ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
(A.M.M) BERUSAHA MENJADI PRIA LUSI(TAMAT)


__ADS_3

Semua keluarga dan para tamu undangan bersorak gembira setelah Lusi dan Jaka sudah Sah menjadi sepasang suami istri.keduanya berjalan saling bergandengan mesra melewati para keluarga yang terus menangis haru,terutama Nyonya Tamara dan Mommy Kei kedua kakak beradik itu menangis di dalam pelukan sang suami begitu juga Nana,ia tak kuasa menahan air mata melihat Lusi yang nampak bahagia karena apa yang di harapkannya kini sudah terkabul,walaupun awalnya rintangan terbentang menghalangi hari bahagia itu.


Ari yang ada di dekat Nana langsung merangkul tubuh itu penuh cinta.di saat Baby Arion di bawa pengasuh untuk beristirahat,sedangakan Azllan yang ada di antara keluarga malah memeberi ekspresi wajah lucu untuk menggoda Lusi.Lusi yang melihat itu mengendus kesal ingin rasanya ia menarik rambut Azllan,tapi itu tidak mungkin ia lakukan karena ini adalah hari bahagia dirinya harus terlihat Anggun dan cantik.


"Lusi dan Sekertaris Jaka terlihat serasi ya Yank." Ucap Nana pelan.


Ari yang ada di belakang tubuh Nana hanya membalas dengan anggukan tanpa bersuara.


Semoga mereka selalu bahagia seperti aku dan Nana. Ari bergumam di dalam hati seraya mempererat pelukan hangatnya.


Jaka tersenyum ceria kearah Tuan mudanya yang berdiri tegak bersama semua keluarga Atmaja,rasa sukur terus ia panjatkan di dalam hati pancaran kebahagiaan terlukis jelas di perlihatkan Nyonya Jaka yang sekarang di sandang Lusi apa lagi Jaka,dirinya seperti melihat pelangi yang mewarnai kemeriahan di pagi nan cerah itu,benar-benar hari yang indah suasana yang mustahil terjadi itu kini tengah mereka rasakan.


"Sekarang,kita suami istri." Jaka berbisik manja yang mana membuat Lusi tersenyum ceria.


"Apa kita akan langsung-" Lusi menggantungkan kalimatnya karena ia tengah menggoda Jaka.


Jaka sendiri hanya tersenyum geli mendengar dan melihat tingkah istri barunya itu.dirinya tidak ingin bertanya kenapa Lusi tidak melanjutkan ucapannya,karena Jaka tau jawaban apa yang akan di berikan Lusi.


Lusi dan Jaka terus berjalan kearah pelaminan membawa rasa suka cita,di atas rasa penasaran Lusi yang terus tersenyum dengan tatapan mata menggoda.


Aku tidak akan membiarkan kamu beristirahat . Batin Lusi sumringah bahkan otaknya sudah berkeliaran seperti anak sapi yang di lepas dari kandangnya,sedangkan Jaka terlihat kalem berbeda dengan Lusi.


.


.


Hari berganti malam dan ini adalah malam yang di tunggu semua keluarga.karena selepas acara pernikahan selesai malam harinya Jaka dan Lusi langsung menyelenggarakan resepsi yang amat sangat mewah dan megah,Hotel berlogo Atmaja Grup itu kini di sulap bak negeri dongeng.lampu-lampu dan Dekorasinya amat sangat indah sejauh mata memandang,di tambah lagi hadirnya kedua Raja dan Ratu sehari itu yang tak kalah sensanional dengan para keluarga dan banyaknya tamu undangan.


Di atas pelaminan Jaka dan Lusi terlihat bahagia senyuman ramah tak pernah lepas di perlihatkan kedunya,gaun dan jas berwarna senada yang melekat di tubuh mereka terlihat luar biasa sangat serasi dan mahal.itu jelas,karena tidak mungkin sekelas keluarga Atmaja akan menggunakan pakayan murah apa lagi ini hari bersejarah.

__ADS_1


Para tamu undangan bergantian menyalami kedua pengantin yang nampak bahagia itu,tak ada guratan lelah padahal tamu undangan melimpah ruah memenuhi dalam Hotel.semua sanak saudara ikut menyalami keduanya dan bergantian melakukan sesi poto,tak ketinggalan sang tuan muda yang berpoto riang bersama Nana dan semua sahabat berserta para istri mereka.


setelah selesai menyalami tamu,Lusi duduk lemas di susul Jaka yang terus mengusap keringat di atas permukaan kulitnya. "Kamu terlihat kelelahan,sayang." Tanya Jaka khwatir satu tangannya mengelus pipi Lusi penuh kelembutan.


Di belai Jaka sontak Lusi memencingkan kedua matanya,tatapan itu terlihat tidak sabaran.


