ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
IDE ADANYA TIKUS


__ADS_3

Di dalam kamar Ari tengah merebahkan tubuhnya di atas kasur"Sekarang lebih Baik."gumam Ari seraya menutup matanya.


Sebenarnya ia tidak merasa nyaman tidur di atasnya,karna kasur yang ada di dalam kamar Nana begitu kecil.mungkin kasurnya ukuran no 2 sedangkan tubuhnya tinggi,kakinya saja sedikit terjuntai kelantai yang terbuat dari kayu.


Dalam diam Ari merenung,betapa sang istri hidup dalam kemiskinan dan yang pasti sangat menderita.namun ia berusaha bersikap tenang di depan Nana,karna dirinya tidak mau membuat sang istri sedih.


Honey maafkan aku karna kesalahaku kamu sampai harus kembali mengingat masalalumu,aku berjanji tidak akan mengulanginya.lirih hati Ari yang masih diam di atas kasur.


"Yank.!!!"Suara lembut Nana membuat Ari membuka matanya,dan menatap kedatang sang istri yang membawa nampan.


Ari bukannya menyambut Nana,ia malah membalikan tubuhnya yang mana membuat Nana tersenyum melihat tingkah sang suami.


"Aku ingin tidur."Ucap Ari ketus.


Nana mendekati ranjang perlahan,Ia duduk dengan nampan berisi makan malam untuk suaminya yang ia letakan di atas pangkuannya"Yank jangan marah,aku tadi hanya becanda.kerokannya tidak memakai pis-


Nana terkejut karna Ari seketika bangun dan menatap dirinya intes."Honey aku bukan ikan, aku ini manusia."Ucapnya ketus jika mengingat masalah kerokan.


Nana mengangguk pelan"Siapa bilang kamu ikan,tadi aku hanya bercanda jangan marah. sekarang makan ya nanti di kerok."Pinta Nana seraya mengangkat piring berisi nasi dan ayam goreng.


"Di gerok pakai apa,honey.?"pertanyaan itu kembali Nana dengar.


Nana mendesah pelan,karna sang suami kembali salah menyebutkan pertanyaannya"Di keroknya pakai koin yank.."Jelas Nana pelan.


Ari mengangguk-anggukan kepalanya"Baiklah kalau pakai koin aku mau,sekarang suapi aku."Ari menurut dan membuka mulutnya.


Nana tersenyum melihat tingkah suaminya, dan ia mulai menyuapi suami bulenya penuh kelembutan.


"kamu sudah makan.?"Tanya Ari yang tengah mengunyah makanan.


Nana mengangguk membenarkan"ayang lagi makan."Suara lembutnya membuat Ari tersenyum kecut,ia lupa saat ini tengah makan.


.


.


Di tempat lain Sekertaris Jaka baru saja sampai mansion,ia terlihat lemah tak berdaya.mungin tenaganya sudah terkuras habis karna seharian pul tubuhnya pergi ke dua tempat yang berbeda.


Pria tampan itu turun dari dalam mobil milik tuan muda Ari setelah ia parkirkan di garasi.


"Tuhan aku ingin tidur."Gumam Jaka di tengah langkahnya menuju mobil miliknya yang tidak jauh dari mobil mewah milik tuan Surya.


Jaka baru saja membuka pintu mobil,tapi dari arah lain satu kedaraan datang yang sudah di pastikan milik Tuan Surya.


Ia mengurungkan niatnya dan memilih berjalan mendekati mobil yang membawa tuan Surya dan mommy Kei.


"Tuan"Jaka membungkuk hormat ketika tuan Surya turun dari dalam mobil.


Tuan Surya mendesah pelan Melihat Jaka sudah ada di mansion,tapi pria tua itu bukannya marah atau tidak suka tapi kalau ada Jaka berarti ada Ari sang putra.


"Jaka,Sudah kembali.?"Tanya tuan Surya seolah terkejut.


Sebelum Jaka menjawab Mommy Kei turun dan menghampiri suaminya.


"Nyonya."Jaka kembali membungkuk hormat di depan mommy Kei.


