ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
TERBONGKAR


__ADS_3

Ari menutup pintu kamar dengan kakinya, matanya terus menatap istrinya intes.


Nana hanya diam,dia melihat raut wajah suaminya begitu menakutkan.


Ya tuhan tolong aku,kenapa dia membawa pi*sau.apa dia mau membunuhku.batin nana.


Setelah menutup pintu kamar,kakinya melangkah menghampiri istrinya.pis*au di tanganya dia genggam dengan erat,dan itu berhasil membuat nana diam seperti patung. dia tidak bisa bergerak kakinya seperti di pegang seseorang,yang bisa nana lakukan adalah mere**as bajunya.


Kini Ari tengah berdiri di depan istrinya, mereka diam sejenak.nana tidak menunduk, kali ini dia menatap wajah tampan suaminya yang menatapnya tajam.


Detak jantung nana seperti ingin berhenti berdetak,karena suaminya begitu menyeramkan di tambah pis*au di tangannya.


Ari:"Katakan.!"pertanyaan itu berhasil membuat nana kebingungan.


Nana:"Ehhh yank,i-itu."Mata nana menatap asal,dia bingung harus menjawab apa.


Ari menikan alis kirinya mendengar ucapan yang tidak jelas dari istrinya.


Mata nana seketika menatap tajam ke arah tangan suaminya yang menggenggam pis*u, yang kini mengayun di udara.


Nana:"Y-yank,p-pis*unya."nana benar-benar ketakutan.


Ari:"Katakan honey,apa yang sebenarnya terjadi.?"Bertanya dengan pis*u di depan wajah istrinya.


Saat ini nana belum menyadari kalau Ari sudah mengetahui rencana pernikahan yang di rencanakan Tuan surya daddy mertuanya, yang nana pikir Ari marah karena dirinya mengijinkan Jenia Areba masuk ke dalam rumahnya.


Nana tidak mengetahui keberadaan Cctv yang berada di rumahnya,karena Ari memasangnya tanpa sepengetahuan dirinya.


Nana:"Maaf,aku sudah mengijinkan nona Jenia masuk ke dalam rumah."Matanya menatap lembut suaminya.


Sejenak Ari luluh melihat ketakutan Istrinya, tapi detik berikutnya Ari kembali ke sipat arogannya.


Ari:"Apa yang kau sembunyikan dariku.?"Pertanyaan itu membuat nana lemas dan menunduk kebingungan.


Apa dia sudah mengetahui semuanya,tapi tidak mungkin.security tidak bisa mendengar pembicaraan kami,terus apa yang dia maksud. gumam hati nana.


Ari:"Kau tidak mau memberi tahukan yang sebenarnya."masih dengan suara setengah membentak.


Nana hanya diam,dia bingung harus berbuat apa.


Ari:"Baiklah,kalau kamu tidak bisa memberitahukan yang sebenarnya.oh,atau kamu lupa dengan ucapan kamu sendiri."menatap istrinya yang masih menunduk dengan pis*au yang perlahan dia turunkan.


Mata nana menatap pis*u yang tadi di depan wajahnya,kini kembali di posisinya.

__ADS_1


Nana:"Apa maksud kamu yank,aku tidak mengerti."kini menatap suaminya dan berusaha tenang.


Ari menyeringai,dia menganguk-anggukan kepalanya seperti tengah berpikir.


Ari:"Apa yang kamu maksud,aku akan menikah dengan wanita bar-bar itu huh. apa.?"Kini wajahnya kembali menakutkan.


Nana seketika membulatkan kedua matanya, mendengar ucapan yang baru saja keluar dari mulut suaminya.


Ya tuhan dia sudah tau,apa yan harus aku lakukan.tuhan bantu aku. batin nana bingung.


Melihat istrinya hanya diam dengan menatap dirinya,Ari seketika menycengkram kuat pundak nana dengan tangan kirinya.karena tangan kanannya berhias pis*u.


"Auu sakit,yank."Kini tangan nana berusaha melepas tangan suaminya yang mencengkram pundaknya kuat.


Ari tidak goyah,dia begitu marah.emosi sudah menguasai dirinya,tanpa sadar dia sudah menyakiti istrinya sendiri.


Apa aku,akan mati hari ini.batin nana.


Ari:"Cepat katakan,apa alasanmu ingin aku menikahi wanita itu hah."tidak memperdulikan raungan kesakitan yang nana rasakan.