"Aku tidak lelah." Lusi menjawab pelan dan merapatkan tubuhnya dengan Jaka yang diam memperhatian. "Bisakah kita pergi sekarang,aku sudah tidak sabar lagi,sayang." bisik Lusi penuh gairah.


Jaka melongo mendengar bisikan Lusi,seketika ia menelan salvirnya gugup tubuhnya bergetar hebat dan itu membuat Lusi tersenyum girang.


Dia sangat agresif tidak malu-malu seperti Nona Nana,astaga Jaka apa yang kamu pikirkan.memangnya kamu tahu bagaimana Nona di kamar. seketika Jaka melamun membayangkan Nana yang malu-malu ketika di atas ranjang bersama Ari,otak polosnya kini di penuhi bayang-bayang dirinya di atas ranjang bersama Lusi yang tengah menatap dirinya dan mengelus pahanya.tubuh Jaka kembali bergetar merasa tidak enak badan,apa lagi Lusi yang terus menatap dirinya penuh gairah.


"Kamu baik-baik saja,sayang.?" Lusi menyentuh kening Jaka yang basah karena keringat keluar deras tapi tidak sederas air terjun.


Jaka menggelengkan kepalanya cepat dan kembali berdiri karena tamu kembali datang untuk memberi ucapan selamat. "Aku baik-baik saja." Jaka menjawab gugup seraya membantu Lusi berdiri.


Lusi mengangguk pelan dan kembali merapatkan tubuhnya,lalu ia berbisik. "Malam ini kita akan membuat sejarah."


Kenapa aku jadi takut begini.batin Jaka yang ingin pergi untuk menenangkan diri.


Waktu terus berjalan dan para tamu berangsur menghilang menyisakan beberapa keluarga yang masih ada di tempat resepsi,begitu juga dengan Ari dan Nana pasangan suami istri itu sudah meninggalkan tempat acara,karena Baby Arion terus merengek,di tambah lagi malam sudah semakin larut.


Begitu juga kedua pengantin yang saat ini tengah berjalan menuju kamar yang di sulap seperti kamar pengantin pada umumnya,semua serba indah,kelopak bunga mawar bertamur di atas ranjang berukuran besar dan kuat?di tambah hiasan lainnya menambah kesan intim dan mesra.


Lusi tak berhenti tersenyum ceria dan menatap sang suami yang terlihat semakin tampan,apa lagi posisi dirinya yang tengah di. gendong ala Bridal style.sedangkan Jaka berusaha menatap kedepan dirinya tak ingin menunduk takut-takut ia akan berbuat salah.


Jaka,bukanya ini yang kamu inginkan.sekarang Lusi sudah menjadi istrimu,tenanglah dan jadilah pria jantan.


"Apa aku berat.?" Tanya Lusi menyisingkan senyuman nakal.

__ADS_1


"Tidak,kamu tidak berat." Jawab Jaka santai padahal dirinya tengah menahan rasa gelisah.


"Benarkah,terus kenapa wajah tampan ini terlihat-


Jaka mengeliat karna Lusi mengelus dadanya.


"Jangan lakukan itu,nanti saja di kamar." Jaka celingukan melihat sekitar takut ada pegawai atau tamu lainnya yang melihat.


Lusi bukannya menurut ia malah semakin berani,terbukti Jaka di buat kewalahan dengan perlakuan Lusi.sampai keduanya masuk ke dalam kamar yang akan menjadi tempat mereka menghabiskan malam pertama.


Jaka berdiri di abang ranjang dan menurunkan Lusi dia atas selimut yang di taburi kelopak bunga nan cantik,secantik mempelai wanita yang terus menggelayut.


"Ayo sekarang.?" Rengek Lusi.


"Nanti,kita mandi dulu." Jaka mengeles karena memang tubuhnya megeluarkan aroma tidak sedap.


Lusi menggeleng-gelengkan kepala seperti anak kecil. "Ayo,sekarang." kata Lusi lagi,bahkan wanita berparas cantik itu mengecup bibir Jaka.


Jaka terbawa suasana tanpa sadar ia mulai memainkan peran sebagai pria jantan..


Lusi berbisik. "Aku milikmu sekarang,lakukan yang harus di lakukan.."


Jaka mengangguk di saat Tanganya sibuk menanggalkan butiran kancing.


Ayo Jaka,jadilah pria jantan..seru Jaka dalam hati.


.


.

__ADS_1


Ettt malam Jaka dan Lusi masih belum berakhir,ada yang mau bonus ga? sebelum cerita ini benar-benar tamat.dan nanti di akhir aku juga mau memberi sedikit kabar baik untuk orang-orang yang beruntung.


__ADS_2