ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
(A.M.M) HARI BAHAGIA


__ADS_3

Hari-hari terus berjalan meninggalkan orang-orang yang masih enggan untuk menata masa depan,tapi lain lagi dengan pasangan yang saat ini tengah tersenyum bahagia di depan sebuah cermin.mata keduanya memberi tatapan mengagumi satu sama lain seolah siap melihat indahnya mahligai pernikahan.


"Kamu sangat cantik." puji si pria dengan balutan jas berwarna hitam itu semangat.


Si wanita jelas tersipu malu mendengarnya terbukti pipinya terlihat memerah."Kamu juga sangat tampan." Balasan pujian si wanita bak semilir angin yang datang menyapa gurun pasir.


"Benarkah." Si pria mendekati si wanita gugup.si wanita tidak menggindar keduanya merapatkan tubuh membawa suasana intim dan mesra.


"Jaka,aku sangat mencintaimu."


"Aku juga sangat mencintaimu,Lusi." Sahut Jaka lembut,kedunya kembali saling tatap dengan tubuh yang merapat.


Seperti biasa,Lusi yang akan mengambil alih situasi yang sunyi dan intim itu.keduanya terus bermersaan sampai-sampai Lusi siap mengecup bibir Jaka yang basah dan merah,tapi sayang suara deheman cukup kencang menghentikan semuanya.


"Apa kalian sudah gila.?" Seru si pemilik deheman itu jengkel.


Lusi dan Jaka kompak menoleh kearah suara.


"Kakak.!" Lusi tersenyum canggung sedangkan Jaka perlahan mundur memberi ruang untuk tubuhnya dan tubuh Lusi.


Ari duduk dengan wajah datar.sedangkan kedua tangannya menghalangi wajah Arion dan Nana.


"Apa kalian lupa disini bukan hanya ada kalian,tapi ada kami juga." ucap Ari kesal mengingat Jaka dan Lusi memamerkan keintiman di depan matanya.


Jaka dan Lusi tersenyum kecut mendengar ucapan yang di lontarkan Ari,rasa malu terlihat jelas di wajah keduanya.ternyata mereka tidak berdua di ruang fitting baju pengantin.ada Ari,Nana dan Arion Juga.!


Waktu menuju hari pernikahan semakin dekat tinggal empat hari lagi.tapi gaun Lusi baru selesai di tambah lagi jas Jaka juga baru di perbaiki,jadi keduanya memutuskan untuk mencoba kembali gaun dan jas di temani Ari dan Nana.tapi entah karena terbawa suasana Jaka dan Lusi sampai melupakan pasangan penomenal itu.


Ari terus mengerutu kesal,sedangakan Nana hanya tertawa tanpa bersuara melihat Lusi dan Jaka yang diam karena sedang di beri nasehat dari Ari tanpa jeda iklan.


"Yank,sudahlah." Nana mengusap lembut tangan Ari untuk menghentikan ceramahnya.


"Mereka lupa ada kita di sini." Jawab Ari dengan tatapan jengkel.


Nana menghela nafasnya pelan lalu ia menatap kedua calon pengantin yang diam seperti orang bodoh.


"Kalian,ganti baju.sudah selesai bukan..?"


Lusi mengangguk begitu juga Jaka.


"Pergilah." Pinta Nana dengan kedipan mata.Lusi mengangguk paham dan langsung menarik tangan Jaka.


"Mereka benar-benar-

__ADS_1


"Sepertimu." Sambung Nana dengan decitan tawa seraya beranjak bangun membawa baby Arion.


"Apa,seperti ku." Ari terlihat tidak terima lalu ia ikut bangun untuk mengikuti sang istri yang pergi bersama putra semata wayang-nya.


"Lihat,Arion sekarang Mommy mu sudah tidak memperdulikan daddy lagi." Ucap Ari dengan wajah di buat sedih.


Nana tidak memperdulikan rengekan Ari.ia terus berjalan membawa Arion di saat Ari berbicara tak jelas,tapi Arion begitu menikmati wajah Daddy-nya terbukti pria kecil itu terus tertawa lepas sampai-sampai Ari dan Nana ikut tertawa di buatnya.


.


.


Empat hari yang di tunggu kini sudah tiba.di sebuh bangunan berbintang semua keluarga Atmaja dan kelurga Jaka berada di dalamnya,semua para tamu dan sanak saudara sebagian sudah memenuhi tempat acara pernikahan Jaka dan Lusi.hanya keluarga inti yang belum datang begitu juga dengan kedua pengantin.


Semua orang yang ada di dalam kamar super mewah itu terus terpaku melihat penampilan Lusi yang sudah cantik dan mempersona.gaun berwaran putih itu benar-benar membuat Lusi bak bidadari,semuanya nampak sempurna walaupun kesempurnaan hanya milik tuhan.


Nana tersenyum bahagia di sertai derayan air mata.tapi bukan hanya Nana semua keluarga Atmaja merasakan apa yang di rasakan olehnya terlebih Nyonya Tamara Mommy Lusi.