Hiks... hiks.... hiks... Seketika nana menangis karena rasa sakit di pundaknya.


Melihat istrinya menangis,membuat Ari sadar dan melepaskan cengkraman kuat di pundak istrinya.


Ari melangkah mudur,kini wajahnya menampakan rasa bersalah karena sudah menyakiti istrinya.dan seketika matanya menatap pis*u yang ada di tangan kanannya.


Apa yang sudah aku lakukan,aku sudah menyakitinya.batin ari.


Tapi rasa penasaran dalam hatinya membuatnya kembali mengampiri nana yang tengah menangis,dengan tangannya memijat pelan pundaknya yang memerah dan nyeri.


Ari:"Aku tanya sekali lagi,apa maksud dari ucapanmu yang mengatakan aku akan menikah dengan wanita itu."suaranya sedikit lembut,tapi penuh penekanan.


Nana masih menangis,dalam hatinya dia kebingungan.ingin rasanya dia lari keluar tapi itu hal yang mustahil di lakukan.


Ari menunggu dengan sabar,dia tidak memperdulikan tangisan istrinya.yang dia inginkan adalah nana memberi tahukan alasan yang sebenarnya.


Ya tuhan haruskah aku mengatakan yang sebenarnya,tapi aku takut dia akan meninggalkan aku kalau dia tahu sekarang. waktu tiga bulanku saja belum aku jalankan, tapi sekarang dia sudah tahu kalau dia akan menikah dengan nona jenia.gumam hati nana di tengah tangisnya.


Ari terus menunggu dengan sabar,dia berusaha mengontrol emosinya dan akal sehatnya.


Ari:"Apa kamu tidak mencintaiku honey, sampai kamu meminta wanita itu menikah denganku."Ucapnya lembut.


Mendengar ucapan itu nana menghentikan tangisnya dan menatap sendu suaminya.

__ADS_1


Nana:"Aku mencintaimu yank, sangat.hiks..hiks..."Sahutnya di tengah tangisnya.


Ari:"Terus apa alasan kamu berkata seperti itu huh,apa honey.beritahu aku."tanganya berada di kedua pundak nana,tapi kali ini tidak ada cengkaraman.


Hiks.... hiks.... hiks... nana hanya menangis mendapatkan serangan pertanyaan yang bertubi-tubi dari suaminya.


Ari sudah kehilangan kesabaran,dia melangkah dan memungut pis*u yang tadi tergeletak di bawah lantai bersuhu dingin.


Tak lama dia kembali menghampiri istrinya, dan seketika dia menarik tangan nana ke udara.dan pis*u yang tadi ada di tangannya kini berpindah ke tangan nana istrinya.


Nana kembali menghentikan tangisnya,dan matanya yang basah menatap tanganya yang kini memegang pis*u yang sangat tajam.


Nana:"Yank."menatap suaminya gugup.


Ari:"Kalau kamu tidak mencintaiku,tancapkan pis*u ini di dadaku honey."tanganya menyatu dengan tangan nana yang berhias pis*u dan mengarahkan ke dada Kirinya.


Nana menggelengkan kepalanya mendengar ucapan suaminya,dan matanya kembali mengeluarkan air mata.


Nana:"J-jangan,seperti hiks... ini yank. hiks.."tangannya yang berhias pis*u berusaha dia jauhkan dari dada suamianya,tapi ari menahannya dengan kuat.


Ari:"Kau tidak mencintaiku,katakan kau tidak mencintaiku."suaranya terdengar bergetar.


Nana hanya menangis dan menangis,dia tidak mampu membuka mulutnya.


Ya tuhan,haruskan aku katakan yang sebenarnya.kalau aku ini wanita yang tidak berguna.batin nana.


Di dalam kamar itu begitu menegangkan, bagaimana tidak.sepasang suami istri itu tengah berdiri dengan pis*u yang mengarah di salah satu anggota tubuh Ari.begitu dramatis, dan menegangkan.


Dengan menarik nafas lembut,dan sesekali suara segukan sisa tangisan masih terdengar. nana perlahan membuka mulutnya.


Nana:"Aku tidak bisa memberikan Seorang anak kepadamu,yank.hiks....hiks.... "begitu saja keluar dengan sendirinya.


.


.


.


Note:"Aku usahakan up nanti malam ok jangan lupa vote Ari dan nana.


.


.

__ADS_1


Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.


SELAMAT MEMBACA.


__ADS_2