"Sekertaris Jaka sudah pulang,memang masalah di sana sudah selesai.?"tanya Mommy Kei tapi matanya menatap sang suami.

__ADS_1


"Sudah tuan besar,Nyonya.ternyata masalah di sana tidak terlalu besar."Jawab Jaka sopan.


Mommy Kei diam penuh arti,kini Kakinya melangkah berniat masuk kedalam mansion guna menemui putranya yang mungkin terkejut karna Nana tidak ada.tapi Sekertaris Jaka menghentikan langkahnya.


"Maaf Nyonya,tuan muda menysul Nona Nana kedesa."Ungkap Jaka cepat,karna ia tahu ketika langkah sang nyonya terlihat terburu-buru.


Tuan Surya hanya diam,sebenarnya ia merasa senang tapi tidak dengan mommy Kei"Apa Ari menyusul Nana.?"Tanyanya tidak percaya.


Jaka mengangguk membenarkan"Betul, Nyonya."Jawabnya.


Mommy Kei kembali berjalan masuk kedalam mansion meninggalkan tuan Surya dan Sekertaris Jaka.


"Baiklah Jaka terimakasih,sekarang pulanglah dan beristirahatlah.saya juga ingin istirahat."ucap tuan Surya yang nampak kelelahan karna ia juga baru pulang dari urusan bisnisnya.


Jaka membungkuk hormat sebelum pergi"Saya permisi,tuan."


"Silahkan,hati-hati."sahut tuan Surya seraya berjalan masuk kedalam mansion.


"Tuhan kenapa aku bisa berurusan dengan dua keluarga yang jelas-jelas berpengaruh di kota ini,apa aku sanggup menjalaninya."Lirih Jaka jika mengingat takdir hidupnya.


.


.


Nana terus menahan tawanya,ketika suara erangan kesakitan yang di timbulkan sang suami memenuhi isi rumah.


Kenapa Ari terus berteriak,karna saat ini Nana tengah melukai punggung putih suaminya dengan koin.guna mengeluarkan angin yang masuk kedalam tubuhnya.


"Ayang diam dong,ini sebentar lagi selesai."Pinta Nana seraya menahan tubuh sang suami yang terus menggeliat seperti ulat.


"Sakit...honey....sakit."suara rintihan Ari terus keluar di setiap goresan yang Nana lakukan di punggungnya.


Ari berdecak kesal"Dari tadi sebentar lagi, sebentar lagi udah ah sakit."Ia memberontak dan beranjak bangun.


Nana masih diam dengan tangan berhias koin"Ayang belum selesai,ini bawahnya sedikit lagi."Pinta Nana yang tengah duduk di atas sofa.


Ari:"Ga mau sakit,honey."sahunya kesal.


Nana hanya tersenyum geli melihat tingkah suaminya yang terlihat kesal."Bagaimana, sekarang sudah lebih baik.?"Tanya Nana seolah menggoda.


Ari bukannya memberi jawaban,ia malah masuk kedalam kamar.


Nana sendiri hanya menatap kepergian suami"Nanti lebih baik ayang."Ucap Nana pelan seraya membersihkan tangannya dengan tisu basah.


Di tengah ketenangan itu Nana mendengar suara jeritan dari dalam kamar"Honey.!!!!"Suara Ari kembali memenuhi isi rumah.


Nana berjalan menghampiri suaminya karna terkejut"Ada apa,yank.?"Tanya Nana khwatir.


Ari terus menatap bagian punggungnya lewat cermin yang menyatu dengan lemari baju"Punggungku honey,kenapa berdarah.!!"ucap Ari dengan raut wajah ketakutan.


Nana perlahan mendekati suaminya"Ini tidak berdarah yank,kan tadi dikerok jadi berbekas sudah tidak apa-apa."Sahutanya guna memberi ketenangan.


"Apa akan hilang.?"Tanya Ari yang masih menatap punggungnya.


Nana mengangguk cepat di belakang tubuh suaminya"Nanti hilang."jawabannya dengan usapan di punggung mulus sang suami yang sekarang terdapat garis merah.