"Kenapa kalian semua menangis?kalian mau Lusi juga menangis,nanti Mak-up nya rusak." Seru Lusi yang masih berdiri di depan semua keluarga Atmaja.


Semua tersenyum mendengar ucapan Lusi.kemudian mengusap pipi masing-masing untuk mencegah tangis haru lainnya.


Nyonya Tamara dan Tuan Arthur menghampiri Lusi penuh rasa haru.


Ketiganya berpelukan di saksikan semua keluarga Atmaja yang sudah siap dengan pakayan terbalik mereka.


Ari yang ada di dekat Nana tanpa sadar mulai berkaca-kaca melihat adegan mengharukan itu.yang mana membuat Nana menoleh kesamping.


"Yank,kamu nangis.?" Tanya Nana pelan.


"Ti-tidak,aku tidak menangis." Ari mengelak keras.


Nana tidak memberi ledekan.kali ini dirinya tau sang suami pasti merasakan kesedihan karena sepupu yang di sayanginya akan menjadi milik Jaka. "Do'a,'kan mereka,Yank."


Ari mengangguk pelan dan memeluk Nana dari belakang untuk menengangkan suasana hatinya. "I love you." bisik Ari.


"Too." balas Nana lembut.


.


.


Di saat keluarga besar Atmaja tengah menangis haru,lain lagi dengan keluarga Jaka yang terus tertawa riang untuk menggantikan tangisan seperti biasa,ketika ada keluarga yang menikah pasti air mata akan tumpah walaupun bukan pada saat kedua pengantin saling mengikat janji.

__ADS_1


Jaka sendiri hanya diam memandang dirinya yang sudah tampan,ia masih belum menyangka akan menikahi Lusi sang pujaan hati.


Jaka,jangan kecewakan keluarga mu dan keluarga Atmaja.ingat kata-kata calon mertuamu,kalau kamu menyakiti Lusi di saat itu juga Lusi akan di ambil dari sisimu.kamu tidak mau itu terjadi bukan,jadi jangan membuat masalah.batin Jaka penuh tekad.


"Jangan berbuat salah,jangan lakukan itu." Gumam Jaka yakin,matanya terus mengerjap cepat merasa tidak nyaman. "Astaga,kenapa aku seperti ingin di hukum gantung saja,aku ini mau men-


"Jaka,ayo waktunya kamu keluar." Ucap sang Ayah yang sudah tampan dan gagah.


Jaka berhenti bergumam dan langsung mengangguk patuh.setelahnya kaki bergetar itu menyeret dirinya untuk keluar dari kamar hotel menuju tempat acara pernikahan.


Tuhan,mudah-mudahan aku tidak membuat kesalahan.bantu aku tuhan.do'a hati Jaka dengan guratan ketakutan dan kegelisahan yang terpang-pang nyata menghiasai wajah tampanya.


Semua keluarga baik dari Lusi dan Jaka sudah memenuhi tempat duduk yang berjejer rapih.begitu juga Ari dan Nana,keduanya duduk di barisan depan untuk menyaksikan pernikahan Jaka dan Lusi bersama keluarga lainnya,di tambah lagi hadirnya ketiga sahabat yang datang bersama pasangan masing-masing.


Jaka terlihat gugup.kakinya seperti tidak berenergi mungkin ini yang di rasana Ari pada waktu ia dan Nana menikah pikir Jaka.


Astaga,aku gugup sekali.para tamu seperti mengancamku apa aku pingsan saja,rasanya mengerikan.Lusi cepatlah datang kenapa dia -Cantik sekali.


Jaka mematung melihat sosok wanita yang berjalan bersama Tuan Arthur calon mertuanya.bukan hanya Jaka semua tamu yang datang terus berbisik melihat Lusi dan Itu menambah kegelisahan yang di rasakan Lusi.Tuan Arthur bergantian menatap sang putri dan tangannya yang terus di cengkram kuat.


"Sayang,jangan gugup ada Daddy." Ucap Tuan Arthur untuk menengangkan Lusi tapi sebenarnya ia meresakan sakit.


Lusi mengangguk tanpa bersuara,tapi cengkaraman itu masih berlangsung sampai kedunya berhenti karena sudah sampai di tempat Pemberkatan.


Jaka perlahan berjalan untuk membawa Lusi.


"Jaka,jaga Lusi." Tuan Arthur merentangan tangan Lusi.


Jaka mengangguk cepat dan menarik tangan Lusi yang bergetar.


"Jangan takut,ada aku." Bisik Jaka.


"Aku takut." Sahut Lusi pelan.


"Ada aku,mari kita selesaikan ini."


Lusi mengangguk patuh di balik tudung tranparan miliknya itu tanpa mau mengangkat kepala,padahal sang calon suami sudah tampan dan gagah.


"Kalian sudah siap.?" Tanya seorang pria yang sedari tadi berdiri di antara keduanya.


Jaka mengangguk dengan menatap Lusi,sedangkan Lusi mengangguk tanpa mau mengangkat kepalanya.


Tuhan,bantu kami.pinta hati keduanya.

__ADS_1


__ADS_2