dirinya yang Akan tidur di mana.


Nana melihat Sofa yang berukuran sedang, kalau dia tidur di sana Dia pasti Akan sakit pinggang.


Nana tidak perfikir harus tidur satu Ranjang dengan Ari,itu sangat tidak mungkin terjadi.


Akhirnya, Nana pun memutuskan untuk tidur di Sofa itu dengan Jubah Handuk.yang masih melekat di Tubuh mungil nya.


Ini benar-benar tidak nyaman,dan di sini sangat dingin. seandai nya aku bisa tidur di kasur itu, mungkin akan terasa nyaman.Gumam Nana dengan mata yang melirik ke arah kasur yang sedang di tiduri Ari itu.


Nenek,Nana kangen.Nenek baik-baik ya di sana.Gumam Nana pelan dengan mata yang mulai menutup Sempurna.


Ari yang belum sepenuhnya menutup mata,di buat heran Akan Istri nya yang belum Naik ketempat Tidur.


Dan Ari melihat ke sekeliling,ternyata Istri nya sedang merebahkan tubuhnya di atas sofa. dengan posisi meringkuk,Karna jubah handuk yang Nana kenakan tidak sepenuh nya menutup Tubuh mungilnya.


Dia Benar-benar Gadis yang lugu,dia malah memilih tidur di sofa kecil itu.bukan nya naik ke tempat tidur,dasar gadis Bo**oh.gumam Ari.


Tapi detik berikut nya,Ari ingat Akan sesuatu.


Tunggu,bukan nya tempo hari aku pernah berkata.kalau dia jangan bermimpi bisa tidur satu ranjang dengan ku, jadi dia masih mengingat itu.ucap hati Ari.


Biarlah dia tidur di sofa, dia juga harus tau diri.dia kan hanya Istri pura-pura ku.Gumam Ari.


Beberapa jam kemudian, Ari tidak bisa menutup Mata nya. dia terus merubah posisi tidur nya, dan mencari posisi yang nyaman.


Ari:"Apa Gadis itu sudah tertidur."tanya Ari.


Ari pun merubah posisi nya,kini Ari tengah duduk dengan Mata yang memperhatikan Istri nya yang tertidur pulas di sofa kecil itu.


Ari:"Kenapa dia gampang sekali tertidur,apa dia lelah.aku juga sama lelah nya, tapi kenapa aku tidak bisa tidur."tanya Ari kepada dirinya sediri, dengan tangan yang menggaruk kepalanya itu.


Di tengah lamunan nya.


Ari di kejutkan Akan Nana yang bergerak dengan cepat,dan hampir terjatuh kelantai.


dengan gerakan Kilat, Ari menyambar Tubuh Nana yang akan terjatuh itu.


Nana seolah terbuai akan alam mimpi nya, dia sampai tidak terbangun dan tidak sadar kalau tubuh nya sedang ada di pangkuan Suami nya.


Ari:"Dasar Gadis Bo**oh, sedang apa kamu di alam mimpi mu itu. sampai tidak beranjak bangun. ucap Ari pelan.


tanpa berfikir panjang, Ari pun mengangkat Tubuh mungil Nana untuk di tidur kan di kasur empuk nya.


Ari pun merebahkan Tubuh Nana dengan perlahan,dan menyelimuti nya.


Setelah itu,Ari pun menyingkirkan Rambut yang menutup Wajah istri nya.dan tanpa sadar, Ari terus menatap Bibir Mungil Nana yang merah Alami.


Seakan terHipnotis, Ari memajukan Bibir nya ke arah Bibir Nana yang merah merona itu dan,


Cup....satu kecupan lembut mendarat di Bibir Nana.


💖💖💖💖💖💖


Not:Ari dan Nana sama-sama belum pernah merasakan apa itu jatuh cinta, ini pengalaman pertama mereka berdua.


Aku mau minta maaf, kalau Cerita ku ini agak bertele-tele.😅

__ADS_1


SELAMAT MEMBACA


__ADS_2