Samar Nana tersenyum puas melihat wajah tampan suaminya.

__ADS_1


ya begini kalau bule di kerok,ayang kamu benar-benar lucu.batin Nana yang saat ini memakaikan baju di tubuh Ari


"Sudah tidur yuk,yank."Ajak Nana.


Ari mengangguk,tapi terlihat jelas kalau ia tengah menahan rasa perih di punggungnnya.


Perlahan Nana dan Ari naik keatas kasur,dan Ari merasa heran ketika suara decitan terus terdengar ketika mereka di atas ranjang.


Nana merebahkan tubuhnya di ikuti suaminya."Ayang bobo ya."Ucapnya yang ada di dekapan Ari.


"Honey.!!"tegur Ari pelan.


"Katakan yank."Pinta Nana dengan mata tertutup.


"Kenapa kasurnya berisik sekali.!!"jawaban Ari membuat Nana tersenyum.


Seketika jiwa jahilnya kembali datang.


"Ini pasti karna di dalamnya ada tikus, yank."ucap Nana untuk mengerjai sang suami.


Padahal tidak ada tikus,terus apa yang membuat ranjang itu berbunyi.ya karna mungkin Ari terus bergerak sehingga menimbulkan suara decitan.


Ari kembali membulatkan kedua matanya,dan dengan gerak cepat ia bangun"Ti-tikusnya ada di dalam kasur ini.?"raut wajahnya terlihat ketakutan.


Nana mengangguk dan ia terus menahan tawa melihat suaminya yang tengah berdiri.


"Honey jangan tidur di situ,cepat bangun ayo cepat."pinta Ari seraya mengangkat tubuh Nana.


Nana terus menahan tawa"Ayang aku ingin turun."


Ari tidak memperdulikan permintaan Nana,ia malah membawa sang istri keluar dari dalam kamar.


Wajahnya terlihat panik sekaligus terkejut, karna tadi ia sudah tidur di atas kasur yang di dalamnya di huni tikus pikir Ari.


Di atas sofa Ari duduk dengan masih mengendong sang istri"Kita tidur di sini saja ya hon,tidak aman tidur di kasur itu.


Nana merubah ekspresi wajahnya yang tadi tersenyum bahagia,kini berganti murung. karna ulahnya sendiri ia tidak bisa tidur di atas kasur.


"Ayang,aku hanya ber-


"Sudah tidak apa-apa hon,besok kita pulang disini tidak aman."Sergah Ari.


Nana menatap suaminya penuh tanya."Besok kita pulang.?"


"Ya besok kita pulang."Ari memberi jawaban tapi matanya terus waspada.


Nana mendesah kesal dan lebih memilih menyandarkan kepalanya di dada Ari.


Kenapa tadi aku harus berkata seperti itu, sekarang lihat akibatnya aku kan hanya bercanda.sesal batin Nana.


Akhirnya Nana tertidur pulas di dalam dekapan suaminya yang berada di atas sofa.


Ari terus menatap wajah cantik Nana,samar ia tersenyum"Hari ini kamu sudah membuat aku tidak terlihat seperti seorang Ari Atmaja wijaya,honey jangan pernah pergi lagi.di depanmu aku sangat lemah,tidak ada lagi yang membuat aku seperti itu jadi jangan pernah pergi tanpa aku."suara lembutnya terdengar menegangkan.


Kalau saja Nana bisa mendengar ia pasti akan tertawa,pasalnya Ari berkata tidak ada yang bisa membuat ia lemah selain Nana.tapi tanpa sadar dirinya merengek karna bekas kerokan,di tambah lagi adanya tikus yang ada didalam kasur.dia melupakan itu.


Ari terus menatap istrinya,tapi tak lama ia tertidur terbawa sihir dunia mimpi.

__ADS_1


Pada akhirnya Ari dan Nana menutup malam mereka yang dingin di atas sofa.


Ari begitu erat mendekap tubuh istrinya sampai tertidur,keduanya tidak merasa kedinginan karna kehangatan tubuh masing-masing sudah bagaikan selimut.


__ADS_2